Knock The Heart With Prayer

Knock The Heart With Prayer
broken heart!



"Itulah kenapa aku meminta bantuanmu! Tolon ijinkan aku kepada dosen! Biar nanti aku yang mencari alasannya!"


"Entahlah! Sepertinya aku harus meninggalkanmu untuk memikirkan hal itu! Aku sarankan kau jangan seperti orang lemah na!" Ucap Anya yang langsung berlalu pergi meninggalkan apartemenku


Malam tiba tapi aku masih tetap ditempat, perkotaan yang sedari tadi ku pandang perlahan menampakkan cahayanya, aku tenggelam dalam pikiranku


Sampai akhirnya aku memutuskan tindakanku


***


Keesokan harinya Aku bersiap pergi


Aku tidak lemah Ali! Jika aku tidak bisa mendapatkan hatimu berarti namaku bukanlah Naura!


"Naura?" Anya yang melihat aku dihadapannya memasang wajah senang


"Kenapa? Kaget? Aku tidak selemah itu Anya! Tenang sajah!"


"Aku senang kamu tidak melakukan hal bodoh! Kabur ke London segala! Itu tidak akan menyelesaikan masalahmu!" Anya langsung merangkulku lalu berjalan ke kelas


"Iya aku sadar mau aku pergi ke ujung dunia pun itu tidak akan menyelesaikan masalahku! Hanya aku yang bisa menyelesaikannya!"


Lalu aku dan Anya seperti biasa aku menjalani hariku, memasuki kelas, mengikuti pelajaran dan kegiatan lainnya di kampus


Hari ini aku tidak lihat Ali? Dimna dia?. Naura!, Bentak benakku, kau bodoh sudahlah jangan ingat Ali lagi!!


Setelah aku dan Anya menyelesaikan kegiatan aku dan Anya langsung menuju toko buku yang biasa kami kunjungi


Sesampainya kami di toko buku tersebut aku dan Anya berpencar mencari buku yang kami sukai, saat aku akan mengambil buku disebrang aku terkejut melihat Ali bersama Yuli sedang mencari buku juga, aku langsung membalikkan badanku


Aku harusnya bisa menebak ini! Aku telat memahami keadaan ini semua! Ali aku tidak menyangka kau lakukan ini terhadapku!


Aku yang membalikkan badan langsung mencari Anya dan menyeretnya keluar dari toko buku tersebut, tanpa berkata aku masuk kedalam mobil diikuti dengan Anya yang memasang wajah keheranan


"Naura? Ada apa tiba tiba menyeret ku keluar toko!" Anya yang dari tari keheranan melempar beberapa pertanyaan


"Bisa kau diam aku sedang mengemudi jika kau berisik pokusku akan hilang!" Aku bisa membaca wajah Anya yang langsung terdiam tanpa berkata


Sesampainya kami dirumah anya, tanpa berkata aku langsung pergi tanpa melihat Anya ataupun berkata


Aku yang sedang tidak sadar dikuasai amarah benci kesal membuatku sedikit tak pokus menyetir mobil, seketika saat dibelokkan mobilku tergelincir hampir menabrak pohon karena aku tak pokus dan menyetir dengan kecepatan tinggi untunglah aku ngerem tepat pada waktunya


"Astaga!" Ucapku dengan ngos ngosan sambil mengacak ngacak rambutku


Setelah aku menenangkan pikiranku aku melanjutkan perjalananku menuju apartemenku, sesampainya aku di apartemen tak tunggu lama aku langsung menenggelamkan wajahku


***



Keesokan harinya saat aku membuka mataku, aku melihat bantal yang basah dan beberapa barang yang berantakan aku memberanikan diri untuk berdiri didepan Kaca dengan lemas aku melihat diriku didepannya terlihat kacau! Sangat sangat kacau!


Siapa aku? Seseorang yang lemah? Ataukah seseorang yang ceria dan slalu menganggap diriku putri? Karena aku slalu mendapatkan apa yang kuinginkan?


Dengan berat aku langsung mandi membersihkan tubuh ku yang lengket, sesudahnya aku bersiap aku menuju kampus


"Naura!" Teriak Anya dibelakangku dengan berlari menghampiriku


"Ada apa Anya santai ajah!"


"Lo kenapa sih kemarin?" Anya dengan ngos ngosan memegang tanganku


"Aku..ak.. aku akan ceritakan nanti setelah kelas usai!" Aku langsung pergi ke kelas diikuti Anya


Sesudahnya kelasku usai semua aku mengajak Anya ketaman, Anya melempar banyak pertanyaan padaku tapi tak satupun yang kujawab, aku langsung duduk dibawah pohon besar diikuti Anya


"Aku melihat Ali bersama Yuli di toko buku!" Aku yang tak memandang Anya tau reaksi Anya yang langsung memandang ku


"Kurang ajar tuh cowok!" Sontak saja anya akan berdiri tapi aku memegang tangannya


"Aku tau kamu kesal dan benci sama Ali karena memperlakukanku seperti itu! Tapi itu tidak akan menyelesaikan masalahku nya!" Ucapku, Anya yang akan berdiri duduk kembali


"Lalu apa na! Ali gak bisa gitu dong! Dia itu udah nyakitin kamu! Bisa bisanya dia...!"


"Tidak Anya Ali gak jahat! Dia cuma memperlihatkan posisiku! Dan Anya aku gak mau Ali menjadi semakin benci padaku jadi kumohon biarkan saja!" Aku memotong perkataan anya, Anya hanya memandangiku


"Oke oke! Lalu lu gapapa semalam?"


"Semalam aku hampir nambrak pohon an! Tapi Untungnya aku ngerem tepat pada waktunya!" Mendengar ucapanku Anya sontak saja memegang kedua pipiku


"Apa? Lu gapapa? Kenapa lu gak bilang!" Anya langsung memeriksa seluruh tubuhku, sampai akhirnya dia melihat pergelangan tanganku.


"Ini apa Naura! Jawab aku? Ini apa?" Bentak Anya yang membuatku tertunduk membeku


"I...in..ini.. ini hanya bekas luka waktu itu!" Aku yang tertunduk memalingkan wajahku agar Anya tak curiga aku berbohong


"Kau bohong! Kau tau aku tidak akan memaafkan Ali!" Anya langsung berdiri, aku sontak mencegah Anya yang akan pergi


"Anya aku mohon! Ini bukan salahnya! Ini salahku yang tidak bisa mengontrol emosi! Aku yang emosi langsung menyeretmu pergi lalu dengan ke marahan aku menyetir mobil dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya aku akan menabrak pohon dan aku yang dikuasai amarah memecahkan gelas dan barang barang lainnya lalu menggoreskan pecahan gelas pada pergelangan tanganku! Itu semua yang aku lakukan! Itu aku bukan Ali!" Aku berbicara dengan nada tinggi tanpa sadar meneteskan air mata secara perlahan, melihat aku yang tak berdaya Anya langsung memelukku memberikan sedikit kehangatan untukku


"Aku tau aku tau!" Ucap lirih anya


***


Anya sahabatku yang terbaik diantara yang terbaik, setelah pertengkaran kecil ditaman Anya mengantar aku pulang


"Anya boleh kuminta sesuatu?"


"Katakanlah!" Anya yang berdiri di balkon menghampiriku di kasur


"Aku ingin kamu berikan ini pada Ali!" Aku langsung menghampiri lemari dan meja belajarku, aku menyodorkan jaket dan buku novel yang pernah aku berikan padaku


"Ini? Apa?" Tanya Anya dengan keheranan


"Itu pemberian Ali! Karena Ali tidak ingin bertemu denganku lagi sebaiknya kamu yang memberikan ini! Dan ucapkan rasa terima kasihku padanya!"


"Tapi...humph..baiklah!" Anya menerima jaket dan dua buku novel itu, aku langsung ke dapur untuk mengambil cemilan


"Anya aku ingin kamu secepatnya memberikan itu yah!" Anya yang sedang bermain handphone, menaruh handphone nya dan menghampiriku kedapur


"Kalau begitu aku pulang yah! Jaga dirimu baik baik!" kujawab dengan anggukan lalu Anya langsung pergi dari apartemenku


Setelah aku mengambil cemilan aku menonton televisi pada saat yang sama saat aku mencari remote aku menemukan ponsel anya


"Inikan handphone Anya? Sebaiknya ku kembalikan sekarang!" Aku langsung mematikan televisi dan bergegas pergi menyusul Anya


Author: Hay Readers tolong dukung author dengan cara kasih vote like jangan lupa komentarnya juga;)


Naura*


"Hubungan kita berakhir dikata seharusnya.


Seharusnya tidak bertemu.


Seharusnya tidak jatuh cinta.


Seharusnya tidak perlu merasakan luka padahal belum pernah bersama."