
“ King , Nona sepertinya sudah SADAR .”
***
Alan berlari menuju kamarnya , sampai disana dia bergegas melihat gadis itu .
“ Kalian boleh keluar biar aku yang menemani Nona ” Alan mengisyaratkan mereka semua keluar dari Kamarnya Karna dia melihat gadis itu hanya menangis dalam diam sambil memejamkan mata .
“ Kenapa kau tidak mau Membuka mata , aku tau kau sudah sadar ” . Alan duduk di tepi ranjang menatap gadis itu .
Sedangkan yang di ajak bicara masih belum mau membuka mata tapi airmata nya terus mengalir .
Alan menghapus air mata itu dengan tangan halus nya .
“ Apapun yang terjadi pada dirimu sebelum nya , aku tidak akan bertanya . ” Alan berucap dengan nada yang sangat lembut agar tak membuat dia takut
“ Istirahat lah , tenang kan dirimu kau akan aman disini jadi jangan takut ” Ucap Alan sambil mengelus puncak kepala nya supaya dia tenang . Setelah beberapa saat terdengar dengkuran halus dari gadis itu yang menandakan dia sudah tertidur , Alan berhenti mengelus kepala nya ,merapikan rambutnya supaya tidak menutupi wajah cantik nya , membenarkan selimut nya .
Hari pun berlalu tanpa ada kemajuan yang istimewa tapi setidaknya gadis itu sudah sadar.
***
Pagi hari nya dokter berkunjung untuk melakukan pemeriksaan . Dokter sudah berdiskusi dengan Alan sebelum memeriksa nya , Alan memberi tau bahwa semalam dia sudah sadar tapi enggan untuk membuka mata.
“ Kondisinya sudah stabil tuan ” Kata dokter sambil menatap Alan. Dokter tau bahwa pasien nya tidak tidur tapi tidak mau membuka mata .
“ Kapan kondisi nya akan pulih , apakah fisik nya perlu pemeriksaan lain atau pemeriksaan organ dalam ” Tanya Alan yang berdiri di dekat tepi ranjang dengan kedua tangan bersidekap di depan dada .
“ Sepertinya tidak tuan , fisik Nona sepertinya tidak apa - apa tapi kalau Nona mengeluhkan sesuatu kita bisa mengeceknya secara keseluruhan ” Jawab sang dokter
“Infus nya juga sudah bisa di cabut karna Nona juga sudah membaik ” Tambah nya dan beralih ke punggung tangan pasien nya untuk mencabut jarum infus .
“Baik lah tuan saya permisi , dan ini resep obat untuk Nona “ Ucap sang Dokter dan memberikan kertas resep untuk ditebus kepada Alan .
“ Trima kasih Dokter ”
Setelah dokter keluar , Alan duduk di tepi ranjang .
“ Sampai kapan kau akan menutup mata mu “
“.....” tidak ada jawaban.
“ Kau sudah di beri Kesempatan ke dua untuk bisa melihat indah nya dunia , tapi sepertinya kau tidak memanfaatkan nya ” Alan mencoba berbicara selembut mungkin supaya dia tidak takut karna Alan tau mungkin gadis ini mengalami trauma .
“ ..... ” masih tidak ada jawaban.
“ Semua keputusan ada pada dirimu sendiri , jangan sampai kau terbelenggu pada ketakutan mu ” Alan berhasil memancing nya untuk merespon ucapan nya dan yaaa , tubuh gadis itu bergetar seperti menahan tangis.
“ ... “
Alan masih sabar duduk ditepi ranjang untuk menjaganya . Beberapa saat Alan mendengar isak tangis lirih dari gadis itu masih dengan mata tertutup .
“ hiksss .. hikss ..” isak tangis lirih itu membuat Alan merasa Iba.
“ Menangis lah jika itu membuat mu lebih lega ” Alan berucap dengan nada lembut sambil mengusap kepala nya.
“ Hikss .... hiksss .. hiksss” isak tangis nya semakin terdengar lebih keras dari sebelumnya , air mata membanjiri pipi putih mulus nya .
Gadis itu menangis sesengguk kan dengan mata tertutup , dengan mengigit bibir Bawahnya , air mata nya menganak sungai di pipi mulusnya . Alan membiarkan nya meluapkan segala kepedihannya melalui tangisan nya . Sebenarnya Alan tidak tega melihatnya Menangis sesenggukan seperti itu , tapi itu Semua dia lakukan supaya beban di kepala gadis itu sedikit berkurang . Setelah beberapa saat menangis akhirnya dia sedikit tenang tapi masih sesenggukan lirih .
“ Sekarang sudah lebih tenang ???” Tanya Alan
Alan beranjak berdiri , menunduk ke arah gadis itu untuk meraup tubuh gadis itu ke dalam gendongan nya . Berjalan ke arah balkon dan menduduk kan gadis itu di sofa . Setelah memastikan posisi nya nyaman , Alan menyeret kursi untuk nya sendiri supaya lebih dekat denganNya.
“ Tidak kah kau ingin melihat pemandangan indah di depan mata mu saat ini ” Kata Alan dengan nada sangat lembut nya .
“ ...... ” Tidak ada jawaban.
“ Apapun yang terjadi padamu kemaren - kemaren dunia yang indah ini tidak memiliki salah apapun terhadap mu ” .
“Hiks. ... hi ..hiks ...hiksss .... hiksss ”
“ Jangan membuang kesempatan ke dua mu dengan bersikap seperti ini , Hargai lah anugrah yang diberikan Tuhan ke padamu untuk bisa melihat indah nya dunia lagi ”
“ hikss ... hikss... hikss ” . Air matanya trus mengalir membanjiri pipi putih mulus nya.
“ Buka lah matamu , pelan pelan saja ” Alan menggenggam tangan nya untuk mengalirkan kekuatan kepadanya .
“ Ayo ” Matanya terbuka sedikit demi sedikit , mengercap ngercap mencari kesadaran seutuhnya . Yang pertama di lihat nya Ketika sudah melihat dengan Jelas adalah lautan lepas yang tersinari terik matahari yang memancarkan kilau nya , langit biru yang sangat indah mengitari Nya , angin yang berhembus sejuk menerpa kulit mulusnya .
“ Hiks hiks hikss ,,,,hiks hu hu huhuaaaa ” Dia menangis sesenggukan dengan memukul mukul dada nya yang terasa sesak supaya bisa bernafas karna dia merasa tercekik karna merasa perasaan nya tak karuan .
Alan yang melihat nya memukul mukul dadanya seakan kesulitan bernafas , segera menariknya ke dalam pelukan nya . Tangisan nya pecah di pelukan Alan , menangis sejadi jadi nya .
“ Sudah merasa baikan ” Alan melepaskan pelukannya setelah dia sedikit lebih tenang dan mengusap air mata nya agar tidak menghalangi ke cantikan Nya . Gadis itu hanya bisa mengangguk kan kepala nya sebagai jawabannya . Dan Mereka menikmati pemandangan laut lepas bersama dalam keheningan .
***
tok tok tok
Alan mengambil remote yang ada di atas Meja depan sofa yang mereka duduki dan menekan nya pintu Kamarnya otomatis terbuka . Asisten Nick muncul dari balik pintu berjalan ke arah balkon tempat Mereka berada
“ Permisi King ”
“ Hemmm .... Ada apa Nick ” Tanya Alan menatap asisten nya.
“ Ini laporan hari ini King “ Nick menyerahkan ipad Alan untuk memberikan laporan harian dari perusahaan pusat .
Asisten Nick melihat gadis yang duduk di sebelah atasannya tanpa berkedip , terpana akan kecantikan nya walau pun tanpa make up , tanpa aksesoris yang berlebihan.
Sedangkan yang di tatap tak menyadarinya , dia hanya diam menatap ke depan tak berkedip pandangan nya masih kosong , pikiran nya masih kesana kemari tanpa arah tujuan.
Alan menyadari tatapan asisten nya itu pada gadis di sebelah nya , Alan berdecak “ ck , lihatlah mata nya itu mau ku colok apa ".
“ ehemmm ” Alan berdehem keras untuk menyadarkan asisten nya dan saat itu juga Nick sadar akan kelakuan nya.
“ Ma'af King ” Jawab Nick gelagapan karna ketahuan sedang menatap gadis disebelah tuan nya .
“ Jaga mata mu itu , kalau tidak kau tau sendiri bukan kalau tangan ku sudah ku angkat ” Ancam Alan dengan nada tegas nya .
🌺🌺🌺🌺
TBC
# Harap maklum ya kalau masih menemukan typo di mana mana
# Salam halu
vhiey vee