
"Hancurkan permata di dahi Naga itu, setelah itu dia tidak akan bisa menyatukan tubuhnya lagi" Lucky menunjuk sebuah permata kecil berwarna ungu yang terletak di dahi Naga hitam.
Alice menatap arah yang di tunjuk oleh Lucky, kemudian sebuah seringai terpaut di bibir mungilnya. "Tamatlah riwayatmu naga jelek".
"Gawat, bagaimana mungkin dia mengetahui kelemahanku? Sedangkan dia saja baru tiba di sini. Menghadapi satu anak kecil ini saja merepotkan, apa lagi lelaki itu yang terlihat lebih kuat dari anak ini " Naga hitam mulai ketakutan saat kelemahannya telah di ketahui.
Lucky hanya tersenyum miring mendengar penuturan Naga hitam di dalam hatinya. "Jangan berlama-lama Alice, langsung saja habisi. Aku beri waktu kau 5 menit. Kakakmu ini, sangat rindu denganmu" ucap Lucky.
"Baiklah kakak, aku akan segera menyelesaikannya" Setelah mengatakan itu Alice menuju titik sasarannya, yaitu permata ungu di dahi Naga hitam. Alice memusatkan tenaga pada alam di sekitarnya, seketika batu-batu alam melayang di udara. Dengan cepat batu-batu itu menyerang kepala dan tubuh Naga. Naga hitam menyadari tidak dapat menghindari batu yang datang dari berbagai arah. Naga hitam mengeraskan kulitnya yang dipenuhi sisik itu. Batu yang menghantam tubuhnya pecah berkeping-keping. Tetapi tidak dengan batu yang mehantam permata ungu di dahinya, justru permata ungu itulah yang pecah berkeping-keping. Naga hitam sangat sadar ia tidak bisa mengeraskan permata ungu itu seperti yang ia lakukan pada tubuhnya.
Naga hitam mulai ragu menyerang ketika permata ungu itu pecah. Ia harus memperhitungkan setiap serangannya, karena tubuhnya kini tidak bisa menyatu kembali bila terkena tebasan pedang Alice.
Naga hitam menyemburkan api panasnya ke arah Alice, tentu Alice dengan mudah menghindar. Naga terus-terusan menyemburkan apinya, Alice menghindari sambil terus menerus mendekat ke arah Naga hitam. Lalu Alice mengumpulkan energi kembali di tangan kanannya, seketika pedang itu muncul kembali. Naga hitam semakin panik melihat pedang itu sudah berada di tangan Alice. Ia sudah merasakan sendiri ketajaman pedang itu yang mampu membelah tubuh besarnya menjadi dua bagian.
Naga hitam memutuskan mengeraskan kulit bersisiknya lagi saat pedang di tangan Alice melayang ke tubuhnya. Seketika darah segar menyembur dari tubuh Naga hitam. Tapi tebasan itu tidak mampu membuat Naga hitam terbelah menjadi dua bagian, karena ia sempat mengeraskan tubuhnya. Sebuah sayatan pedang yang cukup besar tampak di tubuh Naga hitam.
Saat pertama Alice memotong tubuh Naga hitam dengan pedang, Naga hitam tidak mengeluarkan darah, itu berkat permata ungu di dahinya. Tetapi saat permata itu hancur, darah segar akan keluar bila ia terluka.
Naga hitam merasakan perih yang teramat sangat pada tubuhnya. Ia menelan ludah saat melihat air danau yang sudah berubah menjadi merah akibat darahnya yang mengalir.
"Siapa tuanmu?" tanya Alice. "Aku tidak akan membunuhmu kalau kau sebutkan siapa tuanmu"
"Jangan harap!!! Sampai matipun aku tidak akan menyebutkan siapa Tuanku". Naga hitam yakin, walau ia menyebutkan siapa tuannya Alice pasti akan tetap membunuhnya.
"Wah.. Walaupun tampangmu yang jelek, ternyata kau mempunyai sisi baik. Kau setia sekali dengan Tuanmu, tapi sayang, kau berada di jalan yang salah Naga jelek" ucap Alice.
"Tutup mulutmu anak kecil" Naga hitam geram. Ia mengumpulkan semua kekuatannya yang tersisa untuk mengeluarkan serangan terakhirnya. Sebuah semburan api yang sangat besar dan dasyat keluar dari mulut Naga. Api itu mengarah ke Alice. Alice yang melihat itu, langsung membuat perisai pelindung berbentuk bola dengan Alice berada di dalamnya. Alice tetap bergerak maju mendekati Naga hitam, dan memberikan tebasan terakhir di luka sayatan yang masih mengeluarkan darah itu. Seketika kini tubuh Naga terbelah menjadi dua bagian. Darah membanjiri danau itu. Kali ini Naga hitam benar-benar telah kalah, ia mati di tangan Alice.
Alice mendaratkan tubuhnya di dekat kakaknya berada, ia memijakan kaki mungilnya di tanah.
"Kau harus membereskannya Alice" Lucky menunjuk danau yang seketika berubah menjadi semerah darah.
"Huufffhh.." Alice menghembuskan nafasnya. "Kau sungguh tidak akan membantuku sama sekali kak?"
"Aku akan membantumu menghapus ingatan semua manusia yang menyaksikan aksimu" Lucky menunjuk beberapa manusia yang masih berada di area itu. Ada yang sudah tergeletak pingsan setelah menyaksikan aksi Alice melawan Naga hitam, ada pula yang berdiri ketakutan.
"Baiklah, ku serahkan mereka kepadamu kak" Setelah mengatakan itu Alice beranjak ketepi danau. Ia menggerakan tangannya melayang di udara membentuk sesuatu yang abstrak. Seketika air danau terpisah dengan darah Naga hitam. Air danau kembali jernih. Alice kemudian membuat gerakan abstrak dari bawah ke atas menggunakan tangannya dan kemudian menggenggam udara kosong. Seketika darah serta tubuh Naga hitam hilang dari pandangannya. Entahlah, tidak ada yang tau Alice membuangnya kemana.
Kristal masih diam saja mengamati setiap pergerakan semua orang yang ada di sini. Ia masih syok dan kebingungan dengan apa yang barus saja dilihatnya.
Kini Lucky kembali berdiri di sebelah Kristal, merasa tidak mengenali gadis di sebelah kakaknya Alice pun bertanya "Siapa dia kak?"
"Gadis yang menolong kakak saat baru pertama mendarat di Bumi, namanya Kristal" kata Lucky menjelaskan.
"Hai, namaku Alice. Terimakasih sudah membantu kakakku" Alice mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah.
Kristal menyambut uluran tangan Alice dengan ragu, tangannya bergetar ketakutan. Ia masih sangat ingat anak kecil dihadapannya ini dengan gampangnya menebas tubuh Naga yang sangat besar itu.
"Jangan takut, Alice anak yang baik kok" kata Sesil menggengam pergelangan tangan Kristal yang bergetar, membantu Kristal mencapai uluran tangan Alice.
"Kristal" katanya singkat saat tangannya di jabat oleh Alice. Alice tersenyum, "Nama yang cantik, secantik orangnya. Benar kan kak?". Alice mengatakan sambil melirik ke arah Lucky bermaksud menggoda kakaknya. Alice paham betul karakter Lucky. Apa lagi tadi, saat muncul dihadapannya Lucky menggenggam erat tangan Kristal.
Lucky hanya memalingkan muka ke sembarang arah saat melihat tingkah adiknya.
"Kenapa kakak tidak langsung mencariku saat sudah sampai di Bumi?" tanya Alice.
"SETI yang ku bawa hilang entah kemana saat aku mendarat. Aku juga bingung harus mencarimu kemana".
"Ohh begitu, untung saja ada kak Kristal yang berbaik hati mau menampungmu kak" ujar Alice. Kristal hanya tersenyum, karena Alice tidak tau kesepakatan diantara dirinya dan Lucky. Tentu saja Kristal tidak sebaik itu memberi tempat tinggal untuk pria asing yang tidak ia kenal.
"Apa ini gadis keturunan Anthos?" tanya Lucky melihat ke arah Sesil.
"Ya, kau benar kak" jawab Alice.
"Ada berita penting yang harus ku sampaikan mengenai gadis keturunan Anthos ini"
...****************...
Berita penting apa ya yang ingin lucky sampaikan?
Tetap kasih dukungan kalian, selalu tinggalkan jejak