Love and Vengeance

Love and Vengeance
Dendam



Mulut Yoongi dibungkam oleh sebuah tangan kekar, tubuhnya meronta berusaha melepas cengkraman. Tapi sayang, cengkramannya begitu kuat hingga Yoongi yang masih berumur 15 tahun itu kewalahan untuk melepasnya. Orang itu membawanya menjauh dari keberadaan ayahnya.


Setelah cukup jauh tapi masih diruangan itu tiba-tiba cengkramannya mulai melemah, entah karena lelah atau bagaimana. Yoongi yang merasa cengkraman itu mulai melonggar pun mengambil kesempatan, dia segera melepas tangan itu tapi kembali mengambilnya dan memplintirnya dan akhirnya mendapat kesempatan untuk menyerang. Dia hampir memukul orang itu. Tapi....


"Tunggu nak... Ini aku" kata orang itu


"ahjussi?? " Yoongi kaget bahwasanya orang itu adalah sopir taksi tadi.


"Mengapa ahjussi kemari?? Bagaimana dengan adikku?. " tanya Yoongi


"Adikmu yang meminta tolong padaku untuk menyusulmu, aku juga tak bisa membiarkanmu pergi sendiri,kau masih kecil nak dan sepertinya ini adalah sebuah kasus,jadi ini pasti akan sangat berbahaya untukmu. " jawab pak sopir itu.


Rupanya Yoonji yang meminta tolong padanya untuk menyusul dan membantu kakaknya. Yoonji yang berumur 11 tahun sudah mengerti bahwa kakaknya dalam bahaya,dia tak ingin kakaknya kenapa-kenapa, dia sangatlah menyayangi kakaknya itu.


"Tapi adikku sendirian disana. " Yoongi juga sangat khwatir pada adiknya.


"Tenanglah nak.. Dia akan aman." yakin ahjussi itu.


Yoongi sedikit lega.Lalu dia meraba saku celananya mencari ponsel, dia ingin menghubungi polisi dan melaporkan kejadian ini ,Yoongi sudah sangat yakin bahwa ini adalah sebuah kejahatan, dia ingin menyelamatkan ayahnya dari mama Helena dan pria asing itu.


"Tidak... Baterai ponselku habiss." sungut Yoongi.


"ahjussi.. Bisakah kau membantuku menghubungi polisi?. "tanya Yoongi lagi.Ahjussi itu mengangguk dan mencari ponselnya. Raut wajah ahjussi itu berubah, dia seperti kebingungan karena kehilangan sesuatu ,dia meraba semua saku celana dan bajunya.


"Kemana ponselku?? Ahhrgg tidak,,,, itu tertinggal dimobil. "sayang seribu sayang ponselnya juga tertinggal.


"Kalau begitu ahjussi pergilah dan ambil ponsel itu, tolong hubungi polisi segera. " kata Yoongi.


"Tidak nak... Aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri disini, ini berbahaya. " jawab ahjussi


"aku mohon ahjussi.. Pergilah.. ponselku tak bisa digunakan.. kini hanya ponselmu yang bisa kita harapakan... aku mohon " saat membujuk ahjussi itu,tangan Yoongi menyenggol tumpukan kardus dan kaleng yang ada disampingnya dan karena masih dalam satu ruangan,mama Helena dan orang asing itu mendengar suara ada yang jatuh.


"Siapa itu disana... " teriak mama Helena. Dan berjalan mendekati tempat Yoongi bersembunyi.


"Pergilah ahjussi... Hubungi polisi ..aku mohon." akhirnya ahjussi itu pun terpaksa pergi meninggalkan Yoongi sendirian disana. Dan saat ahjussi sudah menjauh tiba-tiba.


BUKKK....


Yoongi terjatuh kepalanya terasa berat dan pusing dan dengan samar dilihatnya dua kaki berdiri didepannya,semua benda terlihat kabur,dirasakannya tubuhnya diseret oleh seseorang,lalu semua gelap.


Ternyata ada seseorang yang memukulnya dengan keras dari belakang hingga dia tak sadarkan diri.


...🌸🌸🌸...


"huah.. Huha... " ahjussi itu terengah-engah karena berlari. Dia sangat panik dan ketakutan hingga tak memperhatikan jalan ,sampai-sampai kakinya yang sudah memakai celana panjang pun robek dan tergores karena terkena besi tajam yang berserakan dijalan itu.


Ahjussi itu segera masuk kedalam mobilnya dia mencari-cari ponselnya.


"ahjussi.. Apa kau baik-baik saja? Dimana kakak dan appaku?kenapa mereka tak ikut denganmu?. " tanya Yoonji yang semakin khawatir.


"kakak dan ayahmu masih disana nak.. Aku diminta kakakmu untuk kesini dan menghubungi polisi, ponselku tertinggal." kata ahjussi itu yang masih terengah-engah sambil mencari ponselnya.


"Tidakk... Kalau begitu aku akan menyusul mereka kesana." kata Yoonji


"tidak nak...itu sangat berbahaya untukmu.. Lebih baik kau disini saja dan bantu aku mencari ponselku agar kita bisa menghubungi polisi segera." kata ahjussi pada Yoonji.


Dan Yoonji tanpa membantah lagi, dia segera membantu ahjussi itu mencari ponselnya. Entah kemana ponsel itu jatuh, mereka masih terus mencarinya.


"Arrgghhh...si*l baterainya habiss." kesal ahjussi itu, tapi untungnya dia masih bisa mengisi baterai dimobilnya dan kini kabel penghubungnya yang hilang. Mereka kembali mencari-cari dimobil itu.


"Baiklah.. Ketemu, kau harus segera menyala,, aku mohon. " akhirnya ponsel ahjussi itu bisa menyala.


Layarnya yang berwarna biru terang memberikan simbol bahwa dia masih siap untuk dioperasikan. Ahjussi itu pun segera menghubungi polisi.


...🌸🌸🌸...


Disisi lain ayah masih terikat dan tak berdaya ,mama Helena kembali mengambil gelas kedua yang berisi air penuh, dia menyiramkanya lagi pada sebuah wajah. Tapi kini bukan wajah ayah yang menjadi sasaran.


Wajah itu masih terlihat amat polos, dia putih dan mulus, bibirnya pun tipis dan mungil jika saja rambutnya panjang maka dia akan terlihat seperti seorang gadis yang amat cantik, tapi tidak.... Dia seorang pria, dia adalah...


"Yoongi-aa... " ayah akhirnya tersadar setelah dia terkena sedikit cipratan air yang mama Helena siramkan pada seseorang yang ada disampingnya


meskipun terlihat samar-samar tapi dia masih bisa mengenali wajah putra tercintanya itu.


"haahhh... Ap.. Appa. " panggil Yoongi yang terbata-bata karena terkejut disiram air oleh Helena. Mereka mengumpulkan tenaga mereka.


"Helena... Apa yang kau lakukan pada kami..jangan sakiti anakku.. Lepaskan mereka,mereka masih kecil. " bentak appa pada Helena.


"Heyyyy... Jangan membentak dan menyuruhku seperti itu..aku tak menyukainya....atau aku juga akan membunuh anakmu. " Helena mengangkat dagu ayah kasar dan mengancamnya.


"Helena... Jangan sakiti ayahku, atau aku tidak akan mengampunimu. "kata Yoongi


"Hahahahaaa.... Anak manis.. Kau ingin menyakitiku.. Uuuu aku takut sekali, aaa.. Tolong aku,aku takut sekali...lindungi aku dari anak ini atau dia akan menyakitiku... Bwahahahahaa.... " Helena tertawa begitu bangganya dan meledek Yoongi.


"hahahahaaa.... begini saja, aku tak ingin berlama-lama dengan kalian. aku sungguh sangat muak melihat wajah kalian disini. Sebenarnya hari ini,adalah hari terakhir kalian untuk merasakan kehidupan didunia ini. Aku akan membebaskan kalian dari peliknya kehidupan,aku sangat baik bukan dan sebagai gantinya aku hanya akan mengambil harta kalian. Bukankah itu impas Sayang... " kata Helena melirik ayah.


"Tidak Helena... jangan sakiti anakku, dia masih kecil dan tak tahu apa-apa.Aku mohon. " ayah memohon pada Helena


"Tidak bisa... sudah terlambatt. " Helena yang tampa basa-basi lagi mengambil pistolnya dan...


DORRRR...


"APPA.... " yoongi berteriak histeris melihat ayahnya tertembak peluru oleh Helena


"Apa yang kau lakukan... aku ingin membunuh anak itu. " kata Helena pada pria asing bertopeng itu.Pria itu ternyata yang mengambil pistol yang seharusnya diarahkan pada Yoongi dan malah menembak ayahnya.


Mereka berdua berdebat sementara Yoongi hanya bisa menangis melihat dada ayahnya yang mengeluarkan begitu banyak darah.


DORrrrr.. kembali terdengar suara tembakan,tapi bukan dari para penjahat itu,melainkan dari para polisi yang ternyata sudah sampai dilokasi terjadinya kejahatan.


"Jangan bergerak... angkat tangan, kalian sudah terkepung. " kata polisi yang mengacukan pistolnya. Tapi sayang mama Helana dan pria itu melarikan diri.


Polisi terpaksa melepaskan tembakan pada kedua orang itu dan mengenai kaki kanan pria asing itu. Polisi terus mengejar mereka


Sementara itu Yoonji yang ditemani ahjussi segera menyelamatkan kakak dan ayahnya. Mereka melepaskan ikatan Yoongi, sementara ayahnya sudah dalam kedaan sekarat karena tertembak.Dia seperti sudah menyerah karena lukanya yang dalam.Yoongi dan Yoonji mendekati ayah mereka.


"Yoongi-aa... dengarkan appa...maafkanlah appamu ini, appa tak bisa menjaga kalian lagi appa tak bisa bertahan lebih lama appa mohon jagalah adikmu.. hanya kau yang dia miliki begitu pun denganmu hanya dia yang kau punya...kembalilah ke korea dan hiduplah disana. Kalian harus saling menjaga dan menyayangi. " segera setelah mengatakan itu, ayah mereka menghembuskan nafas terakhirnya.Dia tiada dalam dekapan anaknya.


Yoongi dan Yoonji menangis sejadi-jadinya, mereka sangat terpukul atas kepergian ayahnya.Ahjussi yang melihat kejadian itu ikut merasa sedih,dia yang menyaksikan kejadian yang sungguh menyakitkan itu. Mereka lalu membawa jenasah ayahnya pulang dan segera menyiapkan upacara penguburan ayahnya.


Dalam hati Yoongi terdapat dendam yang begitu membara untuk Helena dan pria bertopeng itu.Dia berjanji akan membalaskan dendam ayahnya, dia tak terima akan penghianatan yang mereka alami. Kini rasa dendam itu mulai tumbuh dan menapak didalam hatinya