Love and Vengeance

Love and Vengeance
Rahasia.



Sekitar pukul 1 siang, mereka sampai dirumah sakit, Yoongi segera membawa Lisa masuk dan memanggil dokter disusul oleh Nam Joon, Ji Min, dan Yoonji yang memapah Nyonya manoban yang terlihat lemas. Lisa dirawat dirumah sakit yang sama dengan Tae Hyung.


''Dokter... tolong adikku, aku mohon periksalah dia dan berikan dia perawatan terbaik dirumah sakit ini. Aku tak mau terjadi sesuatu padanya kalau tidak aku akan menutup rumah sakit ini. '' teriak Yoongi yang membuat orang-orang yang ada dirumah sakit itu menatapnya.


Dokter pun segera menghampiri mereka dan membawa kursi roda rumah sakit yang didorong oleh suster.


''Pak.. mohon tenang, kami akan menangani adik anda, jadi jangan khawatir. Kami akan lakukan yang terbaik. Dan mohon anda menyelesaikan administrasinya terlebih dahulu. '' kata Dokter itu segera meletakkan Lisa dikursi roda tersebut dan dibawa oleh para suster.


''Dengarkan aku... '' ucap Yoongi menarik kerah baju dokter tersebut.


''Berikan perawatan terbaik untuknya. Aku akan membayar berapa pun biayanya, tapi jangan sampai dia kenapa-kenapa,atau aku tak akan mengampunimu. '' ancam Yoongi dan mendorong dokter itu dengan kasar.


''Ba.. baik pak.. kami akan berikan perawatan terbaik kami .'' jawab dokter itu gugup.


''Oppa sudahlah.. jangan emosi seperti itu. '' lerai Yoonji memegang pundak kakaknya.


''Benar Yoongi ini adalah rumah sakit, banyak orang disini.'' sambung Nam Joon.


Yoongi menarik nafasnya panjang dan menghelanya pelan lalu berkata.


''Maafkan aku... aku hanya terbawa emosi tadi, seharusnya aku tak seperti itu. '' sesal Yoongi.


''Sudahlah teman.. sebaiknya kau selesaikan saja administrasinya. '' ucap Nam Joon.


Yoongi mengangguk dan pergi ketempat administrasi lalu menyelesaikan semuanya.


Yoonji bersama nyonya manoban masih duduk dan menunggu didepan pintu kamar tempat Lisa dirawat dan ditemani oleh Ji Min.


''Tenanglah eomma.. Lisa akan baik-baik saja.'' ucap Yoonji memeluk nyonya manoban dari samping.


Nyonya manoban terus menangis, dan membalas pelukan Yoonji.


Ji Min tak bisa berkata banyak, dia juga cukup terkejut akan kejadian ini, selain itu dia juga belum terlalu akrab dengan keluarga Lisa. Jadi Ji Min hanya bisa berharap, Lisa yang baru saja dia kenal bisa cepat sembuh.


Saat menemani Yoonji dan Nyonya Manoban, tiba-tiba ponsel Ji Min berdering, dia mengambil ponsel yang ada disaku celananya dan melihat siapa yang menghubunginya.


Raut wajahnya berubah dan terlihat terkejut, lalu mengangkat teleponnya.


''Yeoboseyo... ''


''Sekarang??? Untuk apa??''


''Ahhh baiklah.. tenang saja. ''


''Aihsss... iyaya.. baiklah, aku akan segera kesana.'' gumam Ji Min kesal pada orang yang menghubunginya.


Sedetik kemudian Ji Min terlihat mematikan ponselnya dan menatap Yoonji yang masih memeluk nyonya manoban.


''Yoonji-aa....aku akan pergi sebentar ada sedikit urusan mendadak, aku akan kembali. '' ucap Ji Min lalu pergi dengan terburu-buru.


Yoonji belum sempat menjawab ataupun bertanya pada Ji Min hendak pergi kemana.


Dia terlihat terburu-buru dan pergi begitu saja.


Entah kenapa Yoonji merasa sedikit aneh akan perubahan sikap Ji Min setelah seseorang menelponnya.


Dia ingin mengikuti Ji Min yang entah pergi kemana, tapi Yoonji juga tak bisa meninggalkan nyonya manoban dalam keadaan seperti ini.


Selain itu dia tak ingin memikirkan hal-hal seperti ini lagi, karena kejadian dari kemarin malam hingga hari ini cukup membuat kepalanya terasa sakit dan pusing. Dia ingin fokus menjaga eommanya dan Lisa.


Setelah beberapa saat menunggu, Yoongi datang bersama dengan Nam Joon dan tak lama dokter juga keluar dari kamar itu.


Melihat dokter yang sudah keluar, Yoonji dan nyonya manoban segera berdiri dan mendekat pada dokter itu.


''Apakah kalian keluarga pasien??.'' tanya sang dokter.


''Iya dokter... kami keluarganya, aku adalah ibunya, bagaimanakah keadaan putriku dokter. '' tanya Nyonya manoban yang masih terisak.


''Untuk saat ini keadaan pasien cukup mengkhawatirkan, dia mengalami depresi ringan dan jantungnya juga sangat lemah sehingga mempengaruhi sistem pernapasanya.'' jelas dokter itu yang menambah tangis nyonya manoban tak berhenti.


''Dan saran saya jangan biarkan pasien mengalami hal-hal buruk lagi dan membuatnya memikirkan sesuatu yang dapat memicu depresinya semakin parah. Itu akan sangat berbahaya untuknya, dia bisa mengalami kegilaan atau bahkan kematian. '' ucap dokter itu.


''Ti.. tidakk...putriku... '' tangis nyonya Manoban pilu dan tiba-tiba dia jatuh tergeletak lemas dan tak sadarkan diri.


''Eomma... '' Yoongi segera memburu kepala nyonya manoban yang hendak terbentur lantai dan menyangganya dengan tangannya sendiri.


''Eomma.. eomma..'' Yoonji terkejut dan berusaha membangunkan Nyonya Manoban.


''Oppa... tolonglah eomma... angkat dia. '' kata Yoonji yang tanpa disadari air matanya juga membasahi pipinya.


''Ayoo.. bawa dia keruangan itu, aku akan memeriksanya. '' pinta dokter dan menunjuk sebuah kamar dirumah sakit itu.


Yoongi yang dibantu oleh Nam Joon pun segera mengangkat dan membawa Nyonya Manoban keruangan yang ditunjuk dokter.


Sang Dokter lalu memeriksa keadaan Nyonya Manoban dengan Yoonji yang masih menunggu dengan cemas diluar bersama kakaknya dan Nam Joon.


''Oppa... apa yang sebenarnya terjadi, kenapa hal ini bisa terjadi. '' ucap Yoonji hendak menangis.


Sesaat Yoongi hanya terdiam dan tak bersuara. Namun setelah itu dia mulai mendekat pada adiknya yang tengah duduk dikursi ruang tunggu dan ikut duduk disamping adiknya.


''Yoonji-aa....akan aku katakan hari ini, apa yang sebenarnya aku sembunyikan darimu. '' ucap Yoongi perlahan.


Nam Joon hanya memperhatikan pembicaraan mereka dengan posisi menyenderkan tubuhnya ketembok dan tangan yang ia masukan kedalam saku celananya. Dia seperti sudah tau apa yang akan dibicarakan oleh Yoongi saat ini.


''Sesuatu yang kau sembunyikan?.'' tanya Yoonji menatap kakaknya.


''Iya.. sebenarnya ada satu hal yang tak kau ketahui tentang diriku. '' sambung Yoongi melirik Nam Joon sekilas.


Yoonji hanya diam dan menatap serius mata kakaknya meminta penjelasan.


''Tapi berjanjilah padaku satu hal, bahwa kau tak akan membenciku, ataupun malah takut padaku karena sebenarnya hal ini sangatlah kau tak sukai. Aku akan ceritakan semuanya dan kau jangan bicara sebelum aku selesai bicara. '' ucap Yoongi yang menambah rasa khawatir pada hati Yoonji pada apa yang akan kakaknya ungkapkan hari ini.


Yoonji masih tak menjawab dan hanya diam melihat kakaknya yang sedikit ragu.


''Kau tahu aku tak bisa marah padamu kak.. katakan saja aku akan mendengarkan.'' sahut Yoonji.


''Yoonji-aa...'' ucap Yoongi perlahan takut adiknya akan terkejut mendengar apa yang akan dia ungkapkan.


''Sebenarnya ..kakakmu ini juga adalah seorang Mafia.'' ungkap Yoongi yang sukses membuat Yoonji terbengong dan tak bergeming.


''Dan apa yang membuat Lisa seperti ini, mungkin juga karena diriku... '' sambungnya.


''Apa maksudmu kak??!'' tanya Yoonji dengan mata berkaca.


''Kau masih ingat bukan para penjahat yang ingin membunuhmu kemarin malam, aku sangat marah saat mengetahui ada orang yang ingin menyakitimu. Jadi aku memutuskan untuk pulang dengan cepat, semua hal sudah kusiapkan dan aku bisa pulang malam itu juga. '' jeda Yoongi dan menarik nafasnya panjang yang hendak menceritakan semua yang terjadi dan apa yang dia rahasiakan dari adiknya tercinta itu.


o\=\=[]::::::::::::::::>o\=\=[]::::::::::::::::>o\=\=[]::::::::::::::::>