
Zeta merasa lega karna Alan sudah mau melepaskan tangan gadis itu, dilihatnya gadis itu masih menangis duduk dilantai sambil memegang pergelangan tangannya yang memerah karna cengkraman Alan yang begitu kuat.
“ Zee, are you okey. ” tanya Alan dengan memegang pipi Zeta.
Zeta mengangguk sambil tersenyum padahal dalam kenyataan nya kepalanya masih pusing karna terbentur tadi.
“ Sudah yaaa semua ini cuma salah paham. ” jawab Zeta masih berusaha menenangkan Alan supaya tidak kwatir dan marah lagi.
Alan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan itu.
“ Kau. ” tunjuk Alan dengan tatapan tajamnya pada orangtua gadis pembuat onar tadi.
“ Ma...maaf tuan, sa saya sungguh minta maaf untuk semua perbuatan jahat putri saya. ” ucapnya dengan suara bergetar ketakutan sambil memeluk putrinya yang masih menangis.
“ Urusan kita belum selesai, tidak semudah yang kau bayangkan. Maaf mungkin wanitaku bisa memaafkan mu tapi tidak semudah itu untukku. ” ucap Alan dengan nada yang penuh dengan intimidasi.
“ AL........ ” seru Zeta sedikit menggeram kesal karna Alan tak kunjung menyudahi semua masalah ini.
Alan sama sekali tak terpengaruh dengan ucapan Zeta, mengabaikan protesnya. Dia merasa kalau gadis pembuat onar itu tidak diberi sedikit pelajaran dia tidak akan pernah sadar akan kesombongannya.
“ Aku mau pulang. ” ucap Zeta sedikit ketus karna merasa kesal pada Alan.
Bukan Alan namanya jika Zeta sudah merasa kesal dengan dirinya dan tidak bisa membuat nya luluh lagi. Dikecupnya dahi Zeta dengan sayang dan membelai rambut Zeta dengan penuh kelembutan. Dieratkannya pelukannya pada pinggang wanitanya itu.
“ Aku tidak akan terpengaruh, lepas. ” Zeta memberengut kesal pada Alan dan mencoba melepaskan diri dari rengkuhan Alan.
Alan tersenyum kali ini usaha nya gagal, dan kalau sudah begini kalau tidak di penuhi Zeta akan bener - bener marah padanya.
“ Ok fine kali ini kalian bisa bernafas lega karna aku tak kan memperpanjang masalah ini. Cepatlah pergi jangan sampai aku berubah pikiran karna masih melihat wajah kalian yang sungguh menyebalkan. ” ujar Alan dengan lantangnya sambil menatap gadis pembuat onar itu dan orang tua nya. Dua orang itu langsung lari terbirit-birit menjauh dari wilayah tersebut tanpa menoleh kebelakang lagi.
“ Sudah kan. ” ucap Alan sambil mengangkat dagu Zeta supaya menatap manik matanya.
Zeta menganggukkan kepala karna merasa lega karna Alan sudah menyudahi semua masalah yang juga melibatkan dirinya sampai pingsan itu. Alan menyeringai tersenyum penuh arti Mungkin Alan melepaskan mereka kali ini tapi dia akan tetap memberi mereka pelajaran setelah ini tanpa Zeta tahu.
Alan menghela Zeta duduk di sofa lagi, setelah mereka duduk Alan melihat dahi Zeta yang memerah.
“ Auhhh. ” Ringis Zeta ketika Alan menyentuh dahinya yang memerah bekas terbentur.
“ Sorry honeyy. ” seru Alan dengan cepat menarik tangan nya kembali.
Zeta hanya tersenyum , “ tak apa. ”
“ Kita kerumah sakit Yaaaa. ” Kata Alan dengan pandangan kwatir.
“ Pulang. ” Zeta menggelengkan kepala kuat-kuat menolak.
Alan menghempuskan nafas dengan kasar, terkadang gadis yang sudah berhasil merebut seluruh hatinya ini memang keras kepala kalau sudah menginginkan sesuatu apapun itu. Akhirnya dia mengalah karna tak ingin melihat wajah muram Bidadarinya kalau tidak dipenuhi keinginannya.
“ Jeff urus semua kekacauan ini, Dan kau Nick kembalilah ke kantor. Aku akan menemani Nona Muda pulang dan tak kan kembali ke kantor. ” Putus Alan.
Alan dan Zeta sudah pergi meninggalkan tempat itu, pulang menuju Mansion Alan. Sesampainya dimansion Alan menghela Zeta ke kamar pribadinya setelah sebelumnya di periksa dokter dan diberikan obat pereda nyeri dan juga salep di dahi dan juga pipinya.
.
(Di mansion Alan tepatnya dikamar utama miliknya , dia memiliki kamar dengan ukuran yang bisa dikatakan sangat besar dan didalamnya terdiri dari dua bagian , kamar utama yang terlihat langsung dari pintu dan jika kita masuk lebih dalam lagi kita juga bisa menemukan kamar pribadi Alan yang saat ini ditempati Zeta , dan itu memiliki sekat pintu dan juga dinding pembatas jadi mereka tidak satu ranjang yaaaa😁 ).
***
Sebulan setelah kejadian di mall yang membuat Alan meradang karna ada yang berani menyakiti wanitanya itu telah berlalu. Setelah kejadian itu Zeta sama sekali tidak bisa lepas dari pengawalan supaya kejadian itu tidak terulang kembali.
Alan mengatakan pada Zeta bahwa nanti malam, Alan akan mengajak Zeta makan malam di luar.
“ Kak, bagaimana penampilanku. ” Zeta mematut dirinya didepan cermin.
“ Sempurna Nona. ” Jawab Risa sembari tersenyum memperhatikan penampilan Nona Mudanya.
“ Pasti King Akan terpesona sampai tidak bisa berkedip. ” Risa terkekeh dengan nada menggoda ke pada Zeta.
Zeta tersipu malu mendengar penuturan asisten pribadinya itu.
“ Kakak berlebihan dalam memujiku. ” Zeta tersenyum ke arah Risa.
Sekali lagi dia memutar dirinya nya menghadap ke cermin, mematut dirinya sekali lagi memastikan tidak ada yang terlewat kan.
“ Alan sejauh ini kenapa kau selalu mengistimewakan aku, sampai sampai hati ini tidak bisa memungkiri bahwa rasa itu timbul dengan sendirinya walau aku berusaha menyangkalnya dengan berbagai cara. Mungkin dia memang baik pada setiap Orang...Mungkin dia memang hanya iba karna di dunia ini diriku tak memiliki siapapun lagi.Tapi......apakah aku terlihat seperti gadis murahan jika aku menerima perasaan Alan kepadaku. Bahkan setiap detik Alan selalu menunjukkan rasa cintanya padaku dengan ketulusan, apakah aku terlihat seperti orang jual mahal jika terus menolaknya terus-terusan. Bullshit jika aku tidak baper akan perlakuan nya nyatanya hatiku sudah dipenuhi oleh namanya seorang. Aku harus bagaimana? Hatiku menginginkan nya tapi disisi lain aku tidak ingin orang lain memandangku buruk dengan berfikir bahwa aku memanfaatkan Alan karna aku bukan lah siapa-siapa bahkan orangtuaku saja tak menginginkan ku. Bahkan terbersit pun tidak, aku sama sekali tidak menginginkan kemewahan atau segala macam kekayaan Alan. Aku hanya melihatnya dengan ketulusan hatiku pada dirinya. ” Batin Zeta.
“ Nona...nona. ” Risa menggoyang-goyangkan lengan Zeta untuk menyadarkan nya.
“ ehh. ” Zeta terhenyak tersadar dari lamunannya.
“ Apa kak. ” tanya Zeta dengan wajah bingungnya.
“ Nona kenapa? ” tanya Risa balik.
“ Mobilnya sudah siap di bawah, dan Nick juga mengabari kalau King sudah menuju tempat pertemuan. ” jawab Risa.
Jantung Zeta seakan lari maraton, meronta ronta seakan minta dikeluarkan.
dag
dig
dug
“ Baiklah. ” seru Zeta mencoba menenangkan dirinya sendiri. Menghirup udara banyak-banyak setelah itu menghembuskannya lewat mulut.
Mereka sudah memasuki mobil, mobil pun berjalan membelah jalanan yang ramai padat kendaraan yang berlalu lalang karna hari ini weekend.
Zeta duduk dengan tidak tenang, jantungnya bahkan tidak bisa berdetak dengan normal. Dia merasa bingung harus bagaimana nanti ketika bertemu Alan. Naif jika Zeta tidak tahu maksud Alan mengajaknya makan malam diluar kalau tidak ada tujuan tertentu entah apa itu Zeta sendiri tidak tahu, kenapa Zeta bisa menyimpulkan pemikiran itu Karna Alan sama sekali tidak menyukai acara yang tidak bermanfaat kalau sekedar makan malam dia lebih suka memakan masakan Zeta di mansion saja jadi bisa dipastikan ada yang mau Alan lakukan.
“ Nona....anda kenapa? ” tanya Risa setelah sekian lama melihat gelagat Nona Mudanya seperti tidak nyaman.
“Ah,,,.. tidak ada kak. ” jawab Zeta sekenanya.
“ Apakah ada masalah. ” Risa bertanya kwatir manakala Zeta masih duduk dengan gelisah.
“ Tidak...tidak kak. Aku tidak apa. ” Zeta memekik berseru dengan lantang sampai membuat Risa dan juga pak supir terkejut.
“ Aku hanya Gugup saja kak. ” Zeta berucap dengan suara pelan karna malu.
Sedangkan Risa dan pak supir hanya tersenyum melihat kelakuan Nona Mudanya.
“ Sudah sampai Nona. ” Ucap Pak supir lalu keluar mobil dan membukakan pintu untuk Nona Mudanya.
Zeta keluar mobil setelah dibukakan pintu oleh sang supir, sedikit merapikan pakaian nya yang kusut Karna duduk dimobil. Ketika dia melangkahkan kakinya baru dua langkah dia dikejutkan dengan suara seseorang.
“ Kau. ”
Deg.
Bersambung 💙
.
.
.
.
.
.
.
.
.
______________
Hay hayyyyyy gimana kabarnya readerss tercintakuuuu😘😘😘😘
maafkan diriku karna baru muncul,,, dikarenakan ada kepentingan didunia nyata jadinya aku baru bisa Up,,,,,🙏🙏🙏
Semoga kalian sehat selalu dan selalu sabar menunggu diriku yang masih amatiran ini😍
Jangan lupa dukung aku yaaa...dengan
like setelah membaca😁
comment positif supaya aku tambah semangat 😚
Vote juga yang banyak yaaa💖💖💖
Bantu kasih rating author yaaa dengan bintang 5 okee okceeee👍👍
Semoga kita selalu bahagia untuk semua readers ku yang ter luv luvvvvv💗💗💗
# Salam Sayankkk
# Vhiey_vee 😘😘😘