
Appa dan mama Helena berangkat malam hari. Mereka pergi mengunakan mobil appa, tapi karena Yoongi dan Yoonji merasa khawatir pada ayahya maka mereka memutuskan untuk mengikuti ayah dan mama Helena. Mereka segera memanggil taksi yang kebetulan lewat.
"Pak.. Ikuti mobil itu tapi tetap jaga jarak agar kita tidak ketahuan. " kata Yoongi menunjuk mobil yang digunakan oleh ayahnya,dan sebuah kebetulan sekali bahwa sopir taksi itu juga adalah keturunan orang korea yang bekerja di Swiss. Karena dia juga bisa berbahasa korea.
Mereka mengikuti ayah dan mama Helena kemanapun mereka pergi. Awalnya semua tampak baik-baik saja. Tapi tiba-tiba, mobil yang dikendarai ayah terlihat oleng dan tak terkendali, mobil mereka membelok kekiri dan kekanan dengan brutal bahkan hampir menabrak pembatas jalan.
Dari kaca belakang mobil terlihat dua orang sedang berkelahi didalam mobil,tapi untungnya jalan yang mereka lalui cukup sepi.
"Ada apa dengan mobil appa?. "tanya Yoonji yang nampak khawatir.
"Entahlah Yoonji... Aku juga tak tahu.Tapi sepertinya ada orang yang sedang berkelahi didalam sana. " Yoongi masih bisa melihat samar-samar dua orang yang sedang berkelahi. Dia ikut panik dan tak tahu harus berbuat apa.
Beberapa saat kemudian mobil ayahnya berjalan dengan normal kembali, tapi tiba-tiba berhenti dipinggir jalan yang sepi. Yoongi ikut berhenti dan memperhatikan dari jarak yang cukup jauh.
Dari dalam mobil ayahnya keluarlah seorang pria asing yang memakai topeng dari tempat duduk penumpang,dia berlari kecil menuju tempat setir.Lalu masuk dan melajukan mobil mereka dengan kecepatan yang tinggi.
"Cepat kejar mereka pak... " pinta Yoongi pada sopir taksi itu.
"Siapa orang itu? Itu bukanlah appa, postur tubuh mereka berbeda,aku yakin pasti bukan appa.Lalu siapa orang itu, apa yang dia lakukan disana, bagaimana dia bisa masuk. "batin Yoongi,pertanyaan itu terus berkecambuk dalam pikirannya.
Dia tahu betul postur tubuh ayahnya yang tidak terlalu tinggi sementara orang yang baru saja keluar dari mobil ayahnya punya badan yang lebih tinggi, tak mungkin postur ayahnya bisa berubah dalam semalam.
Mobil itu terus melaju dengan kecepatan tinggi, Yoongi dan Yoonji mengikuti mereka dengan jarak yang cukup aman.Mobil ayahnya pergi cukup jauh dari tempat mereka tinggal.
Ternyata mereka pergi dan memasuki permukiman yang sepi dan gelap, tempat itu mungkin sudah lama ditinggalkan,karena seperti tidak ada tanda-tanda orang yang tinggal disana,penerangan jalan pun tak ada, tempatnya sangatlah sepi. Lalu mobil itu berjalan perlahan dan berhenti dipinggir jalan menuju sebuah gang yang sempit dan gelap
Tak ada pergerakan untuk sesaat, namun setelah itu mama Helena dan pria asing itu keluar secara bersamaan.
Mereka menunjukan perilaku aneh dan mengamati keadaan sekitar, lalu sang pria pergi menuju kursi belakang dan dari sana mereka mengeluarkan sebuah karung berisi sesuatu yang mungkin sangat berat karena terlihat pria itu sangat kesusahan saat membawanya.Mereka lalu menyeret karung itu dan memasuki gang yang sunyi tersebut.
Karena dirasa sudah cukup aman, Yoongi ingin keluar dan mengikuti mereka. Tapi dia melarang Yoonji untuk ikut
"Yoonji-aa.. Kau tetaplah disini, biar aku saja yang masuk kesana. Ini sangat berbahaya untukmu." kata Yoongi sambil memegang tangan adiknya
"Tapi oppa... Aku tak bisa membiarkanmu pergi sendiri, ini juga sangat berbahaya untukmu." larang yoonji.
"Tapi kita perlu mengetahui yang sebenarnya terjadi, aku harus memastikan keadaan appa baik-baik saja. " kata Yoongi
"Pak... jagalah adikku sementara aku pergi." kata Yoongi lagi
"Tapi nak ini sangatlah berbahaya untukmu,aku akan menelpon polisi terlebih dahulu baru kita akan pergi kesana bersama-sama. " bujuk pak sopir itu
"Tidak pak.. kita perlu memastikan apakah ini benar-benar sebuah kejahatan. Aku akan memeriksanya terlebih dahulu. " Yoongi membuka pintu mobil dan langsung pergi ke arah orang asing dan mama Helena pergi.
"Oppa... berhati-hatilah. "teriak Yoonji yang sangat khawatir pada kakaknya.
Awalnya Yoongi merasa ragu untuk mengikuti dua orang itu, tapi dia memantapkan dirinya untuk memastikan ayahnya baik-baik saja.
Dia melangkahkan kakinya menyusuri gang yang gelap dan sempit itu. Walau Yoongi sudah tertinggal jauh, tapi dia masih bisa mengikuti dan mengetahui ke arah mana mama Helena pergi karena terdapat bekas darah yang berbekas dari mobil hingga disepanjang jalan itu, mungkin karena mereka membawa karung itu dengan cara diseret.
Yoongi menyalakan layar handphonenya agar bisa melihat jalan dan supaya tak terlalu terang hingga mereka tak akan curiga.
Bekas darah itu hilang tepat didepan pintu sebuah gudang yang terlihat tua dan menakutkan.Dengan hati-hati Yoongi membuka pintu dan masuk ke gudang tersebut. Dia mencari-cari keberadaan ayah dan mama Helena, dia memperhatikan keadaan sekitarnya.
Sampai disebuah ruangan,Yoongi melihat seseorang yang tertunduk lemas tak berdaya, dia diikat disebuah kursi, kakinya diikat tangannya dibawa kebelakang dan diikat pula.Kepalanya ditutupi oleh karung kecil.
Didepan orang itu,pria asing yang tadi keluar dari mobil ayahnya juga duduk dengan menaikan kedua kakinya disebuah meja yang juga ada didepannya.
Karena memakai topeng, Yoongi tak bisa melihat wajah pria itu, dia hanya bisa memperhatikan dari jarak yang aman dibalik tumpukan kardus bekas yang ada disana, didekat pintu.
Disamping pria asing itu, mama Helena berdiri dengan menyilangkan kedua tangganya didepan dadanya.Lalu mama Helena mendekati orang yang terlihat tak berdaya itu, dia membuka penutup wajahnya dan ternyataaa orang itu adalahh....
"Appa.... " Yoongi hampir berteriak namun dia segera menutup mulutnya sendiri agar tak ketahuan oleh mereka.
Hatinya hancur melihat keadaan ayahnya, dia melihat ayahnya lemas tak berdaya, kepalanya berdarahh,wajahnya terluka,dan bibirnya sedikit robek,pakaian yang semula terlihat licin dan rapi sekarang robek dan compang camping, baju yang semula berwarna putih kini sudah bercampur dengan warna merah dari darah yang keluar dari tubuhnya.
Dia terlihat seperti ingin menangis tapi tak bisa. Ayahnya terus merintih kesakitan dan menunduk,Yoongi sangat geram dan mengepalkan tangannya.
Lalu mama Helena mengambil segelas air yang ada dimeja dan menyiramkannya pada wajah ayah Yoongi. Ayahnya terkejut hingga kepalanya sedikit terangkat,nafasnya tersengal-sengal, karena sepertinya air yang disiramkan oleh mama Helena masuk ke lubang hidungnya.
Ayahnya tak bisa berbuat apa-apa.Yoongi yang sudah amat geram tak tahan lagi melihat apa yang dilakukan oleh mama Helena pada ayahnya, ingin sekali rasanya dia menjambak rambut wanita itu.
Saat dia ingin melangkahkan kakinya mendekati mereka, tiba-tiba tangan kekar mendekap mulutnya dan menyeretnya.Tubuhnya meronta,tapi sayang tangan itu terlalu kuat untuk dilepaskan. Yoongi tak tahu siapa orang itu.
...πΈπΈπΈ...
**Hayy para readersπ
ketemu lagi nih ama author π
author pengen minta tolong nih,,, bantuin ya para readers π©
author pengen minta bantuan buat kalian komen, like, share, and vote novel author ππ
Bagi kakak-kakak author lainnya yang udah mampir jangan lupa kasi jejak ya.. nanti aku pasti mampir kok πππ
i purple you para readers ππ**