
Empat tahun setelah kematian ibunya, ayah mereka ingin menikah kembali dengan seorang wanita yang belum dikenal Yoongi dan Yoonji. Ayah mereka tak pernah mengatakan bahwa dia mencintai seorang wanita.
Tapi sebenarnya mereka tahu bahwa ayah mereka memiliki kekasih, karena beberapa kali mereka pernah mendengar para tetangga membicarakan ayah mereka yang pergi bersama seorang wanita,mereka tak ingin berpikir buruk dan menganggap wanita itu hanya sekedar rekan kerja ayah, mereka juga enggan membicarakan hal ini pada ayahnya, mereka ingin ayah mereka yang membicarakan ini secara langsung jika benar dia memiliki seorang kekasih.
Dan benar saja,suatu hari ayahnya memanggil mereka berdua,mereka berkumpul diruang keluarga.
"nak... appa akan menikah lagi, dengan wanita yang appa cintai dalam waktu dekat ini. Dan appa harap kalian bisa menerima kehadiran ibu baru kalian... "
"apakah appa sudah melupakan eomma secepat ini?." Yoonji memotong pembicaraan appanya, dia merasa sedikit kecewa pada keputusan ayahnya, dia menatap ayahnya dengan lesu
"Yoonji..putriku tersayang, appa tak akan pernah melupakan eomma kalian, dia adalah cinta pertama appa...tapi kalian harus mengerti bahwa appa juga kesepian, appa memerlukan kasih sayang,appa memerlukan orang yang bisa merawat appa saat tua nanti. " kata ayah dengan lembut dia berusaha memberikan pengertian pada purta dan putrinya.
"Tapi,kami disini bisa memberikan kasih sayang kepada appa,kami bisa merawat appa dengan baik. Apakah kasih sayang kami tidak cukup untukmu? " Yoonji berkata dengan wajah yang sedikit memelas seakan dia akan segera menangis
"Bukan begitu sayang... " kata ayahnya dengan lembut ,dia lalu mendekati Yoonji yang duduk di sofa dan berjongkok didepannya.
"Ayah juga ingin ada yang mengurus kalian, ada yang akan memberikan perhatian dan kasih sayang pada kalian. "kata ayahnya sambil mengelus pucuk kepala Yoonji
"Apakah ayah tidak mau mengurus kami,kalau begitu kami akan mengurus diri kami sendiri, appa juga uruslah diri appa sendiri" kata Yoonji
Ayah mereka menarik nafas dengan lembut dan perlahan, dia mencoba memberikan pengertian kembali kepada putri tersayangnya itu. Dia mengerti putrinya itu masih lugu dan belum mengerti apa-apa. Dia akan berusaha memberikan pengertian dengan kasih sayang dan cinta kepada anaknya.
"nak... appa hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kalian, appa hanya ingin ada yang merawat kalian, karena appa tidak akan bisa menjaga kalian setiap waktu, seperti yang kalian ketahui, appa sering sibuk dengan pekerjaan kantor appa, dan appa sangat khawatir pada kalian, appa hanya ingin kalian menerima kasih sayang dari ibu baru kalian seperti kalian menerima kasih sayang eomma. " jelas ayahnya dengan sangat lembut
"Tapi kami tidak ingin ada yang menggantikan eomma dihati kami, apalagi dihati appa, kami tidak ingin itu terjadi. " kata Yoonji, yang tanpa disadari air matanya sudah menetes
"Siapa wanita itu appa?. "Yoongi yang sedari tadi hanya diam dan terus berpikir tentang keputusan ayahnya akhirnya mulai bicara untuk menenangkan pembicaraan itu.Sebenarnya dia sudah mempersiapkan jawaban dan segala pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada ayahnya jika benar dia memiliki seorang kekasih
"Dia adalah seorang wanita dari Korea tapi pindah ke Swiss untuk bekerja dan beberapa tahun kemudian dia kembali lagi ke sini, tempat kelahirannya.Dia bekerja menjadi sekretaris diperusahaan milik appa,disanalah kami bertemu nak." jelas ayah pada mereka, dia kini memalingkan wajahnya kearah Yoongi yang duduk disebelah Yoonji
"Yoonji-aa... pergilah ke kamarmu."pinta Yoongi pada adiknya.
"Tapi kak... "
"kakak mohon Yoonji... pergilah kekamarmu, aku akan menyusulmu nanti. "Yoongi memotong perkataan adiknya
"Baiklah...."kata Yoonji pendek,dia segera pergi kekamarnya yang berada diatas,dia pergi dengan hati yang masih bimbang,sebenarnya dia tidak setuju dengan keputusan ayahnya yang akan menikah lagi
namun dia mengerti bahwa ayahnya pasti kesepian, dia pernah melihat beberapa kali ayahnya bicara pada foto ibunya yang sudah tiada, ayahnya menangis ,Yoonji juga tak tega melihat ayahnya terus-terusan seperti itu.Tapi disisi lain dia juga tak ingin ada yang menggantikan posisi ibunya dihati mereka.Dia sungguh bingung
...πΈπΊπΈ...
Disisi lain Yoongi dan appa masih diruang tamu,keadaan hening,tak ada yang mau bicara terlebih dahulu.Kini appa duduk disebelah Yoongi.
"Ajaklah dia kesini besok appa... " Yoongi memulai pembicaraan itu dengan suara yang sedikit sayu
"Terima kasih nak.. " kata ayahnya pada Yoongi
"Jangan berterima kasih padaku appa, jangan buat aku merasa seperti anak yang durhaka, aku akan merasa seperti anak yang tidak menginginkan ayahnya bahagia... seharusnya aku yang berterimakasih, kau yang selalu merawat kami, membesarkan kami dengan cinta dan kasih sayangmu, kau memberikan kami kebahagiaan setelah eomma tiada, dan saat kau ingin menemukan kebahagiaanmu mana mungkin kami melarangnya... tapi bolehkah aku meminta satu hal darimu?."tanya Yoongi
"jangan tinggalkan kami dan jangan pernah lupakan eomma."kata Yoongi
"appa berjanji pada kalian, appa tak akan pernah meninggalkan kalian dan tak akan pernah melupakan eomma kalian."janji ayahnya
"terima kasih appa" Yoongi memeluk appanya
"hey.... apakah kalian melupakanku, setidaknya ajak aku berpelukan juga." teriak Yoonji yang ternyata memperhatikan mereka sedari tadi
"kemarilah putriku, aku akan memelukmu dengan erat"Yoonji segera berlari menuruni anak tangga, tapi tiba-tiba....
Bukkk....
"YOONJI....... " appa dan Yoongi berteriak histeris
Yoonji jatuh dan terguling di anakan tangga, dia pingsang dan kepalanya terluka, appa segera membawanya ke rumah sakit, dia koma berhari-hari.
"ouhhhh..... sakit sekali kepalaku."Yoonji terbangun dari tempat tidur yang terasa sangat empuk bahkan lebih empuk dari tempat tidurnya dirumah, ini terasa seperti tidur di atas bulu-bulu yang halus, sangat nyaman dan empuk.Disekelilingnya terdapat taman bunga yang sangat indah
"dimana aku.... Yoongi oppa, kau dimana?? appa..."Yoonji berteriak, tapi tak ada jawaban.
"Yoonji... putriku." terdengar suara lembut yang sepertinya tidak asing bagi Yoonji.
"eomma... apa itu kau?." Yoonji mencari sumber suara. Hingga akhirnya dia menemukan seorang wanita yang berdiri ditengah taman bunga itu.Dia berlari menghampirinya dan ternyata benar,wanita itu adalah ibunya
"eomma,,,aku merindukamu... "Yoonji segera memeluk ibunya dengan erat
"Eomma juga sangat merindukanmu sayang... " eommanya lalu membelai rambut dan wajah putrinya itu
"eomma, ayo kita pulang, kau tahu appa ingin menikah lagi, ayo pulang dan cegah ayah melakukannya. "kata Yoonji dengan polosnya
"Yoonji... apa kau ingin melakukan apa yang eomma inginkan??" tanya eommanya
"Tentu saja eomma... apa yang bisa aku lakukan untukmu" kata Yoonji dengan semangatnya
"Jagalah appa dan kakakmu... jangan biarkan mereka kenapa-kenapa, jadilah tuan putri yang baik untuk mereka." Yoonji medengarkan dengan baik ucapan ibunya
"Dan satu lagi sayang.... "sambung eommanya
"apa itu eomma? "tanya Yoonji penasaran
"jangan biarkan appamu menikah lagi "segera setelah berkata demikian, tubuh eomma menghilang
"eomma... dimana kau,,,, eomma"Yoonji berteriak memanggil eommanya, dia mencari lagi keberadaan ibunya, tapi tak kunjung bertemu, Yoonji menangis sendiri
"hiks, hiks,,, eomma ,,jangan ti..tinggalkan aku la.. lagi, aku tak mau sendiri." Yoonji menangis dalam kesendiriannya...
...^^^ππΈπ^^^...