
Perjalanan mereka menjadi sedikit lama karna terjebak kemacetan , Alan mendapatkan ide dari kepala nya . Di ambilnya smartphone pintarnya dari saku nya Mencari nomer telepon asistennya .
*tut tut tut tut
“ Hallo King ” sapanya ketika sambungan telah terhubung.
“ Aku masih terjebak kemacetan , Meeting pagi ini kau tangani dulu aku tak akan datang ” ucap Alan .
“ Baik King ”
tuttttttttttt, Panggilan diputus sepihak oleh Alan .
“ Kenapa ini macet lama sekali sich ” Alan menggerutu kesal karna sudah setengah jam berlalu mobil tak bergerak sama sekali .
Zeta hanya diam saja , tidak ingin menambah kekesalan Alan karna terjebak kemacetan dia sendiri juga sudah bosan .
“ Akhirnya bergerak juga , ” ucap Alan .
Perjalanan mereka berlangsung dalam keheningan . Alan membelokkan mobil mereka menuju mall terbesar di sekitar situ . Zeta mengernyitkan dahi bingung kenapa malah kesini bukannya mau ke kantor yaa tadi , mobil berhenti di basement . Alan keluar dari mobil setengah mengitari nya untuk membukakan pintu untuk Zeta dan melepaskan seatbelt nya .
“ Kenapa kita kesini ” Tanya Zeta setelah keluar Dari mobil .
“ Hanya ingin ” jawab nya acuh .
Dari Arah belakang datang 2 pengawal pribadi Alan dan 4 pengawal pribadi Zeta tidak lupa Risa asisten pribadi Zeta . Berhubung Alan mahir dalam ilmu bela diri jadi dia tidak menggunakan bodyguard banyak - banyak bahkan kemampuan bela diri mereka masih dibawah Alan.
Mereka berjalan beriringan di depan sendiri 2 bodyguard Alan dan dipaling belakang ada dua , samping kanan kiri satu satu sedangkan Zeta dan Alan berada di antara mereka berjalan ditengah disusul di belakangnya ada Risa .
Mereka Menjadi pusat perhatian semua orang yang berada di sekitar situ , siapa yang tidak mengenal lelaki tampan berparas rupawan itu , apalagi dengan segala kekayaannya dan kekuasaannya . Tapi yang membuat mereka penasaran adalah siapa yang berada disamping nya .
“ *Siapa itu , apakah kekasihnya cantik sekali ”
“ Memang mereka cocok Cantik dan Ganteng”
“ Cantik nya gadis itu , memang yaa sepaket athuuu antenggg athuuu Antikkkk aaaaaa*”
Suara bisik bisik dari banyak nya kerumunan di sekitar situ , Alan bahkan hanya acuh saja beda dengan Zeta dia tidak suka menjadi Perhatian publik .
Alan terus berjalan hingga berhenti di salah satu store yang menjual berbagai smartphone , kemudian berjalan masuk ke dalam nya . Sang Pemilik store dengan tergopoh gopoh menyambut mereka karna tau siapa tamu yang sedang berkunjung ke toko mereka .
“ Selamat datang Tuan ” sapa Pemilik toko dan Para Karyawan Yang berada di situ .
Alan hanya mengangkat tangan nya mempersilahkan Mereka kembali bekerja .
“ Ada yang bisa saya bantu Tuan ” Tanya pemilik toko
“ Keluarkan Smartphone terbaru kalian dan tunjukkan pada Nona disebelahku ini dia yang akan memilih ” jawabnya enteng se enteng beli kacang goreng he he he he.
Zeta memegang tangan Alan , yang dipegang pun menoleh , “ Apa ” Alan mengernyitkan dahi bingung .
Zeta tidak ingin bicara karna banyak pasang mata menatap nya , dia hanya menggelengkan kepala pertanda tidak mau , tapi Alan mengangguk kan kepala pertanda harus . Mau bagaimana lagi jika sudah begitu yang dia bisa hanya menurut . Mereka dipersilahkan menunggu di sofa besar yang ada di tempat khusus bagi tamu penting , sepuluh menit kemudian datang lah Pemilik toko dengan karyawannya dengan membawa berbagai jenis smartphone keluaran terbaru yang harganya selangit bahkan bisa buat beli sepeda motor .
“ Ini semua smartphone keluaran terbaru bulan ini Tuan ” Ditaruhnya dimeja dijejer rapi kayak mau main kartu he he he .
Menatap Zeta untuk mengintrupsinya agar memilih smartphone di depan nya , “ Zee ”
Zeta hanya menatapnya saja bingung melihat banyak sekali smartphone bagus - bagus di depannya .
“ Permisi Nona ini mungkin cocok dengan Nona , design nya elegan tapi feminin , dia mempunyai fitur yang lengkap dan canggih , dan juga sudah anti air ” Saran dari karyawan yang berdiri di samping tempat duduk nya.
“ Pilihlah , mana yang kau suka ” Seru Alan .
drtt drtttt drttt drttt , Smartphone Alan bergetar pertanda ada yang penting Karna hanya keadaan mendesak Atau darurat saja siapapun itu boleh menelponnya , dan tidak sembarang orang yang tau Nomor telepon pribadi Alan .
“ Zeee , aku mau angkat telepon dulu yaa pilihlah apapun yang kau suka ” ucap Alan dan berlalu pergi untuk mengangkat telepon .
Setelah mendapatkan tempat yang nyaman untuk menerima telepon , Alan melihat siapa yang menghubunginya .
“ Ada apa Nick menelpon ” Digesernya tombol hijau dan membawa Benda itu ke depan telinganya .
“ Ada apa Nick ” Tanya Alan .
“ Informasi tentang Nona sudah saya dapatkan King ” Jawaban Nick Dari seberang line telepon .
“ Kerja Bagus ” Panggilan pun berakhir setelahnya Alan kembali ke tempat Zeta berada tadi .
Duduk di sebelah Zeta “ Bagaimana sudah dapat ”
Zeta hanya mengangguk dan berkata pelan “ sudah ” .
“ Yang Mana ” Di pegangnya untuk menunjukkan pada Alan .
“ emmm okey ”
“ Aku ambil yang itu ” mengambil dompet dari saku jas nya , di tariknya satu card gold dan menyerahkan nya pada sang pemilik toko .
Setelah semua nya selesai , barang nya di berikan disambut Risa sebagai asisten nya .
Mereka keluar dari store tersebut , berjalan ke arah basement sesampainya disana Alan berhenti di depan mobil Zeta ,
“ Zee aku harus ke kantor sekarang , kamu tak apakan bersama Mereka ” Dibelai nya puncak kepala Zeta dengan tersenyum lembut .
“ Iya ” Jawab nya dengan menganggukkan kepala .
“ Risa bawa mobilnya dengan benar , jangan mengebut jaga Nona ” .
“ Jeff tanggung jawabmu di mulai dari sekarang ”
“ Baik King ” Jawab Risa dan Jeff dengan membungkuk hormat.
“ Aku pergi dulu yaa ” Setelahnya Alan pergi ke kantor dengan bodyguardnya dan Zeta kembali ke Mansion ditemani para asisten dan bodyguard nya .
__________________________
Di kantor ALANKA CORP
Alan sudah tiba di kantor Nya , masuk lobby menaiki lift ke ruangan kerjanya.
tinggg
Susan menyambut kedatangan atasannya “ Selamat siang King ”
Alan hanya mengangguk masuk ke dalam ruangan nya sedangkan 2 bodyguard nya tadi diam mematung di luar berjaga di depan pintu .
Setelah duduk dikursinya dia menekan intercom yang menghubungkan nya pada Asistenya .
“ Kemari lah ”
“ Baik King ” jawab Nick .
Selang lima menit Asisten Nick datang ke ruangan nya membawa laporan yang ditunggu Alan .
“ Ini informasi yang anda minta King ” ucap Nick .
“ eemmn kemarikan ”
Diserahkan nya laporan itu kepada Alan , lelaki tampan itu mulai Membuka map dan Membaca nya dengan teliti tentang Informasi identitas dari Zeta , gadis yang sudah beberapa hari hidup berdekatan dengan dirinya .
RAZETA SAVANA berumur 19 tahun lahir di kota kecil di sebelah timur indonesia , lahir tanggal 10 - 10 - 2001 dari pasangan Sobari Husada dan Lutfiah Anggraeni . Pendidikan terakhir SMA , orang tua nya bercerai setahun kemudian ibunya Meninggal Karna sakit - sakitan . Setelah kepergian ibunya dia datang ke Ayah kandungnya dan tidak diterima lagi , semua keluarga nya menganggapnya Hanya sebagai Pengganggu seperti parasit . Dia harus berjuang melawan keras Nya Hidup sendirian dan ketika dia ingin mengadu nasip dikota kapal yang ditumpangi nya di bajak oleh seseorang yang mengharuskan nya Lompat ke laut lepas untuk menyelamatkan diri .
Gadis Cantik bak bidadari yang mempunyai tinggi badan 158 cm tubuh mungil , hidung mancung , berkulit putih , ramput lurus panjang dengan warna hitam pekat , yang memiliki sifat rendah hati , sopan kepada siapapun , tidak sombong , mau bekerja keras .
Alan membaca Semua sedetail detail nya tanpa terlewat semua tentang Zeta sampai selesai dan menyimpan di memori otak nya .
“ Kau yakin Nick ini sudah semua ” Tanya nya pada Nick yang masih berada di depan nya .
“ Sudah King ”
“ Baiklah terima kasih ” Nick pun meninggal kan ruangan atasannya .
“ Jadi ini sebabnya sampai kau terdampar di pulau ku waktu itu ” Alan mengingat masa dimana dia menyelamatkan Zeta ketika dia hampir tenggelam di lautan lepas .
Alan melamun “ Apakah Kau Mengirimnya untuk ku Tuhan , dari sekian banyak wanita di sekitar ku tapi dia yang kau beri jalan dengan sangat mudah nya . Ternyata instingku selalu benar bahwa memang dia pantas mendapatkan semua keistimewaan yang aku berikan , dia gadis yang baik dan juga cantik ”
Alan tersenyum senang dengan informasi mengenai Zeta yang dia dapatkan sekarang dia hanya perlu memastikan hati nya benar atau tidak , jika memang dia ada rasa dia akan berjuang mendapatkan cinta nya dan jika memang tidak ada rasa atau bisa dibilang hanya sekedar rasa empati pada sesama manusia dia akan tetap membantu Zeta kedepan nya .
.
.
.
.
.
.
.
.
..TBC
# Harap maklum ya jika masih menemukan typo dimana mana Karna author hanya manusia biasa dan juga masih amatiran 😊😊😊
# Salam sayenkkkk
#Vhiey vee