
Diperjalanan tak sepatah kata pun yang terlontar dari bibir tipis Naura, Reval hanya terdiam dengan banyak pertanyaan
Disisi lain Ali hanya terdiam dimeja kerjanya, mencari cara bagaimana baiknya untuk mereka. Disisi lain Yuli yang telah berubah menjadi lebih baik karenanya dan bagaimana bila Ali meninggalkannya demi Naura.
Yuli yang berubah menjadi Yuli yang Ali kenal, menjadi seseorang yang menguatkan Ali dalam segala hal mulai dari merancang cita citanya sampai akhirnya dia menjadi seorang dokter yang hebat.
Tapi disisi lain Naura adalah wanita yang dia cintai selama ini, meskipun beberapa tahun Yuli bersama nya namun tak menumbuhkan rasa sedikitpun untuknya. Hanya Naura untuk naura, hatinya untuk Naura setiap doa yang dia ucapkan ada nama Naura yang dia selipkan salam doa nya
Bagitupun untuk Naura, yang tidak ingin mengambil kebahagiaan wanita lain demi kebahagiaannya
"Dokter, nona Yuli datang!" Ucap seorang suster, Ali hanya menganggukkan kepalanya yang mengisyaratkan untuk memperbolehkan Yuli masuk
"Assalamualaikum Al, aku masakin makanan kesukaan kamu." Ujar Yuli yang duduk didepan Ali
"Waalaikumsalam, makasih untuk makanannya Yul!" Ucap Ali dengan nada yang berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya
"Ali, Ada apa? Jangan bersembunyi, aku tau kau sedang bersedih. Katakan padaku!" Pinta Yuli dengan memegang tangan Ali
"Yuli, boleh kukatakan padamu sesuatu!" Ucap Ali yang langsung memandang Yuli dengan tatapan berharap
"Tentu saja, katakanlah!" Ucap Yuli dengan senyuman
"Naura ada di Indonesia!" Seketika ucapan ali membuat senyum dibibir Yuli hilang
"Jadi, kau akan membatalkan pernikahan kita?" Lirih Yuli yang perlahan melepaskan tangannya dari tangan Ali
"Yuli, maafkan aku! Katakan padaku apa yang harus aku lakukan?" Lirih Ali yang berusaha meraih tangan Yuli
"A... Aku.. sungguh tidak tau!" Ucap Yuli dengan gelagapan
"Yuli, aku mohon maafkan aku!"
"Ali aku harus pergi, assalamualaikum!" Salam Yuli dan berlalu pergi, ali hanya terdiam dan membisu ditempat kerjanya
"Waalaikumsalam, Astaghfirullah." Lirih Ali yang menenggelamkan wajahnya dalam telapak tangannya
***
Seseorang berdiri dibalkon dengan memegang air hangat sambil meratapi hujan yang deras
"Naura, ayok masuk jangan sampai angin malam membuatmu sakit!" Perintah Reval yang berdiri diambang pintu balkon
"Pergilah ke kamarmu! Aku ingin sendiri!" Tegas Naura yang tidak sedikitpun bergeming
"Baiklah, aku akan pergi ke kamarku setelah kamu tidur!" Tegas Reval yang mulai menghampiri Naura
"Kamu keras kepala! Sungguh aku akan tidur setelah kamu pergi!" Ucap Naura dengan menaruh air hangat yang sedari tadi dia pegang tanpa meminumnya
"Baiklah! Aku akan pergi. Selamat malam!" Ucap Reval yang langsung berlalu pergi
Ya Allah, bukan keinginanku untuk terpuruk dalam kesedihan ini tapi sungguh aku benar-benar tidak bisa menahan rasa sakitku. Benak Naura yang perlahan menetes air mata
***
Berminggu-minggu Naura mengurung dirinya dalam vila, sekeras apapun Reval membujuknya tak sedikit membuat Naura beranjak dari Vila nya.
Reval semakin panik akan keadaan Naura yang hanya mengurung dirinya sendiri, Saran dokter yang menangani Naura terus terngiang dalam pikirannya.
Sedangkan Ali hanya doa yang dia panjatkan untuk keadaan selanjutnya, Ali mencoba mencari tahu kemana Naura pergi meskipun demikian tak sedikitpun jawaban yang dia dapatkan sebagai petunjuk.
Yuli yang merasa semuanya semakin tak terkendali, merasa panik untuk masalah ini. Dan Anya yang terus menekan Yuli untuk merelakan Ali demi Naura
***
"Ali, kenapa kamu menunda pernikahan yang baik ini?" Ucap Maryam dengan menepuk pundak Ali yang sedang berdiri di balkon
"Bu, biarkan Ali mengambil keputusan tidak terburu-buru!" Jawab Ali
"Baiklah! Tapi menurutmu kapan keputusan itu?" Tanya Maryam
"Insyaallah besok lusa!" Jawab Ali
"Baiklah! Ibu tunggu!" Ucap Maryam yang langsung berlalu meninggalkan Ali
Ya Allah, Naura sudah bertunangan dengan Reval dan dia pergi lalu untuk apa hamba masih mengharapkan kedatangan nya? Ya Allah semoga keputusan ku untuk menikah dengan Yuli tidak salah...
***
Seseorang sedang duduk dikursi goyang, dengan memandangi langit yang hitam pekat tanpa awas, bintang maupun bulan.
"Sungguh, aku tidak ingin rencanaku gagal untuk membuat Naura hancur. Ini yang terakhir Naura! Kau sudah cukup mengambil Reval dariku. Sekarang sekeras apapun mereka, aku tidak akan melepaskannya!" Lirih wanita itu yang sesekali tersenyum licik
"Reval, aku mencintaimu! Mengapa kamu harus pergi bersama Naura! Bukankah kamu bilang padaku bahwa kamu mencintaiku? Tapi kenapa kamu bertunangan dengan nya, lihat saja Naura saat aku benar-benar menghancurkan cintamu." Tegas wanita itu yang sesekali meneteskan air mata ataupun tertawa licik.
***
Sudah tiga Minggu lamanya, Naura tak kunjung keluar dari vilanya, Reval pun pasrah untuk membujuknya. Sampai akhirnya Reval membuat keputusan untuk pergi ke Indonesia selama beberapa hari.
Tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu dari Reval
"Berhentilah mengangguku Reval!" Teriak Naura tanpa membukakan pintu untuknya
"Aku hanya akan memberitahumu, aku akan pergi selama beberapa hari! Jaga dirimu baik-baik!" Jawab Reval yang langsung berlalu pergi tanpa berpamitan langsung dengan Naura
Tujuan Reval yang pertama adalah Yuli, tapi untuk mencapai Yuli dia mencari Anya untuk memperjelas semuanya
***
Tok.. tok.. tok.. Suara ketukan pintu, Anya menghampiri pintu dan membukanya untuk melihat siapa yang datang untuk bertamu pagi-pagi buta begini
"Reval?" Ucap Anya yang terkejut dengan kedatangan Reval secara tiba-tiba
"Anya, ikut aku sekarang!" Tegas Reval dengan memegang tangan Anya
"Untuk apa?" Tanya Anya yang heran dengan sikap Reval yang mendadak menjadi seseorang yang cemas
"Ini soal Naura!" Geram Reval, sontak saja Anya langsung mengikuti apa yang Reval dan menutup pintu apartemennya
Diperjalanan Reval mengatakan semuanya dengan teliti, kenyataan yang membuat Anya tercengang tanpa berkata.
"Ternyata, seperti itu. Pantesan aku sudah mempunyai firasat yang aneh sejak Yuli mengganggu kehidupan Ali." Ucap Anya dengan terperangah
"Aku hanya berharap Naura mendapatkan apa yang harusnya dia dapatkan selama ini!" Ucap Reval sambil menyetir dengan kecepatan tinggi
"Sejak Naura datang Ali bimbang dengan keputusan selanjutnya, lalu Ali memutuskan untuk menunda pernikahan mereka. Dan hari ini adalah pernikahan Ali dan Yuli!" Ucap Anya
"Kita harus segera sampai! Aku akan berusaha menelpon Ali." Tegas Anya, Reval pun semakin meningkat kecepatannya
***
Acara sedang berlangsung dirumah Yuli, Yuli sudah berias dengan cantik dan senyuman dari keluarga Yuli memancarkan cahaya dalam acara tersebut
Seusai yuli berias dia mendapatkan telpon dan beberapa SMS dari nomor yang tidak dikenalnya.
"Ibu, Yuli angkat telpon dulu ya!" Pinta Yuli yang sedang duduk di meja rias, lalu menjauh menuju ruangan yang sepi untuk menjawab telponnya
"Ada apa Reval?" Perkataan terlontar dari bibi Yuli yang merah
"Aku ingin bertemu denganmu! Aku mohon!" Pinta Reval
"Tidak! Aku tau kamu sudah mengetahui semua rencanaku tapi usahamu akan sia sia Reval!" Tegas Yuli yang langsung menutup telponnya dan kembali ketempat nya
"Baiklah, kita akan memulai acara yang sakral ini! Ayah mempelai wanita berjabat tangan dengan mempelai prianya!" Pinta pak penghulu yang didampingi oleh ayahnya Yuli
"Kita akan memulai nya, bismillahirrahmanirrahim!" Sambungnya
Disisi lain Sesampainya Reval dan Anya ditempat Yuli, Anya hanya bisa meratapi apa yang Ali ucapkan dalam pernikahannya
"Reval, lakukan sesuatu!" Ucap Anya dengan khawatir
"Aku akan melakukannya dan kamu lakukan hal ini!" Ucap Reval yang langsung membisikan sesuatu pada Anya
***
Yuli hanya meratapi dirinya yang berwajah cantik didepan cermin tanpa ada seorangpun yang menemaninya
"Entahlah, aku harusnya gembira atas kemenangan ku didepan mata! Mengapa aku merasa bersedih?" Lirih Yuli yang perlahan menetes air mata
"Karena kamu tidak mencintainya!" Tegas Reval yang tiba-tiba ada dibelakang Yuli
"Reval? Bagaimana kamu bisa disini?" Ucap Yuli dengan terkejut
"Yuli, Hentikan ini!" Tegas Reval dengan memegang tangan Yuli
"Tidak!" Tegas Yuli yang menepis tangan Reval
***
Disisi lain saat Ali akan mengucapkan ijab Kabul.
"Assalamualaikum!" Ucap Anya yang membuat perkataan Ali terhenti dan membuat matanya terbelalak
"Waalaikumsalam!" Jawab semua para tamu undangan yang ada diruangan, semuanya terlihat kebingungan atas keadaan yang menegangkan ini
Anya hanya melempar senyuman, dan mengisyratkan agar Ali keluar untuk berbincang dengan nya sebentar
Ali mengerti apa yang diisyaratkan oleh Anya, dan beranjak menghampirinya.
"Anya!" Bisik Ali dengan nada menekan
"Kemarilah aku ingin kamu mengetahui segalanya! Aku hanya butuh satu menit!" Ucap Anya dengan pelan
"Baiklah!" Jawab Ali yang mengikuti Anya dari belakang
"Mau apa kemari? Ini kamar Yuli dan pastinya ada Yuli apa yang akan kamu buktikan dalam hal ini Anya!" Tegas Ali dengan memegang erat tangan Anya
"Lihatlah!" Tegas Anya dengan menunjukan jendela yang terbuka
Ali melihat Reval dengan Yuli sedang berbicara, Saat Ali akan menghampirinya Anya mencegahnya. Kebingungan! Itu yang wajah Ali pancarkan.
"Aku bukan ingin kamu melihat mereka! Tapi mendengarkan mereka!" Tegas Anya, Ali pun hanya bisa diam dan mendengarkan apa yang mereka katakan
***
Yohan Revaldo
"Kau ingat? Kejadian 8 tahun yang lalu, saat itu kita masih SD. Aku, kamu dan Naura. Kita selalu bersama sampai akhirnya aku mencintaimu tapi kita berbeda agama, waktu itu aku masih polos dan cinta itu tidak mungkin untuk kita. Jadi aku memendamnya untuk mu dan aku tau kalau Naura mencintaiku. Lalu aku merelakanmu dan memilih untuk mencintai Naura. Sampai suatu ketika saat kelulusan kita, kamu dan aku berbicara dibelakang kelas" ucap Reval dengan memegang tangan Yuli