
“ Trima Kasih Tuhan kau mempermudah jalan ku ”
Alan mengurai pelukan nya dengan Senyuman tak pernah luntur .
“ Yakin lah padaku bahwa semua nya akan baik - baik saja ” .
Zeta mengangguk kan kepala , air mata nya menetes tanpa permisi dalam diam .
“ Ayo kita siap - siap ”
Mereka pun bersiap diri Dengn kepulangan mereka . Setelah beberapa saat sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 sore , waktunya mereka berangkat .
“ Zee ” Zeta menoleh ke arah Alan .
“ Ayo kita turun sekarang ”
“ ... ” Zeta masih tetap diam duduk di pinggir ranjang , “ Apakah keputusan ku sudah benar dengan percaya kepadanya ” .
“ Aku tau kau pasti ragu untuk mempercayai ku ............. karna kita baru kenal ” Alan berjalan mendekat duduk disebelahnya .
“ Aku tidak akan macam - macam kepadamu , he he he karna memang aku cuma satu maaacam sa .. ha ... ja ” Gurau nya untuk menghilangkan ketegangan di pikiran Zeta .
Zeta tersenyum menanggapi candaan yang dilontarkan Alan .
tok .. tok .. tok
“ Ayo , mereka semua menunggu kita ” . Alan menggenggam tangan Zeta untuk meninggal kan kamar .
cklekk
“ Nick , bagaimana persiapan nya ”
“ Semua sudah Oke King , tinggal menunggu Anda dan Nona ”
“ Ayo kita berangkat sekarang ”
Mereka berjalan ke arah lapangan belakang , Alan di depan menggandeng Zeta , di susul dibelakangnya ada Nick dan juga Kepala Pelayan Yun dan yang lainnya .
huwuk huwuk huwuk
Suara baling - baling helikopter membuat kepala Zeta pusing dia berjalan pelan sekali hampir terseret Alan karna postur tubuhnya yang tinggi membuat langkah nya 2 x lebih cepat dari Zeta .
“ Are you oke Zee ??? ” Alan merasa langkah Zeta menyeret nyeret mengikutinya .
“ I am okey ” Jawab nya ,, tapi Alan tidak bisa mendengarnya karna suara Zeta pelan sekali ditambah suara berisik dari helikopter nya .
“ Kau yakin ” Tanya nya lembut , merapatkan tubuh Zeta ke rangkulan nya .
“ Emmmm ” .
Alan membantu menaikkan Zeta ke dalam kabin helikopter , dan menyusul diri nya juga .
Dipasangkan nya sabuk untuk Zeta terlebih dahulu baru dirinya .
“ Tidurlah kalau kau Takut ”
Tangan Zeta bergetar Karna baru pertama kali naik helikopter , bahkan dia tidak berani bergerak . Alan yang mengetahui Zeta ketakutan sampai gemetaran pun tidak tinggal diam di raih nya tangan gadis itu digenggam nya , kemudian dia dekap di depan dada nya untuk memberikan nya ketenangan .
“ Al , aku tak apa ” . Zeta menundukkan kepala
Entahlah apa yang di lakukan nya , jikalau mengingat segala hal yang di perbuatnya itu , dia sendiri belum tau jawaban nya , yang dia tau saat ini dia sangat ingin memberikan kebahagian pada Bidadari nya .
Heli mulai mengudara , Zeta merasakan itu cepat - cepat dia memejamkan mata seperti yang dikatakan Alan kepadanya .
Astaga kepalaku pusing seperti melayang
“ Tidurlah , supaya kau tidak jet lag ”
Setelah menempuh perjalanan panjang nya , mereka sudah sampai di landasan helipad di atas sebuah Mansion yang sangat luas .Heli sudah landing dengan Sempurna .
Ceklek
“ Kita sudah Sampai King ”
“ okey ”
“ Zee , mau aku gendong ” tidak ada jawaban badan nya lemas sekali .
Alan Membuka seatbelt Zeta , diraihnya tubuh nya ke dalam gendongan nya .
“ Al aku masih bisa ber ... jalan ” Suara lemah Zeta seperti Terbawa angin hampir tidak terdengar .
“ Sebentar lagi kita akan sampai ” Alan tersenyum.
Sampai di lantai dua , lantai dimana menjadi tempat pribadi Alan di Mansion mewah nya .
“ Tidurlah bidadari ku ” Dibaringkan nya Zeta di ranjang king size nya , tersenyum melihat bidadari nya sudah tidur karna kecapekan dan juga Jet Lag .
Malam berlalu dengan tenang , hari ini Alan tidur di Ranjang kamarnya bagian depan , horang kaya mahh bebas , di dalam kamarnya ada 2 ruangan besar , Kamar depan dan kamar pribadi nya , itu semua dilakukan Nya karna ketika dia tidak ingin ada yang mengganggu di kala ingin sendiri jadilah dibuat nya makar pribadi itu .
_____________________
Pagi pun datang , Zeta sudah bangun masih dengan kepala pusing , dimana ini dilihatnya sekeliling tempatnya berada saat ini ranjang sangat besar , kamar sangat besar , perabot mewah , design mewah tapi tetap terlihat elegan .
“ Aku ada dimana , apakah aku mimpi !!!??”
Zeta menepuk nepuk pipinya , untuk memastikan ini mimpi atau tidak , Auhhh sakit berarti ini nyata , turun dari ranjang menuju ke arah jendala .
“ Ini indah sekali ” Dari jendela kamarnya terlihat pemandangan ladang bunga tulip berwarna warni .
Sesudah membersihkan diri Zeta berjalan ke arah pintu , dibuka nya pintu itu yang pertama dilihatnya ini juga seperti kamar . Diedarkan nya pandangan nya ke sekeliling kamar itu .
“ Alan ” Gumam nya dilihatnya laki - laki itu masih tidur nyenyak di ranjang nya dengan setengah ***** hanya memakai boxer saja , tidur tengkurap .
“ Astaga mata ku , kenapa juga dia tidur tidak pakai baju ” mata suci Zeta tercemar dengan pemandangan di depan nya .
Berjalan ke arah pintu dengan pelan - pelan supaya tidak membangunkan Alan .
Ceklek
“ Untung Saja remotenya ditaruh di atas nakas’’
Zeta berjalan keluar Kamar , mencari jalan turun ingin pergi melihat ladang tulip yang dilihatnya tadi , berjalan kesana kemari tidak ditemukan tangga sampai akhirnya sudah tidak ingin ke taman lagi , dan lebih menyebalkan nya lagi dia lupa jalan balik ke tempat awalnya yaitu kamar tempat tidur nya tadi karna tempat ini luas sekali .
Astaga aku tersesat aaaaaaaaaaaaaaa