
Pagi pun datang insan manusia yang masih bergelut di bawah selimut tebalnya itu menggeliat karna merasakan seberkas cahaya masuk ke sela - sela iris matanya melalui jendela Kamar nya .
" Hoammmm " Zeta menguap mengucek matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya .
Setelah mendapatkan kesadaran nya , Zeta beranjak turun dari ranjang berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri . Selang tiga puluh menit dia keluar dari kamar mandi menuju walk in closet .
“ Pakai ini saja mungkin yaa , ” diambil gaun selutut dengan motif bunga - bunga .
Setelah berganti pakaian dan sedikit memoles wajah nya supaya terlihat segar , Zeta bergegas keluar kamar dilihat nya Alan masih tidur nyenyak karna tak ingin menganggu tidur nya Zeta berjalan pelan - pelan ke arah pintu ditekan nya remote gold yang Selalu Alan taruh di atas nakas dan pintu terbuka .
“ Pagi ini aku mau ngapain disini ? ” tanyanya pada dirinya sendiri sambil berjalan ke arah lift .
Masuk kedalam lift , “ Aku bosan seperti ini terus , badanku malah sakit semua ” .
Sesampainya di lantai bawah , disana sudah ada Nina yang sedang bersih - bersih berjalan menghampiri Nina .
“ Nina ” sapa nya .
“ ouhh Nona Muda selamat pagi ” ucap Nina .
“ pagi juga , Nina ” jawab Zeta .
Zeta berjalan ke arah dapur , disana juga ada Koko yun sedang mengontrol pekerjaan bawahan nya .
“ Ko ” yang dipanggil menoleh kan kepala .
“ Selamat pagi Nona , ada yang bisa saya bantu ? ” Tanya Koko Yun .
“ Boleh kah aku memasak sendiri “ Zeta menjawab pelan takut tidak boleh lagi .
“ Tapi Nona ka ..... ” ucapan Koko yun sudah dipotong Zeta .
Menggeleng gelengkan tangan nya , “ tidak akan ” .
“ Boleh yaaa ” tanyanya lagi dengan nada memohon .
Koko Yun yang melihat raut wajah memohon dari Zeta Merasa kasihan Karna dia tau bahwa Nona Muda nya ini Pasti Kesepian dan juga bosan .
“ Baiklah tapi hanya memasak saja dan tidak lebih Nona , anda bisa memasak untuk diri anda dan King saja tidak dengan yang lain ” ucap Koko Yun .
Zeta tersenyum senang , “ Terima kasih Koko ” .
Diambil nya celemek yang diberikan Chef disebelahnya malu - malu berkata ,“ Chef kemampuan memasak saya masih rendah tolong dimaklumi yaa nanti kalau dapur anda saya berantakin ”.
“ Tidak perlu sungkan Nona ” jawab Chef tersebut dengan tersenyum .
Beranjak membuka lemari pendingin untuk mengambil sayuran dan daging . Zeta berfikir sejenak harus memasak apa , pilihan nya jatuh pada sayuran untuk membuat capcay dan ayam untuk di buat ayam panggang .
Sebagai ucapan terima kasihku aku akan membuatkan Alan sarapan pagi .
Zeta mulai memotong sayuran , membersihkan ayam yang akan dibumbui untuk membuat ayam panggang dan menyiapkan bumbu untuk menumis sayuran nya menjadi Capcay .
Satu jam kemudian Zeta sudah menyelesaikan masakan nya tinggal menata di meja makan .
***
Di Kamar Alan
Alan menggeliat mencoba membuka mata nya , menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina nya setelah mendapatkan fokus nya Alan duduk bersandar di kepala ranjang , melihat jam kecil di atas nakas masih jam 7 pagi , beranjak turun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri , tiga puluh menit kemudian dia sudah menyelesaikan ritual mandi nya bergegas menuju ke walk in closet Mengambil setelan jas untuk dipakai nya bekerja .
Setelah menyelesaikan kegiatan nya , Alan berjalan ke arah kamar Zeta dibuka nya pintu kamar itu diedarkan pandangan nya menyapu seluruh isi kamar dan yang dicari tidak tampak disana .
“ Mungkin dia sudah dibawah ” Alan beranjak meninggalkan kamarnya turun ke lantai bawah .
Ting , suara lift terbuka menandakan Alan sudah turun karna kalau Lift bersuara berarti kalau tidak Alan ya berarti Zeta karna hanya mereka berdua yang memiliki akses keluar masuk dengan lift yang hanya bisa digunakan ke lantai dua menuju kamar pribadi Alan , akses untuk naik ke lantai tiga menggunakan tangga yang langsung menghubungkan lantai satu ke lantai tiga .
Alan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan di depannya , dan pandangan nya terhenti di dapur ada yang berbeda , ternyata bidadari ku sedang berada disana .
Tersenyum melihat gadis cantik yang sedang berkutat dengan masakan nya di dapur , berjalan ke arah meja makan bersamaan sampai nya Alan di meja makan , ternyata Zeta juga sudah menyelesaikan masakan nya dan sudah menatanya di meja makan .
“ Zee , kenapa kau harus capek - capek memasak kan ada Chef yang bisa memasak kan segala yang kau ingin kan ” tanya Alan dengan tersenyum secerah mentari pagi .
“ emm .. tak apa , aku yang ingin ” jawab Zeta.
“ Coba lah ” Menuangkan Nasi di piring Alan beserta lauk pauk nya .
“Duduklah kita sarapan bersama ” titah Alan .
“ iya ” jawab Zeta .
“ Sepertinya Enak , kau sendirikah yang memasak ini semua ” tanya Akan dan Zeta hanya mengangguk kan kepala dan tersenyum .
Alan menyantap makanan yang disajikan oleh Zeta di piringnya , dirasakan setiap gigitnya di nikmati disetiap mengunyahnya bagaimana cita rasanya dan berkata , “ LEZATT ” .
Zeta mendengar Alan memuji makanan yang dibuatnya pun senang , mungkin dia bisa sedikit membalas kebaikan Alan dengan memasakkan setiap hari untuk sarapannya .
“ Wahhh sepertinya Aku harus memanfaatkan keahlianmu ” seru Alan disela kegiatan makan nya .
Alan terkekeh ,“ mungkin aku bisa memanfaatkan mu untuk merambah dunia kuliner mungkin setelah ini yaaa ”
Zeta tersenyum lembut ke arah Alan , “ aku tak masalah mungkin dengan begitu aku bisa sedikit membalas budi terhadap semua kebaikan yang telah kau berikan kepadaku ” .
Alan tertawa ,“ Heyyyyy tak perlu seperti itu , aku tak pernah menghitung apapun jika itu dengan mu jadi tak ada yang nama Nya hutang balas budi segala .... kau mengerti ”
“ Terima kasih atas semua kebaikanmu AL ” Zeta tersenyum manis menatap Alan .
.
.
.
.
.
.
TBC
# Harap maklum ya jika masih menemukan typo dimana mana karna author manusia biasa ☺☺☺
# stay save at home
# Salam Sayenkkk
# Vhiey vee😘😘😘