
Alan menjadi kesal Karna kelakuan Asisten nya . Tapi dia masih waras untuk tidak mempermasalahkan hal - hal sepele .
“ Kau tau kan Nick kalau tangan ini sudah ku angkat apapun bisa saja terjadi dalam sekejap mata ” Tunjuk Alan dan menggoyang goyang kan tangan nya .
“ Ma'af King ” Nick hanya bisa memohon ampun dan terus membungkukkan badan nya untuk minta maaf .
“ Sudah lah lupakan .” Putus Alan
“ King , bagaimana dengan rencana kepulangan kita hari ini ??” Tanya Nick
“ Tunda dulu , sampai kondisi Nona sehat ” Jawab Alan .
“ Tapi Lusa ada meeting penting , dan clien tidak mau Anda di wakilkan , Mereka ingin bertemu dengan anda sendiri ”
“ Baik lah urus kepulangan kita besok sore , eehhh ....... jam berapa lusa meeting nya ” Tanya Alan supaya bisa memastikan kapan baik nya dia kembali .
“ Pagi King , Pukul 08.00 kalau kita berangkat pagi pun pasti akan terlambat untuk menghadiri meeting nya .”
“ Ya sudah kita kembali sore saja ” Putus Alan .
“ Baik King , saya permisi dulu ” Nick pamit undur diri .
***
Setelah hampir 2 jam diam saja Menatap Lautan lepas , dengan tatapan kosong , gadis itu memejamkan mata .
“ Ini sudah siang , waktunya makan siang , kita ke meja makan Ya ”
“ ... ” Tidak ada jawaban .
Karna tidak mendapat jawaban , akhirnya Alan mengambil handphone nya untuk menelpon Nick untuk memberi tahu pelayan agar mengantarkan makan siang ke kamar nya saja .
tut tut ....tut tut ...tut tut
“ Halo King , ada yang Bisa saya bantu ” Ucap Nick di seberang line telepon .
“ Nick , katakan pada koko yun untuk membawa makan siang ku dan Nona ke kamar saja , aku tunggu ” Perintah Alan tidak terbantah kan .
“ Baik King , akan segera saya laksanakan ” Jawab Nick .
Alan mematikan telepon Secara sepihak dan jangan tanya respon Nick , dia sudah terbiasa dengan Keadaan seperti itu . Setelah setengah jam Alan menunggu makan siang nya datang , ditinggal kan nya pekerjaan nya yang setia menemani nya dari tadi .
tok ...tok ... tokkk
Kepala pelayan masuk dengan 3 pelayan di belakangnya dengan membawa makanan .
“ Permisi King ”
“ Makan Siang nya sudah siap ”
“ Hemmmm ” tangan nya mengulur menunjuk ke arah meja mempersilahkan mereka menata makanan nya di atas meja .
Setelah semuanya siap , mereka Semua pamit undur diri .
“ Kau mau makan apa ”
“ ... ”
“ Heyyyyy ” Alan memutar sedikit badan nya menghadap gadis itu , berucap sangat lembut supaya menyadarkan nya dari lamunan nya .
“ ... ” Alan berhasil menyadarkan nya , dia menatap balik Alan .
“ Makan lah ” Alan tersenyum kepada nya , senyum yang indah didukung dengan wajah setampan pangeran , diusapnya pipi gadis itu dengan lembut .
“ ... ” tidak ada jawaban juga Akhirnya Alan mengambil makanan di piring hanya 1 , Tapi untuk berdua
“ Ayo makan dulu ” di sendok kan nya makanan ke depan mulut gadis itu , tidak lupa dengan senyum manis nya .
“ hmmppfff ” Alan menyentuh bibir gadis itu dan sedikit menekan nya supaya terbuka dan dia mentranser sendiri makanan tersebut dari bibir ke bibir .
Gadis itu terkejut dan saat itu juga dia menatap Alan dengan tajam . Alan tidak menghiraukan nya malah dia memasang senyum manis nya , mau tidak mau gadis itu mengunyah makanan di dalam mulut nya .
“ Ayo lagi haaaaa ” Suapan ke dua diberikan nya .
“ Mau aku suapin lagi dengan cara yang spesial , bibir ku sangat eksklusif lho tak ada yang bisa menyentuhnya seorang pun ” Alan terkekeh dengan Menarik turun kan alis nya untuk menggoda nya .
Akhirnya gadis itu mau memakan makanan nya , karna Alan juga sedang lapar jadi dia juga ikut makan sepiring berdua .
“ Trima kasih ” ucap nya lirih . Alan yang sedang minum pun tersedak Karna terkejut .
“ uhuk ... uhuk ” Walaupun lirih Alan masih bisa mendengar suara nya , Sangat Merdu .
Alan mengulurkan tangan nya ke puncak kepala gadis itu dengan tersenyum manis , di usap kan nya tangan nya dan beralih memegang pipi beranjak ke dagu , kemudian di tutunnya gadis itu untuk mengangkat wajahnya karna dari tadi hanya menunduk .
“ Lanjutkan Hidup mu ” Ditatap nya matanya dengan kelembutan , tangan yang membelai pipi mulus nya tidak lupa dengan senyum tulus nya .
“ ... ” Mata indah nya sudah berkaca - kaca menahan supaya tidak menangis lagi dengan mengigit bibir bawah nya . Alan tidak membiarkan itu terjadi karna bisa melukai dirinya sendiri .
“ Jangan bersedih kau tak sendiri , kau bisa berlindung di belakang ku , kalau kau takut akan sesuatu ” Disentuh nya bibir bawah gadis itu supaya tidak di gigit , Alan tersenyum menatap nya , dan perlakuan Alan malah membuat gadis itu meneteskan airmata dalam diam menatap balik Alan .
Alan tidak tinggal diam di raih nya tubuh gadis itu ke dalam dekapannya , di biarkan lah dia menangis sepuasnya , sampai - sampai baju yang di pakai Alan basah karna air Matanya tapi Alan tak mempermasalahkan nya .
Setelah lama menangis sesenggukan sampai puas akhirnya gadis itu tenang , dihirupnya aroma wangi maskulin dari tubuh Alan yang membuat nya nyaman , bersandar di dada bidang Alan yang sangat sempurna .
Tanpa terasa waktu sudah sore menjelang petang , mereka menghabiskan waktu seharian di balkon , menemani gadis itu menangis sepuasnya , tidak terasa di depan mata mereka sunset akan terbenam ke ufuk nya . Alan mengurai pelukan nya , di tatap nya mata sembab gadis itu Alan tak tega di kecupnya mata indah itu , sudah tidak ada tangisan hanya sesenggukan lirih saja , di pegang nya pinggang gadis itu dan di angkat ke pangkuan Alan menghadap ke arah laut jingga yang sedang menampak kan kilau an indah nya .
“ Bersandar lah ” Alan bersandar di punggung sofa dan menarik gadis itu untuk ikut bersandar di dada nya .
“ Sangat Indah kan ” Dibelai belai rambut panjang hitam milik gadis itu .
“ Dia ( Laut ) tak punya salah kepada mu , jangan menjadikan Nya ketakutan mu ” Beralih membelai pipi putih mulus nya .
“ Aku tak akan bertanya bagai mana kau bisa sampai terdampar di pulauku , tapi aku hanya ingin tau Namamu saja itu sudah cukup ” Karna apapun dia bisa dapatkan tentang informasi seseorang tanpa harus tanya jawab dulu yang penting Nama dan Wajah nya saja .
“ ... ” gadis itu hanya menatap sunset di depan nya tanpa mau menjawab .
“ Siapa Nama mu ...... ” Tanya Alan diraihnya tangan - tangan halus nya kemudian di genggam .
“ RAZETA SAVANA ” . Suara lembut Nya menggetarkan hati Alan .
*deg deg deg deg deg
“ Astaga kenapa jantung ku ”
.
.
.
.
.
.
*TBC
🌺🌺🌺
Harap maklum yaa kalau masih menemukan typo di mana mana
# vhiey vee**