LOVE, FARENINA

LOVE, FARENINA
Lembah waktu 2



Seorang pemuda sedang mengambil salah satu sepeda dari beberapa sepeda yang terparkir dihalaman tempat parkir dimana mereka sedang menuntut ilmu. Menggiringnya hingga kedepan.


Saat dia sudah berada di pinggir jalan, sosok gadis cantik yang telah mengambil hatinya kini sedang melambaikan tangannya. Tersenyum lebar saat mereka saling memandang.


" Ayo pulang ! " Ajaknya pada fare.


" Aku yang bonceng atau kamu yang bonceng ? " tawarnya.


" Aku saja lah. Kamu sedang mempertanyakan statusku sebagai laki-laki, yah. " ucap azmi memasang wajah kesal yang dibuat-buat.


Fare terkekeh.


" Ntar, gantian deh kalau kamu capek. " fare menanggapinya.


" Gak usah. Emang aku cowok apaan yang mau aja dibonceng anak cewek. " ucapnya lagi dengan mantap.


Fare kembali terkekeh.


Azmi sudah naik diatas sepeda tersebut. Kemudian fare pun segera ikut naik di belakangnya. Duduk diboncengan belakang.


Sepeda ontel berwana hijau dan putih itu pun segera dikayuhnya. Merknya lumayan bagus. Dan itu adalah sepeda satu-satunya yang dimiliki oleh fare.


Azmi tersenyum senang saat mendapati fare yang memegangi bajunya. Merasa sedikit ada peningkatan sejak dua bulan yang lalu.


" Kalau capek kamu bilang yah. Ntar kugantiin " ucap fare.


Azmi menggeleng cepat. Walaupun berat, dia sungguh tidak ingin membuat wanitanya kesusahan.


" Gak perlu, re. Biar aku yang bonceng. Sekalian olah raga. " tuturnya.


Fare pun terkekeh.


" Az, kayaknya aku gak bakal lanjutin les deh bulan depan. Ayahku batuknya gak henti-henti. Radang paru-parunya semakin parah. Aku mau gantiin kerjaan ayah saja. " ucap fare dengan tiba-tiba.


Seketika itu raut wajah azmi berubah menjadi sedih. Dia bisa tahu apa yang terjadi kedepannya nanti jika itu bersangkutan dengan uang. Karena fare tidak memiliki siapapun disini kecuali adik dari ibunya yang merantau ke Jakarta.


" Trus kamu bakal gantiin ayah kamu kerja ? Tapi jangan sampai putus sekolah, yah. " tuturnya.


Dalam hati azmi sangat ingin sekali membatunya. Tapi dia bisa apa jika saat ini saja dia pun hanya mengandalkan beasiswa untuk dapat sekolah disekolahannya.


Aku berjanji fare, aku akan menjadi orng sukses. Dan saat itulah aku ingin membawamu pada kehidupan yang lebih baik. batin azmi


Yah, mulai saat itulah. Seorang azmi telah membulatkan tekadnya untuk meraih mimpinya. Menjadi orang sukses yang dapat membawa wanitanya bangkit dari keterpurukannya.


" Yah, semoga saja Allah masih mengizinkan aku untuk tetap melanjutkan sekolah hingga lulus. Doain saja ayahku lekas sembuh agar aku bisa membagi fokusku pada kehidupan. " jelas fare.


Tanpa diminta, air mata azmi pun meleleh. Dia bisa merasakan kepedihan yang sedang dirasakan oleh gadis itu. Begitu tegar dan kuatnya dia dalam menjalani hidupnya.


Azmi merasa sangat bersyukur karena dia bisa mengenal sosok farenina yang saat ini sudah merubah pandangan hidupnya.


Kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Walaupun hanya ada kepedihan yang ada didalam hidupmu, tetaplah bersyukur agar kita tak merasa terbebani dengan ujian yang sudah disiapkan oleh takdir.


" Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan juga ayah, re. Semangat. Kita harus terus semangat. " ucap azmi menyemangati.


" Yasudah, kalau kamu gak les lagi, ntar aku pinjami bukuku saja. Kamu bisa belajar sendiri dirumah. " lanjut azmi berniat menghibur.


" Sipp.. Makasih yah, az. " ucap fare dengan senang.


Azmi terdiam sambil terus mengayuh. Sesekali mengusap peluh yang bercucuran dari keningnya. Namun, dia sama sekali tidak merasa kesal, justru dia merasa senang karena bisa melakukan itu untuk fare.


Disetiap kejadian yang dia alami, azmi sudah sangat banyak mendapat pelajaran yang sangat berharga didalam hidupnya setelah mengenal sosok fare.


Gadis cantik yang periang dan juga tangguh. Jika saja bisa, dia ingin sekali untuk memilikinya saat itu juga. Dia sudah begitu mantap dengan segala kekurangan yang dimiliki olehnya.


Aku akan lebih bersemangat untuk mencapai mimpiku dan tentu saja aku akan segera meminangmu ketika kelak aku sudah sukses, fare.


***********************************************


Tak terasa, mengingat kenangan itu kini aku pun kembali meneteskan air mata. Merasa terharu dan juga tersentuh oleh ketegaran yang dimiliki oleh fare. Wanita yang selama ini aku simpan didalam hati.


Kutarik nafas dalam-dalam dan kuhembuskan panjang. Rasanya sudah tidak sabar lagi untuk segera bertemu dengannya.


Hhhhhoooooaaammmb..


Rasa kantukku mulai menyerang. Mungkin sebaiknya aku tidur saja sambil membawa farenina kedalam mimpiku.


Kuambil bantal leher dari dalam tas ranselku. Kupasang benda empuk itu dileherku. Kembali kenyamanan posisiku untuk segera memulai menyambut mimpi.


***


Beberapa jam telah berlalu. Perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya pun tak terasa karena aku yang terlelap cukup lama.


Setelah seseorang petugas yang tadi membangunkan aku, segera kusiapkan barang-barang milikku untuk keluar dari alat transportasi panjang itu.


Dua orang paruh baya dan seorang wanita cantik tersenyum lebar sembari melambaikan tangannya kearahku.


" Assalamualaikum. " ucapku yang segera mereka balas.


" Wa'alaikumsalam. "


" Gimana kabarnya dek, setahun lebih gak pulang. " sindir kakak Perempuanku.


Ibu tersenyum lembut yang kini sedang memelukku. Setelah kucium kening wanita paruh baya yang menjadi cinta pertamaku, kemudian kulepaskan pelukannya. Meraih tangannya dan menciumnya sedikit lama.


" Maaf bu, azmi baru bisa pulang. Banyak pekerjaan yang harus azmi selesaikan. " permohonan maafku pada ibu.


" Owalah le, gak papa. Pokok kamu sehat. Transferane gak sampe lupa. Ibu wes seneng. " ucap ibu padaku sambil tersenyum lebar.


Ayah dan kakak Perempuanku pun tertawa kecil. Setelah cukup dengan ibu, kini aku menghampiri ayah yang sedang menatap bangga ke arahku.


" Yah, maaf baru bisa pulang. "


Aku mencium tangannya. Ayah menggeleng.


" Gak papa, le. Pokok kamu sehat. Pekerjaan lancar. " ucapnya.


" Yawes, ayo pulang. Sekalian cari makan dulu. " tutur ibu.


Kami pun akhirnya melangkah pergi menuju mobil yang ada di depan. Aku berjalan mendekati kakakku. Merangkul bahunya.


" Mbak, mas adit sama vino gak ikut ? " tanyaku padanya.


Mbak mayra menoleh sekilas.


" Vino tidur di mobil, mas adit nunggu di dalam sana. " jelasnya.


Aku mengangguk sambil berdehem. Kami melangkah keluar stasiun menuju depan. Mobil berwarna putih sudah terpampang didepan mata saat aku keluar dari stasiun.


Mobil itulah yang beberapa bulan lalu kukirim untuk keluargaku. Dan kini mobil itu sangat berguna bagi mereka. Aku tersadar dari lamunanku saat mas adit menyapaku dari dalam sana yang duduk dikursi kemudi.


" Dek, makin ganteng aja. " godanya.


Aku tersenyum. Mengangguk kecil.


" Ah, mas Adit bisa saja. " balasku.


Ayah kini sudah memasukkan koperku kedalam bagasi. Segera ku buka pintu penumpang. Kulihat bocah berumur 3 tahun itu sangat pulas tidurnya.


" Bentar, ku gendong dulu vinonya. " ucap mbak mayra dari belakang.


Aku menggeser sedikit tubuhku agar mbak mayra bisa segera masuk kedalam. Mengambil putranya dan segera duduk sambil menggendong bocah itu.


" Ayo, bu. Masuk dulu. ! " tuturku pada ibu.


Wanita baya itu pun segera masuk kedalam dan aku pun ikut menyusul masuk setelahnya. Setelah semuanya masuk kedalam mobil. Mas adit pun tak ingin menunggu lagi untuk segera melajukan mobilnya.


" Mampir makan dulu, mas. " ucap mbak mayra.


" Mau makan dimana ? " tanyanya.


" Mau makan apa enaknya bu, az ? " tanya mbak mayra padaku dan juga ibu.


" Tempat yang enak dan makanannya juga enak. " jawabku.


" Ada tempat baru deket alun-alun. Di situ aja gimana ? " tawar mbak mayra.


" Terserah ajalah mbak. Pokok kenyang. Aku laper soalnya. " jawabku.


" Okey. " sahut mas adit.


Aku tersenyum melihat mereka. Keluarga yang selalu kurindu saat berada jauh. Keluarga yang ku banggakan ketika aku bisa kembali berkumpul.


Ini adalah keluargaku. Keluarga yang selalu ada dibelakangku. Mendukungku, menyemangatiku dan yang pasti mendoakanku. Tapi satu lagi yang tidak bisa dilewatkan. Semangatku. Tentu saja semuanya berasal dari wanitaku.


Farenina.


Tbc.


Mohon dukungannya..


Salam faray_glad..


😘😘