
Setelah mereka semua bubar , tinggal mereka berdua .
“ Bolehkan aku bicara ”
“ bicara lah Zee “
“ Ini terlalu berlebihan ” Zeta menunduk takut .
“ Apanya ”
“ semua ” ucapnya lirih
“ Tadi aku sudah bilang kan jangan menundukkan kepala lagi Zee !!!”
Zeta mendongak menatap Alan “ ini terlalu berlebihan Alan ”
Alan tersenyum mendengar Zeta menyebutkan namanya karna sedari mereka bertemu terhitung cuma dua kali mungkin Zeta menyebutkan namanya.
Alan terkekeh “ tidak ada yang berlebihan ini hanya Sebagian kecil saja Zee ”
Zeta menghela nafas dalam mau bagaimana lagi , sudah menjadi keputusannya juga .
“ Ini lah hidup baru mu Zee , satu yang aku minta jangan Sombong dan Jangan berubah ”
Itu adalah kalimat penutup dari segala macam tragedi , perdebatan dan perubahan dalam hidup RAZETA SAVANA .
__________________________
Pagi hari nya Zeta terbangun karna cahaya matahari lagi masuk melalui cendela kamar nya .
“ hoamm ”
“ Selamat pagi dunia ” sapa nya melihat cahaya sinar mentari dari balik jendela .
Zeta bangun dari ranjang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri , setelah beberapa saat dia keluar berjalan ke walk in closet .
“ Baju baju disini terlalu mahal aku tak pantas memakai nya , tapi Alan sudah berbaik hati menyiapkan untuk ku ” menghela napas panjang akhirnya dia memakai pakaian di dalam lemari .
Pilihan nya jatuh pada Celana levis pendek di atas lutut dengn atasan sabrina warna putih . Setelah selesai dengn baju dia berjalan ke arah meja rias , memoles tipis bedak dan juga lipbalm supaya terlihat lebih segar dia tidak suka memakai make up tebal .
ceklek
Berjalan keluar kamar melewati Alan yang masih tidur dengan lelapnya dengan memeluk guling.
Zeta senyum senyum sendiri melihat nya.“Tampilan nya saja gagah tau nya tidur kayak Anak kecil gitu ”
Ceklek
Zeta turun ke lantai bawah , Ting
Di lantai bawah
“ Lift bergerak pasti Nona yang turun ” Risa dan Nina bergegas menuju di depan Lift sebelum lift itu terbuka ,,, yaa memang tidak Ada yang boleh masuk lantai dua sebelum mendapatkan izin karna itu ruang privat .
Tingg
“ Selamat Pagi Nona ”
“ astaga .... kalian membuatku terkejut ” Zeta terlonjak kaget ketika pintu lift terbuka ada dua manusia muncul didepan nya .
“ eemmm pagi juga ” jawab nya kikuk tidak terbiasa mendapat perlakuan sedemikian tepatnya tidak pernah .
“ Nona mau saya buatkan ... ???” Nina bingung mau dibuatkan apa pasalnya Nona Muda nya tidak suka manis .
“ Air hangat saja ”
“ Nona Muda ingin berjalan jalan mungkin bisa saya temani ” ucap Risa .
“ Boleh ”
Setelah meminum Air hangat , Zeta dan Risa berjalan mengelingi mansion dan berhenti di taman duduk disana .
“ Duduk lah ”
“ Saya berdiri saja Nona ”
“ Duduklah tak apa ” Ucap Zeta dengan sopan Risa yang Mendengar nada permohonan dari Nona nya merasa tidak enak hati akhirnya dia duduk di sebelah Zeta .
“ Taman ini indah sekali ”
“ King suka dengan tanaman hidup katanya Mansion ini akan terlihat lebih asri dan hidup ”
“ Emmm ”
“ Zeta ” Zeta mengulurkan tangan nya ke Risa , Risa bingung harus menerima jabatan tangan dari Nona nya atau tidak
“ Jangan sungkan anggap lah kita berteman , teman kan harus saling kenal ”
“ Risa ” menerima jabatan tangan dari Nona nya .
drtttt drtttttt drttttt ,
“ Nona saya mengangkat telepon dulu sebentar ”
“ Baik lah ”
Risa berjalan sedikit Menjauh , “ Hallo Jeff ”
“ Kau bersama Nona Muda ” kata jeff di seberang line telepon .
“ Iyha kita di taman , Kenapa ?”
“ King sudah turun , cepat lah kembali ”
“ Baiklah ”
“ Nona mari kita kembali King sudah turun sebentar lagi waktunya sarapan pagi ”
Mereka berjalan kembali ke dalam Mansion menuju meja makan , setibanya disana Alan sudah duduk manis dengan membaca koran harian bisnis .
“ Morning Zee ” sapa nya
“ Pagi juga ”
“ Mau sarapan sekarang ??”
“ Terserah kau saja ”
Mereka sarapan pagi dengan keheningan sampai selesai .
Alan mengelap sudut bibir nya dengan tissu , “ Hari ini aku akan ke kantor Zee ”
Zeta mengangkat bahu bingung mau menjawab apa , ikut ke kantor bosan jalan " bukan dirinya sekali .
“ ohhh iya hampir lupa ”
“ Nick ” Nick yang dipanggil mendekat
“ Iyha King ”
“ Pesan ku kemaren sudah datang ”
“ Sebentar lagi mungkin ”
“ emmm kabari aku jika sudah datang ” Nick berjalan mundur kembali ke Tempat nya semula disana juga ada Nina , Risa , Jeff , Juga Koko yun .
“ Masalah identitas mu , Nick akan mengurusnya dulu karena harus mengurus surat kehilangan dulu ke kantor polisi ”
“ uhuk .. uhuk ” Zeta yang saat itu sedang minum tersedak karna kaget dengan omongan Alan .
“ Zeta , hati - hati ” Alan beranjak menghampiri nya menepuk nepuk punggung nya .
“ Maaf ”
“ Tak apa , lain kali hati hati hmm ” ucapnya dan mengacak acak rambut Zeta .
Alan kembali duduk , menatap lekat Zeta tanpa berkedip Cantik sekali Bidadari ku , “ astaga ada apa dengan ku ” Suara hati Alan , menggeleng gelengkan kepala mengusir pikiran aneh aneh di kepala cerdasnya .
Tinnn tinn tinnnnn
“ Heyyy kenapa diluar berisik sekali , siapa itu ” ucap Alan merasa jengkel mendengar suara klakson mobil sekencang itu masuk ke dalam rumahnya .
“ Maaf King , sepertinya itu pesanan Anda ” Ucap Nick dibelakangnya .
Alan mengajak Zeta keluar mansion berdiri di teras depan “ Zee ini untuk mu ” Alan tersenyum senang karna melihat pesanan nya untuk Zeta sudah datang .
Zeta syok melihat barang mewah di depan nya mobil mewah berjenis Lamborghini Aventador warna pink dan Alphard putih , Alan bilang untuk nya tidak ini tidak benar ini berlebihan .
“ Alan ini tidak benar , Semua ini berlebihan ” mata nya berkaca kaca merasa Semua ini tidak benar .
“ Zeta , aku hanya ingin memberikan sesuatu untuk mu apakah salahhh ??” Tanya nya .
“ Tidak salah , tapi semua ini berlebihan ” Zeta sudah kehilangan kata kata karna Alan tetap bersikeras .
“ Aku ingin bicara berdua dengan mu ” Ucap Zeta pelan .
“ Kita ke kamar okeyyy ” Alan dan Zeta berjalan menuju kamar mereka .
“ Astaga Nona mendapatkan 2 mobil mewah sekaligus beruntungnya dia ” Ucap para maid yang melihat kedatangan mobil mobil mewah itu .
***
Di dalam Kamar Pribadi
Zeta dan Alan duduk di balkon kamar mereka , “ Zee kau ingin mengatakan apa , apakah mobilnya jelek sehingga kau terlihat sedih ” ucap Alan dengan nada Lembut Nya .
Zeta menggeleng kuat - kuat , “ Al ini tidak benar ”
“ Apanya ”
“ Semua ini ”
“ Kenapa Dari kemarin kau berkata seperti itu , Apanya yang tidak benar ”
“ Kenapa ???”
“ Maksudnya ”
“ Kenapa Kau baik Sekali kepadaku ” Airmata Zeta sudah meluncur Tanpa permisi .
Diraihnya tangan Zeta dan di genggam “ Apakah harus selalu ada alasan untuk seseorang melakukan sesuatu ”
“ Harus ” ucapnya pelan .
“ why ”
“ kau bahkan baru mengenal ku masih seminggu yang lalu , kau menolongku menyelamatkan hidupku , sekarang kau menampungku dan memberi ...... ” Ucapan Zeta sudah dipotong Alan
“ sssstttt .... ” Alan menaruh jari telunjuknya di depan mulut manis Zeta untuk menghentikan ucapannya .
“ Kau pantas mendapatkan nya , .....aku tidak pernah salah menilai seseorang , dan tidak perlu ada alasan untuk semua itu ” Jawab nya pelan pelan supaya Zeta memahaminya .
“ Bagi seorang gadis sepertiku alasan itu penting Alan , aku merasa tidak pantas menerima semua ini ” Ditatapnya Alan Dengan berurai air mata .
“ Don't cry Zee , aku tidak bisa melihatmu menangis dengan mata indahmu itu ” diusapnya airmata Zeta .
“ Aku merasa menjadi wanita sim ..... ” Zeta tak mampu meneruskan kalimatnya .
“ Jangan pernah berfikir seperti itu ”
“ Kau harus ingat semua ini aku lakukan untuk memberikan mu kehidupan yang Layak dan melatihmu menjadi bagian dalam hidupku ( suara hati Alan ) ”
“ Jadi tidak ada Penolakan lagi Zee , dan mulai sekarang belajarlah dengan segala sesuatu di kehidupan baru mu ... okeyy ” Alan tersenyum manis menatap Zeta .
Entah alasan apa Alan berlaku sedemikian istimewa kepada Zeta , tapi ini Semua terjadi begitu saja hati kecilnya yang menuntunnya melakukan ini semua tanpa sadar . Memberi kan segala keistimewaan , kemewahan dan limpahan kasih sayang yang tidak semua orang bisa mendapatkan nya .
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Harap maklum yaaaa kalau menemukan typo masih bertebaran dimana mana.
# Salam Sayenkkk
# Vhiey vee😘😘😘