Knock The Heart With Prayer

Knock The Heart With Prayer
Indonesia Aku datang!



Hari ini hari kelulusan Naura, Naura bersiap sebagai seorang mahasiswi cantik yang siap untuk melangkah maju menuju cita citanya.


Sendaugura menyelimuti hari ini, Naura dengan senyum manisnya membuat Reval terpana.


"Naura!" Sapanya pada Naura yang berdiri didepannya


"Hey, ucapkan sesuatu untukku!" Pinta Naura dengan mengangkat telapak tangannya


"Baiklah, Congratulation Naura And Happy Graduation For you..." Ujar Reval dengan menaruh bunga mawar merah diatas tangannya


"Makasih!" Naura seketika memeluk Reval dengan senyuman


"Hey, hadiah sebenarnya ada di kamarku! Tepat di meja riasmu!" Bisik Reval


"Hadiah apa?"


"Lihat dan bersiaplah! Besok aku menjemputmu!" Ujar Reval yang melepaskan pelukan Naura dan berlalu


"Emh... Aku penasaran!" Lalu Naura menghampiri keluarga kecilnya dengan keluarga kecil Reval


"Ayok pulang!" Ajakku pada mereka


"Hey.... Reval kamu bicara apa sama Naura sampai dia mau pulang secepatnya?" Tanya Sagita pada anak tercintanya


"Aku tidak bicara apapun, aku hanya memberitahu kalau hadiahnya ada dirumah!"


"Pantesan!" Ucap William


"Kalian ajah! Kami ber empat ada acara makan siang dulu!" Jawab Tante sagita


"Baiklah, biar kami aja yah Val!" Ajar Naura yang langsung berlalu menuju mobil Reval yang terparkir dihalaman


Mereka pun bergegas menuju rumah Naura,


Sesampainya mereka dirumah Naura, Betapa gembiranya Naura menghampiri kamarnya


"Reval!! Ini tiket Ke Indonesia?" Teriak Naura seakan tak percaya


"Iya!" Jawab Reval yang sedang berdiri diambang pintu kamar Naura


"Tapi... Ayah pasti gak ngijinin!" Keluh Naura dengan menaruh kembali tiketnya, Reval menghampiri Naura dengan memegang pipinya


"Aku sudah ijin! Besok aku jemput kamu ya!" Ucap Reval dengan yakin, lalu berlalu pergi keluar dari kamar Naura


***


Keesokan harinya Reval menjemput Naura dirumahnya


"Selamat pagi om, Tante!" Sapa Reval pada kedua orangtua Naura yang sedang duduk dimeja makan


"Selamat pagi kembali!" Jawab Jenifer dan William dengan serentak, Reval menghampiri mereka sejenak untuk menyapa


"Tante, Naura sudah siap?" Tanya Reval pada Jenifer yang duduk disebelah William


"Aku udah siap ko!" Sahut Naura yang sedang menuruni tangga bersama kopernya, Reval yang sedang berdiri didekat Jenifer langsung menghampiri Naura yang sudah bersiap


"Baiklah, Tante dan om. Kami pergi dulu!" Ucap Reval yang membawa koper Naura dan berlalu pergi keluar


"Ayah, bunda, Naura pergi dulu ya! Assalamualaikum." Salam Naura dengan gembira


"Baru kali ini aku melihat senyuman itu kembali setelah dua tahun lamanya." Lirih Jenifer


***


"Nana! Ini koper ada isinya gak sih?" Tanya Reval yang sedang berjalan bersama Naura


"Tidak!" Jawab Naura dengan senyum lebar


"Lalu buat apa dibawa, Naura!!!" Geram Reval dengan tingkah Naura seperti anak kecil


"Gak tau, daripada kamu gak bawa apa apa?" Jawabnya dengan nada meledek


"Barangku sudah ku simpan!" Jawabnya dengan dingin seakan ingin mengacuhkan Naura


"Humph.. Barangku juga udah ada di Indonesia!" Celetuknya


Naura


Makasih Ya Allah engkau menjawab doa doaku selama dua tahun ini, Akhirnya aku kembali ke Indonesia...


"Indonesia Aku kembali!" Bisikku pada kaca jendela pesawat yang sedari tadi aku pandangi


"Reval!" Aku palingkan pandanganku pada Reval yang sedang membaca buku


"Ada apa?" Ucapnya tanpa berkutik sedikitpun dari kegiatannya


"Tidak!" Ketusku yang memalingkan pandanganku darinya


"Ada apa? Dasar cewek pemarah!" Celetuknya, ku pandang wajahnya dengan pandangan kesal


"Kau PMS?" Tanyanya yang mengerti keadaanku, aku balas dengan anggukan kepala


"Baiklah ayok!" Dia langsung beranjak dari tempat duduknya, akupun mengikutinya dari belakang


Sesampainya ditoilet kami saling memandang sesaat


"Kenapa memandangku seperti itu? Masuk dan lakukanlah cepat!" Reval bersandar didekat pintu toilet


"Reval!" Rengekku kesal padanya yang dingin, itu sih menurutku tapi entahlah...


"Apa lagi?" Geram Reval yang langsung berdiri tegak


"Pembalutnya lupaku bawa! Ada ditas ranselku!" Ucapku dengan mengerutkan daguku sekaligus memajukan bibirku


Dengan cepat aku masuk kedalam dan menggantinya, setelah beberapa menit aku keluar kupandang Reval yang sedari tadi menungguku


"Sudah?" Tanya Reval yang sedang bersandar, aku anggukan kepalaku yang membuat Reval pergi dan diikuti olehku dibelakangnya


Setelah beberapa jam kami di perjalanan, Akhirnya pesawat yang kami tumpangi sampai di bandara internasional. Aku dengan gembira turun dari pesawat


"Akhirnya aku menginjakkan kakiku di Indonesia setelah dua tahun lamanya!" Ujarku dengan gembira seraya berlari keluar


***



Reval hanya menggelengkan kepalanya melihat sikapku seperti anak kecil yang diberi eskrim. Reval membuntutiku yang terus tersenyum dan mengoceh tentang apa yang akan aku lakukan di Indonesia, betapa sabarnya dia hhi


Sebenarnya Reval tidak ingin menganggur di Indonesia, tentunya dia bukan tipe diam dirumah dan mengharapkan kehadiran uang yang banyak.


Jika Reval tidak punya tujuan di Indonesia dia bisa mengirimku sendiri ke Indonesia dan dia bisa pergi ke New York untuk melihat langsung perkembangan perusahaannya yang di new York.


Tapi itu tidak dilakukan oleh Reval, karena dia memiliki tujuan untuk datang ke Indonesia meskipun dia harus diam dirumah dan menunggu yang tepat.


Setelah beberapa menit kami sampai di salah satu apartement yang dulu pernah aku singgahi.


"Naura, Apa sebaiknya kita menyewa satu apartement lagi?" Tanya Reval yang berdiri diambang pintu melihat Naura yang membuka pintu balkon


"Kenapa? Kamu di sofa dan aku di kasur, Selesai!" Tegasnya dengan mengambil kopernya


"Aku tidak mau disofa!" Tegas Reval yang berlalu pergi meninggalkan Naura di apartement


"Eh? Dia marah?" Lirih Naura yang langsung membuntuti Reval


"Kenapa? Kurang nyaman?" Tanya Reval dengan nada dingin yang tidak melirik Naura sama sekali


"Bukan, menurutku mending kita tidur dirumah ibuku!" Seketika Reval kertejut dengan apa yang Naura katakan


"Ibu? Maksudmu ibu Jenifer?" Tanya Reval dengan keheranan dengan melirik Naura


"Bukan! Ayok kita pergi!" Ajak Naura yang merangkul tangan Reval lalu menyeretnya keluar dari apartement


"Hey kita mau kemana?" Ucap Reval keheranan dengan tingkah laku Naura


***


Sebuah mobil terparkir di depan halaman rumah Shifa, Fatimah yang sedang bermain dihalaman langsung menghampiri orang yang turun dari mobil dengan gembira


"Fatimah?" Sapa Naura yang langsung memangku Fatimah


"Ka Naura kemana saja?" Ucapnya yang sudah bisa bicara dengan benar dan fasih


"Kaka cuma rindu London sayang." Jawab Naura dengan berjalan masuk kedalam rumah


Naura yang menggendong Fatimah memasuki rumah dengan dibuntuti Reval yang hanya berdiam tanpa berkata


"Assalamualaikum." Salam Naura pada orang rumah yang kelihatannya sepi, Naura menurunkan Fatimah yang langsung berlari menuju ruang televisi


Naura yang penasaran tak ada orang yang menjawab salamnya pun bergegas mencari seseorang dengan sesekali menyebut nama ibu


"Fatimah, dimana ibu?" Tanya Naura pada Fatimah yang sedang duduk bersama Reval


"Ibu pergi ke pasar." Jawab Fatimah yang tidak memandang Naura


"Baiklah!" Ujar Naura yang langsung naik keatas menuju kamarnya


"Masih sama seperti dulu!" Lirih Naura yang menghampiri rak bajunya dan beberapa barang yang dulu dia tinggalkan


Keputusan Naura sudah bulat, yaitu tinggal dirumah ibunya. Naura yang merebahkan tubuhnya merasa harus membuat sebuah rencana agar bunda dan ayahnya tidak melarangnya


Disisi lain Shifa masuk ke dalam rumah, betapa terkejutnya dia melihat seorang pria yang sedang bermain dengan putri kecilnya


"Astaghfirullah, Reval?" Ujar Shifa yang terkejut dengan kedatangan Reval yang sedang duduk bersama putrinya


"Tante." Sapa Reval dengan menghampirinya, shifa memegang pipi Reval yang tepat di depannya


"Reval, Kamu disini?"


"Iya Tante, aku liburan! Sekalian mau tinggal disini boleh?"


"Tentu saja boleh!" Saat Shifa menurunkan tangannya dan memegang tangan Reval, Shifa terkejut dengan cincin yang terpasang pada tangan Reval


"Kamu, bertunangan dengan siapa Reval? Ko Tante gak tau?" Tanya Shifa


"Ah iya Tante, aku bertunangan dengan Naura!" Ucapan Reval membuat shifa terkejut sekaligus gembira dengan kabar tersebut


"Naura? Apa Naura ada disini?" Tanya Shifa dengan wajah berseri


"Sepertinya dia ada diatas!" Jawab Reval


"Alhamdulillah, sebaiknya kamu ke kamar! Mandi lalu kesini lagi kita makan bareng. Kalian pasti lapar!" Ucap Shifa


Disisi lain Naura yang sedang merebahkan tubuhnya dengan menutup matanya mendengar suara ketukan pintu dari luar


"Siapa?" Teriak Naura yang beranjak dari tempat tidurnya menuju pintu kamar


"Ibu sayang!" Jawab Shifa dibalik pintu


"Ibu!" Teriak Naura yang langsung membuka pintu dan memeluk Shifa


"Sayang, ibu kangen banget sama kamu. Tapi sekarang mending kamu mandi setelah itu kita makan! Ibu bikinin masakan kesukaan kamu." Ucap Shifa dengan lembut


Senyuman tulus tersungging dibibir Naura, Reval yang melihat senyuman tulus dari sang tunangan merasa tersentuh sekaligus bersedih


Entah bagaimana perasaan Reval nanti saat dia harus merelakan Tunangannya bersama pria lain yang akan dia ketahui