
Setelah pembahasan yang memakan waktu yang lama tentang kedatangan Tuan Fernando ke Kantornya, Alan segera menyelesaikan segala pekerjaannya.
Tanpa terasa waktu sudah malam hari, jam menunjukkan pukul 19.00.
“ Sudah semua kan Nick? ” tanya Alan pada asistennya itu karna sedari kepergian Tuan Fernando tadi siang, Nick melanjutkan pekerjaannya bersama di ruangan atasannya itu.
“ Sudah King. ” jawab Nick.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan kantor yang sudah sepi dari para karyawan menuju Kediaman Mansion Alan.
Satu jam perjalanan yang mereka lalui karna terjebak kemacetan di tengah kota. Sesampainya dirumah Kepala pelayan dan semua penghuni Mansion menyapa kedatangannya.
Tapi ada yang berbeda, Alan menoleh kanan kiri mencari-carinya. Beralih menatap Kepala pelayan.
“ Ko, dimana Nona? ” tanya Alan.
“ Nona belum turun lagi setelah pulang tadi King. ” Jawab Koko Yun.
“ Apakah dia sudah makan malam? ” Tanya nya lagi.
“ Belum King. ” jawab Koko Yun.
“ Ya sudah aku akan mengajaknya turun setelah ini. ” pungkas Alan.
Alan berlalu pergi untuk ke kamar nya. Sesampainya disana dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, Sepuluh menit kemudian dia sudah keluar kamar mandi masih menggunakan bathrobes dan handuk kecil ditangannya untuk mengeringkan rambutnya.
“ Tumben kamar nya sepi, sedang apa dia. ” Batin Alan.
Kemudian berjalan ke arah kamar Zeta, dibukanya kamar itu, ceklek.
“ Zeeee ” ucap Alan di ambang pintu.
Alan mengedarkan pandangan nya menyapu seluruh ruangan dan berhenti di ranjang King Size yang ternyata sedang ditempati pemiliknya. Alan berjalan mendekat ke arah ranjang dia terkejut melihat pemandangan didepannya. Zeta sedang tidur nyenyak dengan posisi terlentang tangan di atas, dan yang lebih membuat Alan syok adalah bathrobes yang di pakai Zeta ikatannya melonggar jadi bagian dada dan paha putih mulusnya sedikit terekspos.
“ Astagaaaa... apa yang sedang di lakukan gadis ini. ” Pekik Alan dalam hati.
Alan mendekat ke arah Zeta, Dilihatnya gadis itu tidur dengan nyenyak. Alan menelan Saliva nya yang terasa getir dengan susah payah bagaimana tidak pemandangan di depannya bisa saja menggoyahkan imam nya.
“ Heyyyy... junior tenanglah jangan berulah diam saja kau jangan ikut menyiksaku. ” Alan bermonolog dengan hatinya sendiri berharap miliknya tidak berulah dengan adanya pemandangan indah didepan matanya.
Alan mendekat ke ranjang, sesampainya di samping Zeta. Alan berusaha keras menahan hawa nafsunya, Lelaki mana yang tidak tergoda hasrat nya jika dihadapkan dengan pemandangan yang bisa membuat siapa saja meneteskan airliurnya apalagi Alan lelaki Normal.
shittt, Umpat Alan karna Juniornya langsung mengeras merespon pemandangan didepannya.
“ Alan kendalikan dirimu, .... huhhhhh. ” Alan menghela nafas panjang mencoba tenang supaya otak nya bisa berfikiran jernih dan tidak sampai menyakiti Zeta.
Alan memegang Bathrobes yang dipakai Zeta untuk membenarkan nya supaya tidak memperlihatkan tubuh indahnya. Ketika Alan Membenarkan bagian bawah nya, supaya paha mulus Zeta tidak terlihat , dia harus susah payah untuk menekan Hawa nafsunya yang sedang bergejolak.
“ Kau sungguh membuat jiwa lelakiku tersiksa Zee. ” Jerit hati Alan.
Setelah Membenarkan Bathrobes yang dipakai Zeta, Alan mengambil selimut untuk menutupi tubuh Zeta supaya tidak kedinginan.
Karna tak ingin sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan Alan buru-buru keluar dari kamar Zeta dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menenangkan juniornya.
ceklek
Alan keluar dari kamar mandi dengan badan basah lagi, karna Ulah Zeta dia harus mandi lagi pakai air dingin supaya otak dan fikiranya tidak melantur kemana-mana.
“ Zee kau sepertinya harus dikasih pelajaran supaya tidak sembrono, hari ini kau sudah menyiksa jiwa lelaki ku. Awas saja kau sampai mengulanginya lagi. ” Alan menggerutu kesal.
Setelah berganti pakaian dia mendatangi Zeta lagi untuk mengajaknya makan malam.
“ Zee, bangunnnnn. ” Alan menggoyang goyangkan lengan Zeta.
Zeta menggeliat dalam tidurnya tapi belum membuka mata.
“ Nona Mudaaaa bangunnnn. ” ucap Alan sedikit meninggikan suaranya.
“ hmmmm ” Zeta sedikit terusik tidurnya karna suara Alan dan lengan nya yang digoyang-goyangkan.
Zeta membuka mata indah nya mencari kesadarannya, setelah penglihatannya sudah fokus yang pertama di lihatnya wajah tampan Alan sedang tersenyum ditambah rambut basah acak-acakan menambahkan kadar ketampanannya.
“ Sudah puas memandangi wajahku. ” Alan mencolek hidung Zeta dengan mengucapkan kalimatnya dengan nada sedikit menggoda.
“ Sudah jangan pandangi terus wajahku, aku memang tampan tapi jangan sampai airliurmu itu menetes. ” Alan tersenyum menggoda dan berkata dengan narsis nya.
Zeta buru-buru mengelap mulutnya dan dia merasa dikerjai karna tidak ada airliur di sudut bibirnya.
Bughh, Zeta memukul lengan Alan.
“ Pembohong. ” Ucap Zeta dengan menahan malu.
“ Auhhh sakit sayankk. ” Alan refleks mengucapkan kalimat itu tanpa sadar dengan memegang lengannya yang dipukul Zeta.
Zeta yang mendengar ucapan Alan jadi tersipu malu pipinya sudah seperti tomat. Sedangkan Alan masih sibuk menggosok-gosok lengannya, buru-buru Zeta turun dari ranjang dan ingin berjalan ke arah pintu.
Alan yang melihat Zeta ingin keluar menarik pergelangan tangan Zeta, Zeta tak siap dengan perlakuan Alan jadinya dia terhuyung ke belakang dan menabrak tubuh Alan, karna sama-sama tidak siap mereka terjerembab ke atas ranjang dengan posisi Tubuh Zeta berada di atas Tubuh Alan.
“ Mau kemana. ” tanya Alan dengan posisi mendekap tubuh mungil Zeta di atasnya.
“ Al, lepaskan. ” Zeta meronta-ronta dipelukan Alan.
Alan menatap lekat manik mata indah Zeta, di belai nya surai hitam milik Zeta. Beralih menatap bibir pink yang sangat menggoda nya itu di usapnya dengan sangat lembut.
Zeta yang merasakan sentuhan lembut Alan seakan terbuai, entah dorongan dari mana dia menutup mata. Alan yang melihat Zeta menutup mata seakan mendapat lampu hijau, tangannya beralih memegang tengkuk leher belakang Zeta ditekannya perlahan sampai bibir mereka menyatu.
Tanpa membuang kesempatan Alan menyapu seluruh rongga mulut Zeta yang terasa manis tanpa terlewatkan barang se inci pun, di awal Alan mencium Zeta dengan sangat lembut lama kelamaan berubah menjadi lumatan yang menuntut.
Zeta yang memang belum pernah berciuman dibuat kewalahan dengan kelakuan Alan yang menciumnya tanpa ampun sampai seakan dia sudah kehabisan oksigen di paru-parunya. Dipukul nya dada Alan berulangkali untuk menyadarkan nya.
“ hhhppppff.. hhppff..Alan. ” Zeta memukul mukul dada Alan.
Alan melepaskan kulumannya pada bibir Zeta setelah menemukan kesadaranya kembali.
“ hah.. hah.. hahhh. ” Zeta menjatuhkan kepalanya di dada Alan.
Mereka berdua terlihat ngos-ngosan berlomba menghirup oksigen sebanyak banyaknya untuk mendapatkan udara agar bisa bernafas.
Hanya suara helaan nafas yang terdengar dari keduanya, setelah mereka sudah bisa bernafas normal. Alan menggulingkan tubuh Zeta yang semula berada di atasnya ke arah sampingnya, dilihatnya gadisnya masih sibuk mengatur nafasnya. Alan mendekap tubuh Zeta di dalam pelukannya.
“ Astagaaaa apa yang baru saja aku lakukan, Alan mencium ku. Aaaaaaaaaaaaa First Kiss ku di ambil Alan. ” Jerit batin Zeta setelah tersadar dengan apa yang baru saja mereka lakukan.
Alan yang sudah bisa mengatur nafasnya karna kegiatannya mencium Zeta. Sedikit menjauhkan kepala Zeta dari dada bidangnya dilihatnya gadis itu masih saja berusaha mengontrol deru nafasnya.
Cuppp , Alan mengecup bibir manis Zeta.
Zeta terkejut mendapat perlakuan Alan yang tiba-tiba mengecup bibirnya dalam keadaan sadar, ciuman yang tadi saja Zeta masih syok ditambah lagi olehnya.
Alan tersenyum sambil mengusap bibir Zeta, “ Terima kasih Sayankkk. ”
Zeta hanya diam saja antara bingung, syok dan tidak tahu harus berbuat apa.
.
.
.
.
.
...
.
.
...TBC
# Harap maklum yaa kalau nemu typo di dalam setiap part karna author manusia biasa, dan bukan manusia bisa segalanya heheheh😊😊😊
#Salam sayankkk
# Vhiey vee😘😘😘