Love and Vengeance

Love and Vengeance
Maaf perasaan ini...



🌷Happy reading 🌷


"heyy...Yoonji,Lisa kalian kenapa lama sekali, aku hampir lumutan menunggu kalian disini." teriak sebuah suara yang sepertinya mereka kenal, ketika mereka sudah sampai ditaman tujuan mereka.


"Oo.. yakkk ternyata kau yang diajak Lisa." sahut Yoonji melihat pria yang memanggil mereka.


Pria itu berdiri didepan pintu masuk kesebuah taman bunga dengan menggendong seekor anjing kecil nan lucu,pria itu cukup tinggi untuk ukuran pria asia,hidungnya mancung dan terdapat setitik tahi lalat dihidungnya yang menambah kesan menawan.


Bibirnya juga seksi dan yang paling mencolok adalah tatapannya yang tajam dan khas.Bahkan tatapannya mampu memabukan lebah madu, setidaknya itu yang dikatakan para wanita yang melihatnya. Karena dia memang sangat tampan. Tubuhnya pun atletis. Dibeberapa kesempatan seseorang bisa melihat roti sobeknya.



"yaakk.. Tae hyung-sshi.. kau sudah lama sampai disini??. " tanya Lisa.


" lihatlahh siapa yang bicara... aku sudah sangat lama menunggu kalian. " kata Tae hyung.


"sepertinya aku akan membeli lebih banyak ice cream hari ini." ledek Yoonji.


"wahhh... yeontan.. uuu.. kau lucu sekayiiii. " sambung Yoonji lalu mendekati Tae hyung dan mengambil anjing kecilnya yang dia beri nama Yeontan.


" kau ingin membeli ice cream??. " tanya Tae hyung.


"hmmm... untuk Lisa yang merajuk tadi." sahut Yoonji cengingiran.


" ayoo kita jalan-jalan dan segera membeli ice cream. "rengek Lisa senang bak anak kecil yang imut.


"baiklah.. ayo. " jawab Yoonji melepaskan gendongannya pada Yeontan dan meletakkanya di jalan dan tentunya sudah dirantai untuk diajaknya jalan-jalan.


Posisi jalan mereka Yoonji ada ditengah memegang rantai Yeontan dan Tae hyung disisi kirinya yang sedari tadi sepertinya selalu menatap Yoonji.


"ayoo cari tempat penjual ice cream yang enak." ajak Yoonji.


"aku tahu... ayo ikuti aku." sahut Tae hyung lalu menarik tangan Yoonji dan berlari.


Yoonji yang terkejut dan spontan juga menarik tangan Lisa sambil tetap memegang rantai Yeontan yang ikut berlari mengikuti tuannya.


"yakkk.. Tae hyung-sshi pelan-pelan ,jangan berlari. Nanti kita bisa jatt... "


Belum selesai Yoonji bicara, tiba-tiba dia tersandung dan terjatuh dengan posisi lututnya yang menumpu badannya.


"Aouuu.. " rintih Yoonji kesakitan.


"Yoonji-aa.." teriak Lisa histeris.


"Yoonji.. " Tae hyung segera mendekati Yoonji dengan khawatir dan membantu membenarkan posisinya.


"aauoo..." rintih Yoonji.


"hati-hati... " Tae hyung memapah Yoonji dan membawanya duduk dibangku yang ada di taman itu.


"aku akan belikan obat merah disekitar sini." kata Lisa pergi meninggalkan mereka.


Yoonji hanya mengangguk dan duduk dibangku taman dengan luka dilututnya dan itu terasa sangat perih dan sakit.


"mianhe... ini semua karena diriku." sesal Tae hyung.


"kwencanayo...aku juga tak apa-apa. Ini hanya luka ringan saja." kata Yoonji tak ingin membuat Tae hyung khawatir dan merasa bersalah.


" tapi tetap saja.. " kata Tae hyung pelan.


"takk apa.. jangan merasa bersalah, ini juga salahku yang tidak melihat jalan dan tak hati-hati." jelas Yoonji menatap Tae hyung.


"Maafkan aku.. " sesal Tae hyung lagi.


Yoonji tersenyum lebar dan tertawa kecil melihat Tae hyung yang merasa bersalah padanya.


"kenapa kau tertawa?. " tanya Tae hyung heran.


"tidakk... hanya saja kau terlihat lucu dengan ekspresi wajah seperti itu." kata Yoonji tersenyum manis.


Blusss...


Entah kenapa pipi Tae hyung merah saat melihat Yoonji tersenyum seperti itu padanya. Jantungnya terasa sedang lari marathon.


"si*l... knapa ini, jantungku ,,kenapa wajahku terasa panas " batin Tae hyung salah tingkah.


"Yoonji.. aku dapatkan obat merahnya. " kata Lisa yang baru datang dengan berlari dan nafasnya sedikit tersengal-sengal.


"kau berlari??. " tanya Yoonji.


"iyaa... aku takut kalian meninggalkanku membeli ice cream." canda Lisa.


"yakkk... sudah kubilang jangan berlari sampai seperti itu, atau jantungmu akan kambuh lagi nanti." Nasehat Yoonji pada sahabatnya itu.


"baiklahh... sayangkuu,aku tak akan berlari lagi." kata Lisa gemas.


"aku akan mengobati lukamu." kata Tae hyung mengambil obat yang dibawa Lisa.


Dia membersihkan luka Yoonji dengan hati-hati dan mengolesinya dengan obat merah. Sesekali Yoonji kembali merintih karena kesakitan dan terasa perih.


"auohhhh... "


"mianhe...aku sudah pelan-pelan mengolesinya. " Kata Tae hyung dan mengangini luka Yoonji dengan meniupnya halus.


Tae hyung sangat perhatian dalam mengobati luka Yoonji, dan entah kenapa itu sedikit menjanggal dihati Lisa. Entah apa itu, tapi dia segera menepis perasaan itu, karena mereka adalah sahabat. Dia tak ingin ada kesalahpahaman.


"sudah selesai." kata Tae hyung lega.


"sakitnya juga sedikit berkurang. " sambung Yoonji.


Dia mencoba berdiri tapi tak bisa, karena masih terasa sakit.


"kau masih belum bisa berjalan dengan baik." kata Tae hyung.


"aku akan menggendongmu." sambungnya.


"aaaahhhh.... kurasa itu tidak perlu, aku masih bisa berjalan kok. " Ucap Yoonji dan memaksakan untuk mencoba berjalan


Tapi alhasil karena terlalu memaksakan dan dia juga belum bisa menggerakkan kakinya dengan baik ,Yoonji hampir terjatuh tapi tangan kekar Tae hyung berhasil menangkapnya dan melarangnya terjatuh lagi. Kaki Yoonji keram dan terasa sangat sakit, sepertinya dia memang tak bisa berjalan untuk saat ini.


"sudah kubilang.. kau masih belum bisa berjalan dengan baik, ayo aku akan menggendongmu." kata Lisa lalu menawarkan punggungnya yang lebar.


Tak ada pilihan lain lagi untuk Yoonji, mau tak mau dia harus menerima tawaran Tae hyung untuk menggendongnya.Yoonji naik kepunggung Tae hyung dan dengan mudah Tae hyung mengangkat tubuh kecil Yoonji.


"kau ringan sekali." ledek Yoonji.


Blusss...


kini giliran pipi Yoonji yang memerah karena sikap Tae hyung.


"Lisa... tolong bawalah Yeontan yaa. " kata Tae hyung pada Lisa yang terlihat sedikit bengong.


"aaa... baiklahh." jawab Lisa spontan.


Tae hyung menggendong Yoonji tanpa kesusahan dan berjalan menuju rumah mereka.


"Tunggu... kita tak jadi beli ice cream." kata Yoonji yang masih mengingat untuk membeli ice cream.


"tidak usahh... kita bisa membeli ice cream lain kali." sahut Lisa.


"maafkan aku.... aku malah merusaknya harusnya kita bersenang-senang hari ini." sesal Yoonji.


"tak apa.. Yoonji.. kita masih bisa melakukannya lain hari." ucap Tae hyung.


"Tae hyung benar... kami tak bisa bersenang-senang tanpa dirimu."sambung Lisa.


"kalau begitu aku akan belikan kalian ice cream besok saja dikampus bagaimana??. " tawar Yoonji.


"ide baguss... baiklahh kita membeli ice cream besok." semangat Lisa.


"hahaaa.. kalian ini seperti anak kecil saja, yang masih sangat menyukai ice cream." tawa Tae hyung.


"heheee... kami adalah penggemar ice cream." Lisa cengingiran.


"dan aku akan membelikanmu ice cream double karena telah menggendongku. " kata Yoonji.


"lalu denganku." rengek Lisa.


"aku akan belikan tripelllll." tawa Yoonji


"hihihiii... " cengirr Lisa.


Mereka bercanda dan bergurau disepanjang perjalanan menuju rumah Yoonji. Kehangatan dari persahabatan selalu terasa ketika 3 sahabat itu berkumpul. Tapi entah akan tetap terasa selamanya atau tidakk...


...Bersambung...


...🌷🌷🌷...


hayyy pata Readers, ketemu lagi sama author. jangan lupa kasi like komen, rate, and vote yaaa..


i purple you reader 💜💜💜


yah udahh like, komen ,rate and vote dapett senyum termanis dari Lisa. 😍😍😍