
Naura
Aneh! Itu pendapat ku mengenai pemikiran ayah dan bundaku. Mereka mengirimku ke Indonesia bersama bibiku, maksudku disini banyak universitas yang dekat mengapa aku harus pergi ke Indonesia, disisi lain aku tak ingin seatap dengan bibiku jadi aku merengek ingin tinggal di apartemen saja, bukan kenapa hanya saja aku tidak ingin membuat bibiku harus mengurusku, mengatur, dan sebagainya.
Untunglah ayahku slalu memberikan apa yang aku pinta jadi aku bisa minta apapun dengan bebas, yah! Aku setuju untuk kuliah di Indonesia tepatnya di Jakarta, Universitas Indonesia. Tentunya aku tak menyetujui nya dengan begitu saja, aku menyetujuinya dengan beberapa syarat, tidak! jangan dikasih tau sekarang.
***
Muhammad Ali Rahman
Alhamdulillah setelah aku menamatkan SMA, aku berhasil menamatkan nya dengan nilai yang tinggi, setidaknya itu membuat ku lulus dalam tes untuk masuk ke Universitas Indonesia.
Bersyukur kepada Allah SWT telah melancarkan pendidikan ku, dengan nilai yang baik dan do'a dari umi dan Abi semuanya berjalan dengan lancar, UI adalah universitas yang aku impikan selama tiga tahun kebelakang, suatu kebanggaan tersendiri bagiku bisa mendapatkan apa yang ku dambakan
***
Naura
Hari pertama aku masuk ke Universitas rasanya sedikit aneh, aku yang biasanya banyak yang menyapa Sekarang tak satupun dari mereka yang kukenal
"Aihh... Sepertinya aku sedikit tidak bersemangat untuk kuliah disini!" Aku langsung menuju kelasku yang sebentar lagi akan dimulai.
***
Setelah kelasku selesai aku langsung menuju perpustakaan bersama temanku, yah! aku tau tadi aku bilang tidak punya teman tapi sekarang setelah dikelas tadi aku berteman namanyah Anya dia seagama denganku, setelah seberapa lama kami membaca, aku mencoba mencari buku yang lain tidak sengaja saat aku mengambil buku yang tinggi seseorang juga bermaksud untuk mengambilnya
"Hey! Itu buku ku!" Celetuk ku sambil memegang buku yang berada di tangannya
"Maaf! Nih bukumu!" Jawab nya sambil memberikan buku yang sudah dia ambil dari rak buku, sesaat aku memandanginya sampai bayangannya tak terlihat
"Naura! Kamu disini aku cari kamu tadi!" Ucapan Anya yang membuatku terbangun dari pandanganku dengan tersenyum senyum
"Ah maaf aku cari buku ini tadi!" Lalu kami pergi menuju kelas yang selanjutnya
***
Sehabis kelasku aku pergi ke halaman parkir kampusku, karena kelasku habis aku bermaksud pulang duluan tapi saat aku sampai mobilku, aku melihat mobilku ban nya kempes
"Astaga!! Sial banget si hari ini!" Dengan marah aku langsung menendang ban mobilku
"Aww!" Pekikku saat kakiku merasakan sakitnya menendang ban mobil
"Kamu kenapa? Itu bukan bola!" Ucap seseorang pria yang tiba tiba datang mengejutkan aku
sial banget si udah ban mobilku kempes! Kakiku sakit! Kepergok orang lagih.
"Ban mobilku kempes! Mana aku ngak tau disini ada bengkel atau enggak!" Jawabku dengan memegang kepalaku, lalu seorang pria itu berjongkok untuk memeriksa ban mobilku
"Ada dongkrak?" Tanyanya dengan melihatku, aku membalas dengan menggelengkan kepalaku sambil mengangkat bahuku
Melihat reaksiku dia menelpon seseorang lalu berbincang bincang sesekali dia melihatku, beberapa menit setelah dia menelpon
"Aku sudah telpon temanku dia bekerja di bengkel terpercaya! Mobilmu akan diperbaiki!"
"Tapi aku buru buru mau pergi!" Aku memberi alasan agar aku segera pergi dari sini, supaya aku bisa berbelanja dan melakukan hal lainnya
"Temanku tidak bisa langsung berada disini, sekitar beberapa menit dia akan sampai! Bersabarlah!" Mendengar ucapannya membuatku tersadar
Sepertinya aku pernah mendengar suaranya dan aku serasa pernah melihatnya! Ohh..iya diakan pria yang di perpustakaan tadikan?
"Baiklah! Kenalin aku Naura!" Ucapku sambil mengulurkan tanganku, dia membalas dengan bersalaman
"Namaku Muhammad Ali Rahman" jawabnya yang langsung melepaskan tangannya
Setelah beberapa menit kami sedikit berbincang tibalah seorang pria temannya Ali.
***
Setelah aku pulang ke apartemen, aku langsung mandi dan berbelanja untuk menghilangkan kekesalanku, aku beli baju baru, make up, tas ransel baru, dan yang lainnya yang bisa membuat ku sedikit merasa senang
Seusai ini aku berniat pergi ke toko buku untuk membeli beberapa buku Novel barat yang aku sukai, sesampainya aku disana aku tidak sengaja melihat Ali melihat lihat buku sesekali dia mengambil buku dan menaruhnya kembali, lalu aku pergi menghampirinya aku berpikir mungkin kita sama sama menyukai Novel barat ataupun tentang Romance
"Hay Ali! Kamu menyukai Novel?" Sapaku dengan melihat lihat. "kamu sendiri?" Tanyaku dengan memandang wajahnya
"Iya aku sendiri! dan kamu juga menyukai Novel kah?" Jawabnya dengan melihat wajahku
"Iya aku menyukai Novel seperti ini!" Dengan mengambil Novel barat tentang Romance lalu memberikan pada Ali
"Aku tidak suka dengan Novel seperti itu! Aku menyukai yang seperti ini!" Jawabnya dengan memberikan Novel tentang kisah cinta Patimah Az-Zahra dengan Ali
"Aku tidak tau tentang cerita itu dan aku pun tidak tertarik sedikit pun!" Tolak ku dengan mengambil beberapa buku Novel yang menurutku menarik untuk dibaca
"Baiklah!" Jawabnya dengan menarik kembali buku Novel yang dia berikan, setelah kami keluar dari toko buku kami duduk disebuah pohon besar
"Kamu baru pindah disini?"
"Enggak aku disini cuma kuliah! Itupun bukan atas keinginan ku!" Jelasku dengan memandang pemandangan yang berada disekitar
"Oh begitu! Kamu dari mana?" Tanya nya lagi, kali ini dengan memandang wajahku
"Aku dari London! Ibuku asli orang Indonesia dan ayahku orang London dengan begitu ibuku pindah ke London bersama ayah! Bibiku disini dan itu alasan aku disini!" Celetukan ku
"Tidak!"
"Kenapa?"
"Tidak bebas! Aku tidak bisa main keluar dan aku tidak bisa berbuat sesukaku!" Jawabku dengan membalas pandangan nya
"Kenapa bisa begitu?" Tanyanya dengan memalingkan wajahnya
"Entahlah! Mungkin Karena bibiku beragama Islam! Jadi dia sedikit mempunyai aturan!" Ucap ku membuatnya memandangiku
"Sebaiknya aku pulang!" Dia melihat jam tangannya dan berdiri
"Baiklah!" Jawabku dengan mengikutinya berdiri sesaat kami berpandangan, namun dia langsung mengucapkan sesuatu aku tidak tau apa yang diucapnya lalu dia menyodorkan novel yang tadi dia tawarkan kepadaku
Dengan senyuman aku berusaha menolak karena aku memang tidak tertarik tapi dia memegang tanganku dan menaruh novelnya diatas tanganku
"Bacalah! Kamu akan suka! Jika kamu tidak suka maka kembalikan kepadaku setelah kamu membaca setengah dari buku ini!" Ucapnya sambil berlalu menjauhiku
Aku berpikir tidak salahnya aku membacanya!
hemm..dia baik aku ingin mengenalnya lebih dekat!
***
Malam hari dengan cuaca hujan ditemani kopi hangat sambil membaca novel yang kusukai itulah aktivitas ku saat ini, sesaat aku melintasi pintu balkon
"Hujannya deras rasanya tidak mungkin jika aku ke balkon!" Dengan melanjutkan langkahku, ku taruh kopiku diatas buku novel pemberian dari Ali, aku berpikir kenapa malam ini aku tidak membaca sesuatu yang baru!, Lalu aku mengambil buku membacanya sambil menikmati kopinya yang sedikit mulai mendingin
***
Pagi hari saat aku sudah sampai di gerbang kampus aku cepat cepat untuk pergi ke kelas ku yang 10 menit lagi akan dimulai, sesampainya aku di kelas tepat pada waktunya
Untunglah dosen datang setelah aku masuk kelas! Kalo enggak aku akan malu!
"Baiklah! anak anak kita akan mulai........"
***
Setelah kelas usai aku pikir aku akan membaca novel yang membuatku terjaga semalaman, aku pergi ke taman kampus agar aku membaca dengan nyaman, beberapa langkah aku menuju taman kampus aku melihat Ali sedang membaca
Aku berpikir menghampirinya dan sedikit berbincang tentang novel ini, kuhampiri Ali yang saat itu sedang membaca buku Novel, lalu aku duduk disebelahnya
"Novel yang kami kasih ke aku bagus!" Perkataan ku membuatnya sedikit terkejut, dengan melihat reaksinya aku sedikit tertawa, aku tidak heran jika dia terkejut karena aku melihat Ali membaca bukunya dengan sangat serius
Ali memandangku dengan tatapan tersenyum, sesaat aku saling menatap satu sama lain, tapi lagi lagi dia mengucapkannya 'Astagfirullah' kali ini aku mendengar dengan jelas
kemarin dia mengucapkannya dengan nada rendah sehingga aku tak mendengar, lalu Ali memalingkan pandangannya dan melanjutkan membaca novelnya
"Mencintai dalam doa?" Eja ku saat melihat sampul novel yang sedang Ali baca, sesaat Ali berhenti membaca
"Ali apa itu menarik?" Tanyaku saat melihat Ali berhenti membaca
"Iya! Ngomong ngomong kamu sudah membaca berapa halaman?" Tanya Ali dengan menutup buku novel nya
"Kayaknya baru sedikit deh! Hemm kira kira halaman 170 atau 173 lebih deh!" Jawabku dengan memajukan bibir sambil mengerutkan keningku
"Masih sedikit! lagih kamu belum pada inti ceritanya!" Sambil berdiri
"Hemm..! Iya sih!" Ucapku dengan mengikuti ali yang Berdiri
"Kalau kamu mau novel ini! Kamu harus tamat membaca novel itu!" Jawab Ali dengan berjalan, aku mengangguk seakan aku benar benar akan membacanya, lalu kamu makan baso yang terdapat dipinggir jalan seusai kami dari taman.
Kami sedikit berjalan jalan menyusuri jalan yang ada ditaman dan dipinggir jalan, menyenangkan menurutku, aku yang selama ini berjalan hanya dengan mobil sekarang aku bisa merasakan bertapa serunya menyusuri jalan dan taman dengan berjalan kaki apalagi bersama Ali, astaga! Ada apa denganku?
***
Setelah aku pulang ke apartemen entah mengapa aku ingin membaca novel yang Ali berikan, setelah berjam jam aku membaca novel Ali
Rasanya aku ingin menjadi Patimah yang mencintai Ali dengan do'a! Astaga! Ada apa denganku?
Sesaat aku pergi membuat kopi hangat lalu ke balkon dengan membawa kopi hangat dan Novel yang diberikan Ali, ku simpan novel itu dimeja balkon ku sesaat aku memandangi langit dengan bintangnya, sesekali bayangan Ali terlintas dalam pikiran dan benakku! Entahlah mungkin aku jatuh cinta atau aku hanya sedang memikirkannya saja
Aku hiraukan apa yang terus mengoceh dibenak ku! Beberapa pertanyaan muncul! Aku hanya diam terpaku dengan prasaan ini, sampai akhirnya dering telpon ku berbunyi
"Ali?" Spontan ku menjawab dengan menyebut nama Ali, lalu aku tersadar dan menghampiri teleponku yang berada diatas kasur
"Bunda?" Sontak saja aku langsung mengangkat telponnya
"Hallo bunda? Apa kabar bunda sama ayah?" Sapa ku pada bunda sambil menaruh kopi ku diatas meja balkon
"Bunda baik! sayang ayah juga baik! Bagaimanaa sekolahnya baguskan? Kamu betah?" cerocos bunda dengan semua pertanyaan nya
"Bagus bunda! dan iya aku betah disini Bun!" Jawabku, yah! sebenernya sedikit tidak betah sih
"Bagus kalo gitu! Yaudah bunda tutup telponya ya jaga diri baik baik!" Bunda langsung menutup telponnya
***
Author:
Maaf sebelumnya Novel saya tidak bermaksud untuk menyinggung atau memojokkan pihak lain, novel saya mengandung unsur keagamaan namun saya tidak bermaksud untuk menghasut dan tidak bermaksud untuk membuat konspirasi apapun!