
Zeta masih menangis di pelukan Alan , karena baru pertama kali ada yang mau perduli kepadanya .
“ Kita pulang yaaa ” Zeta hanya mengangguk .
Disekitar situ jadi ramai banyak orang yang penasaran dengan Kejadian tersebut , mereka antusias siapakah yang sedang dipeluk oleh sang konglomerat ALANKA pengusaha kaya raya , wajah tampannya bahkan memenuhi majalah bisnis dan TV yang menyiarkan berita kesuksesan Nya .
Banyak warga sekitar apalagi kaum hawa meleleh melihat wajah tampan Alan , postus tinggi , apalagi dengan memakai pakaian tanpa lengan memperlihatkan otot otot tangan nya yang terlihat sangat sexi .
Alan mengurai pelukan nya , menatap wajah gadis di depan nya tersenyum dan berkata , “ Don't cry ”
Diusapnya airmata Zeta , “ wajah mu jadi jelek lihat , kau seperti Zombie sekarang he he he ” Gurau nya .
Zeta hanya Menundukkan kepala Karna Malu , suasana berisik sekali di sekitarnya , Zeta menoleh kanan kiri Astaga kenapa jadi ramai sekali disini . Dia semakin menundukkan kepala . Alan sadar itu diangkatnya dagu gadis itu dengan jari telunjuk Nya supaya menatap mata nya
“ Mau aku gendong ” Alan menaik turun kan alis nya sambil mengedip ngedipkan mata .
Zeta menggeleng , “ Jalan saja ”
“ emmm , ya sudah ayo ”
*****
Nick yang tadi tidak ikut berlari mengejar , kini datang membawa mobil untuk dipakai mengantar pulang tuan dan juga Nona nya .
ciitttttt
Mobil berhenti di belakang Alan , Nick segera turun dari balik kemudi .
“ King ”
“ Wahhhh ... Nick sepertinya kau akan mengunjungi Antartika sebentar lagi ”
“ Maaf King jangan kirim saya kesana , saya gampang terkena flu ” Jawabnya kikuk
“ Cepat buka pintu nya ” Nick segera berlari ke pintu mobil dan membuka nya .
“ aauww “ Ringis nya karna lutut nya sakit di pakai berjalan.
Alan mendengar suara kesakitan Zeta , tanpa permisi Alan langsung mengendong Zeta menuju mobil .
“ aku masih bisa berjalan “ ucapnya pelan .
“ Aku tau ” jawab nya Acuh .
“ Silahkan King dan Nona ” Nick mempersilahkan mereka masuk ke dalam mobil .
Setelahnya mereka pulang ke Mansion , di dalam mobil Mereka semua hanya saling diam , Alan dan Zeta di jok belakang sedang Nick mengemudi . Sesampainya di mansion Alan kembali menggendong Zeta menuju kamarnya dan mengobati luka di lutut nya .
Setelahnya Zeta beristirahat dengan ditunggui Alan yang juga sudah membersihkan dirinya .
***
Malam harinya
Zeta yang sudah bangun dan juga sudah membersihkan diri , sekarang sedang duduk di balkon kamar nya yang menghadap ladang tulip.
“ Semoga ini adalah jalan yang benar untuk memulai Kehidupan baru ku ” Gumam nya menatap jauh entah kemana.
“ Nona ” panggil maid di belakang nya . Zeta tak menyadari kedatangan nya .
“ emmm i iyha ada apa ” jawab nya kikuk karna selalu di panggil Nona nona dia tidak terbiasa .
“ Maaf Nona King sudah menunggu anda di meja makan ”
“ emm iya , saya akan kesana “
“ Mari saya bantu ”
Walaupun sedikit tidak nyaman tapi Zeta menerima bantuan nya karna memang lututnya masih sakit .
“ Terima kasih ” ucap Zeta dengan Sopan .
“ Tidak perlu ber trima kasih Nona sudah menjadi keistimewaan tersendiri bisa melayani anda ”
Mereka berjalan menuju lantai bawah menggunakan lift untuk pergi ke meja makan .
“ Zee ” sapa Alan yang melihat kedatangan Zeta .
“ Duduklah ” menurut dengan yang dibilang Alan .
“ Ko , panggil semua penghuni mansion ke ruang tengah ” Perintahnya dengan nada tegas setelah menyelesaikan makannya .
“ Baik King ” Koko Yun yang ada di belakang Alan segera bergerak memenuhi perintah tuannya .
Zeta mengernyitkan dahi bingung kenapa semua orang dikumpulkan sama Alan .
“ Nanti kau akan tau Zee ” seakan tau arti expresi kebingungan Zeta .
“ Kau sudah selesai makan nya ”
Zeta menganggukkan kepala .
“ Ayo kau mau tau kan ”
Alan membantu Zeta berjalan menuju ruang tengah , sesampainya disana semua sudah berkumpul semua penghuni mansion . Zeta membelalakkan mata terkejut Melihat banyak nya penghuni mansion megah ini jika dikumpulkan jika dihitung bisa puluhan orang .
Alan memapah Zeta memimpin nya untuk duduk di sofa besar di depan semua orang yang sedang berkumpul .
“ Duduklah ” menurut .
“ Selamat Malam semua nya ” sapa nya
“ selamat malam King ” ucap mereka bersamaan .
“ Dengarkan apa yang akan aku sampaikan ”
Zeta semakin bingung mau apa lelaki itu di antara banyak sekali orang mulai dari Nick , kepala pelayan yun , maid , semua Bodyguard . Hanya dirinya yang duduk dia menjadi merasa takut dan malu mau di apakan dia disini .
Alan yang melihat Zeta menunduk , mendekat mengangkat dagu Zeta dengan jemari halus nya dan berbisik “ Jangan pernah menunduk lagi kepada siapapun , awali kehidupan baru mu Dengan kepala tegak .
“ Perkenal kan semua Nona Muda di sebelahku ini nama nya RAZETA SAVANA ”
“ Hormati dia sama seperti kalian menghormati ku , perlakukan dia dengan sangat baik , apapun yang dia perintahkan atau yang dia inginkan kalian harus menurutinya ”
“ Sanksi tegas akan berlaku kepada siapapun yang melanggarnya ”
“ Kalian mengerti ” Zeta kaget Mendengar penuturan Alan dia syok menjadi Nona Muda di Mansion semegah ini dengan segala kemewahannya , bukan malah senang yang ada ketakutan dan merasa tak pantas diri .
Zeta memegang lengan Alan ingin protes , tapi Alan menggelengkan kepala .
“ Mengerti King ” jawab Mereka serempak .
“ Kalian berdua perkenalkan diri kalian pada Nona Muda ” Tunjuk Alan pada Koko Yun dan Nick .
“ Perkenalkan saya Kepala Pelayan di Mansion ini Nona , anda bisa memanggil saya Yun ”
“ Saya Asisten pribadi King Nona , nama saya Nicko Sanjaya ” . Mereka menunduk hormat .
Zeta bingung dan Malu mau menjawab apa jadi dia diam saja . Alan menyuruh Mereka kembali ke tempat semula .
“ Risa , kau akan menjadi asisten pribadi nona dan kau Jeff , kau akan menjadi supir dan kepala pengawal pribadi Nona ”
“ Jangan pernah kecewakan aku , layani Nona dengan sebaik mungkin ”
“ Jeff , bawa 3 pengawal mu kemana pun jika nona pergi atau ingin kemana mana pastikan keamanan Nona ” Baik King ” jawabnya .
“ Zee ” Zeta menengok menatap Alan .
“ Pilihlah satu maid untuk menjadi pelayan pribadi mu ” Zeta menggelengkan kepala tapi Alan mengangguk kan kepala mau tidak mau dia harus memilih .
Dilihatnya semua maid , dan jatuh pada gadis yang pernah mengantarkannya ke ladang tulip tempo hari .
Zeta menunjuk nya , semua orang mengikuti arah tunjuk Nona nya .
“ Kau .... majulahh” yang ditunjuk memberanikan diri maju.
“ Zee , maid ini kah yang kau ingin kan ??” tanya Alan dan Zeta mengangguk .
“ Baiklah perhatikan kerja mu jangan sampai mengecewakan Nona karna telah memilihmu dari banyak nya maid di Mansion ini ”
“ Baik King dan Terima kasih Nona ” Membungkuk hormat .
“ Jika sampai Nona merasa tidak nyaman atau mengeluh kalian bertiga yang akan saya cari ” Ancam nya dengan tegas . Zeta menelan Saliva yang getir dengan susah payah melihat dan mendengar penuturan Alan .
“ Kalian semua boleh pergi , dan untuk kalian bertiga tetap disini dan juga Koko yun , Nick , dan Koki utama ”
Mereka semua membubarkan diri tersisa mereka mereka yang di minta untuk berada ditempat .
“ Baik lah tinggal kalian ber 6 disini ”
Alan duduk di sofa bersebelahan dengan Zeta “ Aku tidak akan basa basi kepada kalian , kenyamanan Nona akan menjadi tanggung jawab kalian ”
“ Jangan pernah berikan makanan terlalu manis pada Nona , dia tidak bisa memakannya ”
“ Zee ” Menatap Zeta
“ Kau ingin menyampaikan sesuatu pada mereka karna Mereka yang akan menemani mu setiap harinya ”
Zeta menggelengkan kepala .
“ Ini adalah kehidupan baru bagi Nona , bantu lah dia semaksimal yang kalian bisa ” .
“ Aku akan memberikan bonus lebih jika Nona merasa puas dengan kerja kalian ”
“ Baik King ” ucap mereka kompak .
.
.
.
.
.
.
.
.TBC
# Salam sayenkkk
# Vhiey vee