
๐ทHappy reading ๐ท
Yoonji sampai dirumah dengan aman berkat Tae hyung.Mungkin lebih tepatnya sopir Tae hyung.
"aku pulang." kata Yoonji setengah berteriak di depan pintu rumahnya.
Namun tak ada jawaban dari dalam.
"apa dia belum pulang?. "tanya Yoonji pada dirinya sendiri.
Kemudian dia mengambil kunci cadangan yang dia bawa sendiri. Yoongi dan Yoonji memang membawa kunci rumah yang berbeda. Yoonji membawa kunci cadangannya.
"benarr.. Dia belum pulang." ucapnya yang melihat rumah masih sepi.
"Sepertinya banyak barang yang harus dia antar. Semangat oppa. " kata Yoonji menyemangati kakaknya dari jauh
Lalu Yoonji menaruh tasnya dikamarnya,dia berbaring dan melabuhkan badannya dikasurnya yang nyaman. Badannya terasa pegal dan sakit setelah sekolah dan bekerja seharian. Yoonji memejamkan matanya, dia mengingat mata khas Tae hyung yang menatapnya dengan dalam.
"aishhh... aku pasti sudah gila." Yoonji meronta sendiri mengingat dirinya yang terus mengingat dan membayangkan tatapan mata itu.
"Sebaiknya aku membersihkan diriku....haahhh kenapa sekarang menjadi sangat panas. " dia lalu pergi membersihkan diri kekamar mandi.
15 menit sudah cukup untuk membuat badan Yoonji bersih dan segar kembali. Dia mengganti pakaiannya dan merapikan rambutnya dengan mengkuncirnya keatas membentuk sebuah pusungan. Terlihat lucu namun juga dewasa.
Kini dia sedang beralih dan berada didapur. Menuangkan sebungkus serbuk berwarna coklat halus kedalam sebuah gelas lalu menuangkan air yang sepertinya masih panas karena uap yang masih mengebul dari termosnya.
Dia membuat segelas coklat panas, lalu beranjak menuju kamarnya untuk membuat tugas yang menumpuk dari sekolahnya. Sesaat dia bisa melupakan tatapan mata itu, tapi disela-sela membuat tugasnya mungkin dia akan mengingatnya kembali dan membuatnya meronta tak karuan.
...๐ธ๐ธ๐ธ...
Sementara Yoongi masih sibuk mengkemas beberapa barang yang dibungkus mengunakan dus kecil untuk dia antar kepelanggannya.
Hari ini banyak sekali barang yang harus dia antar pada pelanggannya. Hingga dia lupa memberitahukan pada adiknya bahwa dia akan pulang terlambat.
"antarkan ini pada pelanggan dengan aman ya Yoongi." kata sang pemilik toko
" baik ahjussi... " jawab Yoongi singkat. Karena sebenarnya dia juga sudah sangat lelah.
Sudah seharian dia belum makan, ditambah pekerjaan dan sekolahnya yang saling berhimpitan. Tubuhnya terasa lemas, tapi dia harus tetap bekerja untuk menyambung hidupnya dan adiknya.
Tapi untung saja Yoongi mendapat sekolah pagi dan dia bisa bekerja dari siang sampai malam pukul 8. Dan hari ini sudah 1 jam lewat dia bekerja melewati jam pulangnya.
Karena sudah siap dan semua barang serta alamat sudah lengkap. Yoongi segera menyalakan sepeda motornya dan melaju kerumah-rumah para pelanggannya.
Dia melajukan laju sepeda motornya dengan kecepatan lumayan tinggi. Dia hanya ingin cepat mengantar barang pelanggannya dan segera pulang untuk istirahat.
Tapi saat perjalanan menuju rumah pelanggannya. Tiba-tiba kepala Yoongi terasa berat,pandangannya kabur,tubuhnya lemas,dia tak bisa fokus dan membuat sepeda motornya oleng.
Dia hampir menabrak truk besar yang ada didepannya. Tapi sebisa mungkin dia mengendalikan kembali laju sepeda motornya. Yoongi berhasil menghindari truk itu. TAPI....
Pyanggg.....
Gelas yang dipegang Yoonji jatuh dan pecah berkeping-keping. Tangannya teluka karena terkena beling gelas itu. Tapi bukan lukanya yang dia khawatirkan, namun entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak.
Dia mengingat kakaknya yang belum juga pulang.
"Oppa... kau dimana? kenapa jam segini kau belum pulang?. " Yoonji bertanya pada dirinya sendiri.
Yoonji yang khawatir lantas mengambil ponselnya yang diletakan disofa ruang tengah dan hendak menelpon sang kakak.
Sudah beberapa kali dia menelpon kebeberapa digit nomer dan tertuliskan nama kakaknya disana.Namun tak diangkat juga. Perasaan Yoonji semakin khawatir.
Dia menggigit-gigit kukunya dan berjalan mondar mandir diruang tengah dengan tv yang masih menyala. Karena terganggu lalu dia mematikan tvnya itu.
"Aouhhhh... " kukunya patah dan mengeluarkan darah dari jarinya yang mungil.
Tangannya kembali tak bisa berhenti dan terus menelpon kakaknya. Entah kenapa dia merasakan firasat buruk tentang keadaan kakaknya.
Karena tak diangkat juga dia meletakkan ponselnya dimeja depan sofa dan duduk dengan perasaan khawatir. Pikirannya tak bisa lepas dari keadaan kakaknya. Tiba-tiba...
Ponsel Yoonji berdering, dia langsung mengambil dan mengecek ponselnya.
"Oppa.. " Kakaknya akhirnya menelponnya. Tapi ada yang aneh dari suara kakaknya. Suaranya berbeda.
"Yeoboseyo...Oppa kau dimana?." tanya Yoonji
"Yeoboseyo... apakah anda keluarga dari korban?. " tanya orang yang tak dikenal
Degg...
"Korban? " batin Yoonji.
Yoonji terdiam tak dapat bersuara lagi.Kini dia hanya memikirkan keadaan kakaknya tercinta. Dan tak menggubris pertanyaan dari orang tak dikenal itu.
"Yeoboseyo.... apakah anda masih mendengar saya?... Yeoboseyo..." tanyanya lagi.
"aa... nee.. saya masih mendengar anda." jawab Yoonji gemetar.
"apakah anda keluarga dari korban pemilik ponsel ini?. "
"nee.. saya adiknya. " sahut Yoonji hampir menangis.
"ohh... untunglah, saya melihat nama anda menelpon ponsel ini beberapa kali jadi saya pikir anda adalah keluarga korban. "
"Korban?? apa maksudmu dengan korban?. " tanya Yoonji
"Maaff... kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa kakak anda mengalami kecelakaan dan harus dirawat dirumah sakit. Dia harus dioperasi karena mengalami cedera yang cukup parah pada bahunya. " jelas orang itu.
"Kecelakaan?? operasi??. "mendengar kata-kata itu, air mata Yoonji tak bisa tertahan lagi.
Hatinya hancur dan perasaannya tak karuan. Orang yang paling dicintainya kini sedang berbaring dirumah sakit,entah dengan kedaan yang bagaimana. Air matanya kini sudah membasahi pipinya
"Kami harap anda bisa segera datang kerumah sakit dan melihat kedaan kakak anda. "
"Baiklah... saya akan segera kesana." kata Yoonji lalu mematikan ponselnya sepihak karena rasa khawatirnya.
Dia mengambil tas gendong kecilnya dan membawa ponselnya lalu segera mengunci pintu rumahnya.
Sebelum itu, dia pergi kerumah tuan manoban dan meminta pertolongan pada mereka. Dia berangkat menuju rumah sakit diantar oleh tuan dan nyonya manoban. Lisa juga ikut.
Dalam perjalanan Yoonji tak hentinya menangis dan Lisa memeluknya untuk menenangkannya. Hanya ada satu rumah sakit yang dekat dengan komplek perumahan mereka dan juga dekat dengan tempat Yoongi bekerja.
Sampai dirumah sakit mereka segera masuk dan mencari ruangan tempat Yoongi dirawat.
"agassi... dimanakah ruangan dari korban kecelakaan beberapa saat lalu dirawat?."tanya Yoonji pada suster yang ada ditempat administrasi
"ohh...korban dari kecelakaan itu ,dia sedang dirawat diruang ICU. Keadaaannya lumayan parah. Apakah anda keluarga korban?. "tanya suster itu.
"yaa... kami adalah keluarganya. " jawab tuan manoban.
Lalu Yoonji segera berlari menuju ruang ICU rumah sakit itu.
"Oppa.. "Yoonji melihat sang kakak berbaring lemas di atas kasur rumah sakit dengan tangan yang diinfus
"Dokter... bagaimana keadaan kakak saya? apakah saya boleh masuk dan melihat keadaannya?. "tanya Yoonji pada dokter yang baru keluar dari ruangan ICU itu.
"Keadaannya cukup parah,bahu kirinya robek dan tulangnya sedikit tergeser. Jadi kami harus melakukan tindak operasi. "kata dokter yang merawat Yoongi.
"Operasi??. " tanya Yoonji
...Bersambung lagi...
Mohon saran dan kritiknya yaa gaes๐
jangan lupa like, fav, rate, and vote๐๐
i love you readers๐๐