
Zeta meninggalkan meja makan menuju kamar nya untuk bersiap-siap, ketika berpapasan dengan Risa dia memberitahukan tentang rencana kepergian mereka.
“ Kak ” panggil Zeta ke Risa.
“ Iya Nona ” jawab Risa.
“ Kita akan pergi ke acara sosial penggalangan dana menggantikan Alan, apakah kakak dan juga Jeff sudah tau ? ” Tanyanya.
“ ouhh itu, iya Nona tadi Nick sudah bilang sama kami. Kami akan menyiapkan segala keperluan nya. ” Jawab Risa .
“ emmm, baiklah kalau begitu aku naik dulu yaa nanti jam .... ” Zeta menggantung kalimatnya karna bingung mau berangkat jam berapa apakah jauh tempat nya atau dekat dia tidak tau, beralih menatap RISA.
“ Kita berangkat jam berapa kak ? ” tanya Zeta.
Risa mengeluarkan handphone dari saku celananya, melihat jadwal yang dikirim Nick melalui email nya.
“ Tempatnya lumayan agak jauh Nona. ” Jawab Risa.
“ Emmm kalau begitu aku akan bersiap sekarang ” ucap Zeta.
“ Mungkin kita bisa berangkat pukul 08.00 supaya tidak terburu-buru, apakah Nona setuju? ” Risa bertanya menatap Zeta.
Zeta menganggukkan kepala, “ Baiklah ”.
Mereka pun bersiap-siap sendiri-sendiri, Zeta sudah tiba di kamarnya. Setelah membersihkan diri beralih ke walk in closet untuk memilih baju.
“ Ini acara formalkan, jadi harus pakai pakaian yang sopan. ” Zeta bermonolog dengan dirinya sendiri, memilih-milih baju yang cocok dipakainya.
“ Ini saja bagus. ” Pilihannya jatuh pada dress panjang warna peach yang berhiaskan brukat di bagian atasnya menyerupai cardigan lengan panjang depannya sampai batas perut. Gaun itu terlihat indah dipakai nya, terkesan kalem tapi tetap elegan.
Beralih ke meja rias, memakai make up natural, menata rambut dibiarkan nya tergerai indah namun tetap terlihat rapi, tidak lupa memakai parfum yang sekarang menjadi kesukaannya yang sudah disiapkan oleh Koko Yun. Berjalan kembali ke walk in closet mencari aksesoris seperlunya, mengambil sepatu dan tas slempang dan juga dompet.
“ Aku sudah siap ” mematut diri di depan cermin besar yang ada disana.
“ Sepertinya ada yang terlupa? ” Zeta mengingat ingat apakah benda yang terlupakan olehnya .
Akhirnya dia mengingat bahwa Handphone dan juga 2 Card yang diberikan Alan tadi masih belum dia bawa, berjalan ke arah ranjang untuk mengambilnya. Dimasukkannya Handphone itu ke dalam tas nya dan untuk card nya dimasukkan ke dalam dompet.
Ting , bunyi nada pesan masuk di handphone Zeta .
Zeta mengambil Handphone nya dari dalam tas dan melihat siapa yang mengiriminya pesan dan membacanya .
Prince AL
Zee ini pin card gold punya mu (675*** )
Jangan sampai lupa yaaa 😊
Nanti selesai meeting aku hubungi kalau masih sempat aku akan menyusul mu okeyyy😘😘😘
Alanka
Setelah membaca pesan dari Alan, Zeta sedikit bingung mau membalas apa ditambah lagi Alan mengirimi nya pesan beserta emotikon yang bisa membuat dirinya sedikit salting, Tapi tak urung dia membalasnya. Setelahnya dia beranjak turun menemui Risa dan juga Jeff yang sudah menunggunya, kemudian segera berangkat menuju tempat acara berlangsung.
Di lain sisi Alan yang menerima balasan pesan dari Zeta menjadi senyam senyum sendiri, satu ruangan yang sedang menjalani meeting itu pun menjadi keheranan dengan tingkah laku bos nya.
Bidadariku 💖
aku menunggumu 😊
Razeta
Dimasukkan nya Handphone nya ke dalam saku jas nya dan beralih menatap semua orang yang ada di ruangan meeting itu dengan senang.
“ Baiklah mari kita segera selesaikan semua ini. ” ucap Alan dengan tersenyum.
________________________________________
Setelah menempuh perjalanan yang sedikit panjang mereka sampai di tempat acara berlangsung, Mereka disambut pihak penyelenggara acara.
“ Selamat datang Nona ” sapa mereka.
“ Terima kasih ” jawab Zeta dia bingung mau menjawab apa.
“ Suatu kehormatan bagi kami anda bisa datang. ” ucap salah satu dari panitia, mereka tau yang berdiri di belakang Nona cantik ini adalah Bodyguard Alanka karna mereka memakai atribut berlogo AL's jadi bisa dipastikan mereka utusan Alanka.
“ Saya datang mewakili Alanka, beliau tidak bisa hadir karna suatu halangan. ” ucap Zeta canggung menghadapi situasi yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya tapi dia juga tidak mau membuat Alan malu jadi dia mengumpulkan semua keberaniannya untuk berada dalam situasi baru yang sedang dialami nya sekarang.
“ Sungguh kami sangat terkesan karna tuan Alanka bisa mengirimkan wakilnya untuk menghadiri acara Amal ini. ” ucap panitia itu tadi dengan tersenyum senang karna seperti mendapat suatu kehormatan dengan datang nya orang-orang penting didepan nya ini.
“ Beliau akan mengusahakan untuk datang jika waktu masih memungkinkan ” Zeta menambahkan kalimatnya.
Setelah acara sapa menyapa Zeta dipersilahkan duduk di tempat khusus yang berada di depan panggung yang memang diperuntukkan bagi Alan.
“ Siapakah itu cantikkk sekali ”
“ Apakah itu calonnya tuan Alanka , dia sungguh cantik sekali, aku iriiiiiii. ”
“ Mereka cocok sekali cantik dan juga tampan. ”
Gumaman orang-orang yang melihat kehadiran Zeta untuk mewakili Alanka, mereka kagum sekaligus terkejut selama ini mereka tidak pernah tau bahwa Alanka sedang menjalin kasih dengan seorang wanita manapun apalagi untuk mewakilinya di acara resmi seperti saat ini.
Acara pun di mulai, banyak sekali rangkaian acara mulai dari sambutan dari panitia, pertunjukan untuk menghibur para tamu undangan, dan perwakilan dari berbagai pihak yang terkait dengan acara amal tersebut.
“ Kak Risa ” Zeta menoleh ke arah Risa.
“ iya Nona, ada apa? ” Tanya Risa.
“ Kenapa kita duduk di depan sendiri begini, aku tidak nyaman. ” Ucap Zeta.
“ Mereka sudah menyiapkan kursi masing-masing untuk tamu undangan nya Nona dan disini tempat yang diperuntukkan bagi King Alan. ” Jawab Risa .
Zeta pun pasrah mau bagai mana lagi, yang bisa dia lakukan adalah menikmati acara yang berlangsung di depan nya. Didepan nya sedang berlangsung pertunjukan dari perwakilan anak-anak kurang beruntung yang selama ini hidup dari belas kasih donatur yang menyisihkan penghasilan untuk disumbangkan kepada mereka. Gadis kecil yang sangat cantik sedang menyanyikan lagu yang mengisahkan perjuangan seorang ibu.
🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Nada-nada yang indah
Selalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Telah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku.
🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
Zeta meneteskan airmata mendengar anak kecil itu bernyanyi, dia teringat akan ibunya. Tanpa Zeta sadari Alan sudah duduk di sebelahnya entah kapan datang nya laki-laki itu, Zeta sudah kehilangan fokus nya pikiran nya melayang ke masa-masa dia masih bersama ibunya.
“ Bunda, Zeta kangen bunda ”
“ Bahagia di surga yaa bundaa, Razeta mencintai bunda selama nya. ”
Alan yang melihat Zeta meneteskan airmata melihat anak kecil di depan mereka bernyanyi bertemakan seorang ibu, sudah bisa menduga kenapa Zeta menangis pasti dia mengingat ibunya.
Digenggamnya tangan Zeta untuk menyalurkan kekuatan dan berkata, “ Bunda sudah bahagia di surga Zee. ”
“ hehh .... ” Zeta sontak terkejut menoleh ke arah samping di lihatnya Alan sudah duduk di sebelahnya dan menggenggam tangan nya seperti sedang memberikan semangat.
“ Kau lebih beruntung dari mereka. ” Alan berucap dengan tersenyum menatap ke arah panggung dimana banyak anak-anak panti asuhan yang memang kurang beruntung karna mereka tak pernah tau siapa orang tuanya.
Zeta mengikuti arah pandang Alan, di depan mereka banyak sekali anak kecil tak berdosa yang kurang beruntung harus tinggal di panti asuhan karna tak tahu dimana orang tuannya.
“ benar kata Alan setidaknya aku tahu siapa orang tuaku. ” batin Zeta.
“ Bunda mu sudah bahagia di surga jadi jangan menangis lagi, okeyyy. ” Ucap Alan menatap Zeta dengan tersenyum lembut.
Zeta menganggukkan kepala, “ aku hanya terharu melihat nya bernyanyi. ”
.
.
.
.
.
TBC
# Salam sayankk
# Vhiey vee😘😘😘