
Yoongi masih bingung apakah dia akan mengubur jenazah ayahnya di Swiss atau di Korea,lalu dia memutuskan untuk mengremasinya dan membawa abunya pulang ke Korea.
Mereka tak bisa tinggal lagi di Swiss,karena tak punya keluarga dan semua harta ayahnya juga telah direbut oleh Helena.
Setidaknya di Korea mereka masih punya beberapa teman dan keluarga. Awalnya mereka kebingungan mencari uang untuk membiayai perjalanan kembali ke Korea. Lalu mereka memutuskan untuk menjual semua barang berharga yang sekiranya bisa mereka selamatkan dari Helena.
Mulai dari arloji, gelang, cincin dan barang berharga lainnya yang pernah diberikan oleh orang tua mereka. Tapi ada barang yang tidak bisa mereka jual, yaitu kalung dan gelang pertama yang diberikan oleh orang tua mereka. Sebuah kalung dan gelang emas dimana terdapat inisial "Y" sebagai gantungan dua benda itu.
Y adalah inisial nama mereka berdua, Yoongi dan Yoonji. Khusus dibuat untuk mereka berdua, Yoongi dan Yoonji pun sudah berjanji pada orang tuanya, tidak akan pernah menjual ataupun menghilangkan dua benda itu.
Mereka selalu menjaga benda itu, kalung yang begitu cantik, tidak terlalu tebal dan sedikit tipis namun masih terlihat menawan dipakai dileher Yoonji yang masih mungil.
Sedangkan gelang rantai yang tidak terlalu besar dan tidak juga terlalu kecil terlihat cocok terpakai ditangan Yoongi yang putih. Hanya itu yang mereka sisakan dari benda berharga yang mereka jual untuk membayar transportasi pulang.
Dalam hatinya, Yoongi dan Yoonji masih belum rela melepas rumah yang dibeli oleh ayahnya dengan kerja keras dan penuh dengan keringat.
Ternyata Helena juga membalik atas nama pemilik rumah besar yang ada dikorea menjadi nama Helena. Sungguh berat hati Yoongi dan Yoonji, karena dirumah itu banyak kenangan mereka bersama ibu dan ayahnya. Segala susah dan senang pernah mereka alami dan jalani disana.
Semua kenangan itu tak bisa digambarkan oleh kata-kata. Tanpa disadari air mata mereka menetes, bukan hanya karena perasaan sedih tapi juga rasa dendam yang begitu membara.
Yoongi segera menghapus air matanya dan berjanji bahwa ini adalah air mata terakhir yang akan dia teteskan untuk kesedihan yang dia dan adiknya alami, setelah ini tak ada lagi air mata,yang ada hanyalah pembalasan dendam pada orang yang telah tega membunuh ayah dan ibunya.
Yoongi juga telah melaporkan Helana dan pria bertopeng itu pada pihak kepolisian setempat ,tapi sayang setelah kejadian itu Helena menghilang dan tak ada jejak kemana dia pergi, tapi polisi berjanji akan segera mengumpulkan barang bukti dan menyelesaikan kasus ini.
Mereka akan menghubungi Yoongi bila Helena sudah tertangkap, Yoongi pun mempercayakan hal ini pada polisi, dia akan membiarkan Helena bernapas lega untuk beberapa waktu, tapi suatu saat dia akan kembali dan membalaskan dendamnya.
...πΈπΈπΈ...
Yoongi segera berangkat kebandara, semua hal yang perlu diurus untuk keberangkatan telah diselesaikan oleh polisi dan ahjussi itu. Ya.. Ahjussi itu sangat banyak membantu, dia bisa merasakan apa yang Yoongi dan Yoonji rasakan, mereka juga berasal dari negara yang sama, dia juga mempunyai seorang anak yang umurnya tidak berbeda jauh dengan Yoongi dan Yoonji.
Jadi dia berpikir jikalau sesuatu terjadi pada dirinya setidaknya akan ada yang membantu anaknya di negara asing itu. Sebenarnya dia juga ingin pulang ke Korea,namun tak bisa karena dia juga telah mendapat pekerjaan yang bagus disana, setelah melamar pekerjaan beberapa kali.
"Terima kasih ahjussi.... Kau sudah sangat banyak membantu kami, kami tak akan pernah melupakan semua bantuan yang kau berikan. Kami sangat berterima kasih padamu, maaf kami telah membawamu pada kasus yang berbahaya ini." kata Yoongi seraya membungkukan badannya memberi hormat pada ahjussi itu.
"Tak apa-apa nakk... Aku senang bisa membantu kalian, kalian juga tak pernah menyusahkanku, kalian adalah anak-anak yang sangat hebat. Tetaplah kuat, kalian pasti bisa melewati ini. Nak... bawalah ini." kata ahjussi menyerahkan sesuatu yang dibungkus oleh kertas berwarna coklat.
"Apa ini ahjussi???."tanya Yoongi sedikit menolak pemberian ahjussi karena sempat berpikir itu adalah sesuatu yang sebenarnya tidak Yoongi inginkan diberikan oleh seseorang karena rasa prihati atau kasihan pada mereka.
"Ini cemilan nak...bawalah ini saat perjalanan, istriku yang membuatnya lebih,jadi aku berpikir akan memberikannya pada kalian juga. Jadi bawalah ini juga, nee. Nah sekarang pergilah atau kalian akan ketinggalan pesawat nanti."kata ahjussi meyakinkan Yoongi yang terlihat ragu dan mengalihkan pembicaraan.
"aaa... Baiklah ahjussi, sekali lagi terima kasih,kau sangat baik pada kami,kami akan pergi sekarang ." ucap yoongi sambil membungkukan badannya lagi dan segera pergi untuk keberangkatannya pulang ke Korea.
Dia sempat membalikan badan dan melambaikan tangannya dan tersenyum, ahjussi itu juga ikut melambaikan tanganya. Dalam hatinya ahjussi itu merasa bangga pada Yoongi dan Yoonji karena mereka masih bisa tersenyum dan sangat kuat akan apa yang telah mereka lalui selama ini.
Dan sebenarnya juga, sesuatu yang dia berikan pada Yoongi bukanlah hanya cemilan saja,namun juga ada ponsel yang dia beli dari tabungannya untuk Yoongi.
Karena dia tahu bahwa Yoongi juga harus menjual ponselnya dan ponsel adiknya untuk membayar keberangkatan mereka.
Walau bukan ponsel mahal atau keluaran terbaru yang bisa dia berikan,tapi setidaknya ponsel itu bisa berguna untuk Yoongi berkomunikasi dan mencari pekerjaan.
Semula dia ingin memberikan uang pada Yoongi, tapi dia tahu bahwa Yoongi akan menolaknya, jadi dia memberikan barang yang mungkin akan membantunya di masa depan.
Yoongi juga baru menyadari ada benda lain dalam bungkusan yang dia terima. Dia amat terkejut saat melihat ada ponsel dalam bungkusan itu.
" sebuah ponsel???? hahh... pasti ahjussi itu yang memberikannya...kau sangat baik ahjussi, aku tak akan pernah melupakan kebaikanmu ini. aku harap suatu hari aku bisa membalas semua kebaikanmu ini. " kata Yoongi dengan senyum yang merekah dibibirnya.
Didalam ponsel tersebut juga sudah terdapat nomor telepon dari ahjussi itu, mulai dari aplikasi,akun dan beberapa nomor telepon juga sudah ada didalamnya, Yoongi hanya tinggal menggunakannya saja.
Yoongi sangat bersyukur ternyata masih ada yang mau membantunya saat susah. Lalu dia menatap adiknya yang tertidur lelap saat dipesawat perjalanan pulang.
" aku tak akan membiarkanmu terluka ataupun tersakiti Yoonji.. hanya kau yang aku miliki sekarang, aku akan melindungimu. tenang saja, kita akan kembali pulang dan setelah itu aku akan bekerja sangat keras,agar kita bisa memperbaiki semua ini. Aku berjanji padamu. " kata Yoongi yang menatap adiknya penuh kasih sayang.