
“*K*ing, ini saya bawakan coklat panas.”
____________________________
Setelah menerima coklat panas , Alan berjalan kearah sofa duduk disana , menikmati hangat nya coklat panas. Dipandanginya gadis yang terbaring pingsan di atas tempat tidurnya dengan intens .
“ Bagaimana bisa kau terhanyut sampai sejauh ini???” Alan bergumam sambil menatap gadis itu.
Setelah selesai menikmati minumannya , Alan berjalan kearah ranjang dan duduk ditepi ranjang tersebut.
“Cantik” ucap Alan ketika merapikan anak rambut sang gadis.
“Kau seperti bidadari.” Tanpa Alan sadari dia tersenyum menatap gadis itu.
“Haahh... apa apaan aku ini, kenapa juga aku bersikap seperti itu.” Reflek Alan menyingkirkan Tangan nya dari Wajah sang gadis, ketika menyadari perbuatannya sendiri. hehehe tapi memang cantik sichh ucapnya dalam hati sambil menyunggingkan sedikit senyuman.
Hari berlalu begitu cepat sudah Waktunya Makan Malam, Alan yang sibuk bekerja di sofa Kamarnya sambil menjaga gadis cantik itu, sampai tidak sadar sudah waktunya makan malam.
*tok...tok...tok
“Masuk". ucap Alan dari dalam Kamar
cklekk*
“Permisi King, sudah tiba waktunya makan malam” ucap Kepala pelayan yun.
“Ko, panggil 2 pelayan perempuan untuk menjaga nona” ucap Alan tanpa mengalihkan pandangannya Dari laptop Nya.
“Baik King, apakah masih ada lagi.” tambahnya lagi
“Tidak aku akan turun setelah ada yang menemani nona.” ucap Alan seraya mematikan Laptop nya.
Kepala pelayan yun pamit undur diri dan memanggil pelayan . Sesuai instruksi sang tuan , 5 menit kemudian pelayan datang.
“Kalian jaga Nona, jangan sampai mengganggunya” Titah Alan.
“Baik King.” ucap Kedua Pelayan
Alan berjalan keluar kamar menuju ruang makan.
tak tak tak tak
Suara langkah kaki Alan, memenuhi ruangan dan memecah keheningan.
Semua serentak mengucapkan “ Selamat malam King ”. Alan hanya menganggukkan kepala dan duduk di kursi meja makan . Makan malam pun terlaksana dengan hikmat.
Setelah makan malam, Alan dan Nick melanjutkan pekerjaan mereka sampai larut malam. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00, Alan melepaskan kaca mata nya, menutup laptop dan membereskan berkas-berkas nya.
“ Nick, sudah larut segeralah istirahat.” ucap Alan berdiri dari singgah sana nya .
‘‘Baik King, Selamat istirahat.” jawab Nick sambil membungkuk hormat.
“Kalian istirahat lah biar nona , saya yang jaga.” ucap Alan melihat ke dua Pelayan tersebut
“Terima kasih King, dan selamat malam.” jawabnya sambil memberikan hormat dan pamit undur diri.
Setelah para pelayan itu keluar, Alan duduk ditepi ranjang menatap gadis bak bidadari yang sedang tidur di Depan nya. Alan tersenyum sungguh indah ciptaan Mu tuhan .
Malam semakin larut Tanpa dia sadari, dia tertidur disebelah gadis itu, awalnya dia hanya ingin merebahkan tubuh nya yang capek tapi tak bisa melawan rasa kantuknya . Alan sudah terjun ke dunia mimpi sambil memeluk tubuh gadis itu.
______________________
Pagi hari yang brisik, suara dering ponsel milik Alan terus berkumandang tanpa henti.
bip bip bip bip bip bip
Dengan malas dia meraba raba di atas nakas sebelah kanan ranjang.
“Hallo.” ucap nya dengan suara khas Bangun tidur. Tanpa melihat siapa yang menghubungi
“Waauuww wow , yow ma Man” ucap diseberang line telpon.
“Kenapa... KAU menggangguku di pagi buta ini hah.” Alan mendengus kesal mendengar suara sahabatnya
“ Man you happy Habis senang senang , Sampai - Sampai siang kau anggap PAgi .'' Ucap Rava sambil cengengesan .
“ADA APAA ???” sungut Alan karna sudah malas mendengar ocehan sahabatnya itu.
“ Ha ha ha ha .... santai Man, Sebenarnya urusan kantor tapi......” Rava menggantung kalimatnya untuk membuat sahabatnya itu sedikit penasaran .
“Berhenti bertele tele Apa sichhh mauu muuu ,,, Brengsekkk”. Bentak Alan sudah habis batas sabar nya.
“ hhhfffddd santai Man,,,bukan masalah penting masih bisa menunggu sampai kau pulang. Tapi....” Rava menahan tawa nya dengan membungkam mulutnya dan menggantung kalimat nya
“ TAPI APAAA****!!! ” Secepat kilat Alan menyambar kalimat menggantung yang dilontar kan sahabatnya itu
“Tapi KAUUU durjana, bersenang senang tidak mengajakku . Dan yaaa jangan teriak teriak gadismu nanti bangun Hahhahaha haha sungguh gadismu cantik sekali Ahahha
hahahahha .” Tawa Rava pecah melihat expresi terkejut sahabatnya karna ucapannya , salah sendiri menerima telpon tidak mau Membuka mata . Ya sedari tadi mereka mengobrol ehhh bukan ngobrol sichh mengganggu Alan tidur lebih tepatnya.
Secepat itu juga Alan membuka mata dan kejutan....... haaaahhh kenapa aku tidur disini , dia Berada di sebelah gadis cantik yg belum sadar itu . Dilihat nya telpon nya yang ternyata videocall menampilkan wajah Rava sedang tertawa terbahak bahak menangkap basah dirinya tidur bersama lawan jenis . Alan mengacak acak rambut nya dan mematikan telpon secara sepihak .
Alan bergegas turun dari ranjang berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri dan sekaligus menyegarkan pikirannya .
Alan mandi di bawah guyuran air shower yang dingin untuk mendinginkan otak nya . Kenapa bisa juga dia mengangkat telpon Tanpa melihat situasi sekitarnya . Alan merutuki kebodohannya sendiri karna ceroboh , menghela nafas panjang , haaahhhh ....dah terlanjur juga gumamnya .
Setelah beberapa saat , Alan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya , perut kotak kotak , rambut acak acakan menambah kadar ketampanan nya , wajah yang sudah segar menambah segala nilai plus untuk membuat kaum hawa meleleh saat melihat nya.
Setelah 10 menit ritual berganti pakaian dan mematut Penampilannya di depan cermin , Alan berjalan ke arah ranjang untuk mengecek kondisi bidadari tidur nya , eeeiiitttsss Bidadari yahhh dia menyebutnya begitu kan memang dia sangat cantik jadi *why not .
"Heyyy Bidadari kapan kau akan bangun ini udah siang kau tau*" . Alan tersenyum dan bergumam dalam hati.