KING AL 'S

KING AL 'S
Tegas



Zeta sudah sampai di Mansion Alan, ketika dia masih sibuk dengan pikirannya yang melayang kemana-mana Risa membuyarkan lamunan nya menyampaikan bahwa mereka sudah sampai.


“ Nona, apakah anda kurang sehat. ” tanya Risa yang melihat raut wajah Zeta yang sedikit aneh menurutnya.


“ emmm, aku tak apa kak. ” jawab Zeta.


Dari arah dalam Koko Yun dan Nina mendekat menyambut kedatangan mereka.


“ Selamat siang Nona. ” sapa mereka.


“ Siang juga Koko dan juga Nina. ” Zeta menyapa balik.


Zeta memilih berlalu naik ke lantai 2 ke kamarnya. Sesampainya di kamar dia langsung beranjak ke kamar mandi membersihkan diri.


“ Mungkin berendam air hangat dengan wewangian akan membuatku rilex ... iyaaa itu lebih baik saat ini. ” ucap Zeta bermonolog dengan dirinya sendiri.


Setelah melepas semua pakaiannya Zeta masuk ke dalam bathup untuk berendam dengan air hangat yang sebelumnya sudah dia berikan sabun dengan wangi-wangian yang bisa membuat badannya rilex.


Memejamkan mata, mencoba membuat badan dan juga fikirannya rilex dengan menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan secara berulangkali.


Setelah puas berendam, Zeta beranjak dari bathup menuju shower untuk membilas Tubuhnya. Dirasa sudah bersih dari sisa-sisa sabun yang sebelumnya dipakainya untuk mandi, Zeta mengenakan bathrobes warna pink yang sudah ada di samping wastafel beserta handuk kecil bersih yang memang di sediakan para maid untuknya.


ceklekk , bunyi suara pintu kamar mandi yang di buka Zeta.


Berjalan ke arah ranjang, duduk ditepi ranjang sambil memainkan handphone nya. Melihat akun medsos nya dan mulai membalas pesan-pesan dari temannya terdahulu memang sebelum kejadian yang menimpanya pasal hampir tenggelamnya dia di laut, Zeta sudah mempunyai berbagai akun media sosial jadi walaupun Handphone lamanya hilang pada saat tragedi itu tapi dia tidak pernah melupakan segala informasi yang di pakainya jadi dia masih bisa menggunakannya akun tersebut melalui handphone lain.


“ Setidaknya aku masih ada hiburan. ” ucap Zeta.


Dia mulai memainkan handphone dan membuka akun medsos nya, bahkan saking asyiknya dia melupakan ganti baju, rambutnya pun sudah mengering sendiri, lama kelamaan Zeta mengantuk dan tidak bisa lagi menahan kantuknya dan mulai memasuki alam mimpinya tanpa mengganti bathrobes nya.


****


Alanka masih sibuk bekerja di ruangan nya setelah sampai dikantor tadi, mengerjakan pekerjaannya yang sudah menumpuk. Tanpa mengeluh dan tanpa bersuara dia hanya fokus pada file-file yang menumpuk di sebelahnya dan jemarinya mengetak-ngetik pada keyboard di laptopnya.


“ Nick, datanglah kemari. ” panggil Alan setelah panggilan di intercom itu tersambung.


Selang lima menit Asisten Nick sudah datang ke ruangannya.


“ Ada yang bisa saya bantu King ? ” tanya Nick.


“ Tender pembangunan yang akan kita sepakati bersama Finsen Corp bagaimana, kau sudah menyelidiki latar belakang mereka ? ” bukannya menjawab Alan malah bertanya balik.


“ Sebaiknya kita tidak melanjutkannya King, memang mereka menjanjikan segala sesuatu dengan indah tapi perusahaan itu sedang goyah pada sistem kerja orang dalamnya, memang tampilan luar mereka terlihat baik-baik saja tapi pimpinan mereka tidak menyadari bahwa ada yang menggerogoti perusahaannya dari dalam. ” ujar Nick.


Nick memang selalu bisa mencari informasi apapun itu karna dia memiliki banyak koneksi dimana-mana jadi tidak akan sulit baginya mengetahui seluk beluk perusahaan manapun yang akan menjalin kerja sama dengan Alanka Corp. tapi beda cerita lagi tentang keamanan sistem di perusahaan Alanka Corp. siapapun itu akan sangat kesulitan menembus segala informasi tentang perusahaan yang di pimpin langsung oleh Alanka itu.


“ Kalau begitu kirim informasi pada mereka bahwa kita tidak akan menjalin kerjasama dengan Mereka. ” pungkas Alan.


“ Baik King. ” jawab Nick.


“ ouhhh iyha Nick aku baru ingat, Tadi Exel menghubungi ku dia bilang, dia berhasil lolos pertukaran siswa ke luar negeri. Kau sudah mengurusnya ? ” tanya Alan.


“ wahhh benarkah King, tuan muda Exel memang hebatttt tapi pihak sekolah maupun pengasuhnya belum menghubungi saya. ” jawab Nick dengan tersenyum bahagia.


“ Mungkin tuan muda Exel membuat kejutan dan ingin orang yang pertama mendengarnya adalah Anda. ” imbuhnya.


Alan tersenyum menanggapi kalimat yang dilontarkan asistennya itu.


tok .. tok ... tok...


“ Masukk. ” ucap Alan.


“ Permisi King. ” ucap Susan.


“ Ada apa ? ” tanya Alan sambil mengerjakan pekerjaan nya lagi.


“ Ada tamu yang mencari Anda King. ” ucap Susan.


“ Siapa? ” tanya Alan.


Alan sepertinya tak ingat dengan nama itu, beralih menatap Nick yang masih berdiri di depannya dengan expresi tanda tanya yang ketara. Nick seakan tau isi pikiran tuannya pun menjawab dengan lugas.


“ Sepertinya Beliau ingin menawarkan sesuatu King. ” ucap Alan.


“ Untung nya buat ku apa sehingga dia mencari ku ? ” Alan bertanya balik.


“ Beliau sedang kesulitan dana untuk menyokong perusahaan nya karna nilai saham perusahaan nya anjlok dan para investornya banyak yang mundur. ” jawab Nick.


“ Seberapa buruk kehancurannya apakah sudah tidak bisa selamat ? ” tanya Alan.


“ tersisa 30 % King. ” Jawab Nick.


“ Bawa dia masuk. ” titah Alan.


Alan menutup laptop dan berkas-berkas yang tadi dikerjakannya. Mulai menimang-nimang apa yang akan dilakukannya selanjutnya mengenai kedatangan tamu nya itu yang besar kemungkinan menginginkan bantuannya.


tok ... tok... tok..


“ Masuk. ” ucap Alan.


“ Permisi Tuan Alanka maaf mengganggu waktu anda. ” ucap Tuan Fernando.


“ Ada apa ? ” tanya Alan to the point.


“ Saya datang kesini untuk menawarkan kerja sama dengan perusahaan Anda Tuan. ” jawab Tuan Fernando.


“ Baiklah silahkan duduk dulu Tuan.... ? ” ucap Alan menggantung lupa namanya.


Tuan Fernando mendekat dan mengulurkan tangan nya, Alan menyambutnya, “ Nama saya Fernando Hermansyah dari perusahaan FERNAN Corp. ” ucap Fernando.


“ Baiklah silahkan duduk Tuan Fernando. ” Alan mempersilahkan duduk tamunya.


“ San, bawakan Minum untuk tamu ku. ” perintah Alan pada sekretarisnya.


“ Baik King. ” jawab Susan dan berlalu pergi Sekitar sepuluh menit dia sudah kembali dengan membawa Minum untuk tamu dan tuannya. Kemudian pamit undur diri.


“ Ada apakah yang membuat Tuan datang kemari? ” tanya Alan tanpa basa basi.


“ Saya ingin meminta Bantuan dari Tuan. ” ucap Fernando memelas di depan Alan.


“ Bantuan? ” tanya Alan.


“ Untuk ” tanya Alan lagi dengan tegas.


Fernando terlihat ketakutan untuk meneruskan kalimatnya karna melihat bagaimana expresi tegas dari seorang ALANKA. Tapi dia harus bisa kalau tidak ribuan manusia bisa menganggur karna perusahaannya tidak akan selamat.


“ Perusahaan saya sedang dalam keadaan Buruk Tuan, saya sudah tidak tau lagi harus kemana, saya sudah meminta bantuan kemana-mana untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan saya tapi tidak ada yang mau satu pun. ” ucap Fernando dengan raut wajah frustasi.


“ Tuan Fernando saya tidak akan sembarangan dalam hal menjalin kerja sama dengan siapapun itu, semua harus sesuai dengan prosedur perusahaan saya kalau tidak saya juga tidak akan melakukannya. ” jawab Alan dengan Tegas karna dia membangun perusahaan nya dengan kerja keras yang amat sangat keras sampai dirinya tak ingat waktu dulu dan ketika sekarang sudah berjaya dia tidak akan sembarangan dalam mengambil keputusan yang bisa membuat perusahaannya dalam bahaya.


“ Saya Mohon bantuannya Tuan, Jika pun Anda tidak mau bekerja sama dengan perusahaan saya. Mana tau anda mau membeli 70 % saham saya agar perusahaan saya bisa berjalan kembali. ” ucap Fernando sudah sangat Frustasi.


“ Jangan berharap apapun dari saya Tuan Fernando tapi saya akan tetap mempertimbangkan tentang tawaran Anda. ” Alan menilai expresi dari Tuan Fernando yang terlihat sangat frustasi.


Alan akan berlaku tegas dan tak kan pandang bulu, semua harus sesuai prosedur perusahaan yang terbilang tinggi dan sangat ketat dan selektif dalam setiap pengambilan keputusan atau apapun itu mengenai Perusahaan.


Tuan Fernando sudah kehabisan cara untuk membujuk Alanka, Tapi setidaknya dia mau mempertimbangkan kedatangannya.


Setelah kepergian Tuan Fernando, Alan dan juga Nick masih membahas tentang tawaran yang di bilang Tuan Fernando barusan.


“ Pantau terus Nick jika masih bisa diselamatkan, Beli saham 70% itu. ” Perintah Alan dengan Tegas.


“ Baik King. ”


Nick sangat tau bagaimana peringai tuannya, jika sudah menyangkut Perusahaan Alan akan sangat Tegas dan tidak mudah goyah walaupun orang itu bersujud di kakinya. Tapi jika memang masih bisa mendatangkan keuntungan Tuannya akan mengusahakan segala sesuatunya tanpa membuat Perusahaan Induknya terimbas bahaya karna dia tidak akan mau membuat perusahaan nya sendiri yang dia bangun susah payah dalam keadaan kesulitan.