KING AL 'S

KING AL 'S
Teman



Setelah sibuk mencari jawaban dalam hatinya Alan dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar .


tok tok tok tok


“ Masuk ” Teriak Alan dari dalam ruangan nya .


“ Permisi King ” ucap Susan ketika sudah masuk .


“ hmmm ada apa ??? ” Tanya nya .


“ Clien dari singapura sudah datang , mereka sudah menunggu di ruang Meeting ”


“ iya saya akan segera kesana ” Jawab nya .


Setelahnya Susan pamit undur diri disusul Alan juga pergi meninggalkan ruangan nya menuju ruang Meeting .


Tak tak tak tak , suara derap langkah kaki Alan menggema memenuhi ruangan yang sunyi karena memang masih jam kerja , sampai di tempat dilaksanakannya meeting beberapa saat lagi .


“ Selamat Sore Semua nya ” sapanya kepada semua orang yang ada disitu .


“ Selamat sore King Al 's ” Jawab mereka serempak .


“ Baiklah kita bisa mulai meeting kali ini ” Perintah Alan dengan gaya tegas Nya .


“ Saya perwakilan dari perusahaan FINSEN corp. di Singapura yang ingin menjalin kerja sama dengan ALANKA Corp dalam usaha pembangunan gedung berlantai 30 yang akan diperuntukkan sebagai gedung perkantoran “ ucap salah satu perwakilan perusahaan dari Singapura .


“ Baiklah saya akan melihat dulu proposal pengajuan anda ” Ucap Alan


Alan membaca setiap detail dari proposal yang mereka berikan untuk pengajuan kerja sama , setelah membaca proposal dan mendengarkan presentasi rencana kerja dan apa yang bisa ALANKA Corp dapatkan dari keuntungan bekerja sama dengan perusahaan mereka , Alan mengakhiri meeting yang sudah berlangsung sejak 2 jam lalu itu .


“ Baik lah meeting kita akhiri sampai sini !! Nanti sekretaris saya yang akan menghubungi anda tentang kelanjutannya ” pungkas Alan dan beranjak berdiri .


“ Terima kasih atas waktunya King AL 's , kami berharap kita bisa bekerja sama setelah ini ” ucap perwakilan Dari Pihak Perusahaan FINSEN Corp .


“ Semoga , baik lah terima kasih saya permisi ” ucap Alan dan berlalu pergi meninggalkan ruangan meeting .


Mereka semua pun membubarkan diri setelah Alan berlalu pergi , Alan sendiri kembali ke ruangan nya . Jam sudah menunjukkan waktunya pulang .


Alan mendengarkan ketukan di luar pintu , “ Masuk ”


“ King , ada meeting di luar kantor sekitar 1 jam lagi ” ucap Nick .


“ Meeting dengan siapa ??” Tanya Alan .


“ Tender yang kita menangkan minggu lalu , untuk pembangunan perumahan elite di kawasan kota B .


“ Baiklah aku akan bersiap , kau siap kan laporannya .”


Setelah semua nya siap mereka bergegas menuju tempat pertemuan , sampai disana mereka langsung mengadakan meeting di ruangan VVIP , dua jam sudah membahas tentang kerja sama yang akan segera dikerjakan proses pembangunan nya .


“ Semoga kerja sama kita sukses besar dan kawasan perumahan Elite itu bisa mendatangkan keuntungan yang besar pula untuk kedua perusahaan kita ”


Mereka berjabat tangan , “ Harus , kita harus membuat proyek ini menjadi proyek pembangunan kawasan Elite yang paling amazing untuk tahun ini ” ucap Alan dengan tersenyum sedikit .


Acara makan malam pun berakhir , Alan bergegas pulang karna badannya sudah capek sekali .


________________________________


Di Mansion Alanka


Zeta yang sudah memutuskan untuk mulai bisa menerima keadaan pun , berusaha menyesuaikan diri dengan para penghuni Mansion .


“ Nona Muda ingin Sesuatu ” Tanya Nina yang melihat Nona Muda nya mendekat .


“ Tidak ada ... aku hanya bosan sendirian di atas ” Jawabnya sedikit canggung .


Risa mendekat ke arah mereka , “ Selamat Malam Nona ” mengangguk hormat ke pada Zeta .


“ Malam Risa , kalian sedang apa ??? ” tanyanya dengan suara lembut nya .


“ ehhh Nona , kami sedang membuat makan Malam ” jawab Nina tersenyum canggung .


“ Bolehkah Aku membantu ??? ” Tanya Zeta lagi .


“ ti .. tidak perlu Nona , kami sudah selesai ” Nina kebingungan menjawab kalau sampai nanti tuan nya datang Dan melihat Nona Muda nya bekerja bisa - bisa mereka kena amuk masa .


“ eeemmm .. begitu kah ” Zeta nampak kecewa .


“ Saya tadi mendapat telepon dari King , bahwa Nona Muda disuruh Makan Malam duluan karna beliau masih ada jamuan makan malam diluar dengan clien ” Koko yun datang tiba - tiba dari arah belakang dan memotong percakapan mereka .


“ Mari Nona ” Koko yun mempersilahkan Zeta untuk ke meja makan , dengan sopan Zeta menuruti instruksi dari Koko Yun.


“ iyha Koko Yun ” jawabnya sopan .


Setelah makan Malam dalam kesendirian , memang banyak orang di belakang nya tapi mereka hanya melihatnya makan tanpa menemaninya jadinya dia makan sendirian . Zeta ingin berjalan jalan ke taman karna belum ingin tidur jikalau naik ke kamar pun dia akan sendirian lagi .


“ Risa , Nina ” dipandanginya keduanya dengan raut wajah yang sulit diartikan antara bingung bercampur malu .


“ Iyha Nona “ jawab mereka .


“ Maukah kalian menemaniku jalan - jalan ke taman ??? ” Tanya Zeta dengan wajah memohon .


“ Mari Nona , kita akan menemani Nona jalan - jalan ” jawab Nina girang .


“ Risa kau tak keberatan kan ” Tanya nya lagi karna melihat Risa seperti tak seantusias Nina .


“ Silahkan Nona , saya juga akan menemani ” jawaban Risa datar - datar saja .


“ Kalian sudah lama bekerja disini ??? ” Tanya Zeta mencoba mengakrabkan diri dengan mereka .


“ Kalau saya masih satu tahun bekerja disini Nona ” Nina menjawab dengan tersenyum bangga karna bisa bekerja Di mansion sebesar Mansion milik ALAN .


“ Risa ” menoleh ke arah Risa .


“ Saya sudah 3 tahun bekerja disini Nona Muda ” jawab Risa sambil Menerawang jauh bagaimana Alanka berbaik hati dengan mau membantunya sampai sekarang dia bisa menjadi seperti sekarang , gadis berpendidikan tinggi mempunyai pekerjaan yang bisa dibilang menjanjikan , bisa memiliki kehidupan yang lebih baik .


“ Wahh , anda sudah lama juga ya di sini ” ucap Nina .


“ emmm sepertinya kalian senang sekali yaa bisa bekerja disini ” Ditatapnya bergantian Risa dan Nina .


“ Sejak bekerja disini kehidupan saya berubah Nona , keluarga saya di kampung tidak lagi kesusahan makan ” jawaban Nina membuat Zeta tertegun , memang sebesar apa gaji Mereka disini .


Beralih menatap Risa , yang ditatap pun sadar dia menghembuskan napas dalam sebelum bicara , “ King sangat baik Kepadaku Nona , dulu aku bahkan tak mampu melanjutkan sekolah ku jikalau beliau tidak memberiku bantuan !!! beliau Menyekolahkan saya Sampai sarjana dan memberi saya pekerjaan sampai lah saya disini menjadi seperti ini berkat Beliau ” .


“ Lalu kenapa kau mau dijadikan seorang asisten saja Risa , padahal tingkatan sekolahmu tinggi ??? tanya Zeta dengan takut , takut menyinggung Risa .


Risa malah tersenyum , “ Bagi saya apapun yang diminta oleh King pada saya , saya akan menurutinya karena itu adalah bentuk rasa terima kasih saya pada beliau .


Zeta dan Nina takjub mendengar penuturan Risa mengenai perjalanan nya bisa sampai berada di Mansion ini .


“ Ternyata dia memang baik kepada Siapapun , Risa saja tau bagaimana harus berterima masih kepadanya kenapa aku jadi seperti orang tidak tahu malu begini ” isi suara hati Zeta , dia menundukkan kepala malu kepada dirinya sendiri .


Nina bingung melihat dengan suasana saat ini Kenapa jadi canggung seperti ini , dia berusaha mengalihkan pembicaraan , “ Nona Muda berusia berapa kalau boleh tau ???”


Niat hati mau mencairkan suasana malah dapat plototan dari Risa , Risa menganggap Nina sudah tidak sopan menanyakan hal pribadi kepada Nona Muda nya . Zeta yang melihat expresi Risa menatap Nina seperti tidak setuju dengan pertanyaan nya pun memegang pergelangan tangan Risa , Zeta terkekeh “ Hey tak apa jangan menatap nya seperti itu kasian dia nanti menangis ” .


“ Maaf Nona ” Risa Menundukkan kepala untuk meminta maaf .


“ Umurku 19 tahun Nina ” menjawab pertanyaan Nina tadi .


“ Wahhh , Nona masih muda dan Cantikk ” Nina tersenyum lebar menatap Nona Muda nya .


Zeta tersenyum “ Kau lebih cantik Nina ”


“ Nona kenapa sangat jujur sich kalau saya cantik ” ucap Nina dengan Narsis nya .


“ he he he Risa memang nya sekarang umur nya berapa ?? ” tanya nya kepada Risa .


“ 21 tahun Nona ” jawabnya kikuk Karna merasa paling tua diantara Mereka .


“ wahh berarti aku panggil kak Risa saja yaa ” Tanya Zeta dengan tersenyum .


“ he he .. baiklah terserah Nona saja ” jawab Risa .


Beralih menatap Nina “ Kau ”


“ saya masih kecil Nona ” Jawab Nina dengan senyum malu malu .


“ Saya masih 18 tahun Nona ” jawab Nina dengan tangan menutup mulutnya supaya tidak terlihat tersenyum .


Zeta tersenyum melihat tingkah laku Nina , mereka baik itulah isi hati Zeta .


“ emmmm .... ” menatap keduanya malu untuk mengatakan .


“ emm ... bolehkah ” ucap Zeta pelan .


“ Nona ingin sesuatu ” tanya Nina karna Melihat Nona nya kebingungan .


“ Nona kurang sehat ” tanya Risa dengan nada khawatir .


Zeta menggeleng kuat kuat menundukkan kepala , “ Bolehkan kita berteman ” suara Zeta pelan hampir tak terdengar lebih seperti gumaman .


“ bwaha ha hhhmmpfff ” Risa dan Nina tertawa setelahnya mereka berusaha menutup mulutnya supaya tidak tertawa lagi .


“ Nona nona saya kira apa ” ucap Risa di sela sela tawanya .


“ Aku malu ” jawab Zeta dengan pelan .


“ Baiklah kita TEMAN ” ucap Risa dan Nina bersamaan .


Mereka bertiga tertawa bersama .


.


.


.


.


.


.


.


.TBC


# Harap maklum ya kalau nemuin typo di mana mana karna Author manusia biasa 😊😊


# Salam Sayenkk


# Vhiey vee