
Setelah mereka resmi berteman , mereka terlihat lebih akrab dengan banyak mengobrol .
“ Nona sungguh baik dia tidak membedakan status seseorang ” suara hati Nina .
“ King tak salah memilih ” Suara hati Risa .
“ Setidaknya aku tidak sendiri lagi , mereka berdua baik ” Zeta tersenyum melihat ke arah Risa dan Nina .
“ Nona ini sudah malam ” ucap Risa .
“ tapi kak aku masih belum mengantuk , aku bosan sendirian di atas ” jawab Zeta dengan murung .
“ Bagaimana kalau kita buat permainan ?? ” Nina memberi saran .
“ Tapi ini sudah malam ” kata Risa .
“ emmm tak apa sebentar aja ” ucap Zeta dengan nada memohon .
“ tidak lama yaa nanti kalau King tau Nona belum Istirahat nanti beliau Marah ” akhirnya Risa mengalah .
“ Main apa sekarang Nina ” Tanya Zeta dengan Antusias .
Tiba - tiba Nina berlari ke arah belakang setelah 5 menit dia kembali dengan membawa sebuah penutup Mata .
“ Nina untuk apa itu Jangan macam - macam ” Risa memperingatkan Nina .
“ Kak risa ... emmm bolehkah aku juga memanggilmu kakak ” Nina senyam senyum meminta diperbolehkan memanggilnya KakAk juga .
“ terserah ” Risa Menjawab dengan Acuh .
“ Nina kita mau main apa ?? Jangan yang sulit ya Karna aku tak pandai ” ucap Zeta dengan tersenyum simpul .
“ Baik lah kita mulai , sini ” Nina berjalan ke tempat yang agak luas dan rata tanpa ada apapun . Zeta Dan Risa mengikutinya , Nina mengajak mereka hompimpa.
“ Lets go kita hompimpa dulu Nona , siapa yang kalah ditutup matanya ” ucap Nina .
“ satu dua ti .... ga ”
“ yahhh kenapa Seri ” percobaan Pertama seri .
“ Pimpa ” Ucap mereka .
“ Seri ”
" Satu kali lagi ”
“ Pimmm pa ” dan ya yang kalah Nina .
“ yahhhhhh kenapa jadi aku yang kalah ” Nina kecewa karna dia yang Pertama kali ditutup matanya .
“ hwaha Ha ha , terima kekalahan mu Nina ” ledek Zeta .
“ Ya sudah lah tak apa , permainannya ketika yang kalah ditutup mata nya dan yang lain nya berdiri di depan nya dan bebas bertukar tempat , ketika yang kalah menangkap yang lain Nya , dan dia harus menebak siapa yang dia tangkap dan jika tidak bisa Menebak akan ada hukuman ” ucap Nina menjelaskan panjang lebar .
“ Lalu hukuman nya apa ?? ” tanya Zeta .
“ terserah yang menang , bagaimana ?? ” ucap Nina dengan tersenyum sumringah .
“ ok aku setuju ” Zeta juga antusias .
“ Kak ” Zeta menatap Risa meminta persetujuan .
Risa hanya bisa mengangguk pasrah mau bagaimana lagi dua lawan satu akan tetap menang yang dua kan .
“ Ayo tutup matamu ” Perintah Zeta Pada Nina .
Nina segera menutup matanya , “ ayo berpegangan tangan lalu kita memutar sebanyak 5 x dan berhenti lalu kalian berdua berdiri di depan ku sejangkauan boleh bertukar tempat sesuka hati dan aku akan menebak ” .
Mereka berpegangan tangan , lalu berputar sebanyak 5 x dan berhenti didepan yang ditutup mata nya , kemudian dia akan menebak siapa yang dia tangkap atau sentuh tubuh nya .
“ Happpp ” ucap Nina menangkap entah siapa .
Nina memegang tubuh orang itu dan menebak “ Kak Risa ”
“ Yeyyyyy benar ” ketika Nina sudah Membuka matanya .
Mereka pun melakukan permainannya sampai berulang kali , di sisi lain Alan yang baru memasuki mansion segera disambut oleh kepala pelayan nya .
“ Ko , apakah dia sudah makan ?? ” Tanya Alan .
“ sudah King ” jawab nya
“ Ya sudah saya naik dulu , berikan aku kopi hitam ke atas ” perintah Alan .
“ Baik King ”
Alan berlalu pergi ke kamarnya , setelah sampai disana dia langsung membersihkan diri dan ganti baju , bertepatan setelah dia membuka pintu kamar mandi Kepala pelayan yun datang membawakan kopi .
“ Permisi King ”
“ Taruh di balkon saja Ko ”
“ Baik ” jawabnya dan menuju ke balkon kamar yang menghadap ke taman dan ladang tulip yang bersebelahan .
Alan menyusul ke balkon untuk menikmati secangkir kopi panasnya . Duduk di sofa menikmati kopi ditemani Koko Yun . Samar samar dia Mendengar tawa dan kegaduhan dari bawah tepatnya seperti di taman .
(ayo kak cepet putar dia sampek pusing )
(Rasain kamu Nina ini kan ide kamu jadi makan deh kekalahan mu hwa ha ha)
( Ampun Nona saya sudah pusing* )
Alan berdiri di tepi balkon yang ada pembatas nya , berdiri disana menatap ke arah taman dilihatnya gadis yang mengusik pikirannya sedang tertawa terbahak bahagia dengan para pelayan nya .
Alan terkekeh , “ aku kira dia sudah tidur ”
“ Nona belum ingin istirahat karna merasa bosan sendirian disini King makanya mereka menemani Nona ” jawab Koko Yun .
“ Biarkan nanti biar aku yang jemput dia ” putus Alan dan kembali duduk di sofa menikmati kopi nya .
“ Baik King ” Koko Yun pamit undur diri .
Setelah menghabiskan kopi Nya , Alan beranjak ke lantai bawah dan berjalan menuju ke taman dimana Bidadarinya berada . Berdiri di ambang pintu yang mengarah ke taman dengan bersidekap di dada .
“ hoooommmpimpaaaa ” ucap mereka bersama an .
“ Hwaaaa Nona kau kalah silah kan berputar putar ya ” Ledek Nina dan Risa Hanya tersenyum .
“ Baiklah ” Nina memasangkan penutup mata ke Zeta dan mulai berputar putar .
“ Ha ha ha ha Nina kak Risa aku pusing ” Ucap Zeta di sela - sela ketawanya.
“ Nona mau curang ya , saya dan kak Risa berputar sudah 20 x lebih jadi Nona tidak boleh curang ” Ucap Nina sambil tertawa .
Tawa Zeta pecah , “ bwahaha ha ha Nina sudah berapa kali ini ” .
“ 4 x Nona ha ha ha ” mereka bertiga masih berputar - putar .
Dan berhenti ketika Mereka berhenti berputar Alan mendekat , Risa yang menyadari kedatangan tuannya pun memberikan jalan untuknya disusul Nina yang mengikuti gerakan Risa . Sekarang Alan sudah berdiri di depan Zeta tanpa diduga Zeta mendekapnya .
“ Happppppp kena kau ” ucap Zeta kegirangan .
Alan yang di tangkap pun dalam hatinya kegirangan seperti mendapat jackpot .
“ Kak Risa ” Tebak Zeta
“ Kak tapi kenapa kau jadi tinggi sekali sich ”
Alan tersenyum dia memang belum berbicara karna masih menikmati dekapan dari Zeta .
“ Kakkkkk aku sudah pusing kenapa kalian tidak ada yang menjawab ku ” Rengeknya manja kepada orang yang dianggap Risa .
Alan Mengangkat tangan Nya melepaskan penutup Mata Zeta dan berbisik, “ Senyum mu sungguh indah Bidadari ku ” .
Zeta membelalakkan mata terkejut ketika penutup matanya dibuka dilihatnya di depannya ada Alan yang sedang tersenyum dan membisikkan kata yang membuat tubuh Zeta membeku dan yang lebih gila nya lagi saat ini posisinya Zeta sedang memeluk Alan yang tadi dia kira itu Risa .
“ Zee are you okey ” Alan terkekeh .
“ hehhhh ... apa ” Zeta tersadar dengan posisinya dia buru - buru ingin melepaskan diri dari Alan tapi nyatanya dia kalah cepat dari lelaki itu , Alan sudah balik memeluk Zeta dengan erat .
Alan tersenyum , “ Ini sudah malam aku datang untuk menjemputmu , mari kita ke atas hmm ”
Zeta hanya menunduk malu , disana juga masih ada Nina dan Risa . Zeta hanya mengangguk menunjukkan persetujuannya .
“ Ayo ini sudah malam , nanti kau sakit ”
“ Kalian istirahat lah , Nona sudah bersama ku ”
“ Baik King , Selamat Malam King dan juga Nona ” ucap mereka dan undur diri .
Alan sudah melepaskan pelukannya , ditatapnya mata Zeta yang berkilauan beralih menggenggam tangan lembut Zeta dan beranjak meninggalkan taman menuju lantai atas di mana kamar mereka berada . Mereka pun sudah beristirahat di kamar mereka masing - masing .
*Hari ini berlalu begitu indah
.
.
.
.
.
.
..
.
TBC*
**Harap maklum ya jika masih menemukan typo dimana mana karna author manusia biasa .
# salam sayenkk
# Vhiey vee**