Just More Time

Just More Time
Ketakutan Erik



RAKA POV


Saat rapat selesai aku segera menuju tempat Erik tadi menungguku.


Erik tak ada di sana.


"Kemana lagi itu anak, di suruh nunggu bentar ech malah ngilang"


Aku berjalan ke arah lapangan basket, mungkin Erik di sana. Karena dia memang hobi bermain basket.


Tak lama berjalan aku melihat Erik berlari tergesa-gesa sambil berteriak menyebut nama ku.


"Rakaaa... Rakaa... host.. host.." Erik menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Kenapa sih Rik? kamu kaya orang habis di kejar setan aja.


"Raka.. host.. aku.. aku tadi.. host.." masih mencoba mengatur nafasnya.


"Pelan-pelan ngomongnya Rik, tarik nafas... sembuskan.. tarik lagi.." Erik mengikuti instruksiku.


"Tadi, aku melihat anak kecil Raka di lapangan basket"


"Ya.. terus? cuma anak kecil Rik. apa hubunganya sama kamu yang basah keringatan gini?"


"Tadi, anak itu ku lihat sedang main basket. Aku ikut bermain bersama dia. Tapi aku kalah, dia terlalu gesit Raka. Waktu aku mau mengambil bola tiba-tiba anak itu hilang gitu aja, apa gak serem, sampe aku lari terbirit-birit"


"Hahahahaha, untung aja gak sampai kencing di celana.. hahahahahaha.."


"Yeee... orang ketakutan malah di ketawain.."


"Erik.. Erik.. kali aja kan tuh anak kecil langsung cabut pas selesai main" kataku menyakinkan Erik bahwa yang di lihatnya itu manusia bukan hantu.


"Aku yakin banget gak mungkin Raka, kalau pun dia pergi aku aja gak dengar suara langkah kakinya"


"Ya kali aja kamu lagi gak fokus, jadi gak dengar suara langkahnya. Lagian ya mana ada hantu muncul masih terang begini. Tuhh matahari aja masih ada" Aku menunjuk ke arah sinar sang surya yang masih setia menerangi bumi.


"Acchhh, sudahlah kalau kamu gak percaya Raka. Semoga aja tuh anak kecil ngekorin kamu sampe rumah.. hihihihihihi" Erik mencoba menakut-nakutiku.


"Aku gak takut Rik, kamu tuh yang di ekori, buktinya dia kan menampakkan dirinya di depanmu. Nanti malam tidur di sebelahmu. Hahahaha"


Muka Erik tiba-tiba jadi pucat !! Padahal aku cuma bercanda. Lucu sekali mukanya saat ketakutan gitu.. hahahaha


"Ka kamu jangan gitu donk, kan aku jadi serem. Pokoknya antarin sampe depan rumah"


"Iya.. iya badan aja gede. Nyali ciut.. ayo buruan.."


Aku pergi mengantarkan erik sampai depan rumahnya. Kebetulan rumah kami searah.


"Thanks bro.." kata erik begitu sampai di depan rumahnya.


"Yoo, sama-sama. Hati-hati entar malam Rik ada yang nemanin kamu tidur. hahahaha" aku menakutinya lagi karena aku senang melihat wajah takut Erik, sangat lucu.


"kamu yang hati-hati, nanti ada ngikut boncengan di belakang kamu" kata Erik


"Ya kalo aku pasti boncengin cewek cantik, ya uda aku pulang bro"


"Yoo titi dj"


Mengendarai motorku menuju rumah. Hari pertama berada di masa lalu, melelahkan sekali.


Di Kamar Raka


Merebahkan diri ke kasur, sekedar melepas penat ku pejamkan mataku.


"Haaaiiii Raka, ternyata ini kamarmu!!" saat membuka mata aku kaget tiba-tiba ada Alice di depan wajahku.


"Alice bisakah kamu gak muncul tiba-tiba begitu? bikin kaget saja. Untung aku gak punya penyakit jantung" protesku.


Alice tampak tak menghiraukan. Ia pergi melihat-lihat isi kamarku.


"Hoaaammmm... " Alice menguap dan langsung merebahkan dirinya di kasurku.


"Haiiii Alice, itu tempat tidurku. Jangan tidur di situ" kataku yang tak terima seenaknya saja dia tidur di situ.


"Aku ngantuk Raka, jangan berisik" kata Alice seenaknya.


"Tidur saja sana di rumahmu. Ini rumahku Alice, sana-sana" Aku mendorong dan mengulingkan Alice dari kasur empukku.


"Memangnya di planetmu gak ada kasur?" tanyaku penasaran


"Ada, kali aja beda rasanya sama buatan manusia"


"Tidur saja di dimensimu Alice. Aku juga cape, mau tidur"


"Kau saja yang tidur di sofa itu" Alice menunjuk sofa kecil yang ada di dekat meja belajarku.


"Aku gak mau, kamu aja yang tidur di sofa itu" kataku


Grookkkk... cusss... grookkk.. cuss...


Aku menoleh, main ngorok aja mahluk ini.


Huufffhhh.. lelah aku berdebat dengan Alice yang kepala batu. Akhirnya aku mengalah, membiarkannya tidur di kasurku dan aku tidur di sofa.


Pagi hari saat aku terbangun Alice sudah tidak ada di tempat tidurku.


Dasar anak kecil, datang seenaknya, pulang gak pamit.


Aku mandi, membersihkan diri dan bersiap berangkat sekolah.


Berkaca sesaat melihat wajahku yang masih sangat muda dan tampan ini, Kim Soo Hyun mahh lewat. Gak ada apa-apanya di bandingkan wajah tampanku ini. Tersenyum seakan puas dengan penampilanku. Rasanya tak ingin cepat tua, hehehe..


"Tumben kamu jam segini sudah rapi Raka, biasanya tunggu ibu bangunin dulu baru mandi" kata ibu saat melihatku keluar kamar sudah lengkap dengan seragam sekolah.


"Itu Raka yang dulu bu, yang masih ababil" kataku


" Apa itu Raka? ibu gak ngerti kalo kamu pakai bahasa aneh-aneh"


"ABG labil buu, paling juga sekarang masih abauket" Kata mba Rika menimpali


"Apa itu mba?"


"ABG bau ketek, kaya kamu"


"Enak aja, Raka wangi mba. Nih nih cium" Aku menyodorkan ketekku yang sewangi mawar ini ke mba Rika.


"Eeehhmm.. bau, sana jauh-jauh Raka" kata mba Rika menghindar sambil menutup hidungnya.


Enak saja aku di bilang bau ketek, ketekku wangi, sudah ku kasih parfum tadi sebotol.


"Sudah-sudah cepat sarapan, nanti kalian terlambat" kata bapak yang dari tadi sudah ada di meja makan.


"Iya pak, itu tuh si Raka. Gak sadar keteknya bau. makanya gak ada cewek yang mau sama dia"


"Enak aja, yang mau sama Raka banyak mba. Orang ganteng gini kok. Jomlo itu pilihan."


"Malah di lanjutin lagi, cepat makan !!! " kata ibu dengan wajah galaknya


"Iya buu.." jawab kami serentak. Takut kalau ibu ngomel biasanya panjang jadinya.


Di Sekolah


Aku memarkirkan motor lalu menuju ruang kelas.


Saat melewati koridor sekolah, aku melihat Erik sedang bersama Miska istrinya. Maksudku istrinya di masa yang akan datang, berarti sekarang masih calon. Sepertinya Erik saat ini masih berjuang mendapatkan hati Miska.


"Haiii broo.. " Erik menuju ke arahku.


"Lho, kok udahan berdua-duaannya?" tanyaku.


"Dia mau ke toilet katanya"


"Ciye.. ciye.. gebetan baru bro?" tanyaku menggoda Erik


"Hahahaha.. begitulah, doain ya?"


"Kejar terus bro.."


"Yoi bro.."


Tiba-tiba Alice muncul di sampingku. "Raka.. kau semalam ngorok nyaring banget tau gak? Aku jadi pindah ke dimensiku. Gak tahan dengar kau ngorok" aku menoleh ke arah Alice, nihh anak datang-datang ngomel-ngomel aja batin ku.


"Rak... Raka... iii.. itu.. itu anak kecil yang tanding basket sama aku kemaren !!" erik terlihat ketakutan dan menunjuk ke arah Alice berada.