
๐ทHappy reading๐ท
Setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit, Yoongi akhirnya bisa pulang. Sebenarnya keadaan Yoongi belum sepenuhnya pulih,tapi mau bagaimana lagi dia tak bisa membayar tagihan rumah sakit yang cukup mahal.
Tabungannya juga sudah habis untuk membayar tagihan rumah sakit. Kini dia harus bekerja ekstra keras lagi untuk kebutuhan hidupnya.
Walau dulu biaya pendidikannya selalu ditanggung oleh tuan manoban, tapi tidak enak rasanya bila biaya kuliahnya pun ditanggung abeojinya itu.
Jadi dia meminta jika biaya kuliahnya dia tanggung sendiri, tapi kini sepertinya keadaan Yoongi tak memungkinkan lagi untuk mengumpulkan uang sebegitu banyaknya.
"Tak apa Yoongi, aku yang akan menanggung semua biaya kuliahmu." kata Tuan manoban menawarkan bantuan,tanpa diminta oleh Yoongi.
"Tidak abeoji.. aku tak ingin merepotkan dirimu lagi."
"Sudah berapa kali diriku mengatakan padamu, bahwa kalian tak pernah merepotkan abeoji." kata Tuan manoban sedikit gundah.
"Maafkan kami abeoji,kami tak bermaksud menyakiti perasaanmu,tapi..."
"Sudahlah... jangan perkarakan ini lagi,tujuanku berkunjung kesini hanya ingin mengatakan satu hal,yaitu aku yang akan membiayai uang kuliah kalian,dan bila kalian menolak...." tuan manoban menghentikan ucapannya dan menghela nafas panjang.
Yoongi tak bisa berkata-kata lagi,dia hanya mendengarkan dengan tangan yang masih tergendong seperti bayi didepan dadanya.
"Bila kalian menolak,maka anggap saja ini adalah pinjaman dariku. Dan sebagai gantinya bayar dengan kesuksesan kalian,dan bila suatu hari nanti terjadi sesuatu padaku, tolong jaga eommamu dan Lisa." kata Tuan manoban dan beranjak dari tempat duduknya hendak keluar dari kediaman Yoongi.
"abeoji... "panggil Yoongi menghentikan langkah tuan manoban. Dia tak berbalik dan hanya terdiam ditempatnya berdiri
''Kamsahmanida..." ucap Yoongi tulus
Tuan manoban membalikkan badannya dan perlahan terbentuk lengkungan kecil di bibir sang abeoji. Tuan manoban melentangkan tangannya dan melebarkan kembali senyumnya,ingin memeluk Yoongi.
Yoongi dengan senang hati menerima pelukan sang abeoji. Dalam pelukannya Yoongi bisa merasakan kehangatan seorang ayah kembali yang setelah sekian lama tak dapat dirasakannya semenjak kepergian sang ayah untuk selamanya.
...๐ธ๐ธ๐ธ...
Kini Yoongi terus berusaha untuk memulihkan keadaanya kembali, dia ingin bangkit dan berusaha lebih keras lagi.
Yoongi tak tega melihat adiknya harus bekerja lagi setelah pulang sekolah. Dan Yoonji sebentar lagi juga akan menghadapi ujian untuk kelulusannya.
Jadi Yoongi terus berusaha untuk pulih secepat-cepatnya.Dia juga sudah mengambil cuti cukup lama dari kampusnya. Dia ingin segera sembuh.
...๐ป๐ป๐ป...
Satu bulan kemudian....
Akhirnya Yoongi berhasil melewati masa-masa sulitnya untuk penyembuhan lukanya.
kini dia bisa beraktifitas dengan baik,tapi Yoongi tak bekerja sebagai pengirim barang lagi. Selain dilarang oleh Yoonji, juga karena tuan manoban menawarkannya pekerjaan yang lebih bagus.
Kini Yoongi bisa bekerja dengan baik. Dia juga rajin menabung dan ingin mendirikan perusahaannya sendiri.
3 tahun kemudian...
Yoongi bekerja dengan begitu keras, hingga akhirnya dia bisa mendirikan perusahaannya sendiri.
Dia sekarang menjadi seorang pengusaha sukses diusianya yang kini sudah menginjak 25 tahun.
Yoongi berhasil menjadi CEO sebuah perusahaan entertainment. Dan tentunya dia dapat dengan kerja keras.
Yoongi juga tumbuh menjadi seorang pria yang sangat tampan,walau memang terlihat dingin namun itulah yang menambah daya pikatnya bagi para wanita.
"lihatlahh... dia sangat tampan." kata seorang staf wanita kepada teman-temannya, yang melihat Yoongi baru datang.
"tapi dia sepertinya sedikit dingin."sahut wanita lainnya
"tapi bukankah itu yang membuatnya terlihat lebih seksi. " sahut yang lain. batin mereka meronta-ronta melihat Yoongi melewati tempat merek la berkumpul.
Begitulah para staf dan karyawan wanita dikantornya bila melihat seorang Min Yoongi.
sontak Yoongi menoleh kearah suara itu.
Terlihat seorang pria yang sepertinya seumuran denganya tapi sebenarnya Yoongi 1 tahun lebih tua darinya. Memiliki postur tubuh lebih tinggi dari Yoongi dengan kaca mata yang akan sesekali melekat didepan matanya dan bila dia tersenyum akan muncul cekungan dikedua belahan pipinya.Terlihat manis memang.Dia berjalan mendekat ke arah Yoongi,dengan senyum khasnya.
''heyyy... panggil aku lebih sopan, jangan berteriak." kata Yoongi dingin.
"hahahaaa.... ayolahh, kita ini seumuran apakah aku harus memanggilmu Hyung atau bujangnim?. " sahutnya meledek Yoongi.
"yakkk... Nam Joon-sshi,aku lebih tua 1 tahun darimu dan kau ini keterlaluan. " kata Yoongi seraya berjalan dan meninggalkan Nam Joon.
Dan Nam Joon hanya cengingiran melihat sikap Yoongi.
Nam Joon, Kim Nam Joon, dia adalah seorang pengusaha sukses dan otaknya sangat pintar. IQ nya 148,dan dia benar-benar pintar. Jadi tidak heran bila dia bisa sesukses sekarang ini. Dia juga adalah pemilik saham dari perusahaan Yoongi.
Yoongi dan Nam Joon juga bersahabat dari SMA, jadi tidak heran Nam Joon sudah hafal dan biasa dengan sikap Yoongi yang dingin.
Selain itu Nam Joon juga adalah pria yang hangat dan bijaksana. Jiwa pemimpinnya sangat tinggi dan ketampanannya juga diatas rata-rata, dia juga benar-benar suami idaman para wanita .
Kini mereka sudah ada diruangan kerja Yoongi. Nam Joon duduk disofa yang ada disana. Ruangannya sangat besar dan bagus.
"ada apa kau kemari pagi-pagi sekali." tanga Yoongi langsung pada intinya.
"ayolah.. kau tak ingin memberiku minuman hangat terlebih dahulu." gurau Nam Joon, yang sebenarnya tak membuat Yoongi bergeming sedikit pun.
Yoongi malah memandang Nam Joon dengan tatapan elangnya.
"aahhh... yayaa tak perlu, akan kukatakan tujuanku kesini." kata Nam Joon
"aku sudah mendapatkan detektif handal yang ngin kau aku carikan." sambung Nam Joon.
"benarkah???baiklah terima kasih." ucap Yoongi singkat.
"itu saja??. " tanya Nam Joon.
"kau ingin apa??. " Yoongi balik bertanya.
"tidak ada... tapi bisakah kau beritahu diriku untuk apa kau membutuhkan detektif itu?? "tanya Nam Joon lagi.
"baiklah,karena kau sudah banyak membantuku akan aku katakan padamu. "
"seperti yang sudah kau ketahui tentang kematian ayahku, aku ingin mengungkap siapa pembunuhnya, aku tahu satu pelakunya tapi tidak untuk yang lainnya."sambung Yoongi.
"Dan aku tahu itu pasti tidak akan mudah, jadi aku butuh bantuan seorang detektif handal karena sebenarnya aku juga belum mempunyai banyak informasi dan bukti untuk memberatkan." jelasnya.
"ohh.. begitu rupanya, jadi kau akan pergi ke Swiss??.'' tanya Nam Joon
"tentu saja.. dan oleh karena itu aku ingin meminta tolong padamu, untuk menjaga perusahaanku selagi aku tidak ada. Hanya kau yang bisa aku percayai. " kata Yoongi.
"Lalu bagaimana dengan adikmu?. " tanya Nam Joon lagi.
"aku tak bisa memberikan tanggung jawab ini padanya, karena aku tak ingin menggangu pendidikannya sebentar lagi dia juga akan lulus kuliah."
'' aku juga tak bisa meninggalkannya sendiri disini, tapi disini juga ada eomma dan abeoni, jadi mereka akan menjaga adikku." sambungnya lagi.
"Tentu saja.. lakukan apa yang menurutmu benar, tegakkan keadilan untuk ayahmu, aku akan selalu membantumu." kata Nam Joon tulus
"hmmm.. Terima Kasih teman. " ucap Yoongi
''wahhh... Mimpi apa aku semalam hingga kau berterima kasih padaku." ledek Nam Joon dan tertawa
"aku tak semunafik itu." sahut Yoongi hanya tersenyum.
...bersambung...
...๐ท๐ท๐ท...