Knock The Heart With Prayer

Knock The Heart With Prayer
Aisyah Nur-Fajry



"Assalamualaikum?"


"Waalaikumsalam, Naura?" Jawab Fauzi yang sedang duduk dikursi, kuhampiri Fauzi bersama Layla


"Kamu kemana aja? Udah lama kamu gak kesini?" Sambungnya dengan membereskan beberapa buku yang ada dihadapannya


"Ah maaf aku tidak bisa kesini, oh iya kenalin ini Layla temen aku yang dari London dia buka usaha disini."


"Fauzi." Ucapnya dengan mengulurkan tangannya


"Layla." Sambutnya, dibalas dengan melempar senyuman


"Kamu sibuk apa Na? Ko gak bilang?" Tanya Fauzi


"Aku sibuk memperbaiki diri." Jawabku dengan lembut


"Alhamdulillah." Jawab Fauzi


Disana kami saling bertukar cerita, dihiasi dengan senyuman dan canda tawa, hingga akhirnya adzan ashar tiba.


"Alhamdulillah, adzan sudah berkumandang, kita kemasjid yuk!" Ajak Fauzi dengan senyuman


"Tentu saja, yuk!" Jawab Layla


Tidak tunggu lama kami masuk kedalam masjid disebrang toko Fauzi, seusai kami shalat berjamaah kami berjalan ke taman


"Nana! Aku pikir kalian berdua cocok!" Celetuk Layla, kami membalas dengan tawa kecil


"Apa apaan si kamu tu!" Timbalku dengan diiringi tawa kecil


"Ups! Aku hanya mengatakan isi hatiku!" Jawabnya dengan memajukan bibirnya yang tipis itu


Serentak itu mengundang tawa aku dan Fauzi, betapa lugunya dia dalam hal cinta, sejujurnya aku dan Layla memang tidak pernah mengenal cinta tapi yah aku sedang mengalaminya saat ini, tentunya kalian tau siapa dia


"Na! Mau ku antar pulang?" Tanya Layla yang sedang berjalan menghampiri mobilnya


"Emh.. tapi aku punya janji sama Anya, kamu duluan aja deh! Nanti kita ketemu lagi ya!" Jawabku dengan memegang pipinya yang terbalut jilbab


"Baiklah aku duluan yah! Dah Nana! Dah Fauzi! Assalamualaikum!" Ucapnya sambil membuka pintu mobil dan menaikinya


"Waalaikumsalam!" Jawabku dan Fauzi dengan diiringi senyuman


Mobil Layla melaju kini tinggal aku dan Fauzi yang masih melangkahkan kaki kesebuah kursi


"Fauzi? Maaf soal tadi! Lala tidak bermaksud untuk begitu, aku harap kau tidak membawa prasaan!" Ucapku dengan lembut pada Fauzi


"Tenang lah aku bisa mengendalikan prasaanku!" Candanya dengan disambut senyuman olehku


"Naura!" Suara teriakan dari kejauhan


"Ah sepertinya itu Anya?"


"Naura ternyata kamu disini!" Ucap Anya yang tiba tiba ada di dekatku dengan ngos ngosan


"Baiklah maafkan aku! Kenalin ini namanya Fauzi! Dia temanku!" Fauzi mengulurkan tangannya


"Anya!" Uluran Fauzi disambut tangan Anya


"Ini kah temanmu yang dari London?" Tanya anya, yang membuat Fauzi terkekeh


"Bukan! Ini Fauzi pemilik toko buku disebrang! Dan temanku yang dari London tuh cwek dia namanya layla nanti aku kenalin sama kamu!"


"Baiklah ayo kita pulang!" Anya memegang tanganku dan menariknya


"Ah! Assalamualaikum!" Ucapku pada Fauzi sambil ditarik Anya


"Waalaikumsalam." Jawab Fauzi dengan lembut yang diiringi senyumannya


"Kau ini! Tidak bisa menunggu sebentar apa tadi itu tidak sopan aku mengucapkan salam dengan tidak sopan!" Ocehku pada anya yang sedang menyetir


"Maafkan aku! Habisnya kau berdua duaan dengan pria lain aku tidak suka!" Ketusnya


"Astaghfirullah Anya! Dia itu temanku bukan siapa siapa." Jawabku dengan lembut


"Nana? Apa kau masih mencintai Ali?" Pertanyaan Anya membuatku terkejut, tapi aku membalasnya dengan senyuman


"Iya!"


"Kau masih mencintainya? Tapi kamu tidak melakukan hal apapun selama sebulan ini?" Pertanyaannya membuatku terheran


"Kenapa kamu bertanya begitu?" Tanyaku dengan heran


"Ali! Semakin dekat dengan Yuli! Tapi Kau tidak pernah kulihat kau bersama Ali! Kau malah bertemu dengan pria lain!" Ketus Anya dengan nada kesal, aku mengerti yang Anya takutkan tapi aku malah terkekeh mendengar apa yang Anya katakan


"Anya! Aku tau." Aku menyungging senyum tapi Anya masih dalam raut wajah yang ketus


"Tapi kau diam?" Ketusnya dengan memalingkan pandangannya


"Anya! Aku mencintainya tapi aku tidak bisa memaksanya untuk mencintaiku kan? Aku masih punya kekuatan! Yaitu doa, setiap aku berdo'a aku tidak lupa menyelipkan namanya." Anya yang ketus tiba tiba mengubah ekspresinya


"Nana! Maafkan aku!" Wajah Anya yang memelas membuat tawaku pecah


"Sudahlah! Pokus menyetir saja!" Aku cekikikan tertawa sedangkan Anya hanya memajukan bibirnya


***


"Hey harusnya aku yang berterima kasih padamu! Kau yang sudah membantuku, Makasih ya Na! Oke aku pergi by!" Aku hanya memandangi Anya sampai mobilnya tak terlihat lagi


Setelah Anya pergi aku berbalik lalu masuk kedalam rumah dan tidak lupa mengucapkan salam


"Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!" Jawab ibu


"Bu? Kemana papa? juga Fatimah?" Tanyaku sambil mencari keberadaan mereka


"Mereka pergi ke rumah Tante! Karena Tante melahirkan." jawaban ibu membuatku kegirangan


"Benarkah? Aku ingin melihatnya Bu!"pintaku dengan wajah berharap


"Baiklah setelah shalat magrib kita menyusul!"


"Makasih Bu!" Ucapanku dengan mencium pipi kanan ibuku dan berlari ke kamarku


"Eh? Ada apa dengannya?" Bisik ibu tanpa aku ketahui


Aku langsung merebahkan tubuhku seketika adzan Maghrib berkumandang aku yang baru rebahan langsung menuju kamar mandi untuk berwudhu


"Assalamualaikum Warahmatullah, Assalamualaikum Warahmatullah." Salam Akhirku


Ya Allah ajari aku mencintai dalam diam, pada kesendirian tanpa sentuhan haram, pada kerinduan dalam doa doa malam, demi kesucian cinta yang terpendam.


"Amin!"


Setelah aku melaksanakan ibadahku aku bersiap untuk berangkat ke rumah Tante bersama ibu yang sudah menunggu dibawah


Diperjalanan kami membelikan sesuatu untuk dibawa, sesampainya kami dirumah Tante betapa tidak sabarnya aku melihat bayi mungil itu


"Assalamualaikum!" Ucapku dan ibuku yang membuka kenop pintu lalu melangkah kedalam


"Waalaikumsalam!" Jawab Paman, ayah, Fatimah, tante, dan yang lainnya secara berurutan


"Yey bayi kecil! Umhh lucunya!" Gemasku pada bayi yang ada dipangkuan papaku


"Namanya siapa Tante?" Sambung ku untuk bertanya


"Namanya Aisyah Nur-Fajry." jawab Tante dengan lembut


"Namanyah cantik seperti dirinya! Boleh ku gendong Tante?" Aku yang sedari tadi tidak bisa mengendalikan kegemasanku pada bayi Tante membuat semua orang cekikikan tersenyum


"Boleh tapi kamu harus sambil duduk!" Jawab Tante dengan senyuman


"Baiklah!" Senyumku dengan menyambut kedatangan Aisyah si bayi kedalam pangkuanku


Aisyah yang mungil membuatku rasanya aku ingin membawanya pulang ke rumah dan membesarkannya


Betapa hebatnya sang ibu mengandung bayi yang begitu besar untuk kapasitasnya, selama sembilan bulan dia berusaha yang terbaik untuk menjaganya, sampai akhirnya dia disambut didunia ini dengan senyuman dan kasih sayang


"Jadi anak yang baik ya Aisyah! Jaga perasaan ibumu! Dan jaga ibumu!" Bisikku pada Aisyah kecil sambil menciumnya perlahan



***


"Naura?" Teriak seseorang dibelakangku


Ini dia, tidak ada yang memanggilku dengan kencang seperti itu selain anya. Dasar anak ituu!


Kulihat Anya yang berlari menghampiriku yang Terengah engah.


"Tenanglah atur napas mu! Eh?" Kataku dengan memegang pundaknya.


"Malam ini bisa kan kita ketemu di cafe biasa! Aku tunggu ya pukul 21:00 WIB jangan sampai telat!" Ucapnya dengan senyuman.


"Baiklah!" Jawabku dengan lembut


"Yaudah aku pergi ya byby!" Anya pergi begitu saja aku yang berdiri masih tidak mengerti dengan sikapnya


"Aneh? Tidak biasanya dia seperti itu?" Aku yang keheranan melihat sikap Anya dikejutkan dengan dering telponku yang berbunyi, setelah aku melihat layar telponku ternyata Layla menelpon aku langsung menjawab telponnya.


"Assalamualaikum la?" Sapaku pada Layla disebrang telpon


"Waalaikumsalam na! Na Sekarang kamu Dimana?" Tanya Layla dengan nada sedikit khawatir


"Aku ditaman! Kenapa?" Tanyaku dengan sedikit khawatir


"Aku ingin bertemu denganmu! Apa kita bisa ketemu sekarang?" Ucapannya menguatkanku bahwa ada sesuatu yang terjadi pada Layla


"Baiklah! Aku akan datang katakan kamu Dimana?"


"Aku ditoko buku Fauzi, Kamu kesini ya sekarang!"


"Baiklah aku akan kesana sekarang! Assalamualaikum!"


"Waalaikumsalam!" Aku memutuskan telponnya dan segera ketempat Fauzi


apa yang terjadi?


Bersambung...