KING AL 'S

KING AL 'S
MURKA



Alan yang saat itu berada pada ruang meeting di restoran sebuah Mall, Restoran yang dimana memiliki ruangan privasi yang biasa digunakan kaum Elite untuk mengadakan pertemuan yang membutuhkan privasi keamanan tinggi, entah kenapa ingin sekali mendengar suara Zeta, disela kegiatannya dia menyempatkan menelpon Bidadari nya.


💖 Bidadariku 💖 call.....


tutt


tutt


tutt


Lama akhirnya tersambung juga.


“ Honey, kenapa lama sekali sich jawabnya. ” ucap Alan.


“ Maaf King ini Jeff. ” jawab seberang line telepon. Alan mengernyitkan dahi, bingung kenapa yang menjawab pengawalnya Zeta.


“ Kenapa kau yang jawab dimana Nona Muda. ” Tanya Alan merasa ada yang tidak beres karena tidak biasanya.


Tidak ada jawaban dari line seberang telepon yang membuat Alan semakin curiga bahwa ada yang tidak beres sedang terjadi pada wanitanya.


“ Jefffff jawabbbb dimana Nona. ” Bentak Alan sudah mulai kehilangan kesabaran karna semua berhubungan dengan Zeta, yang mana membuat semua orang yang berada pada ruangan itu dibuat terkejut mendengar suara Alan membentak seseorang di telepon nya.


“ Nona pingsan King. ” jawab Jeff pelan di seberang line telpon.


Duarrrr.


Bagai disambar petir di siang bolong Alan mendengar jawaban Jeff di sambungan telpon membuat nya terkejut.


“ Apaaaaaaa. ” suara Alan semakin menggelegar karena terkejut.


“ Dimana kalian sekarang. ” suara Alan masih sama tingginya.


“ Kami berada di Mall xxx lantai dua store aksesoris sebelah restoran jepang King. ” jawab Jeff diseberang line telepon.


Itu kan masih di gedung yang sama dengan ku saat ini. Batin Alan.


“ Tunggu disana, Jaga Nona ....hari ini kau sudah membuatku kecewa Jeff. ” ucap Alan dingin sarat penuh rasa kekecewaan lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Alan tanpa basa-basi langsung berlari keluar ruangan itu menuju tempat dimana Zeta berada tanpa menghiraukan kebingungan semua orang yang ditinggalkannya dalam ruangan itu.


Nick dan juga para bodyguard nya sudah ikut berlari menyusul tuannya.


* * *


Di lain sisi Zeta masih belum sadarkan diri tergeletak di lantai berpangkuan paha Risa sebagai bantalan kepalanya.


“ Sebenarnya apa yang terjadi sampai Nona Muda jadi seperti ini. ” Tanya Jeff pada Risa dengan mengusap wajahnya kasar merasa kecewa pada dirinya sendiri kenapa bisa sampai kecolongan sampai mengakibatkan Nona Mudanya menjadi seperti ini.


“ Sudah lah jangan banyak tanya, ayo cepat angkat Nona Muda ke sofa itu sebelum King datang dan melihat Nona masih tergeletak disini!!! Itu akan tambah membuat King Murka pada kita semua. ” Seru Risa sambil menunjuk sofa besar di ruang tunggu VIP dengan expresi yang juga merasa ketakutan.


Jeff pun mengangkat Nona nya menuju Sofa dan merebahkan tubuhnya di sofa dengan berbantalkan bantal Sofa diikuti Risa disampingnya yang masih setia mendampingi Nona Mudanya yang masih pingsan.


Jeff langsung memberikan instruksi pada para bodyguard nya untuk mengamankan lokasi karna banyak yang melihat kejadian itu, banyak yang merekam kejadian itu dan Jeff memberikan instruksinya supaya mereka semua memastikan tidak ada video yang akan beredar luas, dan menyuruh mereka bubar dari tempat itu. Selanjutnya ia memanggil manager toko tersebut.


“ Anda manager toko ini. ” tanya Jeff pada wanita patuh baya yang berada di depannya.


“ Benar Pak maaf atas semua ketidak nyamanan ini. ” ucap Wanita itu sambil menundukkan kepala sebagai permohonan maaf atas semua kejadian yang beberapa menit lalu menimpa Customer nya itu.


“ Tutup Toko ini sementara waktu karena atasan saya akan segera Kemari. ” ucap Jeff memandang wanita di depannya.


Wanita itu terkejut mendengar ucapan dari pria didepan nya ini, Karna kalau toko nya ditutup pasti akan dikenakan denda dan juga mengalami kerugian. Semua expresi itu tak luput dari penglihatan Jeff dan dia menyadari kegelisahan manager toko itu.


“ Kami akan mengganti Semua kerugian nya, segera tutup toko ini sementara. ” perintah nya tegas dan langsung di laksanakan oleh manager store tersebut.


Risa sendiri sedang mengoleskan minyak angin di depan hidung Zeta supaya dia sadar. Sedangkan Jeff sekarang sudah berada di depan gadis yang menyebabkan semua masalah ini terjadi.


“ Siapa Namamu. ” tanya Jeff dengan nada dingin sarat akan ancaman.


“ Kau tak perlu tau nama ku, sekarang lepaskan aku. ” teriak gadis itu sambil meronta ronta minta di lepaskan.


“ Baik lah. ” jawab Jeff berjalan mendekat dan merampas tas yang dipegang gadis itu, setelah mendapatkan tas tersebut Jeff langsung mencari KTP gadis tersebut, dilihatnya di kartu tersebut dia masih lajang. Beralih mencari telepon ketika sudah ketemu Jeff langsung membuka handphone itu yang untungnya tidak memiliki sandi jadi dia tidak perlu repot-repot lagi untuk membukanya, dicari nya kontak nama Orang tuanya berhubung dia masih lajang berarti penanggung jawab nya pasti Ayah nya dan ditelponnya nomer telpon Ayahnya setelah tersambung kemudian memintanya menemui anaknya di tempat mereka berada saat ini.


Gadis itu masih berteriak- teriak minta dilepaskan tangannya karna sedari tadi kedua Tangannya dipegang erat oleh dua bodyguard Zeta.


* * *


Alan masih berlari diikuti Nick dan para bodyguard di belakangnya. Nick sudah diberi tahu duduk perkara yang sudah terjadi oleh Alan bahwa Zeta sedang pingsan yang juga berada di Mall yang sama dengan yang meraka masuki saat ini. Nick berinisiatif mengajak security Mall ini untuk menunjukkan jalan kemana mereka harus berjalan supaya cepat sampai di store yang mereka ingin tuju, tak lupa Nick juga mengintruksikan pada security tersebut untuk memanggil manager utama Mall tersebut untuk menemui mereka.


Alan semakin mempercepat langkahnya karena sudah melihat store yang di sebutkan pengawal Zeta tadi.


Brakkk, suara pintu dibuka dengan sangat kerasnya.


Semua orang yang berada Didalam sana sontak terkejut mendapati siapa yang datang, yaa siapa yang tidak kenal dengannya sang pengusaha kaya dengan segala kesempurnaan fisiknya ALANKA BRIANTARNA.


“ Honeyyyy. ” Teriak Alan di ambang pintu saat melihat Zeta terbaring di sofa belum sadarkan diri dan kemudian berlari menghampirinya.


Risa dan Jeff menunduk hormat melihat atasannya datang dan sedikit memundurkan tubuh Meraka supaya memberi ruang untuk mereka berdua.


Alan langsung berjongkok berlutut di depan sofa tersebut menatap Zeta yang masih setia memenjamkan mata.


“ Honeyyy.. bangun kenapa bisa jadi seperti ini. ” ucap Alan khawatir sambil mengoleskan minyak angin didepan hidung Zeta.


“ Honey jangan buat aku cemas donkk, ayo bangun. ” Alan berucap lembut tapi penuh dengan rasa kecemasan. Apalagi Alan melihat memar di pipi mulus Zeta yang Alan tau itu sudah pasti bekas tamparan yang sangat keras karna memar itu jelas terlihat yang mana membuat Alan emosi.


Lima menit masih belum sadarkan diri Zeta, Alan beralih menatap semua orang yang berada disana dengan tajam dengan wajah merah Padam menahan amarah yang sedang bergejolak di dalam dirinya.


“ Ada apa ini sebenarnya. ” tanya Alan dingin melihat semua orang bergantian dengan penuh nada yang jelas sangat mengintimidasi setiap orang yang berada disitu.


Gadis yang tadi mendorong Zeta pun jadi gemetar ketakutan karna mengetahui sedang berhadapan dengan siapa dirinya saat ini.


Risa yang lebih tau duduk permasalahannya pun maju satu langkah menundukan kepala memberi hormat pada Alan dan memulai menceritakan Semua yang terjadi sebernarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi.


Alan sudah Semakin ingin meledakkan amarahnya mendengar cerita kejadian yang sebenarnya, dirinya bahkan tidak pernah menggunakan tangannya sendiri untuk menyakiti Zeta sama sekali seujung kuku pun dia tidak akan pernah melakukannya.


tok tok tok, dari arah pintu ada yang mengetuk dan masuk lah pria belum terlalu tua bahkan masih terlihat bugar menghampiri mereka, memberi hormat pada Alan.


“ Ada Apa ini Vio ? ” tanya nya pada gadis pembuat onar.


“ Paaa,, aku tidak salah. ” ucap gadis itu mencari pembelaan.


“ Lantas kau ingin bilang bahwa wanita ku yang salah begitu. ” ucap Alan dengan suara menggeram menahan amarah.


“ Sebenarnya apa yang terjadi Tuan? ” Ayah gadis itu masih belum paham pada inti Semua masalah yang terjadi.


“ Kau tak lihat, putri mu melukai wanitaku. ” bentak Alan padanya.


Jeff segera memperlihatkan rekaman video yang diambilnya dari cctv store tersebut kepada ayah gadis itu sebagai bukti kejahatan putri nya.


“ Vio apa yang kamu lakukan. ” bentak sang ayah pada putrinya.


“ Aku tidak salah pa. ” ucap gadis itu semakin menbuat Alan naik pitam.


Alan berjalan ke arah mereka kemudian menarik kasar tangan gadis itu dan mencengkeramnya sangat kuat sampai gadis itu meringis kesakitan.


“ Auww... ishh sa.. sakittt. ” Ringis Gadis itu merasakan tangan nya hampir remuk di cengkeram Alan.


“ Tangan ini kan yang kau gunakan memukul wanitaku. ” tanya Alan dengan penuh emosi.


“ Tuan ampuni putri saya. ” ucap Ayah gadis itu memohon ampun melihat kemarahan Alan yang siap meledak kapan saja.


“ Apa ... ampun, kauuu mudah sekali bilang ampun, putri mu bahkan tertawa melihat wanitaku tergelatak tak sadarkan diri karna ulah nya...kau masih mau aku mengampuni muu. ” Bentak Alan semakin emosi tak terkendali.


“ Aku bahkan tak pernah menggunakan tanganku untuk menyakitinya se..u.. ju..ng kuku pun kau tauuu....aku bahkan mampu mematahkan Tangan dan kaki siapa pun yang ingin menyakitinya,,, sekarang kau minta ampun....sudah terlambat kau tak kan mampu mengembalikan wajah cantik nya yang sudah terluka Karna ulah putrimu ini. ” ucap Alan Dengan suara yang sudah naik 5 oktaf beserta kemarahannya yang meledak.


Semua Orang menunduk ketakutan Melihat Amarah Alan yang meledak tak ada yang berani bersuara apalagi melihat ke arah Alan berdiri sekarang. Gadis itu sudah menangis sesenggukan merasakan tangan nya yang sudah semakin kesakitan karna cengkraman Alan pada tangannya.


“ hiks..hiks.. am..ampun tuan, ampuni saya tolong lepaskan tangan saya tuan hiks hiks. ” ucap gadis itu disela- sela sesenggukkannya. Sedang Ayahnya sudah berlutut mengatupkan kedua Tangannya di depan dada memohon ampun untuk putrinya.


“ Bagaimana kalau ku patahkan sekalian tangan mu ini supaya tidak ada Kejadian seperti ini lagi. ” Tawar Alan dengan senyum seringainya.


“ Ti.. tid.. tidakkkk hiks... hiks ampun tuann. ” gadis itu berteriak ketakutan ditambah dengan cekalan ditangan nya semakin kuat dan bisa saja setelah ini tangan nya patah mungkin.


“ Dimana senyum kemenanganmu tadi setelah kau melukai wanitaku... dimana kesombongan mu tadi hah. ” Bentak Alan pada gadis itu.


“ Am.. amp..ampun tuan auwww sa..sakitt... hiks. ” gadis itu hanya bisa menangis sesenggukan dan memohon ampun.


Sifat Alan yang tersembunyi sudah dibangunkan oleh gadis itu, jika dia sudah MURKA tak akan ada yang berani mendekatinya. Jadi jangan sampai mengusik atau melukai apa yang sangat dijaga oleh Alan kalau tidak ingin merasakan kemurkaannya.


Tanpa mereka sadari Zeta sudah sadar karna mereka semua menunduk jadi tidak ada yang memperhatikannya, semula dia masih pusing detik berikutnya ketika mendengar Suara kemarahan Alan pada gadis itu dia segera bangun dari rebahannya berjalan mendekati mereka tanpa menghiraukan pusing di kepala nya. Berjalan mendekat ke arah Alan dan setelah dia berdiri tepat di belakang Alan didekap nya tubuh Alan dari belakang untuk menenangkannya dan juga berpegangan karna jujur kepalanya masih pusing.


“ Lepaskan dia Al. ” Suara lembut Zeta membuat Alan terkejut. Dia menengok kebelakang punggungnya disana Zeta sedang mendekapnya.


“ Tangan ini sudah melukai mu, aku tak akan membiarkan dia lolos begitu saja. ” Geram Alan dengan suara Rendah menahan emosinya.


Zeta berjalan kedepan Alan dan memeluknya Sangat erat supaya Alan tenang.


“ Ampuni putri saya tuan. ” ucap Ayah gadis itu memohon pengampunan. Zeta melihat kasihan pada orang itu.


Zeta memeluk Alan semakin erat dan mengelus-elus punggung lelaki itu, dia tau kenapa sampai Alan marah besar semata-mata hanya ingin melindungi dirinya. Jadi dia berkewajiban untuk membuat Alan meredakan Amarahnya.


“ Al....i am okey. Jadi lepaskan gadis itu tangan nya bisa terluka. ” ucap Zeta lembut mendongakkan kepala menatap manik mata Alan dan tersenyum sambil mengelus-elus pipi mulus Alan.


Alan sendiri sudah mulai bisa meredakan emosinya Hanya dengan melihat senyum indah Zeta. Didekapnya gadis itu kedalam dada bidang nya menggunakan tangan satunya yang bebas. Menghela napas panjang, menatap tajam gadis pembuat onar itu kemudian menghempaskan tangan gadis itu sampai dia tersungkur ke lantai.


Alan menghela Zeta ke dalam rengkuhannya, dihirupnya banyak-banyak wangi rambut yang akhir-akhir ini menjadi candu baginya untuk menenangkan dirinya sendiri.


“ Aku tak apa Alan. ” ucap Zeta didalam dekapan Lelaki yang selalu bisa melindungi dirinya selama dia bersamanya.


Bersambung 💙


.


.


.


.


.


.


.


.


.


#Terima kasih karna selalu sabar menunggu up nya author yaa..☺


# Dikarenakan author sedikit sibuk jadi telat up, terima kasih atas support kalian.


Jangan lupa kasih aku like, comment positif supaya aku lebih semangat, kasih rating juga yaa😀, sama jangan lupa Vote nya yang banyak yaa gaesss 😇


# Salam Sayenkk


#Vhiey_vee 😘😘😘