
Semakin lama aku dan ali semakin dekat, itu menurut ku meskipun aku tau aku yang slalu memaksanya untuk mengikuti hal hal yang membuat kami jadi lebih dekat
Tidak bisa dipungkiri Ali orang yang sungkan saat bersama wanita, semakin hari kujalani bersama Ali semakin aku menginginkan untuk memilikinya, tapi sayangnya kita hanya berteman! hanya berteman!
"Naura!" Teriak seseorang dibelakangku, aku berbalik untuk melihat siapa yang memanggilku karena yang pasti itu bukan Ali
"Anya?" Anya langsung menghampiri ku
"Kamu sulit dicari!" Dengan terengah engah dia memberikan sebuah kertas kosong yang berlamar lamar
"Makasih!"
"Iya! Kita pergi makan yuk!" Anya menarik tanganku dengan berjalan ke sebuah gerobak baso, Anya langsung memesan makanan sesuai keinginan kami masing masing
Anya dengan lahap menyantap baso yang sudah dia racik dengan cuka dicampur saos kecap manis, aku hanya melihat basoku sambil memainkan sendok makan ku
"Kamu kenapa Na!" Perkataan Anya membuatku sedikit terkejut dan tersadar dari lamunanku
"Ahh tidak!"
"Lalu kenapa ngak dimakan! Gak enak? Sini biar aku yang makan!" Dengan memegang mangkuk yang sedari tadi ku pandang
"Ehh enggk bukan ngak enak cuma aku inget Ali! Kami suka baso dengan racikan yang tidak ditambah saus sama kecap manis!" Anya melepaskan mangkuk ku, lalu aku memainkan sendokku kembali
"Jadi?? Kamu suka Ali?" Aku terdiam sesekali memandang Anya
"Oh jadi kamu beneran suka sama Ali?" Pekik Anya dengan diakhiri tawa kecil, aku membalasnya dengan memajukan bibirku
"Kenapa kamu gak ungkapin ajah! Mudahkan!" Lagi lagi aku terdiam. "lelaki seperti Ali itu jarang! Dan lagi orang seperti Ali susah didapetinya! Kamu Taukan Ali itu sungkan jika dekat wanita! Cuma kamu ajah yang berani berteman dengannya!"
"Tapi belum tentu dia menyukaiku!" Jawabku dengan merebahkan kepalaku keatas meja makan
"Kamu jangan menyerah Na!" Anya memegang tanganku yang sedang memainkan sendok
"Apa aku ungkapin perasaan aku?" Aku langsung terbangun dari rebahku
"Aku mendukungmu Na!"
Aku bisa merasakan sedikit lega setelah mengatakan apa yang aku simpan selama ini pada Anya, untungnya Anya mengerti perasaanku
Sebelum aku menghabiskan makananku teleponku berdering, aku tau itu pasti bunda jadi aku langsung mengangkat telponnya
"Ya Bun ada apa!"
"Hari ini bunda udah ngirim uang buat kamu! Bunda tau pasti uang kamu habis untuk belanja!"
"Eng... Bunda kenapa ngak bilang mau ngirim si! kan Nana gak minta uang sama bunda! Uang Nana masih banyak Bun!" Tolakku dengan lembut pada bunda
"Loh? Kan biasanya kamu boros?"
"Iya Bun Nana tau! Nana boros dulu! Tapi Nana mau berubah Naura mau berusaha sendiri. ngak boros, lebih menghargai apa yang Naura punya!" Rengek ku pada bunda untuk tidak memanjakan ku lagi
"Baiklah! Bunda mengerti Putri bunda udah dewasa dan ingin berusaha sendiri! Yaudah gini uang itu kamu simpan siapa tau kamu membutuhkannya! Kalau habis nanti kabarin bunda yah!"
"Iya Bun! Nana tutup telponya ya!" Aku langsung menutup telponnya dan melanjutkan makanku
"Hem biar ku tebak! Kamu belajar ini dari ali kan?" Anya memandang wajahku sambil menaruh tangannya di dagunya dia mengatakan itu, aku sedikit tersenyum lalu membalas tatapannya
"Iya! Ali sedikit mengubahku! Merasakan hidup yang lebih berarti!" Sesekali aku mengalihkan pandanganku dengan memainkan sendok
"Naura! Apa kau mencintainya?" Dengan nadanya yang penasaran
"Sepertinya seperti itu!" Jawabku dengan mengangkat bahu
***
Malam ini hujan turun deras sekali aku sampai tidak bisa tidur karenanya. aku pikir kenapa aku tidak baca novel Ali, lalu aku mengambil buku itu dirak buku sebelum aku membuka halaman teleponku berdering
"Ya anya ada apa?" Ternyata Anya yang menelpon ku dengan memberikan beberapa informasi
"Apa kamu tau pengumuman yang diumumkan dosen?"
"Baiklah! Nanti kita berkemah! Rasanya aku tidak sabar untuk segera berkemah!" Jeritnya membuatku sedikit menjauhkan teleponku karena itu membuat telingaku sakit
"Kau ini! Jangan menjerit seperti itu kau membuat telingaku!"
"Baiklah baiklah! Aku bahagia! ini yang kutunggu! Kamu sekelompok denganku kan!"
"Mana ku tau! Kita akan melihatnya besok!" Aku langsung menutup telponnya, lalu aku duduk dengan mengambil buku Ali yang ku taruh diatas meja
Entah mengapa aku terbawa suasana dengan novel itu setiap kali membaca tak terasa aku menjatuhkan air mata yang menetes
***
Pagi hari aku terlambat lagi untuk pergi ke kampus dengan alasan yang sama
Oh astaga mataku sedikit sakit semalaman membaca buku dengan tersedu sedu!
Tapi saat aku mau beranjak dari tempat tidurku, aku berpikir kalau hari ini masuk kelas aku akan telat dan dengan mataku yang sakit mana mungkin aku bisa pokus belajar jadi aku mengirim pesan pada Anya bahwa aku sedang sakit
Membosankan! Itu yang ada diotakku disetiap detiknya, kegiatanku tidak jauh dari balkon ke kasur dengan mengunyah cemilan, bulak balik balkon kasur! Sambil mengumpulkan niat untuk mandi lalu belanja
Oh ya ampun aku tidak biasa dirumah! Aku butuh makan butuh belanja!
Seketika aku ingat Ali dengan kata katanya yang terngiang dipikiran ku
Aku tidak suka boros tapi aku juga tidak suka neko neko! Kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya! Dengan begitu hidup kita jadi lebih berkah.
Oh ya ampun kenapa aku memikirkan Ali? Oh ya Ali lagi ngapain ya?
***
Muhammad Ali Rahman
Aku tidak melihat Naura? Astaghfirullah kenapa aku harus bertanya tentang nya?
Benakku terus bertanya tanya tentang Naura sejak tadi pagi, saat aku melihat Anya yang sedang duduk di balkon kelas aku berniat menyapanya dan bertanya tentang Naura
"Anya" Kebingungan itulah pendapat ku saat melihat ekspresi Anya saat aku menyapanya
"Aa..Ali?" Jawabnya dengan gelagapan, yah! Aku mengerti ekspresi ini
"Anya maaf aku membuatmu bingung! Aku tidak melihat Naura dari pagi?"
"Nana tidak masuk kelas dia sakit! Pergilah menjenguknya siapa tau dia akan membaik!"
"Aku akan pergi menjenguknya nanti! Baiklah sampai jumpa!" Jawabku yang langsung berlalu, aku berpikir untuk membawakan novel yang dia mau saat ditaman dan makanan kesukaannya
Seusai kelasku habis aku Langsung pergi membeli beberapa makanan untuknya, entah sejak kapan aku peduli dengan nya?
***
"Nana kau tau Ali? Tadi siang ali menanyakan tentangmu! Dia bilang aku tidak melihat Naura dari pagi! Aku menjawab kalo Nana sedang sakit! Itu berarti dia menyukai mu Na!" Cerocos Anya disebrang telpon
"Iya iya anya! Bisa tidak kamu ngomongnya pelan pelan! Kepalaku bisa nambah pusing tau!" Aku meminum kopi secara perlahan
"Oke oke! Intinya Ali akan datang ke apartemen mu!" Perkataannya membuat aku tersedak
"Ohokkh.." aku langsung meminum air putih yang berada di sisi kiriku. "apah? Ali kesini?" Sehabis minumku
"Iya na! Men...." Aku langsung langsung pergi menuju kamar mandi untuk mencuci muka jadi aku tak mendengar apa yang dikatakan Anya karena ponselnya kutinggalkan di dekat kopiku, setelah aku mencuci muka aku lihat telponnya sudah terputus
Aku langsung membenahi beberapa sampah cemilan yang sedari tadi kubiarkan diatas lantai tidak lama terdengar suara pintu diketuk, tidak menunggu lama aku langsung membuka
"Ali?" Aku memasang wajah yang tidak tau apa apa
Bersambung...
Author: Episode Selanjutnya akan diUpdate Setiap Hari: Senin, Rabu, Jum'at, dan Minggu. Jangan lupa kasih komentar dan like nya oh iya jangan lupa vote nya juga ya! Klik Favorit supaya kalian bisa lihat aku Up episode barunya ya!