
"Naura? Sini!" Bisik ibu saat aku mencari ibu di keramaian ibu ibu pengajian
"Kamu lama bentar lagi selesai loh!" Tegas ibu
"Kan Naura udah bilang Bu! Naura tadi beli buku disebrang!" Bujukku dengan nada lembut
"Yaudah! Kamu lihat Fatimah gak?" Tanya ibu dengan berbisik
"Iya Fatimah lagi sama anak anak lainnya! Dihalaman depan!"
Untunglah ibu tidak marah!
***
Akhirnya pengajian ini berakhir!
"Assalamualaikum Kaka, Eh ini Naura ya?" Seorang wanita cantik bertanya kepada ibu sambil memegang pipiku
"Waalaikum salam Iya ini Naura! Naura ini adiknya papa namanyah Tante Azizah!" Jawab ibu yang diiringi dengan senyumanku
"Waalaikum salam Tante Azizah!" Dengan mencium tangan Tante Azizah
"Naura nanti abis juma'atan kita ke pengajian Tante ya! Nanti Tante kenalin sama anak Tante!" Ucap Tante Azizah dengan lembut, aku hanya membalas dengan senyuman
"Emh.. Bu! Tante! Naura jemput Fatimah yah!"
"Yaudah sanah nanti ibu tunggu didekat mobil!"
"Assalamualaikum ibu! Tante!" Salamku dengan diiringi senyuman
***
Aku menjemput Fatimah ditaman tidak tunggu lama kita langsung masuk mobil karena ibu sudah disana
Kamipun pulang untuk mempersiapkan makan siang, sesampainya kami dirumah aku langsung ke kamar dan membersihkan diri
Sedangkan ibu mempersiapkan makan siang dan Fatimah hanya duduk di sofa sambil menonton televisi
Setelah aku mandi aku turun kebawah untuk membantu ibu memasak makanan untuk semua
"Udah ko! Makasih ya udah bantu ibu! Sekarang jemput Fatimah!" Perintah ibu dengan lembut
"Baiklah Bu!" Aku langsung menjalankan apa yang dikatakan ibu, saat aku melihat Fatimah sedang serius dengan Televisi aku mengendap-ngendap supaya bisa mengejutkannya
"Dor!" Kejutku yang tak membuat Fatimah bergeming, tak sampai itu aku punya akal untuk menggelitiknya dan pada akhirnya aku tau aku akan menang
Fatimah terkekeh tawa tak habis habis karena aku mengerjainya, setelah beberapa lama aku dan Fatimah langsung menuju ruang makan yang disana sudah ada ibu dan papa
***
Muhammad Ali Rahman
"Dok? Gimana keadaan umi saya?" Tanyaku setelah umi di periksa perkembangan oleh dokter
"Alhamdulillah! Bu Maryam sudah membaik tapi dia masih harus dirawat dulu!" Jawab dokter dengan memegang bahuku
"Alhamdulillah! Makasih dok!" Aku, Abi, dan Zahra serentak mengucapkannya
Setelah mendengar hal membahagiakan aku langsung masuk ke ruangan umi, seketika aku terhenti saat aku melihat umi, perlahan kuhampiri umi yang sedang makan bubur yang rumah sakit sediakan
"Assalamualaikum! Umi!" Ucapku dengan menghampirinya, diiringi dengan senyuman
"Waalaikum salam Ali?"
"Syukurlah umi membaik! Umi harus jaga kesehatan!" Aku memegang tangan umi dengan menahan tangisanku
"Nak! Umi baik baik aja!"
***
Seminggu kemudian keadaan Umi membaik, dokter juga sudah memperbolehkan umi untuk pulang kerumah, tidak perlu menunggu lama aku segera membereskan administrasinya, ayah dan Zahra membantu umi untuk bersiap pulang
Setelah aku selesai dengan administrasi aku dan yang lainnya segera membantu umi masuk ke mobil
"Assalamualaikum!" Salam aku dan yang lainnya
Aku dan ayah langsung membantu umi naik tangga dan memasuki kamarnya, sedangkan Zahra menyiapkan makanan untuk kami
"Alhamdulillah umi udah sehat! Tapi jaga kesehatan ya!" Ucapku sambil membantu umi berbaring dikasurnya
"Iya! Umi gak papa loh!" Jawab umi dengan senyumannya
***
Aku menuju kampus yang sudah seminggu lebih ku rindukan, sebelum aku kekampus aku mengantar Zahra yang kebetulan searah denganku, Zahra masih duduk dibangku SMA
Sesampainya aku di kampus ku parkirkan mobilku diparkiran, aku berniat langsung ke kelas tapi saat aku melewati Mading, aku melihat Poster tentang 'BERAMAL PADA ANAK PANTI ASUHAN'
"Emh.. Des maaf? Boleh kasih tau tentang poster ini?" Tanyaku pada Desi yang saat itu sedang melihat Mading juga
"Ah iya! Jadi..." Desi menjelaskannya dengan panjang lebar
"Emh begitu! Makasih ya atas penjelasannya" setelah mendengar penjelasan Desi aku menulis beberapa hal penting yang harus dicatat
Setelah aku berbincang dengan Desi aku langsung menuju kelasku, sesaat aku akan menaiki tangga, aku melihat Anya dan seorang wanita yang tak ku kenal
Aku bermaksud untuk menjelaskan sesuatu pada Anya tapi Anya menghilang sesaat setelah aku menabrak Yuli
Brak.. buku yang dibawa Yuli berantakan dan akupun membantu untuk membereskan buku bukunya
"Emh...maaf Yul! Maaf!" Ucapku tergesa gesa sambil mengulurkan bukunya membuat Yuli kebingungan
"Santai aja kali!" Jawab Yuli dengan lembut diiringi senyumannya
"Emh.. assalammualaikum Ali?" Sambungnya
"Ehh! Waalaikumsalam Yul! Maaf tadi aku gak sengaja menabrak kamu!"
"Tidak apa! Kamu mau ke kelas kan? Bareng aku aja yuk!" Ajak Yuli dengan merangkul tanganku
"Emhh...!" Aku berusaha melepaskan rangkulannya dan melihat lihat Anya yang sudah tidak ada ditempat
"Maaf Yul! Bisa lepaskan tanganmu?" Tanyaku dengan tegas
"Eh maaf!" Jawabnya singkat
"Gak ada! Lain kali jangan gitu! Aku tidak terbiasa dengan yang bukan mahramnya!" Ucapku yang berlalu menaiki tangga dan menuju kelasku
***
Setelah kelasku selesai aku mencoba untuk mencari Naura dan Anya, aku sudah mencarinya ke kelasnya, ketaman sekolah, dan tempat lain yang sering mereka datangi namun, tidak kujumpai mereka dimanapun
Ya allah pertemukanlah hamba dengan Naura dan Anya! Agar hamba bisa menyelesaikan kesalahpahaman ini!
Saat diperjalanan aku dikejutkan oleh suara orang berteriak dan suara hentakan yang keras disebrang jalan, aku langsung memberhentikan mobilku dan berlari menghampiri suara itu
"Anya!" Teriakku pada seorang wanita yang berdiri gemetar melihat seorang wanita yang dibalut jilbabnya dengan berlumuran darah
Aku menghampiri anya, begitupun orang orang yang disekitarnya, secara serentak orang orang mengerumuni seorang wanita yang berjilbab itu, aku yang terkesima melihat Anya gemetar berusaha menenangkannya
"Anya? Tenang lah!" Ucapku yang berusaha menenangkan Anya
"Na!.. Nana?.. Ali itu Naura!" Lirihnya dengan tangan yang bergetar
Aku terkesima mendengar ucapan Anya tapi aku berusaha untuk menghampiri kerumunan itu, seketika batinku sakit melihat Naura yang berlumuran darah tetapi masih dibalut dengan jilbab cantiknya
"Naura!" Lirihku dengan menepuk nepuk pipinya yang berlumur darah
***
Tut.. Tut.. Tut..
Suara rumah sakit yang tak asing lagi kudengar, Anya yang sedari tadi bengong dikursi sambil memandangi sahabatnya yang berbaring
"Naura! Harusnya kamu gak begini! Harusnya aku yang berbaring disini!" Ocehan demi ocehan yang Anya berikan pada sahabatnya tak mengubah apapun
Naura? Wanita seperti apa kamu itu? Benakku yang tidak percaya dengan apa yang kulihat
"Nana? Naura?" Teriak seseorang diluar ruangan
"Naura? Anak ibu!!" Teriaknya saat melihat Naura berbaring diranjang rumah sakit, seketika dia memeluk Naura sesekali dia memandanginya dengan memegang pipinya
Ya Allah kejadian apa yang hamba tidak ketahui?
"Tante maafin Anya! Gak bisa jagain Naura dengan baik!" Lirih Anya pada seorang wanita bercadar tersebut, tanpa memberikan jawaban apapun wanita itu memeluk Anya dengan erat
Batinku yang tersentuh keluar dari ruangan dan duduk dikursi tunggu
Ya Allah mengapa batin hamba tidak ikhlas melihatnya berbaring dirumah sakit? Dan aku bodoh telah menyakitinya, ya Allah hamba mohon sembuhkan lah Naura!