Knock The Heart With Prayer

Knock The Heart With Prayer
Kegiatan Hari Jum'atku?



Naura


Sesampainya aku dan Anya dirumah ibuku aku langsung ke kamar mandi untuk berwudhu dan langsung melaksanakan ibadah ku, Ayana hanya menunggu diruang tamu


"Eh Anya?" Suara ibuku dibalik dinding kamarku


"Ah iya Tante! Maaf tadi aku mengajak Naura telat pulang karena ada urusan sebentar!" Jawab Anya


Aku yang sudah selesai sholat tidak lupa mendoakan ibunya Ali yang sedang sakit


Ya Allah! Berikan kesembuhan kepada Tante Maryam yang sedang berbaring diatas ranjang rumah sakit selama berhari hari!


Selesai aku berdoa aku langsung bergabung bersama ibu dan Anya yang asyik mengobrol diruang tamu


"Naura?" Ibu yang asyik mengobrol langsung melirikku


"Maaf Bu aku pulang telat!" Aku langsung menuju ibu dan mencium tangannya


"Iya gapapa Anya udah menceritakan semuanya pada ibu!" Ibuku melempar senyuman manisnya padaku


***


Pagi hari aku sudah disambut dengan sentuhan lembut dari seorang ibu, aku sedikit terbangun mendengar ucapannya


"Naura sayang bangun! Kita solat shubuh!" Sesekali ibu mengecup keningku


"Heem.. Bu ini baru jam empat nanti yah!" Rengekku pada ibu


"Kamu bilang mau jadi wanita shalihah?" Goda ibu yang langsung membuatku membuka mata lebar lebar


"Iya iya Bu Naura ke Zaman dulu!" Seketika aku langsung menuju zaman dan berwudhu


Dengan setengah mengantuk aku mengikuti gerakan papah, ibu dan Fatimah kecil, hihi sesekali aku berpikir tingkahku tidak jauh berbeda dengan Fatimah jika shalat shubuh


Setelah salam akhir kami mencium tangan papah, tidak lupa aku dan Fatimah mencium tangan ibu, lalu Fatimah mencium tanganku


Aku dan Fatimah langsung menonton televisi untuk menghilangkan rasa ngantuk karena kata ibu


'Abis shalat shubuh gak boleh tidur lagi'


Jam menunjukkan pukul 06:30 am, aku dan Fatimah sudah tak merasakan keinginan untuk tidur, seketika aku mendengar suara dering telponku aku yang berada diruang televisi langsung menuju ke kamarku


"Iya Anya ada apa?" Sapaku saat melihat Anya menelpon, dan langsung menjawab telponya


"Na! Hari ini aku jemput kamu ya!" Jawab Anya disebrang telpon


"Humph.. tapi aku gak ada kelas untuk hari Jum'at!" Timbal ku


"Sejak kapan? Hari Jum'at menjadi hari libur?" Tanya Anya dengan keheranan


"Sejak bibiku jadi ibuku, ibuku meminta dosen untuk mengosongkan jadwal pelajaranku dihari Jum'at!" Jawabku dengan membuka tirai kamarku


"Kenapa? Kenapa gak bilang sama aku coba?" Ketus nya membuatku sontak tertawa kecil


"Kan barusan aku bilang! Hhhi itu karena ibuku Fatimah dan aku akan pergi ke pengajian dan sebagainya!"


"Huh.. baiklah aku tutup aku harus siap siap!" Jawab Anya yang langsung menutup telponnya


"Naura! Fatimah! Ayah! Ayo turun sarapan udah siap!" Teriak ibu dibawah, aku yang sudah membenahi kamar langsung turun kebawah untuk sarapan bersama


Setelah aku sampai dibawah aku menuju meja makan yang sudah lengkap dengan makanan yang banyak dan keluarga yang lengkap


Seusai kami sarapan papah pergi kekantor diikuti ibu yang hanya sampai depan pintu, aku dan Fatimah langsung keatas untuk bersiap pergi bersama ibu


***


Aku Semangat karena ini pertama kali aku masuk dalam pengajian, tapi saat aku memasuki ruangan seketika yang pertama kali terlintas dalam benakku yaitu


Disini hanya ada ibu ibu dan bapak bapak! Oh ya Allah apakah aku salah pengajian?


Melihat hanya ada ibu ibu dan bapak bapak ini membuatku sedikit tak semangat, lama kelamaan yang kudengar hanya tentang ibu rumah tangga saja


Ini hanya membicarakan tentang kewajiban suami dan istri saja kah? Padahal aku belum menikah mengapa ibu mengajakku kesini! Hemm sebaiknya aku pergi ketaman bersama Fatimah!


"Ibu!" Bisikku pada telinga ibu yang dibalut jilbabnya


"Diam! Dengarkan ini bekal untuk kamu nanti saat menjadi seorang Istri" Jawab ibu yang sedikit menekan, seketika muka ku rasanya ingin muntah


Yang benar saja? Ini tentang kewajiban kah? Padahal hampir semua tentang sex! Aku belum siap untuk menikah! Setelah Mendengar ini saja aku langsung minder nikah! Mana mungkin aku akan menikah? Emang sih dulu aku suka novel yang kek gitu sama yang psikopat atau sejenisnya tapi bukan berarti aku pernah dan aku siap! Oh tidak!! Lain kali aku akan mencari alasan!


Benakku yang terus mengoceh membuatku terdiam meskipun pandanganku kedepan seolah aku mendengarkan padahal aku terus mengoceh, sesaat aku mempunyai ide untuk kabur


"Mau apa? Jangan cari alasan?!" Tegas ibu


"Aku mau buang air kecil bu?! Naura gak tahan!" Rengekku


Ayolah boleh lah boleh lah! Ya Allah bantu aku!! Sekali sajah! Aku gak bakalan bohong lagi deh!


"Yaudah tapi cepet kesini! Gak pake lama!" Tegas ibu, tak tunggu lama aku mengiyakan perkataan ibu dan langsung keluar dari pengajian itu


"Yey! Akhirnya! Ya Allah makasih udah bantu aku! Aku gak bakalan bohong lagi ko aku janji!" Ucapku yang langsung menuju taman


Aku berjalan menghampiri Fatimah yang sedang bermain bersama anak kecil lainnya, karena aku merasa bosan juga aku mencoba jalan jalan disekitar pengajian itu


Saat aku melihat ke sebrang jalan, aku melihat toko buku yang lumayan tidak ramai dan juga tidak terlalu besar, aku penasaran sekalian aku juga udah lama gak baca buku novel atau sejenisnya, aku menghampiri toko itu


Sesampainya aku ditoko buku tersebut aku disambut seorang pria yang lebih tinggi dariku, dia menghampiriku dengan senyuman yang ramah tamah


"Assalamualaikum! Ada yang bisa kubantu! Ukhti?" Sapanya dengan senyumannya


"Waalaikumsalam! Emh maaf aku lupa mengucap salam!" Jawabku dengan grogi


"Tidak apa apa! Bisa kubantu?" Jawabnya dengan lembut


"Aku ingin mencari buku novel yang menarik!" Jawabku


"Biar aku tunjukkan!" Ucapnya dengan membalikkan badannya lalu menuju sebuah rak buku yang diikuti olehku


Dia menunjukkan banyak buku cinta islami untukku tapi aku sepertinya aku hanya tertarik pada beberapa buku


"Aku mau yang ini saja!" Ucapku dengan mengambil beberapa buku


"Tidakkah kamu penasaran dengan novel yang ini?" Jawabnya dengan mengulurkan satu buku novel


"Mengetuk Pintu Hati Dengan Do'a?" Ejaku pada novel yang diulurkan pria itu


"Sepertinya menarik boleh dibungkus juga!" Sambung ku


"Baiklah!! Emh.. Ukhti? Boleh saya tau namamu? Dan sedang apa sendirian saya melihat kamu berjalan dari pengajian kemari?" Tanyanya yang membuatku sedikit terkejut


"Apakah kamu memperhatikanku dari tadi!" Jawabku dengan tersipu


"Ah maafkan saya! Saya tidak bermaksud seperti itu!" Timbalnya dengan grogi


"Emhh Baiklah! Aku ke pengajian bersama ibu dan adikku! Aku yang mendengar tausiah merasa jenuh karena itu tentang kewajiban suami dan istri, Hem.. padahal belum saatnya aku mendengar hal itu! Jadi..!" Ucapku dengan sengaja ku potong sendiri


"Aku mengerti! Lain kali jika kamu jenuh kamu bisa kemari ko! Namaku Muhammad Fauzi aku pemilik toko buku ini!" Sapanya dengan mengulurkan tangannya


"Aku Naura! Makasih tawaranmu!" Salamku menyambut uluran tangannya


"Emh.. sebaiknya aku pergi sebelum ibu sadar kalau aku pergi lama!" Aku langsung mengambil buku itu


"Assalamualaikum!" Salamku yang langsung berlalu pergi


"Waalaikum salam! Dia wanita manis!" Ucapan itu terlontar dari Fauzi tanpa ku ketahui


Sesampainya aku di pengajian aku menaruh buku novel dan langsung menuju ruangan tadi saat aku akan melangkahkan kaki dering telponku berbunyi, saat aku melihat itu dari ibu aku menjawab telponnya


"Naura! Kamu kemana?" Tanya ibu dengan sedikit tegas


"Ii...itu tadi aku beli buku dulu Bu ditoko sebrang! Jadi sedikit lama!" Jawabku dengan gerogi


Ya Allah aku gak bohong kan! Selamatkan aku dari kemarahan ibu!


"Kamu inih!! Buku bisa dibeli nantikan! Cepet kemari!" Tegas itu yang mematikan telponnya


Matilah aku dimarahi ibu!


***



Bersambung...


Author:


Mohon maaf lahir dan batin dari author untuk readers!! selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya!


jangan lupa kasih rate, like, kritik sarannya, dan vote nya ya!


Dukung Author!