KING AL 'S

KING AL 'S
Ceroboh



Alan belum ingin melepaskan dekapannya pada Zeta. Dibelainya rambut panjang Zeta yang menjuntai di punggungnya.


“ Alaaaann, lepaskan. ” Zeta terus meronta di pelukan Alan.


“ Mau kemana? ” tanya Alan.


“ Mau.. mauuuuu. ” Zeta bingung mau menjawab apa.


“ Ayo makan Malam di bawah. ” ucap Alan dengan tersenyum.


“ Ayooo. ” jawab Zeta cepat supaya Alan mau melepaskannya jujur Zeta sangat tidak nyaman pada posisi nya sekarang.


Alan pun melepaskan Zeta, mereka berdua sudah duduk di tepi ranjang. Zeta sudah berdiri duluan dan ingin berjalan menuju pintu tapi langkah nya terhenti karna Alan mendekapnya dari belakang.


“ Heyyy kau mau kemana. ” Suara Alan terdengar sedikit meninggi.


Zeta terkejut mendengar nada suara Alan yang naik 1 oktaf, tapi tak urung dia menjawab pertanyaan Alan, “ Makan. ”


“ Kau mau aku hukum Zee. ” ucap Alan di telinga Zeta.


“ mak.. maksud.. maksudnya apa ? ” Ucap Zeta tergagap karna mendengar ancaman Alan.


“ Jangan pernah perlihatkan tubuh indahmu pada siapapun kecuali aku. ” Alan berucap Tegas.


Zeta tambah bingung dengan ucapan Alan yang terdengar posesif.


“ Ganti baju sekarang. ” Tegas Alan.


“ Gan.. ganti bajuuu? ” tanya Zeta yang masih belum sadar bahwa dirinya masih menggunakan bathrobes.


Alan memegang tali bathrobes Zeta, Zeta merasakan Alan memegang bajunya dan dia menoleh ke arah tangan Alan berada, dia terkejut karna dirinya masih belum berganti pakaian.


“ Astagaa aku belum ganti pakaian semua gara-gara handphone dan kantuk tadi aku sampai lupa ganti baju, aaaaaa maluuu. ” Maki Zeta kepada dirinya sendiri dalam hati.


“ Sudah ingat sekarang? ” tanya Alan.


“ Maaf. ” jawab Zeta dengan menundukkan kepala karna dia tau bahwa dirinya ceroboh.


“ Lain kali tak kan ada maaf Zee, kau tau satu jam yang lalu aku harus mandi 2x karna ulahmu. ” ucap Alan sedikit kesal.


Zeta hanya menunduk malu dan juga takut Alan marah, dia tidak berani bicara apalagi menjawab ucapan Alan.


“ Kamar tak dikunci, tidur pakai bathrobes tanpa selimut, yang lebih parah lagi kau ingin tauuu... ” Alan menyebutkan deretan kesalahan Zeta di depan telinganya karna posisinya Alan masih mendekap tubuh Zeta.


Zeta tidak berani menjawab tau akan kesalahan nya bisa saja ada orang lain yang masuk dan memanfaatkannya dalam tidurnya.


“ Bathrobes yang kau pakai talinya melonggar dan memperlihatkan sebagian dada dan paha putihmu. ” Alan mengucapkan kalimatnya pelan-pelan supaya Zeta bisa mencerna kalimatnya.


Zeta terkejut mendengar ucapan Alan, dia merutuki kebodohannya.


“ Kau tau bagai mana tersiksanya jiwa lelaki jika dihadapkan pada situasi seperti itu, apalagi aku lelaki normal yang masih menyukai wanita, hanya untuk menyelimuti mu saja aku harus berusaha keras menekan hawa nafsuku supaya tidak menyakiti dirimu. Dan yaa mau bagaimana lagi aku yang sudah tampan harus mandi lagi supaya tidak gila karna kecerobohanmu. ” Nada suara Alan terdengar mengintimidasi tapi masih diselipi candaan.


Zeta mengerti dengan maksud ucapan Alan, dia malu dan tidak berani bicara apapun karna memang dia salah.


“ Maaf. ” ucap Zeta Lirih.


“ Hari ini aku bisa memaafkan mu lain kali tidak Zee, kalau yang masuk aku mungkin kau bisa sedikit bernafas lega jika orang lain dan mereka ingin memanfaatkan mu bagaimana ? ” ucap Alan.


“ Akan aku ingat. ” ucap Zeta pelan.


“ Jika pun itu aku yang masuk dan aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri karna dorongan hawa nafsu bagaimana? Karna aku juga masih normal tidak menutup kemungkinan aku khilaf, mungkin saja kau akan berakhir di ranjangku tanpa sehelai benangpun itu bisa saja terjadi jika kau ceroboh lagi. ” Alan memperingatkan sekaligus memberi pengertian pada Zeta.


Zeta menghela nafas lega untung saja Alan tidak melakukan yang melebihi batas karna tingkah bodohnya.


Alan melepaskan dekapannya, beralih berdiri di depan Zeta membelai pipi mulus Zeta dan berkata, “ Selalu jaga dirimu dengan baik Zee.”


Zeta menganggukkan kepala, “ Aku ganti baju dulu. ”


“ Alan maaf. ” ucap Zeta sebelum berlalu.


Alan tersenyum, “ it's okeyy Zee, aku tunggu di depan. ”


Zeta masuk ke walk in closet dan Alan keluar kamar Zeta dan menunggu Zeta di sofa di kamarnya.


***


Alan masih menunggu Zeta berganti pakaian dengan duduk manis bersandar di sofa besar seberang ranjang nya.


Memejamkan mata dalam hatinya berkata, “ Kenapa dengan diriku aku baru saja mencium nya, dan ini lagi kenapa jantungku berdetak seperti habis lari maraton saja. Melihat wajah nya dan bibir sexy nya seakan membuatku ketagihan. Rasa aneh apa ini di dalam hatiku, Senang bahagia bila berada dekat dengannya. ”


Alan tersenyum sendiri membanyangkan ciuman mereka tadi, entah dorongan dari mana dirinya berani mencium Zeta.


“ aishhhh .. jangan jangan beneran aku jatuh cinta kepada nya. ” Alan tersenyum sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


“ Baiklah mungkin aku harus sedikit menguji diriku sendiri setelah ini, jika aku bener - bener tidak bisa berada jauh darinya dan merindukannya jika tidak bisa melihatnya. Maka sudah dipastikan Aku Mencintainya. ” ucap Alan tersenyum simpul.


Alan sendiri tak tau kapan rasa itu muncul, tapi sejak awal dia menolongnya rasa tertarik itu ada. Dan seiring berjalannya waktu rasa itu tumbuh dan bersemi, melihat wajah dan juga senyumnya membuat hati Alan berdebar debar.


***


Disisi Lain Zeta yang sudah mengganti bajunya dan sekarang sedang duduk di depan meja rias itu sedang melamun.


“ Kenapa hatiku berdebar-debar seperti ini sichh !!! Alan tadi mencium ku dan mengecup bibirku dengan sadar dan juga kenapa lagi aku tak menolak aku malah terbuai dan masuk dalam pesona Alan. Semakin hari hatiku semakin tidak karuan saja jika berdekatan dengannya. Apalagi sekarang setelah dia mengambil First kiss ku, jantungku seakan meronta-ronta jika berdekatan dengannya jangan sampai aku terkena serangan jantung karna itu semua. ” Suara hati Zeta.


“ Tapi ... ” Zeta mengingat lagi percakapan Alan dengan anak kecil itu ditelepon waktu mereka makan siang.


“ Apa aku berada pada jalur yang salah? ” tanyanya pada dirinya sendiri.


“ Jika pun benar kenapa selama aku disini, sama sekali tidak ada yang menegurku dan juga aku tak pernah melihat foto mereka. ” pikir Zeta.


“ Sudahlah jangan berharap apapun Zeta, kau harus tahu diri dan tidak melunjak dikasi hati jangan meminta jantung, sadarlahhh kau jauh dibawahnya. ” pungkas Zeta.


Akhirnya Zeta hanya menyimpan apapun itu didalam hatinya, biarkan arus takdir yang Membawanya kemanapun itu.


Setelah menyisir rambut dan merapikan bajunya lagi Zeta berjalan ke arah pintu.


ceklek


“ Sudah selesai? ” tanya Alan yang sedang duduk di sofa.


“ Sudah. ” jawab Zeta pelan.


“ Mari kita turun. ” ajak Alan.


Zeta menganggukkan kepala pertanda setuju.


Mereka turun ke lantai bawah menuju meja makan. Sesampainya disana sudah tertata rapi berbagai makanan yang menggugah selera.


“ Silahkan King dan Nona, makan malamnya sudah siap. ” ucap Koko Yun.


Alan hanya menganggukkan kepala dan Zeta yang berkata, “ terima kasih Koko yun. ”


Mereka memulai makan malam dalam keheningan karna baik Alan dan Zeta menjadi canggung karna Aktifitas ciuman mereka tadi.


“ Zee kenapa tidak makan sayur ? ” tanya Alan karna tidak tahan dengan keheningan yang membentang di antara mereka.


Zeta menoleh ke arah Alan duduk, “ aku tak terlalu suka. ”


“ Coba lah ini enak, Chef disini selalu memasak dengan lezat Zee. ” ucap Alan menyanjung Chef yang bekerja padanya, dan yang disanjung di belakang Alan sedang senyam senyum bangga pada masakannya.


“ Nanti aku coba Alan. ” ucap Zeta tidak enak hati kalau menolak.


Alan yang melihat Zeta enggan memakan sayur walaupun sudah diimingi cita rasa enak pun mengambil inisiatif, dia mengambil sayur di sendoknya dan menyodorkan nya ke depan mulut Zeta.


Zeta terkejut Alan menyuapinya, “ Nanti saja. ”


“ Zee ” Alan menggoyang goyangkan sendok yang berisi sayur itu di depan mulut Zeta pertanda dia harus mencobanya.


Zeta menggelengkan kepala.


“ Sedikit saja ” ucap Alan lembut.


Zeta pasrah tidak bisa menolak, entah apa yang akan terjadi nanti, diterimanya suapan dari sendok Alan.


“ huek ... huek.. ”


.


.


..


.


.


.


..


TBC


# harap maklum ya kalau masih ketemu typo di setiap part karna author manusia biasa bukan manusia bisa segalanya hehehehhe😊


# Salam sayankk


# stay save at home


# semoga kita semua selalu sehat


#Vhiey vee😘😘😘