
Zeta tidak tau lagi harus bagaimana , Alan bersikeras pada pendirian nya yang di anggap benar , tapi bagi dirinya semua yang di lakukan Alan berlebihan bahkan seukuran orang baru kenal , dia tidak ingin ada yang menyebutnya memanfaatkan segala Kemewahan dari Alan bahkan jika bisa memilih dia akan menolak nya .
Walaupun Zeta sudah menerima dengan ikhlas bantuan dari Alan , nyatanya dia sendiri antara bingung dan takut apakah ada maksud lain dari sikap baik Alan kepadanya , karna di jaman sekarang semua tidak ada yang gratis . Tapi Zeta memilih untuk selalu berfikir positif tidak mau berfikir jelek pada orang yang sudah menyelamatkan nyawanya .
“ Apakah aku bisa mempercayai nya ??? tapi dia sudah banyak membantuku , mungkin aku harus mencoba percaya pada nya tapi aku harus tetap waspada karna kita bahkan baru kenal belum saling memahami ” Suara hati Zeta .
Alan terkekeh “ Heyyy sudah jangan berexpresi seperti ituuu !!! lihatlah wajah cantik mu jadi jelek kau tauuu”
“ ikut lah dengan ku ”
“ kemana ??”
“ Ayo ”
“ Bukan kah kau mau ke kantor ”
“ hee emmm , betul ” mengacungkan jempol nya membenarkan ucapan Zeta .
“ Kita tes drive mobil baru mu ” Tersenyum senang .
“ ... ” diam saja tak tau harus bicara apa .
“ Apakah dia lebih oke dari pada Reventonku ” Maksudnya Lamborghini Raventon miliknya .
“ Ayo ”
Zeta hanya menurut saja , mereka berjalan keluar sampai di teras lagi .
“ Nick ” yang dipanggil mendekat dari arah belakang .
“ iyha King ”
“ Kemari kan Kunci Mobil Zeta , Aku akan mencobanya apakah layak untuk dipakai nya ”
Nick mengambil kunci mobil dari dalam saku jas nya yang tadi diberikan oleh pihak dealer mobil yang mengantarnya , “ Ini King ”
Alan menerima kunci tersebut , mengedarkan pandangan ke semua orang di belakang Nick berada “ Dan untuk kalian semua , Nona akan ikut aku ke Kantor jadi kalian bisa mengikuti dari belakang ”
“ Baik King ” Jawab mereka kompak . Mereka adalah Nick , 2 pengawal pribadi Alan , 4 Pengawal pribadi Zeta dan Juga Risa .
Alan berjalan duluan membukakan pintu mobil untuk Zeta “ Zee Ayo ”
“ .... ” Bingung mau ikut apa tidak .
“ Tuan Putri kau mau aku menggendong mu ke mari ” Tanya Nya dengan nada menggoda dan mereka yang ada dibelakang senyam senyum sendiri melihat adegan di depan nya .
Zeta menggeleng cepat “ Ti .. tidak ”
“ Ayo kemari lah ”
Zeta pun berjalan mendekat masuk ke dalam mobil , di lihatnya Alan mendekat bahkan sangat dekat , dag dig dug dag dig dug ( Kenapa dengan jantungku astaga apakah aku terkena serangan Jantung ) suara Hati Zeta .
Alan menyalakan mobilnya dan menekan pedal gas untuk mencoba mesinnya .
bremmm... bremm ..bremmmm
Zeta terkejut mendengar suara dengkungan dari mobil tersebut , dipegangnya sabuk pengaman erat erat karna dia takut bahkan dia baru sekali menaiki mobil mewah seperti ini bahkan sekarang memilikinya sama sekali tidak pernah terfikir olehnya .
“ Les't get reaaadyyyyy ” Ucap Alan dengan girang .
bremmmmmm
“ Wahhhh sepertinya dia juga sangat gesit ”
“ ... ” Zeta diam saja memejamkan mata ketakutan .
Alan menengok ke samping dilihatnya Zeta sedang memejamkan mata ketakutan dengan tangan mencengkeram seatbelt . Pantas dia ketakutan karna Alan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh , Melihat expresi ketakutan Zeta diturunkan nya kecepatan mobilnya menjadi sedang supaya gadis di samping nya tidak ketakutan .
“ Buka lah mata mu Zee ”
Karna dirasa mobil sudah berjalan pelan Zeta memberanikan Membuka mata.
“ Kau takut ??”
Zeta hanya mengangguk malu , “ it's okeyy aku akan pelan pelan ” .
Zeta yang sudah bisa menikmati perjalanan nya pun menengok ke sisi jendela dilihat nya pemandangan sibuk kota di pagi hari . Seperti Mimpi bisa sampai dirinya menjadi seperti ini .
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
# Harap maklum yaa kalau ada nemu Typo karna Author manusia bisa bukan luar biasa☺☺☺
# Salam Sayenkkk
# Vhiey vee