Knock The Heart With Prayer

Knock The Heart With Prayer
Cemburu II



Ali pria yang baik!


Lalu yuli dan ali melanjutkan perjalanan meskipun mereka tertinggal jauh dengan yang lainnya.


Disisi lain Naura dengan kekesalannya sedikit mempercepat jalannya sampai jalannya sejajar dengan Anya, mereka tidak saling bertanya karena Anya berpikir biarkan Naura sedikit reda dan alasan utama dia tidak bertanya adalah LELAH!


Tenaga Naura, Anya, Nandi, dan Dani terkuras, Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat, sambil menunggu Yuli dan Ali, Yah kurang lebih! Ini seperti Lintas Alam atau Penjelajah, dengan wajah yang cemberut Naura merentangkan kakinya, diikuti oleh Anya yang langsung duduk disebelahnya


"Dani! Dimana Yuli dan Ali?" Tanya Nandi dengan meletakkan tangannya di bahu Dani


"Gue gak tau!" Jawabnya singkat


"Lah? Kan lu paling belakang gimna si? Kirain sma mereka!"


"Gak tau!" Dani meluruskan kakinya, Nandi yang jongkok ikut duduk dan merentangkan kakinya


Setelah beberapa menit Yuli dan Ali datang yang langsung duduk bersama mereka dengan merentangkan kakinya


"Lu dari mana Al?" Tanya Dani setelah minum air putih


"Sorry! Tadi Yuli tersandung batu! Berdarah tapi udah ku...!" Jawab Ali dengan nada dingin


"Yul lu gapapa?" Nandi yang langsung bertanya


"Iya gapapa! Tadi udah dikasih pertolongan pertama!" Jawab Yuli dengan lembut diiringi senyum manisnya


"Kayaknya udah mau magrib! Gak baik lanjut jalan mending kita buat tenda disini!" Ajak Ali dengan berdiri


"Sepertinya itu ide yang bagus!" Jawab yuli


"Baiklah kita dirikan tenda disini! Nanti kelompok terakhir akan lewat kita akan jalan sama mereka ajah!" timbal Nandi


Lalu mereka mendirikan tiga tenda, yang satu untuk perempuan yang satu untuk laki laki dan yang satu untuk barang barang


Naura, Anya dan Nandi mencari kayu bakar Sedangkan yang lainnya melakukan ibadah solat


"Naura! Dari tadi Gue lihat lu cemberut trus kenapa si?" Tanya Nandi yang sedang berjalan bersamaan Naura dan Anya


"Gak apa apa gue cuma cape!" Jawabnya dengan singkat


"Kayunya udah banyak mending kita balik ke tenda!" Timbal Anya yang mengangkat sedikit kayu, sisanya diangkat Nandi


Sesampainya mereka ditenda, Mereka langsung menyalakan api unggun


"Kalian lapar gak? Kita masak yah! Biar aku yang masak!" Ucap Yuli dengan mengambil mie dan beberapa makanan instan lainnya


"Oke! Mantep nih!" Nandi dengan menggosok gosok tanganyah.


"ternyata dingin juga yah! Gwe masuk ajah yah kalo udah Mateng kasih tau!" Nandi yang langsung masuk tendanya diikuti Anya yang masuk tenda perempuan


"Naura ngak masuk tenda? Nanti masuk angin loh? Ini kan dingin!" Yuli yang berdiri langsung duduk didekat Ali dengan menyiapkan beberapa alat untuk masak


"Gak usah aku disini saja!" Naura yang memeluk lututnya, menggosok gosok tanganyah sesekali mendekatkan tangannya pada api


"Kamu jelas Kedinginan masih mau diluar? Kamu kan lagi sakit?" Ali sedang yang mengatur api, Naura yang tidak berkata kata langsung ketenda


"Kamu kejam banget Al! Naura dari tadi cemberut! sekarang nambah kesal deh kayaknya! Gue duluan ya!" Celetuk Dani yang langsung masuk tenda


Mungkinkah dia cemburu? Untuk apa dia cemburu? Bukan urusanku! Benak Ali


Anya yang duduk berdua bersama Naura, berusaha menenangkan Naura


"Naura! Aku gak tahan deh! Gini ya kalo kamu suka ya tinggal ungkapin!" Anya memegang tangan Naura


"Kamu tau sendiri kan! Belum tentu Ali menyukaiku! Lagi pula aku tidak membayangkan kalau Ali suka sama aku!" Bibir Naura yang tadinya maju satu centi sekarang bertambah


"Sepertinya ali menyukaimu! Pokonyah coba dulu deh tanya tentang perasaannya!" Anya meyakinkan Naura


"Ali suka aku darimana nyah? Yang ada dia suka sama Yuli!" Naura langsung merebahkan tubuhnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tipis


Ali dan Yuli yang sedang menyiapkan makanan untuk dimakan mendengar suara


"Ali apa kau dengar itu?" Tanya Yuli yang langsung memeluk tangan Ali


Ali yang tangannya dipeluk Yuli langsung melepaskan tangan yuli, tanpa berkata kata ali berdiri memeriksanya, Yuli langsung memandangi Ali yang sudah melepas pelukannya


Naura dan yang lainnya mendengar suara yang sama langsung keluar dari tenda


"Ada apa Al?" Tanya Nandi yang menyusul posisi Ali


"Entahlah!" Jawabnya


Setelah ketegangan terjadi akhirnya suara itu diketahui asalnya, iya itu kelompok terakhir, Mereka langsung bergabung dengan kelompok Ali


"Kirain siapa!" Ucap Naura yang langsung duduk disebelah Yuli


"Sorry gays!" Andi yang baru datang cengengesan melihat ekspresi wajah Naura


"Naura lu takut ya!" Andi yang cengengesan langsung duduk di sebelah Naura dengan merangkulnya


"Enak ajah takut!" Naura yang sedang duduk dengan diselimuti selimut tipis mengeluarkan ekspresi wajah imut


"Hahaha! Oke oke! Gue percaya!" Andi yang duduk disebelah Naura berdiri. "oke gays! Karena ini udah malem kita gabung ajah sama kelompok Ali!"


Mereka pun serentak setuju lalu mengikuti arahan dari ketua kelompoknya, Ali yang berdiri membantu mereka diikuti Nandi, Dani, dan Naura


Bukan kenapa Naura membantu! Hanya saja Andi yang meminta paksa Naura untuk bantu Andi, lagi pula kan harus saling membantu, Anya dan yuli membuat tambahan makanan diikuti Nadia, Vega, Nuri, dan Nisa


Yah perempuan dikelompok Andi lebih banyak, Naura keasyikan membuat tenda bersama Andi karena tenda yang dibuat ada empat, untuk perempuan dua, satu untuk laki laki dan satu lagi untuk barang



Setelah tenda dipasang Mereka berkumpul untuk makan bersama, bercanda bersama, api unggun yang tadinya menyala perlahan mulai padam, sunyipun tercipta dan mereka tidur terlelap


***


Muhammad Ali Rahman


Pagi hari kami lanjutkan perjalanan bersama kelompok Andi, seiring waktu berjalan kami sampai ditujuan kami beristirahat sejenak lalu bersiap untuk pulang


Sebelum kami menunggu bis semua ketua kelompok diharuskan untuk berkumpul bersama dosen


Setelah semua selesai kami langsung naik bis dan menuju kampus, sesampainya kami di kampus kami membubarkan diri


"Ali!" Teriak seseorang dibelakangku, seketika aku menengok kebelakang


"Ali! Sore ini jalan yuk!" Ajak Naura


"Maaf aku ada janji hari ini!" Tolakku dengan lembut, Karena aku ngak mau dia salah paham


"Janji? Janji apa penting yah?"


"Iya ini penting bagiku aku sudah menunggu ini berbulan bulan!"


"Benarkah?" Naura yang asalnya berwajah gembira berubah menjadi sedikit kecewa, aku pikir aku tidak ingin membuatnya kecewa


"Kalau kamu mau kamu boleh ikut!" Jawabku dengan berjalan perlahan, Naura yang tertunduk langsung mengikutiku dengan wajah berseri


"Ikut? Ikut kemna?" Jawab Naura dengan melempar senyuman manisnya


Dia manis sekali! Oh ya Allah kau menciptakan makhluk yang sempurna!


"Aku tunggu kamu di taman biasa!" Aku langsung meninggalkan Naura dan berlalu pergi


Sesampainya aku dirumah aku langsung mengetuk pintu sambil mengucapkan salam


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh!" Salam ku


"Waalaikum salam! Tunggu sebentar!" Sahut Umi dibalik pintu rumah


"Ali? Sayang udah pulang?" Sambung umi


"Iya umi kan Ali ada janji nanti sore!" Aku langsung mencium tangan umi


"Oh iya! Yaudah kamu pasti lapar? Yuk masuk kita makan siang umi udah masakin makanan kesukaan ali!?" Aku langsung melangkahkan kaki dengan membaca doa yang biasa kubaca sebelum memasuki rumah


"Abang?" Sapa Zahra adikku yang membenahi meja makan, Zahra langsung menghampiriku dan mencium tanganku


"Umi! Aku tidak mau makan kalo masakan Ara! Soalnya masakan Ara gak enak!" Celetuk ku sontak saja Zahra menampakkan wajah judesnya


"Lihat umi Abang jahat sama Ara!" Zahra yang sedang judes ditambah bibirnya maju lima centi, sontak saja aku langsung terkekeh


"Sudah sudah kalian jangan saling ejek! Mending kita makan yuk!" Umi langsung menuju meja makan yang sudah Zahra rapihkan, diikuti aku dan Zahra


"Hari ini Ara membantu umi masak! Umi mau cicipin gimana rasanya masakan Ara!" Umi yang sudah duduk mengambil masakan Zahra


"Umi awas! Jangan makan masakan Ara!" Seotak saja umi melihat ku dengan keheranan


"Loh? Kenapa?" Tanya umi padaku yang membuatnya keheranan


"Takut keracunan!" Pekikku yang diakhiri gelak tawa


"Gak lucu! Abang!?" Zahra yang udah tenang kembali dengan wajah kesalnya


"Udah udah gak baik! Ali gak baik banyak bicara didepan rezeki apalagi meledeknya!" Ucap Umi dengan tegas


"Astaghfirullah iya umi maaf Ali lupa?!!" Aku langsung menyantap makanan yang tersedia, tak lupa aku membaca doa sebagai rasa syukur ku kepadanya sang pencipta


Sesudah makan aku langsung menuju kamar diatas, aku membersihkan diri dan setelah ku mendengar adzan berkumandang aku bergegas ke masjid


Sepulangnya aku dari masjid aku langsung berganti baju dan bersiap untuk pergi menuju taman bertemu Naura.


***


Naura


Setelah ku pulang dari kampus aku mandi dan langsung makan yang sebelumnya sudah ku pesan, Setelah makan aku mencari baju yang cocok


Mungkin Ali akan berkencan denganku!


Setelah aku selesai bersiap aku langsung menuju ke taman biasa kami bertemu


"Ali!" Teriakku sambil berlari menghampiri dia yang sedang membaca buku


"Naura?" Jawabnya dengan memalingkan wajahnya, aku sedikit heran dia memalingkan wajahnya seakan aku mengganggunya


"Ali kenapa?" Rajukku pada Ali yang memalingkan pandangannya


"Kemari lah!" Ali yang memejamkan matanya langsung memakaikan jaketnya padaku, aku tak bisa pungkiri wajahku saat itu tersipu malu


"Kalo gini kan tertutup!" Mendengar hal itu aku sedikit heran


"Tertutup? Maksudnyah?" Seketika aku bertatap mata dengannya, Ali yang saat itu menyadari bahwa kami sangat dekat langsung membalikkan badannya


"Kami orang Islam sangat menghormati wanita! saat kami melihat wanita memperlihatkan auratnya itu dosa bagi kami yang melihatnya! Tapi ini bukan salahmu maafkan aku! Aku harus pergi! Lain kali kita tidak bisa bertemu lagi!" Ali yang membelakangi ku langsung pergi, aku hanya terdiam dan berusaha memahami apa yang terjadi sambil memandangi Ali sampai bayangannya tak terlihat


Setelah beberapa menit sampai akhirnya aku mengerti apa yang dia ucapkan aku terjatuh lemas tak berdaya


Ali! Aku mencintaimu! Tapi sekarang aku sadar! Kita benar benar tidak bisa bersama! Dunia kita berbeda! Maafkan aku yang telah menjerumuskanmu kedalam dosa! Sesakit inikah? Begitu dalam kah rasa ini sampai aku harus merasakan sakit yang mendalam?


Seketika air mataku berlinang Tanpa kusadari, aku memegang jaketnya Ali dengan erat, aku kesal, sedih dan marah pada diriku sendiri


Aku berdiri berusaha untuk mengerti, aku mulai berjalan perlahan tanpa tujuan


"Naura!" Anya yang berlari menghampiriku dan berkali kali memanggilku, aku menghiraukannya aku tidak ingin dia melihatku dengan keadaan yang tak berdaya ini


Sontak saja aku terkejut dengan pelukan yang Anya berikan padaku


"Naura! Menangis lah jika kau sakit! Dan jika itu bisa membuatmu tenang!" Mendengar Anya berkata begitu, aku tak bisa berkata dan hanya air mata yang membasahi pipi


"Anya! Ali jahat! Dia membuatku jatuh sejajatuh jatuhnya! Mula mula dia membuatku terbang dengan perhatian dan kasih sayangnya tapi baru saja dia menjatuhkan ku!" Ucapku dengan tersedu sedu menahan air mata


"Aku tau! Aku tau! Sebaiknya kita pulang ke apartemen mu!" Anya yang sedari tadi memelukku lalu melepaskan pelukannya, aku dan Anya langsung pergi ke apartemenku


"Anya! Apakah aku salah mencintai Ali?" Aku yang duduk di balkon bersama Anya ditemani kopi yang dibuat Anya diapartemenku


"Kamu tidak salah Na! Hanya waktu yang memperrumit cinta kalian!" Anya meneguk kopinya


"Anya! Apa kau bisa membantuku?" Ucapku, sontak saja Anya langsung melirikku


"Aku bisa membantumu! Selagi aku bisa!"


"Aku akan pergi ke London! Aku ingin pulang! Aku ingin melupakan Ali! Aku ingin mengabulkan keinginan Ali!" setelah Anya mendengar ucapan ku Seotak saja Anya membelalakkan matanya


"Kenapa begitu! Kau bisa lalui ini tanpa harus pergi ke London bagaimana dengan kuliahmu?"


Naura*


"Berikan aku kesempatan untuk menunjukkan kepadamu bahwa aku bisa menjadi sesuatu yang berharga bagi mu, izinkan aku menunjukkannya padamu!"