
Malam pun tiba , Zeta masih setia dalam tidur nyenyak nya , tapi sudah waktunya minum obat .
“ Sudah waktunya minum obat kenapa dia tidur terus, dia tidur atau pingsan sichhh” Alan bermonolog dengan dirinya sendiri .
Mendekat ke arah ranjang duduk di tepi ranjang Zeta , “ Zee , banguuuun ” ucap nya dengan lembut supaya tidak mengejutkan nya .
“ eeehhhm ” Zeta bergumam tapi tidak mau membuka mata .
“ RAZETAAAA” Kali ini Alan berucap di telinga Zeta .
“ ... ” Tidak ada jawaban bergerak pun tidak .
Berjalan ke arah telepon rumah yang berada di tembok di atas nakas , ditekannya tombol 1 untuk memanggil Koko yun .
“ Ko bawakan makan malam ke kamar saja ” Setelah terhubung
“ Baik King ”
Kali ini Alan pasti bisa membangunkan Zeta , diraihnya kepala gadis itu di taruh nya di pangkuan nya , sebelumnya dia sudah naik ke sisi sebelah kiri Zeta .
“ RAZETA SAVANA BRIANTARNA ....,..ayo bangun ” Alan membisikkan kalimat nya dengan nada menggoda di depan telinga Zeta .
“ ... ” Zeta hanya menggeliat saja .
“ Heyyyy ....Nona Muda BRIANTARNA bangun ” bisiknya lagi dengan lembut nya sarat akan nada sensual nya .
Dan berhasil Zeta membuka mata nya , dia terkejut sekali saat membuka mata pertama kali yang di lihat nya wajah tampan bak Dewa Yunani yang sedang tersenyum simpul tapi pemaksa . Zeta membelalakkan mata dengan Alis menyatuh , karna posisinya sekarang tidur dipangkuan Alan , buru - buru dia bangkit untuk duduk .
“ Kenapa k .. ka ..kau ada di disini ” Tanya Zeta dengan gugup .
Alan terkekeh “ heyyy Nona Muda ,,, kenapa memangnya , ada yang aneh kan ini rumah ku ”
“ ehh ... iya kau benar ” Jawab Zeta pelan dengan menundukkan kepala .
“ hey kenapa jadi serius begini , aku hanya bercanda tauuu ” Alan tertawa karna berhasil menggoda Zeta .
“ Nona Muda RAZETA SAVANA BRIANTARNA , ini waktunya dirimu minum obat ”
“ ke k kena kenapa kauu memanggilku seperti itu ” Ucap Zeta terbata bata karna gugup dipanggil seperti itu dan juga melihat senyum menggoda Alan dia menjadi takut sendiri .
“ Kenapa apanya ???”
“ hanya ingin ” jawab nya enteng sambil turun dari ranjang .
“ ... ” tidak tau harus bicara apa .
tok .. tok .. tok .. tok
Alan meraih romete gold di atas nakas , ditekan nya tombol hijau pintu otomatis terbuka . Masuk lah 2 maid dengan membawa makanan .
“ Taruh di meja ”
“ Baik King ” Setelah mereka menyelesaikan tugas nya , mereka pamit undur diri .
“ Ayo .. makan ”
“ Atau kau mau di suapin dengan lelaki tampan sepertiku ” ucapnya dengan nada sensual dan menaik turun kan alis nya untuk menggoda Zeta .
“ Terima kasih , tapi tidak perlu ” jawabnya pelan .
Mereka pun makan malam bersama di kamar Zeta , setelah makan Zeta meminum obatnya dibantu Alan .
“ Berbaring lah ” Zeta menurut
“ Mau langsung tidur , atau mau aku hidupkan televisi supaya kau tidak bosan ”
“ kalau kau tidak keberatan ” jawabnya lirih bahkan terdengar seperti gumaman .
Alan meraih remote televisi di laci nakas “ ini gantilah sesuai keinginanmu ” diserahkan nya remote nya .
“ Terima kasih ”
___________________________
Pagi harinya Zeta terbangun dengan badan yang masih sedikit lemas , tapi dia tidak mau menjadi manja dengan bermalas malasan .
“ Sebaiknya aku mandi dulu ” beranjak ke kamar mandi .
Setelah Tiga puluh menit menyelesaikan kegiatan nya membersihkan diri dia keluar kamar mandi dengan menggunakan bathrobe berjalan ke arah ruang ganti , sesampainya di depan lemari dia terkejut dengan isinya .
“ Astaga , kenapa banyak sekali bajunya dan juga terlalu mewah , aku tidak pantas memakai ini , tapi aku harus pakai apa !!??”
Terpaksa dia memilih satu gaun selutut dengan lengan sampai siku , bermotif polos warna peach dan memakai nya .
Setelah ganti baju , Zeta menuju meja rias , lagi dan lagi dia dibuat takjub banyak sekali alat make up lengkap Dengan peralatannya .
“ Pakai bedak saja dan lipbalm ini dah cukup ”
Keluar kamar dilihatnya Alan masih tengkurap dalam tidur lelap nya , melewati nya dengan sangat pelan supaya dia tidak terbangun .
“ Kenapa sekarang tidak ada kuncinya ” mencari cari kunci dilihatnya ada remote gold pasti itu , diambilnya dan ditekan
“ Yeee , syukurlah aku melihat remote nya ”
Setelah Zeta keluar pintu otomatis tertutup Lagi , dia berjalan ke arah lift setidaknya dia tidak pikun - pikun amat sampai lupa dimana lift nya . Turun kelantai bawah berjalan - jalan disekitaran taman , setelah puas dia kembali ke dalam mansion menuju dapur .
“ Nona Muda ” sapa Koko yun .
“ Sa .. saya , bapak menyapa saya ” koko yun hanya mengangguk membenarkan .
“ Nona mau sesuatu , biar saya ambilkan ”
“ ehhh tidak , saya hanya ingin memasak saja ”
“ memasak ??? maaf Nona sebaiknya Nona istirahat saja , masih banyak Koki disini , nanti mereka akan mendapatkan masalah kalau sampai King tau Nona kelelahan hanya gara - gara memasak ” ucapan Koko Yun dengan Sopan .
“ eemmm tak apa , aku sudah terbiasa memasak ” Zeta masih bersikeras dengan kemauan nya .
“ Ma'af Nona ” Koko yun membungkuk memohon maaf karna tidak bisa mengambil resiko kemarahan Tuan nya .
“ emm tak apa , mungkin lain kali saja ” Zeta jadi tidak enak hati melihat expresi Koko yun .
Zeta akhirnya mengalah dengan tidak jadi memasak , sekarang dia bingung mau melakukan apa , sedari kecil dia hidup dengan penuh kerja keras sekarang dia harus menjadi tuan putri rasanya membosankan sekali , ladang tulip ya aku kesana saja .
“ Permisi ”
“ Iya Nona , ada yang bisa saya bantu ” jawab maid yang sedang membersihkan ruangan .
“ emmm ....” Zeta masih tampak berfikir boleh kah dia kesana .
“ Nona memerlukan sesuatu ”
“ Apakah aku boleh melihat ladang tulip yang terlihat dari balkon lantai dua , apakah ...... aku bisa berkunjung kesana ”
“ Saya izin kepada Kepala Pelayan dulu ya Nona ” Maid itu berlalu untuk meminta izin setelah 10 menit berlalu dia kembali ke tempat Zeta .
“ Mari Nona saya antar ”
Mereka berdua berjalan menyusuri jalan setapak yang di beri bebatuan kecil tertata rapi membentuk jalan . Sesampai nya mereka disana , Zeta tampak terkesima dengan pemandangan didepan nya , aku kira ladang seperti ini hanya ada diluar negeri , ternyata di indonesia juga ada yaa , bahkan ini di kota B .
“ Bagus sekali , sangat indah ”
Zeta menikmati pemandangan di depan nya dengan takjub , ladang tulip warna warni tertata rapi di hamparan luas samping Mansion , jika dari balkon kamarnya ini sangat indah dilihat dari kejauhan . Memang Alan menempatkan ladang tulip itu samping Mansion agar terlihat jelas Dari kamar pribadinya .
Satu jam sudah mereka disana , sampai suara maid membuyarkan kesenangan nya.
“ Nona , mari kita kembali pasti King sudah menunggu Nona untuk sarapan pagi ”
“ Baik lah ” Zeta sedikit kecewa karna dia masih betah disini .