
Zeta sudah sampai di dalam Mansion , dilihat nya Alan sudah duduk di Meja Makan dengan Ipad ditangan nya .
“ Zee ”
“ Iyha ”
“ Mari sini ,,,, ayo sarapan ” Beralih menatap Zeta yang masih berjalan ke arah nya .
“ Iyha ” .
Mereka pun sarapan bersama dalam keheningan hanya ada suara dentingan sendok garpu beradu dengan piring .
“ Bagaimana kondisi mu apakah sudah membaik ??” Tanya Alan setelah menyelesaikan makan nya .
“ Sudah baikan ” Jawab nya pelan .
Hari ini hari minggu jadi Alan tidak akan pergi ke kantor paling hanya acara jamuan - jamuan makan itu pun kalau dirinya berkenan Hadir .
“ Kau dari mana sepagi ini sudah keluar hmm ”
“ aku melihat Ladang Tulip ”
“ Eemmm kau suka ” tanya nya dengan tersenyum .
“ Bagus sekali ”
“ Besok pagi kita kesana lagi , aku akan menemanimu okeyy ” Senyum nya sungguh membuat siapa saja meleleh melihat nya sungguh tampan .
Zeta hanya mengangguk .
***
Di ruangan Kerja mansion
Nick menggerutu kesal karna banyak sekali telepon yang ingin bicara pada tuannya .
“ *Maaf ya tuan , King tidak bisa menerima telpon Saat ini beliau masih sibuk ”
“ Beliau tidak bisa diganggu ”
“ Mungkin lain kali bisa anda menghubungi kembali* ” dan banyak lagi .
“ Dasar penjilat ” , gerutu Nick mereka tidak tau apa ini hari minggu waktunya bersantai .
Karna tuntutan Pekerjaan Nick harus tinggal di mansion supaya lebih efisien waktu , karna tuannya bisa saja sewaktu-waktu membutuhkan nya , sebenarnya sich ada satu lagi asisten Pribadi Alan yaaa posisi yang sejajar dengannya Memang ada dua orang , itu semua karna banyak nya pekerjaan yang harus mereka Lakukan . Nick dan juga Randi , yaaa namanya Randi saat ini dia sedang menyelesaikan scandal perusahaan di cabang amerika karna mengalami gangguan . Mereka berdua adalah tangan kanan sekaligus tangan kiri bagi ALANKA .
***
Alan sedang duduk menikmati pemandangan di depan nya , Ada Zeta yang sedang duduk menonton Televisi .
“ Ke kenapa kau menatap ku seperti itu ” Merasa diperhatikan Zeta melihat Alan yang sedang sibuk menatap nya tanpa henti padahal di tangan nya ada Ipad yang sedang mengantri pekerjaan nya .
“ Tanya saja Pada mataku , aku juga tidak tahu ” Alan terkekeh .
“ jangan begitu ”
“ aku ingin bicara ” ucap Zeta dengan suara lirih takut kalau apa yang akan di ucap kan nya tidak mendapat jawaban yang di ingin kan nya .
“ bicara saja “ mengalihkan pandangan nya pada Zeta .
“ Kenapa ”
“ Aku tidak bisa seperti ini terus , aku ingin mencari pekerjaan dan mencari kontrakan untuk ku tinggali ” ucap nya dengan menundukkan kepala .
“ Kenapa harus seperti itu Zee , apa kau kekurangan disini ???" Tanya nya dengan menatap lekat ke arah Zeta .
“ Aku tidak bisa menggantungkan hidupku pada orang lain , aku tidak ......mau ” ucap nya semakin lirih .
“ Tatap aku Zee jika kau ingin bicara “
“ ... ” Mata Zeta sudah berkaca kaca mendengar suara dingin Alan .
“ RAZETA , kau ingin bicara atau tidak angkat kepala mu , aku tak suka melihat mu seperti itu ” Alan menggeram kesal mendengar perkataan Zeta , bahkan dirinya bisa menghidupi orang sekota jika dia mau , ini malah mau pergi .
Akhirnya Zeta sedikit mengangkat kepalanya tapi pandangan matanya menatap ke bawah karna tidak mau Alan melihat nya seperti ini , “ Aku tidak terbiasa hidup seperti ini ” .
“ Kalau begitu biasa kan ”
“ tidak ” menggelengkan kepala cepat - cepat .
“ Why "
“ Aku tidak ingin menjadi beban untuk siapa pun ” Air matanya pun meluncur tanpa pamit .
“ Siapa yang bilang kau adalah beban ku ,,, aku senang kau berada di dekat ku ”
Alan tau Zeta menangis tapi dia harus tegas ke padanya , karna dia tidak suka di bantah .
“Kau akan tetap di sini , kalau kau bosan ikut lah ke kantor bersama ku ”
“ Hiks .. hiks .. ak aku tidak bi .. .bisa seperti ini , hiks hiks aku tidak bisa ” tangis Zeta pecah sudah .
“ RAZETA , kau akan tetap disini dan kau harus terima TIDAK ADA PE NO LA KAN ” Perintah sekaligus peringatan untuk Zeta sebenarnya dia tidak tega melihat nya menangis seperti itu tapi harus dia lakukan supaya Zeta menurut padanya .
Alan berlalu pergi dari kamarnya menuju ke tempat Gim untuk berolahraga menghilangkan segala pikiran campur aduk nya antara kasihan melihat Zeta menangis dan juga kesal karna Zeta memilih ingin pergi dari nya .
“ Hiks hiks ,. hiks kenapa semua ini hiks terjadi padaku , hiks. ...kenapa kau tidak adil tuhan ” tangis pilu Zeta membahana di kamar besar nan sunyi ini .
Zeta bangkit dari duduk nya , berjalan ke arah pintu untuk keluar . Masuk ke dalam lift turun sesampai nya di bawah . Dia berlari ke arah pintu utama berlari keluar sampai di depan gerbang dibuka nya kemudian berlari keluar gerbang tanpa arah , semua orang yang melihat nya tidak berani mendekat entah kenapa mereka sudah biasa diam tidak boleh ikut campur masalah pribadi tuannya .
Ada satu bodyguard yang memberanikan diri memberi tahu tuannya , dia berlari ke ruang tempat Gim .
“ King ”
“ Ada apa ” jawab nya dingin
“ Nona Pergi King !!!! ”
bugh
Barble yang di pegang Alan terjatuh , “ BODOHHH ” Teriak Alan..
“ Kenapa Kalian biarkan Nona kalian PERGI ”
Alan berlari keluar , berteriak memanggil semua anak buahnya “ CARIII NONA SEKARANGGG KALAUU TIDAK JANGAN PERNAH KEMBALI LAGI KESINIIIIII ” Amarah Alan meledak semua orang segera lari terbirit birit ketakutan bergerak mencari Nona Muda mereka . Kepala pelayan Yun dan Nick yang baru tau jelas keadaan nya segera bergerak mencari Nona mereka kalau sampai mereka tidak menemukan nya bisa roboh rata dengan tanah mansion semegah ini .