
Acara masih tetap berlanjut, Zeta berusaha bersikap biasa saja padahal hatinya masih sedih setelah teringat akan bundanya.
“ Kapan kau sampai disini? ” tanya Zeta beralih menatap ke arah Alan.
“ Belum lama. ” Alan tersenyum menatap balik Zeta.
“ Tersenyum lah karna kita datang kesini untuk memberi Semangat Kepada mereka. ” ucap Alan.
Zeta mengangguk dan berusaha tersenyum.
“ Selamat datang Tuan Alanka. ” sapa salah satu ketua panitia yang datang menghampiri mereka.
Alan dan Zeta berdiri menyambut uluran tangan orang yang datang menyapanya.
“ Terima kasih atas sambutannya tuan. ” ucap Alan.
“ Kami sangat terkesan anda mau menghadiri acara kami ini. ” ucapnya sambil sedikit membungkuk hormat.
“ Tidak perlu begitu kebetulan saya sedang tidak sibuk jadi bisa datang. ” ucap Alan padahal dalam kenyataan nya dia bergegas menyelesaikan urusan kantornya agar bisa menghadiri acara baksos tersebut sekaligus untuk menemani Zeta.
“ Baiklah saya permisi, semoga Tuan dan Nona nyaman berada di acara ini. ” Ucap ketua panitia itu memberi hormat setelahnya berlalu pergi.
Alan dan Zeta kembali duduk lagi, dan larut dalam acara tersebut. Zeta nampak antusias mengikuti acara baksos itu, terlihat dari raut wajah nya dia nampak begitu menikmati acara tersebut.
“ Baik lah mari kita masuk acara selanjutnya yaitu penggalangan dana untuk disumbangkan pada mereka semua yang membutuhkan. ” ucap MC yang membawakan acara.
Panitia acara tersebut mendatangi meja-meja para tamu barangkali mereka berkenan menyumbangkan sedikit penghasilan mereka. Ketika salah seorang panitia menghampiri Alan dan Zeta, Zeta mengeluarkan Card yang diberikan Alan tadi pagi dan menyerahkannya kepada panitia yang menghampiri mereka.
“ Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan. ” ucap Alan.
“ Terima kasih Tuan dan Nona, semoga kalian selalu bahagia. ” jawab Ketua panitia tersebut.
Acara dilanjutkan dengan berbagai rangkaian acara, Alan dan Zeta banyak berbincang-bincang tentang kegiatan sosial yang membuat mereka semakin akrab.
“ Baiklah sampai pada penghujung acara, kami segenap panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu yang sudah berkenan hadir dan menyisihkan sedikit penghasilannya kepada mereka yang membutuhkan, kami semua mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk bantuan yang telah anda semua berikan. ” Ucap MC acara mengakhiri acara tersebut.
Para tamu sudah beranjak meninggalkan acara tersebut, ketika Alan dan Zeta hendak keluar dari tempat acara mereka dihampiri penyelenggara acara bakti sosial tersebut.
“ Tuan dan Nona saya pribadi berterimakasih kepada anda karna berkenan hadir dan membantu dalam acara ini dengan mendonasikan dana dengan jumlah yang sangat besar. ” Ucapnya dan membungkuk hormat karna dia tau jumlah donasi yang diberikan Alan sangat banyak dibanding yang lain.
Alan menjawab, “ Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan, dan juga Semoga acara-acara seperti ini bisa menyalurkan bantuannya kepada Mereka yang memang sangat membutuhkan dan tepat pada sasaran. ”
“ Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik Tuan. ” imbuhnya lagi.
Alan dan Zeta sudah meninggalkan tempat acara, mereka berjalan beriringan menuju parkiran dimana mobil mereka berada.
“ Zee, mau langsung pulang atau makan dulu? ” Tanya Alan sambil melihat jam tangan nya yang sudah menunjukkan waktu makan siang.
“ emmm ... Terserah kamu saja Al. ” jawab Zeta.
“ Baiklah mungkin kita makan siang dulu saja. ” pungkas Alan.
Mereka pun berlalu pergi dari tempat itu menuju tempat makan. Alan dan Zeta berada satu mobil menggunakan Mobil mewah Alan. Perjalanan memakan waktu dua puluh menit, sesampainya mereka di restaurant mereka langsung menuju Ruang VIP yang ada di restaurant tersebut, Zeta hanya mengekor di belakang Alan. Nick memang sudah mempersiapkan segala sesuatunya sampai hal-hal terkecil sekalipun apalagi ini untuk tempat makan Tuannya dia akan menjadi sangat selektif dalam memilih.
“ Silahkan masuk King. ” Nick membuka pintu ruang VIP tersebut .
Alan dan Zeta sudah duduk dan memilih menu, Nick dan yang lainnya sudah pamit undur diri untuk makan siang di ruangan lain supaya tidak mengganggu Tuan dan Nona nya.
“ Silahkan menikmati Tuan dan Nona. ” ucap pelayan yang datang mengantarkan makanan yang mereka pesan kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.
“ Zee, ayo dimakan. ” ucap Alan lembut.
“ i ... iy iyha. ” jawab Zeta gugup karna canggung dia hanya berdua dengan Alan.
“ Ayo di makan, makanan ini tidak akan habis jika hanya dilihat. ” Alan tersenyum.
Zeta mengangguk dan menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan kemudian mulai memakan makanan di depannya.
“ hahhhhh... Zeta kau harus bisa bersikap baik jangan menjadi orang yang tidak tahu diri. ”
Batin Zeta.
Mereka berdua makan dalam keheningan, hanya ada suara dentingan dari sendok dan garpu beradu dengan piring yang terisi makanan yang bisa dipastikan bisa menggugah selera makan siapapun yang melihatnya, karena tampilan makanan tersebut sungguh indah di pandang mata tentu dengan cita rasa yang bisa dibilang lezat.
“ Kau menyukainya Zee? ” Tanya Alan.
Zeta mengangguk, ” Dia Cantik. ”
“ Kau ingin bertemu dengan nya ? ” tanya Alan lagi .
“ Sungguh bisaa. ” Zeta bertanya dengan antusias nya.
“ Tentu. ” jawab Alan dengan senyum mengembang.
“ Aku akan meminta Nick untuk mencari di mana dia tinggal selama ini. ” ucap Alan.
“ Tidak perlu repot Al. ” jawab Zeta merasa tidak enak hati karna merepotkan Alan terus menerus.
“ Apapun untukmu Zee. ” Alan tersenyum lembut menatap Zeta.
Mereka sedikit berbincang-bincang untuk mencairkan suasana agar tidak canggung. Karna Zeta juga bingung mau bicara apa jadi dia hanya menjawab sesekali pertanyaan yang diberikan Alan, sedangkan Alan sendiri hanya menanyakan hal-hal remeh temeh tanpa menyinggung masalalu Zeta karna dia tidak mau membuat suasana yang sudah sedikit demi sedikit mencair itu menjadi canggung lagi.
“ Aku akan ke kantor setelah ini mau ikut ? ” Tanya Alan.
“ Bolehkah aku pulang saja. ” jawab Zeta Lirih takut Alan tidak setuju.
“ emm baiklah kau pulang saja tak apa, istirahatlah dirumah supaya kondisimu tidak menurun lagi. ” Alan tersenyum mengakhiri kalimatnya.
“ Terimakasih Alan. ” ucap Zeta tersenyum balik menatap Alan.
Alan masih menikmati kopi nya sedangkan Zeta sedang memakan dessert yang tadi dipilihnya.
drrrtttt .... drtttt ... drttttt
Suara handphone Alan memecah keheningan di antara mereka, Alan masih sibuk dengan kopinya belum ingin mengangkat telepon entah dari siapa padahal dia juga mendengarnya.
“ Alan, Handphone kamu bergetar. ” ucap Zeta mengira bahwa Alan tidak menyadari handphone nya berbunyi.
“ iyaa Zee aku masih menikmati kopi ku, kalau sudah dingin aku tidak suka. ” jawab Alan masih setia dengan kopinya.
drttttt.... drttt.... ddrtttt , Handphone Alan bergetar lagi.
“ Mana tau itu penting. ” Zeta berucap lagi.
“ Baiklah. ” putus Alan karna Zeta menegur nya terus akhirnya dia meninggalkan kopi yang sedang dinikmatinya dan beralih mengambil handphone yang sedari tadi berbunyi.
Dilihatnya nomer dari orang yang sudah tidak asing lagi baginya di layar handphone, sedang menghubunginya melalui Videocall dan menunggu jawaban darinya tanpa menunggu lama lagi Alan segera menggeser tombol hijau untuk menerimanya.
“ Hallo. ” sapa Alan setelah panggilan tersambung.
“ Paaaapppp, aku berhasil lolos pertukaran siswa ke luar negeri bulan depaannn.” ucap suara di seberang line telepon dengan girang seakan mendapatkan sebuah hadiah besar.
“ Pap ... pap .. maksudnya papa!!! ” Batin Zeta Syok.
.
.
.
.
.
.
.
.TBC
#Harap maklum yaa jika menemukan typo dimana mana nn karna author manusia biasa , biasa salahnya he he he 😊😊😊
# salam sayankkk
# Vhiey vee😘😘😘