
Saat Alice, Raka dan Sesil telah dikejutkan dengan tubuh Naga hitam yang kembali menyatu. Kini Lucky telah berada pada pintu masuk Danau Beratan. Setelah melakukan teleportasi dari kamar Kristal ke sini, mengikuti jejak kekuatan Alice yang terpancar.
"Ka-Kau se-seberanya mahluk apa?" tanya Kristal. Ia merasa kaget saat mendapati kini dirinya dan Lucky sudah berada di area bedugul. "Ba-bagaimana bisa ki-kita berada di sini?" tanyanya dengan tergagap, Kristal cukup sadar bahwa sebelumnya mereka berdua ada di dalam rumah sederhananya.
"Tenang lah, tidak perlu terkejut seperti itu. Pertemuan pertama kita saat itu pun aku baru terjatuh dari langit" jawab Lucky santai.
Wajah Kristal pias, ia terpaku menatap pria tampan dihadapannya. Terpaku bukan karena mengagumi ketampanan pria itu, tapi ia masih bingung dan mencerna mahluk seperti apa yang tinggal bersamanya sekarang.
"Jangan melihatku seperti itu, aku tau kau sangat terpesona olehku" Lucky pura-pura tidak tau jalan pikiran Kristal, ia hanya menggoda gadis itu agar tidak terlalu tegang.
"Bukan itu yang aku pikirkan. Tiba-tiba aku merasa horor tinggal bersamamu. Apa jangan-jangan kau hantu?"
"Yang benar saja, mahluk apa itu? Aku tidak tahu apa itu hantu". Lucky yang baru saja mendarat di Bumi tentu tidak tau mahluk goib yang kasat mata, dan ditakuti manusia itu.
"Serius kau tidak tau hantu?".
Lucky hanya mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Kristal.
"Kau bilang tadi pertemuan pertama kita saat kau jatuh dari langit? Apa maksudnya?"tanya Kristal lagi.
"Aku bintang jatuh yang kau lihat"
Kristal membulatkan matanya, menutup mulut yang terbuka lebar dengan kedua tanganya. "Ja-jadi kau ja-jatuh dari langit sungguhan?"
Lucky mengangguk lagi, "Nanti saja aku akan menjelaskannya saat kita di rumah. Sekarang ada hal yang lebih penting yang harus aku selesaikan". Tak ada tanggapan dari Kristal, ia masih bingung dengan situasi ini. "Ayo ikuti aku, aku ingin mencari keberadaan adikku" Lucky menggenggam erat tangan Kristal, mengajaknya berjalan di daerah tempat mereka berada sekarang. Dengan memusatkan pada kekuatan Alice, Lucky menelusuri jalan ke arah danau Beratan.
......................
"Cih-, biar kau kembali akan ku tebas lagi tubuh hitammu yang jelek itu" Alice berkata geram.
"Dan dapat dipastikan tubuhku akan kembali lagi, lagi, dan lagi sampai kau kelelahan. Hahahahaha.." tawa naga hitam terdengar sangat menyeramkan.
"Berhati-hatilah Alice, sepertinya ia mempunyai kekuatan yang membuatnya susah dikalahkan" Raka memperingatkan Alice.
"Kita harus tau kelemahannya, Naga jelek ini pasti punya kelemahan" Alice berkata sedikit berbisik, agar tidak terdengar oleh Naga hitam.
"Wah.. wah.. apa kalian sedang mengatur strategi untuk mengalahkanku?" tanya Naga hitam saat melihat Alice dan Raka berbisik-bisik. "Apa sekarang kau jadi takut kepadaku mahluk planet Gliese?"
"Takut padamu? Jangan mimpi naga jelek. Tunggu saja, kau hanya menunda ajalmu" Alice menggretak Naga hitam. Sejujurnya ia masih memikirkan cara untuk membunuh Naga yang merepotkan ini.
"Apa gadis itu yang membuat mahluk planet Gliese selalu ikut campur masalah Bumi?" Naga hitam melirik ke arah Sesil. Sesil yang melihat tatapan mata Naga hitam yang menyeramkan bergeser ke belakang tubuh Raka.
Melihat itu, Raka menggenggam tangannya "Jangan takut, ada aku dan Alice di sini. Kami tidak akan membiarkan Naga itu menyentuhmu".
"Satu lagi manusia bumi yang merepotkan. Harusnya langsung ku makan saja kau tadi" Perkataan Naga hitam ditujukan kepada Raka, ia sedikit heran kenapa Raka masih hidup setelah tercebur ke danau.
"Tutup mulutmu Naga jelek, jangan bicara lagi. Apa kau tidak tau nafasmu itu sangat bau" kata Alice. Tentu saja ucapan Alice beberapa saat lalu, yang mengatakan bahwa lebih baik Raka mati tenggelam itu hanya bercanda. Ia tidak setega itu.
Alice mengambil ancang-ancang akan terbang. Ia sudah muak dengan omongan Naga hitam, dan berniat langsung menyerangnya. Saat Alice terbang ke atas ingin mensejajarkan tubuh mungilnya kehadapan Naga hitam. Naga hitam justru menyemburkan apinya ke tempat lain. Api itu menyembur kearah Raka dan Sesil sedang berdiri. Sialnya Sesil dan Raka tidak berada di dalam kubah pelindung. Alice merutuki kebodohannya yang meninggalkan dua manusia itu begitu saja, tanpa membuatkan pelindung terlebih dahulu untuk mereka.
Raka yang melihat Naga hitam akan menyemburkan apinya masang tubuhnya untuk melindungi Sesil. Memeluk Sesil membelakangi Naga hitam, berharap api itu hanya mengenai tubuhnya saja. Kalau pun mau lari dari situ sudah tidak sempat. Sesil memejamkan matanya di dalam dekapan Raka, begitu juga Raka, ia sudah pasrah.
Beberapa saat, Raka dan Sesil tidak merasakan api panas itu, mereka lalu membuka matanya. Raka membalik badannya untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ada seorang lelaki berdiri tegap tidak jauh dari mereka. Lelaki itu sedang menggenggam erat tangan seorang wanita. Tangan yang satunya lagi ia gunakan untuk menghalau semburan api panas dari Naga hitam.
"Kau ceroboh Alice" kata Lucky. Sesaat tadi ia mengamati interaksi Alice dengan Naga di hadapannya, sebelum ia memutuskan untuk ikut bertindak.
"Kakak.." Mata Alice berbinar melihat kedatangan Lucky.
"Waw.. apa ini? Sekarang ada dua mahluk planet Gliese?" kata Naga.
Raka melirik ke arah pria yang di panggil Kakak oleh Alice. Apa benar ia kakak Alice?
"Ya, pemikiranmu benar Raka Aditama. Maaf kalau perkenalan kita waktunya tidak tepat" Lucky menoleh dan membaca pemikiran Raka.
Apa dia bisa bisa membaca pikiranku? kata Raka dalam hati.
"Tentu, itu kelebihanku" Lucky seakan berbicara sendiri.
Sedangkan Raka hanya melongo terdiam, Reaksi Sesil juga tidak berbeda jauh dari Raka.
"Hai.. hai.. apa kalian mengacuhkanku?" Naga hitam merasa terabaikan. "Ayo lawan aku sekarang, walaupun kalian berdua. Kalian tidak akan sanggup melawanku. Karena aku akan selalu bangkit kembali, hahahahaha". Tentu saja berkat permata ungu dari Tuanku, bila tidak pasti aku sudah mati di tangan anak kecil ini.
Lucky yang mendengar kata hati Naga tersenyum miring. Ternyata itu kelemahannya. "Sepertinya adikku saja cukup untuk mengalahkanmu. Aku tidak perlu repot-repot turun tangan"
"Kakak, kau serius tidak akan membantuku?" tanya Alice sedikit panik. Apa kak Lucky tidak tau kalau Naga ini bisa menyambung tubuhnya kembali walau sudah ku tebas?
"Tentu saja aku tau adikku" Lucky berkata menjawab pemikiran Alice. "Hancurkan permata di dahi Naga itu, setelah itu dia tidak akan bisa menyatukan tubuhnya lagi" Lucky menunjuk sebuah permata kecil berwarna ungu yang terletak di dahi Naga hitam.
Alice menatap arah yang di tunjuk oleh Lucky, kemudian sebuah seringai terpaut di bibir mungilnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kedatangan Lucky jadi pencerahan ya Alice? Oke waktunya menghabisi Naga hitam yang jelek dan bermulut bau, hihihihi..
Yukk kasih koment, like, vote dan jangn lupa tambahkan ke daftar favorid ya..