Knock The Heart With Prayer

Knock The Heart With Prayer
Indonesia?



Suara ketukan pintu dari Anya telah tiba, dan yang membukanya adalah Yuli.


"Yuli, ada hal aku mau bicarakan dengan mu!" Ucap Anya dengan nada dingin sambil memegang tangan Yuli


"Oke, aku ikut tapi jangan tarik tarik tanganku. Itu sakit!" Ucap Yuli


Disisi lain Anya telah diberi isyarat bahwa Yuli sudah keluar rumah, Ali pun bergegas keruang televisi


"Umi, Abi, dan Zahra. Ali mau mengatakan sesuatu dengan jujur!" Ucap Ali dengan yakin


"Duduk, Dan katakanlah!" Ucap Abi


"Sebenarnya, aku tidak mencintai Yuli. Tapi Ali mencintai seseorang yang Ali suka. Dan semua ini salah paham!" Cerita Ali dengan panjang lebar


Disisi lain Anya dan yuli telah tiba di sebuah cafe.


"Katakan Anya!" Tegas Yuli yang duduk berhadapan dengan Anya


"Aku tau rencanamu Yuli!" Tegas Anya dengan kesal


"Re..rencana? Apa maksudmu!" Ucap Yuli dengan gelagapan


"Sebenarnya kamu sudah merencanakan semuanya dari awal, berpura-pura merasa bersalah. Mengapa kamu lakukan itu?" Ujar Anya dengan nada tinggi


"Aku memang merancang ini! Tapi itu semua adalah hak ku!" Tegas Yuli yang membela dirinya


"Hak mu? Hak atas apa? Ali mencintai Naura, begitupun sebaliknya. Dan sebaiknya kamu pergi dari kehidupan mereka!" Tegas Anya yang langsung berlalu pergi meninggalkan Yuli di cafe


"Anya terlalu pintar!" Bisik Yuli


Disisi lain pertanyaan demi pertanyaan mulai berlemparan untuk Ali


"Lalu bagaimana dengan Yuli, Dia anak yang baik!" Ujar Maryam pada anaknya itu


"Untuk saat ini, kalian hanya perlu tau itu. Yang lainnya Ali akan lakukan sendiri!" Jawab Ali dengan yakin


"Tapi umi tidak ingin kamu menjadi pria yang tidak menghormati wanita apalagi mencampakannya!" Tegas Maryam, karena khawatir pada anaknya


"Tenanglah umi, Ali tidak akan seperti itu." Jawab Ali


Tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu dari luar, sudah Ali duga bahwa itu adalah yuli, untuk itu dia langsung menuju pintu dan membukanya.


"Assalamualaikum!" Salamnya pada Ali dengan menyungging senyum


"Waalaikumsalam!" Jawab Ali yang langsung menutup pintunya


"Yuli, aku mau bicara!" Ucap Ali dengan membisik


"Baiklah!" Ucapnya dengan lembut


Lalu mereka berjalan menuju kamar yang Yuli singgahi, disana Ali langsung membereskan barang barang yuli.


"Ali, ada apa ini?" Ucap Yuli dengan kebingungan sekaligus kesal


"Kamu akan kembali kerumahmu! Dan pertunangan kita batal! Lagi pula aku tidak mencintaimu dan aku tidak ingin mempunyai hubungan denganmu sekalipun itu teman!" Tegas Ali yang langsung memasukkan barang barang yuli kedalam koper


Pasti ini rencana Anya, kali ini kamu menang Anya tapi lain kali aku akan membuktikan bahwa aku bisa memiliki ali, bagaimanapun caranya! Benak Yuli dengan tegas


Ali dan Yuli pun bergegas menuju rumah Yuli untuk mengantarkannya.


***


Naura


Aku beruntung bisa berteman dengan Reval, setiap hari dia slalu menjemputku ataupun mengantarku.


Seperti biasanya aku tidak lupa shalat shubuh, aku slalu bangun lebih pagi dari ayah dan bunda, karena kebiasaanku slalu solat shubuh.


*Ya Allah, sudah dua tahun lamanya aku menunggu jawaban dari setiap doaku. Aku harus sampai kapan menunggu akan hadirnya kebahagiaan yang kuimpikan..


Ya Allah... Jika dia bukan jodohku, aku mohon berikanlah kekuatan agar aku bisa melupakannya*...


"Amin...." Kuusap wajahku dengan kedua telapak tanganku


Kulipat sajadah yang tergelar dilantai kamarku, dua hari lagi adalah kelulusanku. Entah apa yang harus kulakukan setelah ini, karena kedua orangtuaku menyetujui pernikahan aku dan Reval diadakan setelah aku lulus dari kuliahku


"Tante, om. Naura nya ada?" Tanya Reval yang ada dilantai bawah


"Ada di kamarnya!" Jawab bunda yang sudah terbiasa akan kedatangan Reval setiap pukul 09:30 am.


Reval selalu tepat waktunya, setiap menjemputku


"Hallo, nona pemarah!" Sapanya yang nyelonong masuk kamar, aku tidak terkejut karena itu sudah terbiasa bagiku


"Reval, antar aku!" Ucapku yang sedang duduk didepan kaca


"Kemana? Lagi pula aku kesini hanya untuk bertemu denganmu lalu pergi! Banyak pekerjaan dikantorku." Ucapnya yang mendekatiku lalu mengacak ngacak rambutku


"Reval, Keluar!" Teriakku sambil melempar sisir yang kupegang padanya, dia langsung berlari keluar sambil tertawa


Saat aku mau duduk kembali, aku merasakan keram dibagian perut bawahku. Segera aku ke kamar mandi dan mengeceknya


Seperti dugaan ku, aku haid dan aku segera mencari pembalut ditempat biasa


"Astaghfirullah, pembalutnya Abis!" Ucapku yang langsung menggulung rambutku dan berlalu keluar


"Bunda, Reval kemana?" Tanyaku pada bunda yang duduk didepan televisi


"Eh, dia barusan keluar katanya tidak ada janji denganmu jadi dia ke kantor." Jawab bunda dengan lembut


"Dasar payah! Baiklah Bun aku keluar dulu! Assalamualaikum." Ucapku yang langsung berlalu menuju mobil


Mobil merah ku yang jarang sekali aku pakai, lalu segera kulajukan mobilku menuju Mall terdekat.


"Selamat siang nona!" Sapa salah seorang pekerja


"Selamat siang." Jawabku yang langsung berlalu


Setelah ku temukan, aku sekalian nyetok jadi aku beli lebih banyak. Tidak lupa aku beli cemilan dan apa yang aku perlukan, karena jarang jarang aku beli pakai uangku sendiri. Aku selalu memakai uang Reval, bukan keinginanku tapi dia yang memaksanya


Setelah aku memasukan ke troli aku langsung menuju kasir untuk pembayaran. Setelah semua beres, aku simpan dibagasi mobil.


Aku berpikir sekalian untuk ke toko buku, jadi aku pakai pembalut ditoilet saja. Itu memalukan!! Tapi gapapa ini kepepet mager juga harus bolak balik kerumah.


Akhirnya aku sampai disebuah toko buku kesukaanku, bukan kesukaan banget sih. Karena semua toko buku aku suka hanya saja toko ini seringkali menjadi sejarah, aku suka mampir dan beli buku disini setiap aku marah atau Bete.



***


"Hallo tante, Nana nya ada?" Tanya Reval setelah dia pulang dari kantor


"Nana, tadi waktu kamu ke kantor! Nanapun pergi entah kemana." Jawab Jenifer yang sedang makan dimeja makan


"Selama itu?" Ujar William yang duduk disebelah Jenifer


"Iya!" Jawab Jenifer


"Gak apa apa! om, Tante. Reval tau ko Naura ada dimana! Kalau begitu Reval pergi dulu yah dah om, Tante!" Ucap Reval yang langsung pergi


"Pilihan ayah benarkan?" Ucap William dengan membanggakan Reval


"Iya, tapi ayah harus tau tentang perasaan naura. Bunda gak mau kejadian 6 tahun yang lalu terulang kembali!" Ucap Jenifer yang langsung pergi


***


Yohan Revaldo


Story Reval


Setelah aku mengetahui Naura tidak dirumah salah satu tujuan untuk mencari Naura yaitu ditoko buku kesukaan nya, yang dekat dengan kampusnya


Sebenarnya banyak hal yang tidak kalian ketahui tentang Naura, banyak rahasia yang tersimpan dalam dirinya seperti yang kalian ketahui, setiap kali dia merasa tertekan akan suatu masalah dia akan kehilangan kontrol atas dirinya


Tapi Naura bisa melawan penyakit mental itu, dia sering mengikuti terapi untuk dirinya meskipun itu dilakukan tanpa sepengetahuan ayah dan bundanya


"Naura sudah sembuh, dia bisa menjalani hidup seperti layaknya wanita biasa. Tapi saran saya Naura harus jaga pola makan dan kesehatannya! Dan jangan terlalu banyak pikiran!" Ucap dokter yang menangani Naura


Ucapan dokter itu yang terus membuatku semangat untuk membuat Naura bahagia, meskipun pada akhirnya aku harus menyerahkannya kepada orang yang dia cintai.


Back to Alur


"Naura!" Ucapku saat melihat Naura sedang asik membaca setelah berjam-jam


"Hey kenapa kamu menangis?" Tanyaku yang langsung menghampiri Naura


"Kisah ini menyedihkan!" Ucapnya dengan menunjukan nunjuk buku novel yang dia baca


"Kamu terlalu banyak baca drama!" Ujarku yang langsung mengambil bukunya


"Hey! Aku belum selesai!" Rengeknya


"Dengar! Kita harus ke Indonesia." Ucapku dengan menutup buku novelnya


"Halamannya!" Rengeknya dengan berusaha mengambil novelnya


"Baiklah kalau kamu tidak ingin ke Indonesia, siap siap berbulan madu denganku!"


"Eh... Apaan sih enggak! Kembalikan buku ku lalu kita pergi, oke!" Bujuknya dengan memasang wajah lucunya, seketika mengundang tawaku


"Tidak lucu!" Ketusnya dengan sigap mengambil buku dan meninggalkanku


"Dasar cewek pemarah!" Bisikku


***