
π·Happy reading π·
ππΊπΊπΊπ
Selesai acara makan, Lisa dan Tae hyung masih berada disana untuk membantu Yoonji membersihkan semua peralatan yang mereka pakai.
Selesai semua pekerjaan barulah mereka pamit untuk pulang. Yoonji mengantar mereka sampai depan rumahnya.
"Yoonji-aa.. kami akan pulang, maaf aku tak bisa menginap disini hari ini karena appa sedang pergi keluar kota dan kau tahu sendiri eomma itu akan bagaimana jika tidur sendiri." kata Lisa dengan tawa kecilnya.
"Aku juga tak bisa membiarkan Tae hyung menginap dirumahmu.. " sambungnya melirik Tae hyung dan menahan tawanya.
" Yakk....kau ini." sahut Tae hyung kesal.
"hmmm...kau ini Lisa, ada-ada saja." jawab Yoonji ikut tertawa kecil.
"hehee.. aku hanya bercanda. " jawab Lisa cengingiran.
"Baiklah,masuklah dan istirahat ,kunci pintu dan segera tidur aku juga akan pulang ..yaaa." Lisa berjalan keluar pagar rumah Yoonji dan melambaikan tangannya. Yoonji ikut melambaikan tangannya pada Lisa.
"Tae hyung-aa kau juga pulanglah." sambung Lisa sedikit berteriak.
"aa ya yaa... kau duluan saja rumahmu kan dekat hanya disebelah rumah Yoonji, aku juga akan segera pulang."
"aku tak bermaksud untuk membuatmu mengantarku."
"haaa yayaa.. cepatlah pulang."
Lisa hanya tersenyum kecil dan berjalan hingga sampai didepan pintu rumahnya.
Lisa sekali lagi membalikkan badannya dan melambaikan tangannya entah pada Yoonji atau Tae hyung karena mereka berdua masih berdiri ditempat yang saling berdekatan.
Sampai akhirnya badan Lisa menghilang dibalik pintu rumahnya itu.
"Kau juga pulanglah." kata Yoonji melirik Tae hyung yang kini ada didepannya.
"kau mengusirku??. "
"ahh.. tidakk, hanya saja..."
"hahahaa.. aku mengerti, tenang saja.. kau sangat polos. "
Yoonji hanya tersenyum manis pada Tae hyung, dia berusaha membuat sikapnya terlihat sebiasa mungkin, namun sebenarnya jantungnya sedang lari maraton karena deg-degan.
"Baiklah.. aku juga akan pulang, agar kau bisa beristirahat sekarang. Tapi sebelum itu... " Tae hyung menghentikan ucapannya dan tiba-tiba mendekat pada Yoonji dan refleks kaki Yoonji pun melangkah mundur. Tapi berhenti karena tubuhnya terbentur meja yang ada dibelakangnya.
Detakan jantungnya semakin tak terkontrol, pipinya memerah, dia membulatkan matanya, nafasnya tak beraturan. Entah kenapa perasaannya kini menjadi sedikit takut. Dia memikirkan apa yang akan terjadi padanya selanjutnya. Tae hyung semakin mendekat, Yoonji malah memejamkan matanya. Dan beberapa saat kemudian....
"Ini untukmu." kata Tae hyung dan membuyarkan ketakutan Yoonji.
Dan perlahan Yoonji membuka matanya satu-persatu, ternyata Tae hyung hanya ingin mengambil sesuatu yang ada diatas meja yang ada dibelakang Yoonji.
Tapi entah kenapa Yoonji malah berpikir hal-hal yang tak masuk akal. Dia merasa sangat malu dan menggigit bibir bagian bawahnya karena rasa malunya.
"Kau kenapa?? apa kau baik-baik saja??." tanya Tae hyung melihat tingkah Yoonji yang aneh.
"ii.. iiyaa.. aku baik-baik saja. Ini apa??." tanya Yoonji mengalihkan pembicaraan.
"Ini teh.. teh ini cocok untuk seseorang yang susah tidur ,sepertimu." jelas Tae hyung tersenyum pada Yoonji
"Oo.. benarkah??. " tanya Yoonji meyakinkan.
Akhir-akhir ini Yoonji memang susah tidur, karena memikirkan kakaknya yang sedang berada jauh darinya. Alhasil dia akan datang ke kampus dengan mata bengkak karena kurang tidur dan sering ketiduran dikelas. Mungkin karena itu Tae hyung tau kalau Yoonji sering tak bisa tidur.
"Iyaa.. dulu nenekku sering memberiku teh ini sebelum tidur karena dulu aku juga sering susah tidur." sambung Tae hyung.
" Dari mana kau tahu aku sering tak bisa tidur??."
"Itu... " kini Tae hyung yang kehilangan kata-kata. Dia tak mungkin mengatakan bahwa dia sering memperhatikan Yoonji yang tertidur dan melihat matanya yang bengkak. Dia tak mungkin mengatakannya, yang mungkin saja memunculkan perasaan curiga bahwa dirinya memiliki perasaan lebih pada sahabatnya itu.
"itu... Lisa yang mengatakannya padaku.. ya Lisa yang mengatakannya. " sahut Tae hyung sekenanya.
"ohhh... " respon Yoonji menganggukan kepalanya.
" kalau begitu aku akan pulang dulu, kau beristirahatlah. " sambung Tae hyung salah tingkah.
Yoonji hanya tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah.. sampai jumpa." Tae hyung membalikan badannya dan melangkahkan kakinya hendak keluar dari pekarangan rumah Yoonji.
"Tae hyung-aa. " teriak Yoonji yang seketika menghentikan langkah Tae hyung dan berbalik.
"Gomawo-yoo. " ucap Yoonji dan tersenyum.
"nee....seduhlah itu dan minum sebelum kau tidur, cara pembuatannya sudah ada disana. "
Yoonji menganguk dan melambaikan tanganya, Tae hyung pun ikut melambaikan tangannya dan kembali berjalan memasuki mobilnya dan melajukan kendaraannya pergi dari rumah Yoonji.
Yoonji yang melihat mobil Tae hyung sudah jauh pun akhirnya masuk kedalam dengan perasaan senang dan sesekali terlihat memeluk sebungkus teh yang diberikan oleh Tae hyung. Walau hanya sebungkus teh tapi terasa berbeda dihati Yoonji. Dia sangat senang.
Yoonji segera pergi kedapur dan memanaskan air untuk menyeduh teh yang diberikan oleh Tae hyung padanya, setelah selesai dia menikmati teh tersebut dikamarnya.
Terlihat sesekali dia menghirup aroma menenangkan yang ditawarkan oleh teh tersebut. Yoonji sangat menikmatinya. Kini teh tersebut sudah habis setengah ia minum.
Hingga akhirnya dia memalingkan pandangannya kesebuah foto yang terletak diatas meja belajarnya.
Foto yang memperlihatkan dirinya dan kakaknya yang sedang tertawa bahagia bersama ketika berlibur ke pulau Jeju. Yoonji kembali mengingat kenangan-kenangan manis bersama kakaknya itu.
'' Aku merindukanmu oppa."
'' apa aku hubungi saja dia, sudah lama aku tak menghubunginya." sambungnya seraya mengambil ponselnya disaku celananya.
Saat Yoonji hendak menghubungi kakaknya tiba-tiba ponselnya berdering.
" Oppa.. " teriak Yoonji melihat nama yang menelponnya adalah Yoongi. Sungguh hungungan kakak adik yang kuat.
"yobeoseyo.. OPPA. " teriak Yoonji pada ponselnya yang kini sedang terhubung dengan Yoongi.
"heyyy adik tersayangku, jangan berteriak begitu, apa kau sangat merindukanku?."
''tentu saja aku sangat merindukanmu."
'' tenang saja aku akan segera pulang.''
'' yaa tidak juga, nanti akan aku ceritakan, tenang saja. ohh yaa apakah adik oppa sudah makan??. " tanya Yoongi mengalihkan pembicaraan.
"tentu saja, hari ini Lisa dan Tae hyung mengadakan acara makan bersama dirumah."
''benarkahh? wahh sayang sekali aku tak bisa ikut.''
''maka dari itu cepatlah pulang, kita akan makan bersama. ''
'' ahh yayaa.. aku akan segera pulang. ''
''kapan kau pulang ??.'' tanya Yoonji.
''sepertinya seminggu lagi. ''
'' lama sekali. '' gerutu Yoonji.
'' tidak.. itu hanya tinggal 7 hari lagi. ''
''sama saja... lama. '' kekeh Yoonji tak mau kalah.
" tunggu saja. ''
''hmmm. '' jawab Yoonji cemberut.
Saat mereka masih tengah asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara orang masuk kerumah Yoonji.
Yoonji yang mendengar ada orang masuk segera memberitahukan pada kakaknya.
''oppa.. sepertinya ada orang masuk. ''
'' benarkahh?? siapa itu??.'' tanya Yoongi
" akan aku cek sebentar. '' kata Yoonji tak melepaskan ponselnya yang masih terhubung dengan Yoongi.
"hati-hati, perasaanku tak enak. '' khawatir Yoongi.
Yoonji dengan mengendap-endap membuka pintu kamarnya dan mengintip dari dalam,ingin melihat siapa yang masuk.
Saat melihat keluar, dia terkejut dan matanya membulat, badannya gemetar.
''OPPA... '' tanpa disadari Yoonji berteriak dan membuat Yoongi terkejut mendengar teriak Yoonji dari balik telepon.
Yoongi yang masih berada di negara lain menjadi khawatir dan takut terjadi sesuatu pada adiknya.
"Yoonji-aa ada apa??? Yoonji-aa...'' teriak Yoongi dari balik telepon.
Tapi tak ada jawaban lagi, lalu setelah itu Yoongi mendengar suara barang jatuh dan pecah, lalu suara gaduh. Dia menjadi semakin khawatir.
"Yeobeseyo... Yoonji-aa.. ada apa?? Yeobesoyoo... Yoonji... " Yoongi semakin panik tak tahu apa yang terjadi pada adiknya.
Tak berselang lama terdengar suara tembakan dari balik telepon dan sambunganya terputus. Yoongi semakin panik, dia berusaha menghubungi adiknya berkali-kali tapi tak diangkat dan ponsel Yoonji tak aktif.
"si*l..." kesal Yoongi hampir membanting ponselnya.
"apa yang terjadi pada adikku." Yoongi panik dan frustrasi.
"aku harus segera kembali, apapun yang terjadi." kata Yoongi, lalu terlihat menghubungi seseorang.
Dia sangat panik akan apa yang terjadi pada adiknya, karena terdengar suara tembakan dan ponsel Yoonji juga tak aktif setelah itu, Yoongi juga berusaha menghubungi Lisa dan eommanya, tapi tak diangkat juga. Yoongi semakin panik.
Yang ada dipikirannya sekarang adalah keadaan adiknya dan segera pulang. Hanya itu.
...**Bersambung...
...π·π·π·**...
Yoongi : Thor liat deh diaa.
Author : siapa??
Yoongi : Itu... dia manis banget yaa π
Author : siapa sihh??!π
Yoongi : Itu..yang udah like, komen,rate ,and vote cerita ini π
Author : ohhh diaa... yaa ampun iya yaa,, manis banget ππ
Author : Tumben jadi lembut nih si kutub utara, tahu aja lagi yang manis-manis.
Yoongi : ya taulah, kan dia udah luluhkan hati seorang min Yoongi karena dah like,komen juga.
Author : yang ganteng juga ada ngak??.
Yoongi : adalah.. kalo dia juga like and komen cerita ini.
Author : wahhh beneran. ππ
Yoongi : Matanya biasa aja neng.. inget ama Jk dirumah nyariin.
Author : heheee.. abisnya manis and ganteng semua para readersnya.
Yoongi : Iya donggg... Duhh jadi gemes.
**Hehehee maaf iklan bentarr π π
pokoknya jangan lupa like,komen,rate,fav ,and vote ya readers.
Yoongi : Saranghaee readersπππ
Author : lahh... masih nongol ni bocahhh. Yookk pulang dicariin Yoonji nohh.
Yoongi : Adek gua lu apain thor.π€
Author : mampus akuhhh π³