
Kita tinggalin dulu kemesraan Sesil dan Raka ya?
Intip sebentar babang Lucky ðŸ¤
Di tempat yang berbeda, pada waktu yang sama
Pagi itu Lucky terbangun, mengerjapkan mata, mencoba mengumpulkan kesadarannya. "Aaahhh" katanya sambil meluruskan otot-otot yang terasa pegal karena tidur di sofa sempit dan pendek ini. Untuk seukuran Lucky, sofa itu pendek. Hanya dapat menampung sepertiga bagian dati tubuhnya.
Mengedarkan pandangan menatap lekat gadis yang tertidur pulas di atas kasur. Pasti kalian akan membanyangkan Kristal bobok cantik, ala putri kerajaan. Kalian salah, pose tidurnya sungguh tidak beraturan. Selimut yang entah kemana, guling yang terlempar di lantai, dan rambut yang acak-acakan.
Lucky tertawa kecil melihat pemandangan nyata di hadapannya. Tidak mencerminkan gadis yang anggun. "Haii bangun, bukankah kau bekerja?" Lucky menekan-nekan pipi gadis itu.
Kristal hanya sedikit bergerak "Sebentar lagi, aku masih ngantuk" katanya.
"Kau akan terlambat jika masih melanjutkan tidurmu, lihat sudah jam 7 pagi"
"APA??" Kristal telonjak, langsung bangun dan duduk menatap ke arah jam dinding.
"Hahahahaha.. mudah sekali dibohongi, pantas saja pacarmu menipumu" Lucky berkata tanpa ada rasa bersalah telah mengerjai Kristal.
"Dasar kau ini" Kristal melemparkan bantal ke muka Lucky" Minggir" lalu beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi.
Lucky tidak siap dengan serangan dadakan itu, alhasil batal itu mendarat tepat di wajah mulusnya.
Kena batunya kan Lucky, hehehe. Untung cuma bantal
Sudah lumayan lama Kristal berada di kamar mandi, sekitar 20 menit. "Kau tidur apa mandi?" tanya Lucky menggedor pintu kamar mandi.
"Aduh gimana ini? saking kesalnya sama pria itu aku masuk ke kamar mandi lupa membawa handuk dan pakaian ganti" gumam Kristal di balik pintu kamar mandi.
"Apa kau mau terlamabat?" Lucky bertanya lagi, masih dengan posisinya semula.
Ceklekk, Pintu kamar mandi terbuka sedikit. Kepala Kristal muncul di situ. "Maaf, bisa tolong ambilkan handukku itu?" Kristal menunjuk ke arah handuk yang tergantung.
Tanpa banyak bicara Lucky pergi mengambil handuk dan menyerahkannya kepada Kristal. "Kau menjauh ya, hadap sana. Jangan menoleh ke belakang" Kristal menunjuk arah jendela. Ia sungguh malu keluar dengan keadaan seperti ini. Dia sampai lupa sekarang ada seorang pria yang ikut tinggal bersamanya. Biasanya hanya tinggal sendiri, bila lupa membawa handuk ia akan keluar begitu saja, toh tidak ada yang lihat.
"Hufff" Lucky menghembuskan nafas. "Ingat jangan mengintip, kalau tidak ingin kena bogem mentahku" tegas Kristal lagi.
"Aku juga tidak berminat" kata Lucky jengah.
Dengan cepat Kristal membuka pintu kamar mandi dan berlari, bermaksud mencari baju ganti. Tapi karena keadaan kakinya yang masih basah, dia terpeleset.
BRUKKK
"Aduh.." Kepalanya terbentur lantai, tubuhnya terjatuh dengan posisi terlentang. Beruntung handuk itu masih melekat dan melilit tubuhnya.
Lucky terkesiap, ia segera membalik badan "Kkyyaaaa, Kubilang jangan mengintip" teriak Kristal.
"Kau ini ceroboh sekali" Lucky mengangkat Kristal ala bridal style. Mendudukan gadis itu di tepi kasur.
Ada apa dengannya? Kenapa wajahnya memerah?, batin Kristal.
Lucky yang mendengar kata hati Kristal membuang mukanya ke sembarang arah "Cepat pakai bajumu" ia beranjak pergi dari tempat itu.
Beberapa saat kemudian Kristal sudah rapi dengan pakaian kerjanya. "Aku tidak sarapan di rumah, tidak akan sempat. Kau bila ingin makan buatlah mie instan di dapur" titahnya sambil menghampiri Lucky. "Pulang kerja aku akan membelikanmu pakaian"
"Aku ikut kalau kau akan membeli pakaian untukku"
Lucky baru menyadari bahwa penampilannya memalukan untuk keluar rumah. Menggunakan baju rumahan seorang gadis, sungguh tidak pantas.
"Tenang saja, seleraku tidak payah dan aku bisa mengira-ngira ukuranmu. Nanti akan ku belikan beberapa untukmu" jelas Kristal lagi. Tak ada jawaban dari Lucky pria itu hanya menatap dalam diam. "Baiklah, aku pergi. Jangan membuat ulah di rumahku". Tanpa menunggu persetujuan Lucky, gadis itu langsung melenggang pergi.
"Huufffhhh.." Lucky menghembuskan nafas saat Kristal telah pergi. Ia tidak bisa kemana-mana hari ini. Ia bukan seperti Alice yang tak terlihat oleh mata manusia. Semua mata manusia bisa melihat penampakan dirinya. Kelebihannya bisa mendengarkan kata hati orang yang sedang di tatapnya.
"Alice, aku harus mencarimu kemana?" Lirihnya.
Ada yang kangen Alice? Atau nanyain kabar Alice?
Alice masih betah di dimensinya, menyembuhkan luka dalam yang di deritanya akibat terlalu berlebihan mengeluarkan kekuatan untuk menyembuhkan Sesil dari gigitan ular berbisa yang konon katanya bukan berasal dari bumi. (Pada Part 18)
Sabar ya, nanti Alice pasti muncul di waktu yang tepat kok, hihihihi..
********
Sekarang bus ini melaju menuju pasar Sukowati, tempat terbaik untuk mencari oleh-oleh khas Bali. Berada dalam wilayah Desa Sukawati Kabupaten Gianyar.Â
Bagi yang hobi shopping dan mencari oleh-oleh khas Bali untuk teman atau keluarga, maka pasar tradisional Sukawati wajib di kunjungi saat liburan ke pulau Bali.
Pasar seni Sukawati sangat terkenal karena menjual pakaian berupa baju, sarung, dan kerajinan traditional khas Bali dengan harga yang sangat murah. Pakaian seperti Batik yang berciri khas Batik ornamen Bali. Khusus untuk harga pakaian akan menyesuaikan dengan kualitas dari kain dan sablon.
Ini hal yang di tunggu kaum wanita, apalagi kalau bukan bisa shopping dengan harga murah.
"Aku nanti mau cari sarung pantai"
"Ibuku nitip daster bali, adem katanya"
"Kalau aku mau berburu pernak pernik, pajangan dindingnya. Unik-unik bentuknya"
"Aku lebih tertarik sama lukisan-lukisannya yang sangat indah"
Macam-macam rencana para wanita tertangkap oleh indra pendengarku. Kini kami telah memasukki kawasan Pasar Sukowati.
Gadis cantik yang duduk di sebelahku masih saja memanyunkan bibirnya. Habis kejadian di pantai terakhir kali itu, ia ngambek. Entah karena apa, masa iya karena aku menciumnya?
"Hai, sayang. Sampai kapan kamu mendiamkanku begini hemm?" tanyaku menatap lekat Sesil.
"Tau ah, kesal sama kamu" bibirnya mengkerucut membentuk huruf U.
"Cepat tua lho kalau ngabek terus, entar hilang cantiknya" godaku.
"Biarin, kamu rebut ciuman pertamaku dengan cara menjijikkan Raka" katanya dengan sedikit emosi.
"Ohh ya? itu ciuman pertamamu?" aku berpura-pura tidak tau, padahal aku tau. Karena di kehidupan sebelumnya pun akulah yang mendapatkan ciuman pertama itu. Tapi dengan keadaan yang berbeda, tidak seperti tadi. "Maaf sayang, gak gitu lagi deh. Atau anggap aja aku gak nglakuin apa-apa tadi" kataku dengan raut di buat menyesal.
"Maksudmu menganggap gak pernah terjadi gitu? Enak banget ngomong" kesal Sesil.
Aduhh.. Salah lagi.
Kasian deh kamu Raka, baik di kehidupan sebelumnya atau pun di kehidupan yang ini salah melulu. Apa cintamu gak pudar ya di omelin terus?
Sabar ya Raka.. hihihihi ðŸ¤ðŸ˜œ
Yukk vote, like, komen n favorid ya kak!!!