
Setelah diperiksa dokter , Zeta tertidur karena efek obat sedangkan Alan sendiri kembali bekerja dan meninggal kan Zeta untuk beristirahat .
“ Huhhh .... ini kerjaan kenapa bertambah terus ”
“ Aku harus cepet selesaikan sebelum Zeta bangun ”
Alan fokus dengan pekerjaan nya supaya cepat selesai dan pulang untuk menemani Zeta di Mansion .
Ceklek
“ Zee ”
“ Kau sudah bangun ” Alan berdiri dan berjalan menghampiri Zeta membawanya duduk di sofa .
“ Bagaimana kondisi mu masih sakit ” Tanya nya dengan nada khawatir .
“ sudah lebih baik ” Suara Zeta terdengar sangat lemah .
“ Mau pulang sekarang ???”
“ Selesai kan kerjamu dulu , aku tak apa ” Jawabnya sangat pelan .
“ Masih ada 3 file yang harus ku periksa , kamu tak apa jika menunggu sebentar setelah ini kita pulang ,,, okey ” Suara Alan terdengar sangat lembut .
Alan bangkit menuju meja kerja nya , cepat cepat dia menyelesaikan kerjaan nya tapi walaupun dia tergesa gesa tapi Alan tipe orang yang teliti jadi dia tidak akan sembarangan dalam bekerja .
Alan bangkit dari kursi nya , membereskan mejanya selesai di ambilnya Handphone berjalan ke arah Zeta , “ Zee ”
“ Iya al ” Pelan sekali suara Zeta .
“ Aku sudah selesai , kita pulang sekarang yaa ”
Alan berjongkok di depan Zeta, “ Mau aku gendong ”
“ Tidak ” Zeta menggeleng kan kepala cepat - cepat dengan suara lemah nya , dia tidak suka menjadi perhatian banyak orang .
“ Ya sudah ayo aku bantu ” Alan melepaskan Jas nya dan dipakaikan ke Zeta .
Mereka keluar ruangan dengan Zeta yang memakai jas Alan di badan nya , berjalan pelan di rangkulan Alan .
“ Nick ” mereka berpapasan di depan meja kerja Susan .
“ Siap kan mobil sekarang ” memang waktunya jam pulang kantor .
Kantor Alan menerapkan kerja 8 jam , semua harus selesai pada jam berakhir , tidak ada toleransi , maka dari itu karyawan harus extra bekerja keras untuk menyelesaikan tugas nya dengan benar dan sesuai dengan standart kerja perusahaan yang bisa di bilang tinggi tapi semua itu sangat sepadan dengan gaji yang mereka peroleh , di ALANKA CORP gaji Mereka melebihi standar gaji perusahaan lain , maka dari itu banyak yang berlomba lomba ingin bekerja di situ .
“ Baik King ”
“ Aku tunggu di lobby ”
Alan dan Zeta masuk ke dalam Lift khusus Presdir , sedang kan Nick sendiri sudah bergerak lebih cepat ke basement mengambil mobil supaya tuan nya tidak sampai menunggu ,
Tingg
Pintu Lift terbuka , mereka berjalan ke luar dan ternyata Nick belum sampai karna memang ini jam pulang kantor jadi ramai karyawan keluar kantor dengan kendaraan mereka masing - masing .
“ Zee , tunggu di sofa dulu yaa ”
“ iya ”
Jika saja Alan tidak merangkul nya dengan erat mungkin dia akan terjatuh , badan nya masih lemas .
Mobil Nick sudah sampai di depan lobby , segera Alan membantu Zeta berdiri dan merangkul nya menuju mobil .
****
Di Mansion Alanka
Kepala pelayan dan maid sedang sibuk bebenah kamar pribadi Alan yang di per untuk kan untuk Zeta .
“ Apakah semua sudah beres ”
“ Sudah tuan ” Jawab mereka semua dengan kompak.
“ Heyyy ,,,Ini kenapa disini ” Kepala pelayan yun menggeram kesal masih saja ada yang tidak sesuai pada tempat nya .
“ Cepatttt ,,, Rapikan lagi ” Bentak nya .
“ Jangan sampai Ada kesalahan lagi ,,, Atau kalian bisa meninggal kan Mansion ini ” Ancam nya dengan nada tegas .
Kepala pelayan yun , selalu tegas ke pada siapapun yang tidak bisa bekerja dengan baik karna apa Kalau sampai Alan menegur nya perihal apapun yang berhubungan dengan keadaan rumah sama saja dia teledor .
“ Pastikan semua sudah beres , sebentar lagi King dan Nona akan sampai ” .
Mereka bekerja dari pagi sampai sore untuk merombak kamar ini supaya nyaman ditempati Nona nya , sekarang kamar ini lebih terlihat feminim segala kebutuhan mulai baju , sepatu , make up sampai hal terkecil sudah disediakan untuk Zeta.
Tin ... tin tinnnnn
“ King sudah datang ayo kita keluar ”
Semua orang di mansion berkumpul di ruang Tengah , berbaris rapi untuk menyambut tuannya .
Di dalam Mobil
Zeta masih membuka matanya , tapi badan nya sudah bersandar di bahu Alan sedari kantor sampai Mansion karena Lemas .
“ Kita sudah sampai ”
Nick membukakan pintu mobil untuk Alan
cklek
Alan Keluar duluan kemudian diraihnya tubuh Zeta ke dalam gendongan nya berjalan masuk ke mansion .
“ Selamat Datang King ” Seisi ruangan itu kompak menyambut Kedatangan Alan .
“ Ko , sudah selesai Semua yang aku minta kemaren ” Tanya Nya pada koko yun yang berada di sebelah pintu masuk mansion .
“ Sudah beres semua King ”
“ Bagus ” Alan menunduk melihat wajah pucat bidadarinya dengan tersenyum simpul , kemaren Alan meminta kepada Koko Yun untuk mempersiapkan kan segala sesuatunya untuk Zeta . Alan membawa Zeta ke kamar pribadi nya yang sekarang menjadi kamar pribadi Zeta .
***
Malam hari nya
Alan sedang Bekerja duduk di sofa sambil menjaga Zeta . Fokus Mengerjakan pekerjaannya dengan cermat dan teliti , Alan sendiri terkenal dengan kelihaian dalam memenangkan sebuah tender besar untuk pembangunan gedung - gedung pencakar langit , Cerdik dalam mengatasi segala situasi , tegas dalam setiap kali mengambil keputusan , Kompeten dalam hal urusan pekerjaan , pantang menyerah dalam segala hal , berpendirian teguh , tidak mudah terhasut , bertanggung jawab , tidak suka penolakan dan bantahan , di Kantornya sendiri dia bersikap dingin dan cuek kepada siapa pun .
Lain cerita nya lagi sikap nya kepada orang yang di anggap nya masuk dalam daftar penting hidupnya dia akan berlaku selembut mungkin , tidak kasar , sayang , melindungi , mengayomi , dia akan melakukan apapun untuk ke bahagiakan mereka . Tidak semua orang terdekat nya bisa masuk dalam daftar itu hanya tuhan dan Alan sendiri yang tau , apa kriteria untuk bisa berapa pada Zona itu .
Banyak yang tidak tau Kepribadian Alanka yang lain , yang dunia luar tau King Alanka konglomerat yang tegas , dingin , cuek , tangguh , tidak suka penolakan dan bantahan . Padahal di balik itu semua ada Kepribadian Alanka yang sangat baik dan lembut . Beruntung nya mereka yang berada pada Zona aman di belakang Alan karna mereka semua akan mendapat kan limpahan kasih sanyangg dan kemewahan dan perlindungan di balik punggung dan kekuasaan Alan .