
Sementara Yoongi yang panik setengah mati menghawatirkan keadaan adiknya, dan hanya memikirkan untuk pulang secepat mungkin.
Disisi lain Yoonji sendiri kini sedang meringkus ketakutan dipojok sofa diruang tengah.
"hayy adik manis.. Kau sendirian disini.. " kata seorang yang tak dikenal membelai pipi Yoonji menggunakan pisau tajam dengan maksud kurang baik.
"hmmm... Hmmm.. " Yoonji memberontak dan tak dapat berteriak karena mulutnya dibungkam oleh orang tak dikenal itu.
Ternyata rumah Yoonji kemasukan perampok. Saat Yoonji akan keluar kamar dan mengecek siapa yang masuk kerumahnya, tiba-tiba seseorang memukul kepalanya dengan benda keras.
Dia jatuh pingsan, saat terjatuh tanpa sengaja Yoonji menyengol vas kaca yang ada dimeja didekatnya.
Dan suara gaduh itu muncul karena para perampok yang berjumlah 3 orang itu menyeret Yoonji dan menabrak meja dibelakangnya.
Mereka baru mengetahui bahwa telepon Yoonji masih menyala dan terhubung dengan kakaknya saat Yoongi terus bicara dan berteriak dari balik telepon.
Alhasil mereka memutuskan sambungan dan menonaktifkan telepon Yoonji.
Saat Yoonji tersadar, dia mendapati beberapa pria bertopeng berdiri didepannya dan menatapnya dengan tajam.
Tangannya diikat dan mulutnya dibungkam sehingga dia tak bisa berteriak untuk meminta tolong, Yoonji terus memberontak dan menangis ingin melepaskan ikatannya.
"Oo... Tentu saja kau tak bisa bicara."
"Lepaskan bungkamannya... " pinta seorang penjahat itu kepada temannya.
"hiks.. hiks... Si.. Siapa kalian. Lepaskan aku. TOLONG.... " Yoonji yang ketakutan hanya bisa menangis dan saat mendapat kesempatan dia berteriak meminta tolong.
"Si*l...dia berteriak..."
"Jangan berteriak atau kakakmu akan dalam bahaya." ancam penjahat itu.
"Oppa??... jangan sakiti kakakku, apa maumu dan siapa kalian?." bentak Yoonji.
" Kau diam saja... bungkam dia lagi, tak ada gunanya juga membiarkannya bicara, kukira dia juga tak akan tahu apa-apa." pinta penjahat tersebut.
Temannya itu hanya menurut dan membungkam mulut Yoonji lagi dengan kain yang tebal.
"Dengarkan aku.. " kata penjahat itu mendekati Yoonji dan menarik dagunya keatas dengan kasar.
" Kami tak akan lama-lama disini, kami juga mungkin tak akan menyakitimu... Aku akan mencari sesuatu yang berharga disini, mungkin beberapa barang, itu tak mengapa bukan bagi kalian orang-orang yang berada." sambung penjahat itu dengan smirk nya.
"Dan jangan terkaget mengapa kami tahu kalian orang berada walau kalian tinggal dirumah kecil dan sederhana ini ... Karena ini adalah pembalasan." kata penjahat yang satunya, yang sedari tadi sepertinya sedang mencari sesuatu.
Yoonji hanya bisa menangis dan berharap seseorang menolongnya. Dalam hatinya dia merasa sangat takut karena para penjahat itu membawa beberapa senjata api dan pisau.
"Kau carilah dikamarnya." pinta salah satu penjahat yang sepertinya dia adalah bosnya karena dia yang paling sering memerintah pada temannya yang lain.
"Bagaimana kalau kita bunuh saja adiknya, itu akan membuatnya lebih menderita lagi dibandingkan kita mengambil harta bendanya." ajak seorang penjahat pada temannya seraya melirik Yoonji dengan tatapan tajam.
" Itu juga bukan ide yang buruk, kita akan buat dia sangat menderita dengan membunuh adiknya dan mengambil harta bendanya lalu kita akan melarikan diri dan pergi dari kota ini. Ayoo kita bunuh saja adiknya."
Yoonji semakin ketakutan mendengar perkataan para penjahat itu, dia tak tahu apakah ini akhir dari hidupnya.
Para penjahat itu mendekat pada Yoonji sembari salah satu dari mereka mengeluarkan pistol dari sakunya dan hendak diarahkan pada Yoonji.
Tapi tiba-tiba...
KBRAKKK....
Pintu rumah Yoonji terbanting dan rusak...
...>_<~~~~>_<...
Di tempat yang berbeda Tae hyung yang masih dalam perjalanan pulang, entah kenapa perasaannya tidak enak saat pergi dari rumah Yoonji.
Namun saat dia terus memperhatikan mereka, pria-pria tersebut malah pergi, dan Tae hyung juga tak mau berpikir negatif.
Tapi perasaannya kembali tak enak saat sudah berada jauh dari rumah Yoonji.
Entah kenapa perasaannya tak tenang dan ingin rasanya dia memutar balik mobilnya dan kembali kerumah Yoonji. Tae hyung terus menggigit jarinya karena merasa ada yang aneh.
Akhirnya karena merasa sangat khawatir dia berhenti dipinggir jalan untuk menenangkan pikirannya.
Tae hyung meraba sakunya dan sepertinya mencari sesuatu.
"Ponselku tertinggal dirumah Yoonji." gumamnya pada diri sendiri.
"Sebaiknya aku kesana mengambil ponselku dan mengecek keadaan Yoonji."
Tanpa pikir panjang Tae hyung pun segera memutar balik mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi, ingin rasanya dia cepat sampai karena perasaannya tidak tenang sedari tadi dan terus memikirkan keadaan Yoonji.
Saat Tae hyung sampai dirumah Yoonji dia mendapati lampu rumahnya masih menyala.
"apa dia belum tidur?. " batin Tae hyung.
"Ini sudah sangat malam dan dia belum juga tidur..aku akan memarahinya.. "
Saat hendak melangkah dan masuk kepekarangan rumah Yoonji, pandangan Tae hyung teralihkan pada mobil hitam yang juga terparkir didekat rumah Yoonji.
"Bukankah itu.. " Tae hyung mengingat-ingat seperti pernah melihat mobil hitam tersebut.
"Itu adalah mobil hitam yang dibawa oleh beberapa pria mencurigakan tadi." gumam Tae hyung.
Dia segera menatap rumah Yoonji dengan khawatir, perasaannya kembali tak tenang dan bertambah ketika mendengar suara pria dari dalam rumah Yoonji.
Tae hyung segara melangkahkan kakinya dengan cepat dan mengintip dari kaca jendela luar, dia tak ingin bertindak agresif dan membuat semua hal menjadi kacau.
Tae hyung bisa melihat dari balik jendela, 3 orang pria sedang berada didalam rumah Yoonji, sedangkan Yoonji sendiri sedang meringkus ketakutan dengan tangannya yang terikat. Serta Salah satu dari pria itu menodongkan pistol pada Yoonji.
Panas hati Tae hyung melihatnya, tanpa pikir panjang Tae hyung segera berjalan mendekati pintu dan mendobraknya hingga rusak. Dia tak peduli jika jumblah para penjahat itu lebih banyak darinya, tapi jika dia menunda waktu, maka bukan tidak mungkin nyawa Yoonji dalam bahaya dan Tae hyung tak ingin itu terjadi.
Para penjahat itu terkejut melihat kedatangan Tae hyung yang tiba-tiba. Bukan hanya para penjahat itu namun Yoonji pun juga terkejut, tapi dia juga senang mengetahui setidaknya ada seseorang yang akan menolongnya.
" Siapa kau?." tanya penjahat itu.
"Seharusnya aku yang bertanya.. siapa kalian...untuk apa kalian disini.. apa masalah kalian dengannya. " bentak Tae hyung kasar.
" Jangan ikut campur atau nyawa perempuan ini akan melayang." ancam penjahat itu mendekati Yoonji.
"Jangan sentuh dia... sehelai saja rambutnya jatuh... nyawamu juga akan melayang." Ancam Tae hyung menatap tajam para penjahat itu.
"Aishhh...awass saja kauu... akan aku beri pelajaran... lihatlah apa yang akan aku lakukan pada perempuan ini." kata penjahat itu dan menjambak rambut Yoonji dengan kasar.
"HEYYYY.. SUDAH KUPERINGATKAN ... " teriak Tae hyung dan tanpa basa-basi lagi dia segera menyerang dan memukul penjahat yang berani menjambak rambut Yoonji, hingga pria itu terlempar kebelakang dan tersungkur.
Teman penjahat itu terkejut melihat betapa kuatnya Tae hyung, walau tubuhnya tak lebih besar dari mereka.
Yoonji yang terkejut akan sikap Tae hyung yang tiba-tiba bisa menjadi sekasar itu, dia juga terjatuh dan terduduk lemas dilantai.
...**BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, RATE, AND VOTE YAAA**...
Tae Hyung pov : saranghae readers 😉
Author : Nado saranghae Tae hyung 😍😍😍