KING AL 'S

KING AL 'S
Keputusan



Pagi pun datang , Alan yang masih tidur di sofa sama sekali tidak bergerak masih asyik berkutat pada mimpi indah nya .


“ Hoammm ” Zeta bangun dari tidurnya .


“ Sudah pagi ”


“ Indah sekali pemandangan pagi disini ” . Dilihatnya sinar pagi matahari menyinari lautan di balik dinding kaca .


Zeta berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri , setelah selesai dia keluar masih menggunakan piama tidur nya . Dilihat nya lelaki itu masih belum bangun .


“ Kenapa pintu nya tidak bisa di buka ” . Di coba nya berkali - kali untuk Membuka pintu tetap saja tidak bisa .


ceklak ceklek ... ceklak ceklek ... ceklak ceklek


“ huhh ya sudah lah kalau tidak bisa ”


Zeta berjalan ke arah balkon untuk menikmati pemandangan pagi .


cklekk kreattt


“ Segar nya Udara pagi disini ” Zeta merentangkan kedua tangan nya dengan menutup mata .


“ Kenapa jam segini sudah bangun hemm ” Alan datang dengan muka bantal nya duduk di sofa .


“ Aku sudah bangun dari tadi ”


“ eemmm ”


“ Auuhhh punggungku sakit ”


Zeta berbalik menatap Alan , Mendengar Alan mengeluh karna tidur di sofa itu membuat nya tidak enak hati karna Ranjang nya dipakainya untuk tidur sehingga Alan tidur di sofa .


“ Ma'af “ Zeta menunduk merasa bersalah .


“ Heyyy kenapa harus minta maaf ” Suara lembut Alan mengisyaratkan bahwa dia baik - baik saja .


“ Duduk lah sini ”


Alan terkekeh melihat ekspresi Zeta antara bingung dan takut mau menuruti kata - katanya atau tidak “ Zee sini duduk , he he he aku tidak gigit kg jadi tenang saja okey ”


Zeta akhirnya menurut duduk di kursi single di depan Alan .


Alan mengulurkan tangan nya pada Zeta , “ Kenalkan aku ALANKA BRIANTARNA ” .


“ Ma'af ” Zeta mengulurkan tangan nya juga , dia sadar sangat tidak sopan sudah 3 hari dia ditolong nya tapi bahkan dia tidak tau Namanya .


“ Tidak apa , jangan di bawa serius gitu okeyyy ” Canda Alan supaya tidak ada ke canggungan di antara mereka .


“ Terima kasih telah menolongku dan merawat ku ”


“ Tidak perlu sungkan begitu , aku juga manusia dan jiwa kepedulian ku pada sesama tergerak untuk menolongmu ” Tidak lupa senyum manis Alan menghiasi bibirnya .


“ Ya sudah aku mau mandi dulu yaaa ” Bangkit dari duduk nya dan berjalan masuk ke kamar , tapi dia berbalik lagi


“ Kalau mau keluar , ambil remote gold di atas nakas supaya kau bisa keluar , atau kau mau menunggu ku saja ” ucap Alan dengan mengedip ngedipkan sebelah mata nya untuk menggoda Zeta .


“ Baik ” .


***


tak tak tak tak


Suara derap langkah kaki menapaki tangga menandakan ada orang yang turun . Benar saja kata Alan ketika remote gold yang diambil nya di atas nakas itu hanya ada satu tombol saja ditekan nya dan pintu kamar otomatis terbuka , pantas saja tadi tidak bisa Dibuka .


“ Tumben King sudah bangun ” Koki pribadi Alan merasa keheranan biasanya jam segini tuan nya masih tidur.


“ Mungkin King , mau lari pagi ” Jawab kepala pelayan Yun .


“ Mungkin ” melanjutkan kegiatan memasaknya .


Kepala pelayan yun berjalan ke arah ruang tengah menuju tangga untuk melihat siapa yang turun .


“ Selamat pagi Nona ” Ternyata yang turun Nona cantik gumam nya dalam hati dan membungkukkan badan nya .


“ Pagi pak ” Jawabnya dengan suara lembut .


“ Nona mau sarapan sekarang , atau mau minum sesuatu biar saya ambilkan ”


“ Tidak , terima kasih pak ” Jawab Zeta dengan sopan .


“ Saya mau berjalan jalan pak ”


“ ouhh iyaaa ”


“ Nita ” panggil nya pada pelayan yang berada di sekitar Tempat itu .


“ iya tuan , ada yang bisa saya kerja kan ”


“ Kamu temani Nona untuk berjalan - jalan ”


“ Baik tuan ”


“ Mari Nona ”


“ iyaa,,, Terima kasih pak ”


“ Tidak usah sungkan Nona “ Jawab kepala kayak yun dengan tersenyum .


Zeta berjalan keluar mengikuti arahan pelayan didepan nya .


“ Sampai disini saja , aku hanya ingin menikmati udara segar disini ”


“ Baik lah Nona saya tunggu disini ”


Ditatap nya lautan jauh di depan mata nya , pikiran nya melayang entah kemana .


“ Kenapa semua ini terjadi kepadaku ” Jatuh lah sudah air matanya , tangan nya terulur ke depan dengan mata terpejam seakan ingin meraih sesuatu .


***


“ King ” Sapa Nick di depan ruang kerja .


“ Nick , siap kan laporan hari ini setelah ini aku akan periksa ” Jawab Alan dengan berlalu .


Alan berpapasan dengan kepala pelayan Yun .


“ Ko siap kan sarapan nya di meja makan saja ” Perintah Alan tanpa terbantahkan .


“ Baik King ”


Alan sudah berlalu keluar villa menuju pantai , Nick yang juga melihat kepergian tuannya menghampiri kepala Pelayan Yun .


“ Kemana pergi nya King pak ??? Kenapa sepertinya dia buru - buru ”


“ Nona ada di pantai ”


“ ouhhh ” Nick mengangguk ngangguk sambil tersenyum pantas saja .


Ketika Alan berjalan menghampiri Zeta , dari kejauhan Alan melihat Semua gerak gerik Zeta dipercepat lah langkah nya . Sampai didepan Zeta , dilihat nya gadis itu menetes kan airmata dengan mata tertutup tangan terulur ke depan seakan ingin menggapai sesuatu .


“ Jangan meneteskan air matamu lagi , Bidadari ku ” Suara lembut Alan membuyarkan lamunan Zeta.


Zeta membuka matanya , terkejut Alan ada di depan nya , posisi tangan Zeta yang terulur ke depan berada pada pipi mulus Alan . Sedangkan Alan sendiri seakan tidak merasa bersalah , dia memang sengaja menempatkan pipinya di telapak tangan Zeta , ketika Zeta membuka mata Alan tersenyum kepadanya .


“ Ikut lah bersama ku , kemana pun aku pergi ”


“ ... ” Posisi mereka masih tetap sama


“ Aku beri kau 2 pilihan , Pertama aku bisa membantumu kembali ke masa lalu atau .... Kedua Mulai lah menata kehidupan baru mu bersama dengan ku ”


“ ... ”


“ Aku beri kau waktu sampai siang ini , keputusan ada pada mu , aku tidak akan menentang apapun keputusanmu ” Alan tersenyum berjalan mendekat ke Zeta untuk memakaikan Jaket untuknya.


“ Pikirkan baik - baik , Sore nanti ada lah penentu segala nya , jika kau memilih yang ke dua nanti sore kita akan segera pergi kembali ke tempatku berasal ”


“ Jika lau kau memilih yang pertama aku akan tetap Membantu mu , akan aku perintah kan anak buah ku mengantar mu kembali ke masa lalu mu ”


Zeta masih diam saja , dihapusnya airmata nya yang menetes tanpa permisi itu .


“ Terima kasih ” Suara lirih Zeta bagai diterpa angin tidak bisa jelas didengar tapi Alan masih bisa memahaminya .


“ Ya sudah ayo kita sarapan ” Mereka berdua berjalan kembali ke dalam villa .


Sarapan pagi sudah selesai kini mereka berada di teras samping villa , ada sofa - sofa berjejer disana untuk tempat bersantai .


“ Kau ” Tunjuk Alan pada bodyguard yang berdiri di samping pintu .


“ iya King ”


“ Panggil Nick di ruang kerjaku , katakan padanya Bawa pekerjaan ku kesini dan bawakan segala keperluanku ”


“ Laksanakan King ”


Zeta merasa Aneh Kenapa Alan di panggil King dan juga banyak sekali Bodyguard berbadan kekar tersebar disegala penjuru villa , tapi dia tidak mau ambil pusing toh bukan urusan nya .


“ Kau tak apa kan menemani aku bekerja disini ”


“ Tak apa ” Jawab Zeta dengan suara lirih nya .


Pelayan datang dengan membawa banyak sekali minuman dan makanan ringan , camilan sehat . Dibelakang mereka Nick datang dengan setumpuk map dan juga laptop di tangan nya , sementara bodyguard yang disuruh tadi membawa segala keperluan tuannya .


“ Permisi King ”


“ Duduk lah ”


“ Ini laporan hari ini dari kantor pusat ” diserahkan nya setumpuk map kedepan Alan .


Dan mereka berdua berkutat dengan pekerjaan Nya tanpa Memperdulikan sekitarnya .


“ Zee ” Yang dipanggil menoleh


“ Kenapa ”


“ Kenapa kau tidak menyentuhnya sama sekali ” Ditunjuk nya dengan dagunya ke arah meja yang penuh Dengan makan dan minuman itu .


“ Tidak “ Hanya itu jawab nya dan beralih melihat laut lagi .


Dilihatnya makanan di meja itu , apakah dia tidak suka yang berbau manis .


“Kau ..... iyha kau ” yang merasa di panggil menoleh dan berjalan mendekat .


“ iyha King , ada yang bisa sayang bantu ” ucap pelayan yang tadi dipanggil .


“ Bawakan Nona Air meneral dan camilan yang tidak manis , bawakan segera kesini ”


Nick takjub melihat pemandangan di depan nya ini . 10 menit kemudian pelayan itu datang lagi .


“ Zee , Sini makan !!! Laut itu masih akan tetap sama walaupun kau pandangi semalaman .”


“ Makan lah ” Zeta menatap makanan di depan nya pilihan nya jatuh pada piring berisi Sosis bakar diraihnya piring itu ke pangkuan nya .


Tepat tebakan Alan Zeta tidak Menyukai yang manis - manis , bahkan dia menghabiskan sepiring sosis bakar dan satu botol air mineral . Dan sekarang dia tertidur


Sore hari tiba waktu nya Mereka kembali ke kehidupan Alan Sebenarnya , hanya ada Alan dan Zeta di balkon kamar .


“ Kau sudah harus mengambil keputusan ”


“ helikopter ku sudah tiba jadi kau sudah harus memilih ”


“ ak... aa ...aku ” Zeta tergagap bingung harus Menjawab apa , Alan mendekat berlutut di depan nya sambil menggenggam tangan nya untuk memberi kekuatan .


“ Apapun pilihan mu aku akan tetap Membantu mu ” Ucap Alan dengan sangat lembut


“ a .. a ... ak. aku aku ak an ikut dengan mu ” Jawab Zeta Dengan mata berkaca kaca Menahan tangisan nya .


Secepat itu pula Alan memeluk tubuh mungil Zeta ke dalam pelukan nya , “ Trima Kasih Tuhan kau mempermudah jalan ku ”