Knock The Heart With Prayer

Knock The Heart With Prayer
Terlambat...



"Kau ingat? Kejadian 8 tahun yang lalu, saat itu kita masih SD. Aku, kamu dan Naura. Kita selalu bersama sampai akhirnya aku mencintaimu tapi kita berbeda agama, waktu itu aku masih polos dan cinta itu tidak mungkin untuk kita. Jadi aku memendamnya untuk mu dan aku tau kalau Naura mencintaiku. Lalu aku merelakanmu dan memilih untuk mencintai Naura. Sampai suatu ketika saat kelulusan kita, kamu dan aku berbicara dibelakang kelas" ucap Reval dengan memegang tangan Yuli


Kembali ke Masalalu


"Reval, setelah ini aku akan pergi ke Indonesia bersama ibuku!" Ucap Yuli dengan menundukkan kepalanya


"Kenapa?" Tanya Reval yang memegang kedua tangan atas Yuli


"Nenek ku sakit jadi aku akan sekolah disana!" Lirih Yuli yang tidak memandang Reval


"Aku tau ini bukan alasannya! Katakan yang sejujurnya!" Tegas Reval yang melepaskan tangannya, Yuli hanya terdiam sejenak tanpa berkata


Disisi lain Naura mencari keberadaan mereka yang ternyata Mereka ada dibelakang kelas lalu Naura berniat menghampiri mereka, tapi sebelum Naura menghampiri mereka Naura mendengar semuanya dengan jelas


"Aku tidak bisa melihat kamu dengan Naura!" Lirih Yuli yang mendongakkan kepalanya


"Aku mencintaimu! Aku suka sama kamu." Tegas Yuli dengan memperjelas semuanya, mata Reval terbelalak ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan


"Yuli, aku juga mencintaimu!" Lirih Reval yang langsung memeluk Yuli dengan erat


Seketika Naura hancur dengan prasaannya, bukan Reval yang bertepuk sebelah tangan tapi Naura. sungguh penghianatan yang tidak bisa Naura terima, Naura berlari sekencang kencangnya menjauhi mereka namun tanpa sadar dia berlari ketengah jalan sampai akhirnya Naura tergeletak lemah karena tertabrak oleh mobil.


Back to alur


"Dan kita pun menjalani kehidupan kita masing-masing tapi jujur! Aku masih mencintaimu namun aku harus menikah dengan Naura karena aku merasa bersalah. Entahlah ini cinta atau apa yang aku tau, kita menghancurkan kehidupan Naura berkali kali! Tanpa kita sadari ternyata Naura hilang ingatan dan ada gangguan jiwa padanya. Aku merasa bersalah padanya untuk semua masalah yang dia hadapi!" Lirih Reval dengan memegang pipi Yuli yang terbalut jilbab dan perhiasan yang terpasang


"Sampai suatu ketika Naura berkata padaku bahwa dia tidak mencintaiku karena dia mencintai salah seorang pria yaitu Ali, tentunya aku ingin membuatnya bahagia bila memang dia bahagia bersama pria itu maka akan aku lakukan apapun untuknya!" Ucap Reval panjang lebar yang membuat Yuli terdiam dan perlahan menetes air mata


"Aku mohon Yul, tinggalkan Ali demi Naura! Aku tau kau bersama Ali hanya untuk membalas dendam bukan karena kamu mencintai nya. Aku ada jika kamu mau memperbaiki kesalahanmu! Aku mohon jangan memperpanjang masalalu yang kelam itu." Tegas Reval yang mengusap air mata Yuli


"Tapi kenapa kamu bertunangan dengan nya hah?" Tegas Yuli dengan keras


"Kamu mengerti! Aku mohon kembalilah menjadi Yuli yang dulu! Aku mohon demi aku!" Lirih Reval yang langsung memeluk Yuli


"Aku mencintaimu Reval, tapi bagaima..."


"Lihatlah dijendela! Ali sudah mengetahui semua!" Bisik Reval, seketika Yuli melepaskan pelukannya dan melihat Ali bersama Anya dijendela kamarnya


Ali hanya terdiam dan langsung pergi..


"Aku juga mencintaimu Yuli!" Lirih Reval dengan memeluk Yuli kembali


***


Drett... Drett... Dering telpon berbunyi membangunkan Naura yang tertidur pulas, dengan mata yang masih tertutup Naura meraih telponnya dimeja lampu


"Ya Hallo?" Ucap Naura yang masih mengantuk


"Naura, kapan kalian akan pulang? kita harus segera menentukan pernikahannya!" Ucap Jenifer disebrang telpon


"Iya bun, hari ini aku akan pulang! Tapi Reval akan menyusul nanti." Jawab Naura yang masih memejamkan matanya


"Baiklah, bunda tunggu!" Ucap Jenifer yang langsung menutup telponnya


Mata Naura yang tertutup berusaha membuka matanya menuju kamar mandi untuk bersiap pergi


"Aku harus beli tiketnya dulu! Uh dasar merepotkan!" Ucap Naura yang masih berias didepan cermin


Setelah beberapa menit Naura membereskan semua barang-barangnya Naura mengirimkan pesan pada Reval bahwa dia akan pulang duluan karena Jenifer tidak sabar untuk menentukan pernikahannya


"Semuanya beres, aku tinggal pergi!" Ucap Naura yang mulai beranjak dari Vila menuju bandara Internasional



***


"Naura akan pergi ke London!" Tegas Reval yang membuat Anya, Ali dan Yuli terkejut


"Bukankah sudah kubilang kita harusnya pergi malam hari bukan pagi!" Gerutu Anya sepanjang jalan


"Masalahnya jika Naura sampai di London maka orang tua kami akan langsung menentukan pernikahannya! Dan aku tidak akan bisa membatalkan pernikahan ini! Kalian tidak tau orang tua kami." Tegas Reval yang terus menekan gas


Betapa paniknya mereka setelah menerima pesanan dari Naura yang akan pulang ke London dan langsung menetapkan tanggal pernikahan tanpa Reval


Sesampainya mereka di bandara internasional yang terdekat dibali, mereka pun langsung menyisir tempat yang mungkin akan dilewati Naura


Ya Allah hamba memang keliru dalam memilih keputusan tapi hamba mohon berikanlah kesempatan sekali lagi untuk saya agar bisa mempertahankan cinta ini.... Benak Ali yang terus berdoa dalam hatinya


"Naura!" Teriak Ali yang melihat Naura melintas didepan matanya


"Ali? Humph.. mungkin prasaanku ya Allah tabahkan hatiku!" Lirih Naura yang tidak berkutik sedikitpun dari langkah kaki nya


Saat Naura melangkahkan kakinya menuju penerbangan, tangan seseorang melayang untuk menggenggam tangan Naura dengan seketika Naura terhenti dan menatap wajah wanita yang memegangnya dengan erat


Mata Naura terbelalak melihat Yuli tepat didepan matanya


"Naura! Aku mau membicarakan sesuatu padamu!" Ucap Yuli dengan yakin


"Tapi, pesawatku akan segera terbang!" Jawab Naura dengen tegang


"Aku mohon! Demi Ali!" Tegas Yuli untuk meyakinkan Naura


"Tapi..."


"Hanya satu menit saja! Aku mohon!" Lirih Yuli


"Baiklah!" Ucap Naura


***


"Oh shit! Aku tidak menemukan Naura dimanapun!" Ucap Reval yang merasa putus asa untuk mencari Naura


"Aku juga tidak menemukannya!" Timbal Anya dengan terengah engah


"Lalu bagaimana?" Ujar Ali dengan khawatir


"Pesawat menuju London sudah terbang!" Sambung Ali yang melihat salah satu pesawat menuju London telah lepas landas


"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja!" Ujar Yuli dengan diiringi senyuman


Aku tau Naura akan melakukan seperti apa yang aku katakan! Aku percaya padamu Naura! Benak Yuli dengan tersenyum manis


***


Ali berdiri dibalkon dengan banyak pertanyaan dalam benaknya yang tidak satupun bisa dijawab olehnya, doa yang terus dia panjatkan tanpa henti


Rapuh karena seorang wanita itu berlebihan, tapi pada umumnya memanglah seorang pria manapun akan rapuh bila wanita yang dia cintai pergi apalagi setelah penantian panjangnya


"Ali!" Ucap Abi yang mendekati Ali


"Ada apa Abi?" Tanya Ali yang langsung menyambut keberadaan Abi


"Kenapa kamu membatalkan pernikahan itu, sedangkan Yuli adalah seseorang yang selalu ada disaat suka maupun dukamu!" Ucap Abi dengan memandang langit yang dihiasi bintang dan bulan


"Abi tau sendiri, hati tidak bisa dipaksakan meskipun Yuli selalu ada tapi dihati Ali sudah ada seorang wanita yang selalu Ali sebut dalam doa."


"Tidakkah sedikitpun rasa ataupun tempat bagi Yuli dihatiku setelah semua yang telah dia lakukan?"


"Rasaku pada Yuli hanyalah rasa seorang teman, sedangkan untuk tempat dihati Ali, tidak sedikitpun abi"


"Dasar anak muda, baiklah kami tidak akan mengatur hati dan pilihanmu!" Ucap Abi yang tertawa kecil dan berlalu pergi


"Sungguh Abi, Ali benar-benar mencintai wanita itu!" Lirih Ali yang memandang langit


***