Knock The Heart With Prayer

Knock The Heart With Prayer
Cemburu?



Aku langsung membenahi beberapa sampah cemilan yang sedari tadi kubiarkan diatas lantai tidak lama terdengar suara pintu diketuk, tidak menunggu lama aku langsung membuka


"Ali?" Aku memasang wajah yang tidak tau apa apa


"Aku mendengar kamu sakit jadi aku berniat untuk membelikan beberapa makanan dan cemilan supaya kamu cepet sembuh!" Ali mengulurkan beberapa kantong plastik yang berisi makanan, susu, dan cemilan


"Makasih! Ayo masuk dulu! Kamu mau teh atau kopi?" Aku mengambil kantong plastik itu dan menaruhnya diatas meja dapurku


"Emh..Naura! Air putih saja!" Jawabnya sambil duduk


"Baiklah!" Jawabku dengan membawa air putih dan sedikit cemilan, lalu kuletakan diatas mejanya


"Gimana? Mendingan ngak?" Tanyanya dengan memandang ku


"Iya aku mendingan tapi sedikit pusing!"


"Nanti pusingnya hilang! Kamu harus banyak istirahat! Soal kemah aku akan beritahu dosen kalau kamu sedang sakit!"


"Eng... Engga aku ingin ikut aku sudah istirahat cukup hari ini besok aku akan pulih!"


"Tapi kamu sedang sakit meskipun sekarang kamu sembuh nanti kamu sakit kalau tidak jaga kesehatan saat kemah! bagai..."


"Enggak aku ngak Bakalan sakit! Aku sudah istirahat hari ini besok aku sembuh! Aku janji akan menjaga kesehatan ku!" Aku langsung memotong ucapannya


"Kalau begitu aku pergi dulu! Ada banyak yang harus kulakukan, Sampai jumpa!" Jawabnya yang langsung berdiri, aku mengangguk dan mengikuti nya kedepan pintu


Aku memandanginya sampai bayangannya tak terlihat lagi sama seperti saat aku melihatnya diperpustakaan


***


Malam yang dingin tidak hujan tapi anginnya menusuk kepori pori kulitku, dengan duduk di balkon dibalut selimut sambil membaca buku yang baru Ali berikan tadi siang, ah iya! Aku juga tidak sadar kalau dikantong itu ada buku novel yang waktu itu aku ingin baca buku


Halaman demi halaman sudah kubaca sampai akhirnya aku mencapai halaman yang berjudul 'cinta dalam diam berbalut do'a' tapi aku mengurungkan niatku untuk membacanya karena aku tau kalau aku tidak berhenti membaca aku akan Karena kedinginan sambil bergadang


Aku langsung masuk ke kamar dan menutup pintu balkon lalu merebahkan tubuhku, baru saja aku menutup mataku aku mendengar suara dering telpon


"Hallo?"


"Iya! Kamu belum tidur?" Suara yang ku kenal, aku langsung duduk diatas kasurku


"Ali?"


"Ada apa? Aku bertanya kamu belum tidur?" Mendengar suaranya membuat ku senyum senyum sendiri


"Engg.. enggak! Aku belum tidur!" Jawabku dengan menggigit kuku telunjukku


"Kan sudah kuduga! Kamu tida bisa menjaga diri! Kamu bilang berjanji akan menjaga kesehatan! Pola tidurpun kamu ngak bisa ngatur!" Ocehan Ali bukan membuatku kesal atau yang lainnya justru membuatku semakin menumbuhkan rasa cinta ini


Oh ya astaga! Aku tidak bisa pungkiri kalau aku sedang jatuh cinta!


"Iya iya maafkan aku! Aku akan tidur sekarang!"


"Baiklah! Sampai jumpa besok di kampus jangan lupa bawa yang perlu saja! Jangan lupa bawa obat juga!" Aku mengiyakan perkataan ali, lalu Ali menutup telponnya


Tadinya aku bisa tidur! Sekarang aku tidak bisa tidur! Rasanya ingin mendengar suaranya itu!


***


Keesokan harinya Aku mempersiapkan diriku dan barang barang yang harus dibawa, mulai dari tenda sampai cemilan tidak lupa aku mengambil obat untuk berjaga jaga, aku melaju menuju kampusku menaiki taksi


"Naura!" Teriak Anya dari kejauhan, Anya berlari menghampiriku yang baru saja turun dari taksi


"Apah?" Jawabku dengan mengangkat tas besar kebahuku


"Bagus! Tapi kamu jangan menghabiskan cemilanku!" Ledekku dengan mencubit pipinya Anya, Anya yang sedari tadi kegirangan berubah ekspresi dengan wajah yang memajukan bibirnya


Aku cekikikan menahan tawa sedari tadi melihat wajah temanku yang imut itu berubah ekspresi, sambil menunggu bis Aku bersama teman sekampusku yang ikut diberikan pengarahan terlebih dahulu


Beberapa menit setelah pengarahan mobil bus kami datang! Sesegera mungkin aku dan Anya memilih bangku kedua dekat jendela


Sesampainya kami ditujuan, di bogor tepatnya di wisata gunung pancar


Mereka langsung menuju ketempat berkemah untuk mendirikan tenda setiap kelompoknya, sejujurnya aku tidak sadar kalau Ali sekelompok denganku mungkin dia ketua kelompok karena ketua kelompok dipisah dari barisan dan diberi pengarahan lebih luas



Kegiatan demi kegiatan kami menikmatinya, mulai dari api unggun sampai beberapa permainan dan canda tawa menghiasi malam itu, tiba saatnya untuk semua tidur


***


Pagi yang disambut dengan sunrise, tepat pukul 08:30 am semua kelompok dikumpulkan di dekat api unggun yang malam mereka nyalakan


Beberapa pengarahan dan aturan dalam permainan yang akan mereka mainkan sudah disampaikan, sayang sekali kelompok Naura yang terakhir berangkat! tidak terlalu terakhir sih ada satu kelompok lagi dibelakang


Baru sekitar dua jam mereka berjalan rasanya tubuhku dinaiki gunung


Aku yang menaiki gunung! Tapi rasanya gunung menaiki aku!


Naura memilih untuk mempercepat jalannya tentunya Naura mengajak Anya untuk mengikutiku, dengan berjalan cepat Naura dan Anya melampaui ketua kelompok yah itu Ali


Semua tidak berkomentar dengan apa yang Naura lakukan bersama Anya, Setelah Naura menemukan tempat duduk yang nyaman Naura langsung mendudukinya


"Anya! Istirahat dulu deh! Aku cape sekalian menunggu teman teman!" Naura mengambil minum dari tasnya dan langsung meleguknya!


Anya yang berdiri ikut duduk di sampingnya dan meminum sisa minum Naura


"Jangan dibuang sampahnya yah!" dengan senyum manis yang bermaksud meledek Anya


"Aku tau!" Anya yang kelihatan cape ditambah dengan memajukan bibirnya membuatnya tak bisa menahan tawa


Tidak lama Ali, Yuli, Dani, dan Nandi datang menghampiri mereka dan ikut duduk bersama mereka


"Kalian haus?" Tanya Yuli pada ketiga laki laki itu dengan mengulurkan sebotol air mineral yang besar kepada Ali, Naura sedikit memalingkan pandangannya dari Yuni


"Anya apa kamu tau dimana tempat indah disini?" Naura yang sedikit cemburu menatap Anya dengan isyarat


"Disini Indah Nana! Apa kamu tidak lihat disini pemandangannya terlihat bagus!" Jawaban Anya membuatnya sedikit kesal karena tidak mengerti apa yang Naura isyaratkan


"Sepertinya tidak begitu!" Jawaban Naura yang ketus membuat Anya tersadar bahwa sahabat nya itu sedang cemburu


"Gays yuk jalan lagi! Sambil melihat pemandangan!" Anya yang duduk bersiap untuk melanjutkan perjalanannya, diikuti dengan Naura dan Nandi


Ali dan Yuli yang terakhir menyusul, Yuli yang memakai hijab memandang Ali


"Astaghfirullah!" Pekik Yuli yang tiba tiba tersandung batu, yang membuat Ali mengalihkan pandangannya kepada Yuli


"Yuli? Kamu kenapa sini biar ku bantu!" Ali langsung membantu Yuli untuk duduk dan mengeluarkan P3K, dengan hati hati Ali mengoleskan obat merah setelah mencuci dengan air


Yuli terkesima melihat Ali yang begitu lembut, Ali yang sungkan dekat wanita ternyata memiliki sisi yang lembut dan romantis itulah yang ada dalam benak Yuli


Ali pria yang baik! Benak Yuli dengan memandangi Ali


Naura*


"Aku gak cemburu. Aku cuma gak suka ada orang lain yang ada di dekatmu selain aku."