
π·happy reading π·
saat Yoonji membuka matanya,dia melihat sepasang mata menatapnya begitu dalam.
Mereka bertatapan beberapa saat. Mata Yoonji tak bisa berpaling dari mata pria itu,begitu pun sebaliknya.
"Yoonji-aa... kau tak apa-apa." Kata-kata Lisa membuyarkan tatapan itu.
Yoonji tersadar dan segera berdiri membenarkan posisinya yang sedari tadi dipapah oleh pria itu.
"maafkan aku... aku tak sengaja menabrakmu sekali lagi aku minta maaf. " Yoonji meminta maaf tanpa melihat wajah pria itu dengan jelas
Dia terus-menerus membungkukan badannya untuk meminta maaf. Dia merasa sangat malu, tapi terus mengingat tatapan mata itu.
"Yoonji.. kaukah itu? " tanya pria itu dengan nada lembut
Yoonji terkesiab, kenapa pria itu tahu namanya. Walaupun mereka belum berkenalan.
Yoonji yang masih dalam posisi membungkukan badannya. Dia mendongakan kepalanya, namun wajah pria itu belum jelas. Lalu dia segera membenarkan posisi tubuhnya.
Dengan ragu-ragu dia menatap kembali wajah pria itu.
Pria itu tersenyum manis padanya dengan tatapan matanya yang khas. Dan ketika Yoonji menatap mata pria tadi, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Matanya begitu dalam menatapnya,hingga membuat Yoonji menjadi salah tingkah.
"kau Yoonji kan??. "tanyanya lagi.
"aaa... bu...kan.. aku bukan Yoonji. " bohong Yoonji yang salah tingkah dan memalingkan wajahnya.
"tidakkk... kau pasti Yoonji." yakin pria itu.
"kau tak mengenalku?. " tanya pria itu lagi yang melihat Yoonji memalingkan wajahnya.
"Aku Tae hyung. Sahabat kecilmu. " ucapnya lagi.
Yoonji yang mendengar nama Tae Hyung seketika terdiam dan tak bergeming.
"Tae hyung. " batin Yoonji. yang membelakangi pria itu
Yoonji dan Tae hyung memang tidak tumbuh bersama dan tak pernah bertemu lagi saat mereka masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama.
Saat itu teman-teman dan guru Yoonji mengatakan bahwa Tae hyung sudah pindah dari sekolah itu.
Yoonji juga tak tahu kenapa dan kemana Tae hyung pindah. Begitupun dengan Lisa yang sudah lebih dulu mengenal Tae hyung.
Mereka saat itu seperti kehilangan sesuatu yang sangat dekat dengan mereka, mereka sangat merindukan teman kecil mereka.
Kini tiba-tiba seorang pria berdiri didepan mereka mengaku sebagai Tae hyung dan membongkar kerinduan yang selama ini mereka kubur dalam-dalam. Sungguh hal yang tidak bisa langsung diterima.
"Tae Hyung? ." tanya Lisa yang membuyarkan lamunan Yoonji.
"Iya... aku Tae hyung. Dan kau pasti Lisa. " yakin pria itu.
"tidak... kau bukan Tae hyung. " bantah Yoonji dan menatap pria itu.
"aku Tae hyung,Yoonji..." yakinnya lagi
"apa buktinya jika kau Tae hyung?. " tanya Lisa lagi.
Lisa sebenarnya sedikit percaya dan berharap bahwa pria itu memang Tae hyung. Karena dia juga sangatlah merindukan teman masa kecilnya itu.
Pria itu berpikir sejenak. Lalu dia seperti mengingat sesuatu. Dia membuka tas gendong kecilnya dan mengambil barang dari dalamnya.
"kalian ingat ini. " kata pria itu menunjukan sebuah buku diary
"Buku ini... " Yoonji dan Lisa terkejut melihat buku diary yang dikeluarkan pria itu.
"yaa... ini adalah buku diary yang sama.Kita membelinya bersama-sama. " ucapnya
"dulu kau sangat menginginkan buku ini,Yoonji. Lalu kita membelinya bersama dan mempunyai buku yang sama. " jelasnya lagi
"buku seperti ini banyak dijual ditoko. " bantah Yoonji
"tapi tanda tangan dan foto ini tak bisa dijual dimana pun." kata pria itu menunjukan isi buku itu.
Disana terdapat foto mereka bertiga sedang tersenyum memakai seragam sekolah. Dan ada tanda tangan mereka juga. Hingga kini mereka tak pernah mengganti tanda tangan mereka.
"kauu... benar-benar Tae hyung?. " tanya Yoonji yang tercengang melihat bukti yang pria itu keluarkan.
"Tae hyung... " Yoonji menangis dan memeluk Tae hyung.
"Tae hyung-aa... " sambut Lisa juga yang terharu.
Yoonji memeluk Lisa juga. Kini mereka bertiga berpelukan erat dan penuh kehangatan persahabatan.
Lama mereka melepas kerinduan satu sama lain. Kini waktu juga seakan berhenti. Namun mereka juga tak tahu bahwa pertemuan ini mungkin akan menimbulkan kebingungan dan patahnya sebuah hati suatu hari nanti.
"sudahhlahhh.... jangan menangis lagi, apa kalian akan menyambutku dengan tangis ini. " kata Tae hyung menghibur dua sahabatnya itu.
Lisa dan Yoonji melepas pelukan mereka pada Tae hyung.
"yakkk... kemana saja kau selama ini?. " tanya Lisa memukul perut Tae hyung dengan pelan
"aaa... sakit Lisa. " canda Tae hyung.
"semakin dewasa kau semakin manja." ledek Yoonji.
"heyyy... jangan remehkan aku. " katanya Tae hyung.
"jawab dulu pertanyaanku Tae hyung-aa. " kata Lisa lagi.
"aa.. itu... aku pergi menemui keluargaku,aku tinggal sendiri disini setelah halmeoniku tiada. " kata Tae hyung.
"dimana orang tuamu tinggal?. "tanya Yoonji
"mereka tinggal diluar negri, mereka bekerja disana. Jadi mereka tak ingin aku tinggal sendiri dikota sebesar ini. Tapi kalian tahu sendiri aku tak akan betah tinggal disana karena harus jauh dari kalian." goda Tae hyung pada Yoonji dan Lisa.
"heeiii... kau ini masih sama... tukang gombal." ledek Yoonji.
"itu sudah keahliannya Yoonji.. "sambung Lisa
"hahahaaa... kalian adalah wanita yang paling kebal dengan rayuanku." puji Tae hyung.
"Tentu saja... dan kami adalah wanita hebat yang mampu membuat seorang Kim Tae hyung tak betah tinggal dinegara yang maju dan hidup dengan harta berlimang. " kata Lisa balik menggoda Tae hyung.
"hahahaaa... kau bisa saja Lisa." tawa Tae hyung.
Tae hyung memang terdengar berasal dari keluarga berada, namun saat Tae hyung masih sekolah dasar keluarga mereka belum sesukses ini.
Keluarga mereka mendapat kejayaan saat mereka bekerja keluar negri. Memang terlihat dari segi pakaian Tae hyung dan mobil yang dia bawa.
"Kalian dari mana jam segini masih dijalan. Tidak baik dua wanita berada dijalan seperti ini." kata Tae hyung melirik mereka
"yakkk... kami bukan wanita seperti itu. Kami baru pulang dari bekerja. " bantah Lisa
"benarkahh?? apakah kalian tidak sekolah?. "tanya Tae hyung lagi
"tentu saja kami bersekolah,sebentar lagi kami juga akan lulus, kami hanya bekerja saat sudah selesai sekolah. Kau sendiri bagaimana. "tanya Yoonji pada Tae hyung.
"aku akan melanjutkan kuliahku. aku sudah duluan lulus dari kalian,walaupun kita sekolah bersama tapi aku lulus lebih dulu. " kata Tae hyung seperti meledek Yoonji dan Lisa.
" ya.. yaa.. tentu saja.. kau adalah seorang Kim Tae Hyung yang sangat pintar dan seorang ketua kelas kau juga suka lompat kelas.Kami tahu itu." sahut Yoonji
"hahaha... aku merasa sangat puas akan pujianmu Yoonji... kalau begitu aku akan melanjutkan kuliahku berbarengan dengan kalian. aku akan menunggu kalian. " katanya lagi
"bisakah seperti itu?. " tanya Yoonji.
"tentu saja bisa. " sahut Tae hyung dan Lisa berbarengan.
"Oo... kalian main kroyokan." kata Yoonji denga raut wajah yang lucu.
Lisa dan Tae hyung tertawa ,Yoonji juga ikut tersenyum dengan senangnya. Kehangatan antar sahabat itu sangat terasa.
Karena sudah malam Tae hyung menawarkan tumpangan untuk mengantar Yoonji dan Lisa pulang. Yoonji dan Lisa pun menerimanya dengan senang hati.
Mereka masih mengobrol dimobil saat perjalanan, mereka mengingat masa kecil mereka yang penuh dengan kebahagiaan
...Bersambung...
hayyy para readers πππ
ketemu lagi ama authorπππ
jangan lupa like, fav, rate and vote juga yaπππ
i purple you Readersππ
Dan jangan lupa saran dan kritiknya ya